Cara Jadi Cuek yang Sehat agar Hidup Lebih Tenang dan Tidak Mudah Baper

Cara jadi cuek yang sehat bukan berarti dingin, tetapi memilih hal yang layak dipikirkan.

Diterbitkan 10 September 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara jadi cuek pada dasarnya adalah seni memilih apa yang benar-benar layak dipikirkan. Sikap ini bukan berarti dingin, melainkan cara menjaga ketenangan batin.

Intinya, cara menjadi cuek adalah berhenti membiarkan setiap perkataan orang lain terlalu memengaruhi diri. Dengan begitu, energi dan perhatian bisa dialihkan pada hal-hal yang lebih penting dan bermakna.

Melansir dari Therapy Central, sikap cuek yang sehat bukan berarti sama sekali tidak peduli terhadap pendapat orang lain, melainkan mampu menyeimbangkan kepedulian terhadap orang lain dengan penerimaan terhadap diri sendiri.

Pendekatan berbasis bukti seperti terapi kognitif perilaku (CBT) dapat membantu seseorang mengenali serta menantang pola pikir yang membuatnya terlalu cemas terhadap penilaian orang lain. Sementara itu, penerimaan diri dan validasi dari dalam diri dapat membantu seseorang tidak terlalu bergantung pada persetujuan eksternal.

Cara Jadi Cuek dengan Membangun Penerimaan Diri

Langkah paling awal dalam cara jadi cuek adalah berdamai dengan diri sendiri. Ketika kamu nyaman dengan siapa dirimu, penilaian orang lain perlahan kehilangan kuasa untuk mengguncang hati.

Penerimaan diri bukan sikap sekali jadi, melainkan latihan berkelanjutan untuk melawan bisikan bahwa dirimu tidak cukup baik. Salah satu bentuk mencintai diri sendiri yang sehat justru menetapkan batas agar kamu punya ruang untuk tumbuh.

  1. Mulai dari Mencintai Diri Sendiri: Terima kelebihan sekaligus kekurangan tanpa syarat. Semakin utuh kamu belajar menghargai diri tanpa perlu validasi orang lain, semakin mudah bersikap cuek pada komentar yang tidak penting.

  2. Jadikan Nilai sebagai Kompas: Melansir dari Greatist, salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan pada penilaian orang lain adalah dengan mengenali tiga sampai lima nilai utama dalam hidup. Daftar tersebut dapat dijadikan tolok ukur ketika mengambil keputusan, sehingga pilihan yang dibuat tidak semata-mata didasarkan pada hal yang mendapat persetujuan orang lain. Menurut Dr. Joanne Frederick, terlalu berfokus pada rasa takut akan penilaian dapat membuat seseorang menjauh dari dirinya yang autentik.

  3. Terima Ketidaksempurnaan: Akui bahwa kesalahan dan kekurangan adalah bagian sah dari pengalaman manusia. Otak memang cenderung menyimpan hal negatif sehingga satu kritik terasa lebih berat daripada banyak pujian, dan menyadari bias ini membuatmu jauh lebih longgar pada diri sendiri.

  4. Rawat Tubuh dan Kesejahteraanmu: Makan sehat, tidur cukup, dan bergerak aktif membuat pikiran lebih tenang dan stabil. Merawat diri adalah salah satu cara membahagiakan diri sendiri tanpa bergantung pada penilaian orang.

  5. Ciptakan Selera dan Gaya Sendiri: Nyamanlah dengan pilihan pribadimu tanpa harus meniru gaya orang lain. Ketika kamu memahami arti love yourself, kamu tidak lagi butuh persetujuan siapa pun untuk merasa berharga.

Cara Jadi Cuek Menghadapi Omongan dan Penilaian Orang Lain

Bagian tersulit dari cara jadi cuek biasanya muncul saat berhadapan dengan komentar miring. Kuncinya ada pada kemampuan menyaring mana suara yang layak didengar dan mana yang cukup dibiarkan lewat, mirip semangat bersikap bodo amat yang bijak.

Mengacu pada kajian yang dimuat Psychology Today, orang cenderung melebih-lebihkan seberapa banyak dan seberapa buruk orang lain menilai kekurangan yang mereka miliki. Kekhawatiran berlebihan terhadap penilaian tersebut dapat membuat seseorang menjadi lebih mudah merasa malu, kurang spontan, dan tidak leluasa menikmati berbagai hal dalam kehidupan.

Menyadari hal ini menjadi bekal ketika kamu mulai bodo amat sama omongan orang yang ternyata tidak seberat yang dibayangkan.

  1. Sadari Kamu Tak Mengendalikan Pikiran Orang: Melansir dari Onward Psychological Services, setiap orang memandang dunia melalui lensa yang dibentuk oleh pengalaman, bias, dan keyakinannya masing-masing. Oleh karena itu, berusaha mengendalikan bagaimana orang lain menilai atau memandang diri kita hanya akan menguras energi tanpa hasil yang pasti.

  2. Susun Hierarki Opini yang Layak Didengar: Melansir dari Envision Wellness, bayangkan skenario terburuk jika seseorang memberikan penilaian negatif. Jika dampaknya benar-benar memengaruhi kebahagiaan dan kesejahteraan, pendapat orang tersebut layak diperhatikan. Namun, jika tidak berarti, komentarnya dapat dibiarkan berlalu.

  3. Ingat, Kamu Bukan Pusat Perhatian: Orang jauh lebih sibuk memikirkan dirinya sendiri daripada mengurusi hidupmu. Kesadaran ini membuatmu tidak lagi mudah baper pada tatapan atau bisik-bisik yang belum tentu tertuju padamu.

  4. Saring Kritik yang Membangun: Ambil masukan yang memperbaiki dirimu, lalu perlakukan sisanya sebagai angin lalu. Membedakan kritik atas perilaku dari serangan pada karakter adalah inti dari tidak mudah baper dengan omongan orang.

  5. Nyaman Menjadi Berbeda: Cuek yang sehat bukan berarti menjadi tak acuh atau kehilangan kepedulian, melainkan mampu tetap menjadi diri sendiri tanpa terlalu memikirkan penilaian orang lain. Dalam bukunya Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, Mark Manson menjelaskan bahwa bersikap bodo amat bukan berarti menjadi tak acuh, tetapi merasa nyaman ketika menjadi berbeda.

Cara Jadi Cuek lewat Pengelolaan Emosi dan Fokus Diri

Selain pola pikir, cara jadi cuek menuntut kemampuan menenangkan diri dan mengarahkan fokus. Kekhawatiran yang menumpuk adalah bahan bakar utama sikap mudah tersinggung, sehingga belajar berhenti overthinking menjadi salah satu kuncinya.

Berdasarkan data yang dikutip Forbes, sekitar 73 persen perempuan berusia 25 hingga 35 tahun mengaku sebagai overthinker. Sementara itu, terapis Chay Tanchanco, dikutip dari Mindbodygreen, menjelaskan bahwa di dunia modern, otak masih berusaha memprediksi bahaya sambil menghadapi stigma, ekspektasi, dan berbagai tekanan dari masyarakat.

  1. Kenali Saat Overthinking Datang: Begitu sadar sedang berpikir berlebihan, alihkan perhatian pada aktivitas yang kamu sukai untuk mengatasi overthinking. Melansir dari mindbodygreen, terapis berlisensi Cynthia Siadat, LCSW, menjelaskan bahwa menyadari diri sedang terlalu banyak berpikir merupakan langkah awal untuk menghentikan kebiasaan tersebut.

  2. Beri Jeda Sebelum Bereaksi: Tarik napas dan tunda respons beberapa detik agar emosi tidak langsung mengambil alih. Mengutip Healthline, menarik napas dalam-dalam memberi efek langsung pada tubuh dan membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang berputar, sekaligus melatih kemampuan mengendalikan emosi yang meledak.

  3. Gunakan Distanced Self-Talk: Saat kepala ramai, bicaralah pada diri sendiri memakai namamu, seolah sedang menasihati seorang teman. Teknik ini menciptakan jarak sehat dari emosi dan memperkuat kontrol diri sehingga kamu tidak reaktif.

  4. Fokus pada Tujuan dan Nilai yang Penting: Arah hidup yang jelas membuatmu tidak sempat menghiraukan komentar sepele. Ketika energimu tersalur pada tujuan, cara jadi cuek terhadap gangguan-gangguan kecil akan terjadi hampir dengan sendirinya.

  5. Bangun Percaya Diri lewat Bahasa Tubuh: Postur tegak, kontak mata secukupnya, dan napas teratur membuatmu terlihat sekaligus merasa lebih tenang. Sebagaimana dijelaskan American Psychological Association, kepercayaan diri berkaitan dengan keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk menghadapi tuntutan dan mencapai tujuan dengan berhasil, dan itu bisa dilatih lewat bahasa tubuh yang percaya diri.

Jika kamu sering kelelahan secara emosional, melatih jeda sebelum bereaksi dan terus meningkatkan rasa percaya diri akan membuat setiap rangsangan tidak lagi langsung dijawab dengan perasaan.

Batas Sehat Sikap Cuek yang Perlu Kamu Pahami

Bersikap cuek yang sehat berbeda tipis dengan menjadi acuh yang menyakiti. Tujuannya bukan menutup hati, melainkan menjaga agar opini orang tidak lagi menyetir suasana hati dan keputusanmu. Prinsip ini juga berlaku saat kamu mempelajari cara menjadi cuek kepada orang tertentu, misalnya seseorang yang sedang kamu taksir.

Oleh karena itu, arahkan sikap cuek pada hal negatif, bukan pada manusianya, dan tetap isi hidup dengan kegiatan bermakna. Melansir dari Greatist, terapis Amy Kaplan menyarankan untuk mencoba hobi atau aktivitas baru yang dapat meningkatkan kesehatan mental sekaligus menambah kegembiraan dalam hidup.

  • Cuek bukan berarti kasar: Bersikap masa bodoh tidak sama dengan boleh semena-mena, dan kecuekan yang sampai melukai orang lain justru menghilangkan rasa hormat.

  • Jaga sikap dan kesopanan: Sapaan singkat, senyum tipis, atau ucapan terima kasih tetap membuat orang merasa dihargai meski kamu tidak banyak bicara.

  • Tunjukkan empati di saat yang tepat: Kamu tidak harus selalu ikut campur, tetapi hadir mendengarkan ketika seseorang kesulitan membuktikan kamu tetap manusia yang peduli.

  • Selektif memilih lingkungan, bukan menutup diri: Kelilingi dirimu dengan orang yang menerimamu apa adanya, dan kurangi porsi orang yang hanya menguras energi dengan cara menetapkan batasan yang sehat.

  • Lakukan secara natural: Jangan berpura-pura dingin atau memaksakan citra tertentu, sebab sikap yang dibuat-buat justru terasa canggung dan cepat melelahkan.

  • Terima kritik yang benar-benar membangun: Bedakan masukan yang menumbuhkan dari komentar yang sekadar menjatuhkan, lalu simpan yang pertama dan lepaskan yang kedua. Kebiasaan ini seiring dengan upaya membangun batasan yang sehat dalam relasi.

  • Sadari kamu tak harus berhenti peduli sepenuhnya: Cara jadi cuek yang matang bukan menghapus rasa peduli, melainkan memilih dengan sadar ke mana perhatianmu pergi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sikap Cuek

Apakah bersikap cuek itu baik untuk kesehatan mental?

Bisa, selama dilakukan secukupnya. Sikap cuek yang sehat membantu mengurangi beban pikiran, stres, dan kecemasan berlebih karena kamu berhenti menanggapi setiap hal sepele secara serius. Kuncinya adalah menyeimbangkan antara melindungi ketenangan diri dan tetap peduli pada hal yang benar-benar penting.

Apakah menjadi cuek berarti tidak peduli pada orang lain?

Tidak. Cuek yang dimaksud adalah tidak membebani pikiran dengan omongan atau penilaian yang tidak penting, bukan mengabaikan sesama atau melanggar norma. Kamu tetap bisa bersikap sopan, berempati, dan menjaga hubungan baik tanpa menjadikan pendapat orang sebagai penentu harga dirimu.

Bagaimana cara jadi cuek tanpa menyakiti perasaan orang lain?

Terapkan sikap cuek pada hal negatif, bukan pada orangnya. Tetap jaga tutur kata, dengarkan saat memang dibutuhkan, dan tunjukkan empati di momen yang tepat. Dengan begitu, kamu terlihat santai dan tidak mudah baper, tetapi tetap dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan untuk diajak berteman.

Pada akhirnya, cara jadi cuek yang sehat adalah soal memilih dengan sadar mana yang layak menguras hati dan mana yang cukup dilepas. Latih pelan-pelan, mulai dari menerima diri, menyaring omongan, hingga menenangkan pikiran, dan bila sesekali masih tersinggung, pelajari lagi langkah agar tidak mudah baper serta cara sederhana untuk mengatasi baper supaya hatimu cepat kembali tenang.