Liputan6.com, Jakarta Menghadapi komentar atau penilaian dari orang lain sering kali tidak mudah. Banyak orang mencari cara agar tidak mudah baper karena perkataan yang terdengar sepele sekalipun dapat memengaruhi suasana hati, kepercayaan diri, hingga semangat menjalani aktivitas sehari-hari jika dibiarkan berlarut-larut.
Tidak semua ucapan orang lain harus dianggap sebagai serangan pribadi. Sebagian hanyalah pendapat, candaan, atau kritik yang tidak selalu mencerminkan kenyataan. Mampu mengelola respons terhadap omongan orang menjadi bekal penting agar pikiran tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi.
Memahami cara agar tidak mudah baper bukan berarti mengabaikan semua masukan, melainkan belajar membedakan kritik yang bermanfaat dan ucapan yang tidak perlu dipikirkan. Berikut 13 langkah yang dapat membantu Anda menghadapi omongan orang dengan sikap yang lebih tenang dan bijaksana.
Advertisement
Cara agar Tidak Mudah Baper dengan Omongan Orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316055/original/089282800_1785911201-93c6aeae-45a3-4822-bd17-5b5b6ecc4321.jpg)
Membiasakan diri berpikir jernih sebelum bereaksi adalah inti dari cara agar tidak mudah baper dengan omongan orang. Langkah-langkah berikut bisa kamu praktikkan perlahan hingga menjadi kebiasaan.
-
Belajar Bersikap Cuek Secukupnya: Tidak semua ucapan layak mendapat reaksi, jadi pilih mana yang penting dan mana yang cukup diabaikan. Bersikap cuek yang sehat membantu kamu menenangkan diri tanpa terpancing hal sepele.
-
Sadari Pendapat Orang Bukan Cerminan Dirimu: Kritik atau penilaian sering lebih menggambarkan kondisi si pembicara ketimbang dirimu. Dr. Abigail Brenner, dikutip dari Psychology Today, menyatakan, "Faktanya, hampir selalu itu tentang mereka, masalah mereka, dan kebutuhan mereka."
-
Bangun Rasa Percaya Diri: Semakin yakin pada nilai diri, semakin kecil pengaruh sindiran orang terhadap suasana hatimu. Fokuslah pada kelebihan yang kamu miliki dan meningkatkan percaya diri dengan mengendalikan hal-hal yang ada dalam kuasamu. Kepercayaan diri yang kuat menjadi tameng alami saat menghadapi penilaian subjektif orang lain.
Baca juga: Tips Meningkatkan Percaya Diri untuk Mengembangkan Keyakinan Diri
-
Pikirkan dengan Akal Sehat dan Realistis: Sebelum menyimpulkan, tanyakan apakah tafsiranmu didukung fakta atau hanya perasaan. Berpikir realistis mencegahmu bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang belum tentu benar.
-
Hindari Overthinking: Berhenti memutar satu kalimat orang lain di kepala hingga membesar tanpa alasan. Belajar menghindari overthinking membuat pikiran lebih ringan dan fokus pada hal yang benar-benar penting.
Baca juga: 10 Cara Ampuh Mengatasi Overthinking dan 5 Cara Mengatasi Overthinking agar Tidak Berlarut-larut
-
Tantang Asumsi Negatif dan Berhenti Menebak Pikiran Orang: Jangan buru-buru menyimpulkan maksud buruk; carilah penjelasan lain yang lebih masuk akal, sebab kita kerap menerka-nerka sendiri maksud orang lain.Â
-
Terima Bahwa Kamu Tak Bisa Mengontrol Pikiran Orang Lain: Setiap orang bebas berpendapat, dan itu di luar kendalimu. Alih-alih memaksa mereka berubah, arahkan energi untuk memperbaiki respons serta sikapmu sendiri.
Advertisement
Teknik Psikologis Melatih Diri agar Tidak Gampang Tersinggung
Selain membenahi pola pikir, ada teknik terukur yang memperkuat cara agar tidak mudah baper dengan omongan orang dalam keseharian. Teknik-teknik ini bekerja pada level kebiasaan, sehingga hasilnya lebih tahan lama.
-
Beri Jeda Sebelum Bereaksi: Tarik napas dan tunda respons beberapa saat agar emosi tidak mengambil alih sebelum merespon. Jeda singkat ini melatih kemampuan mengendalikan emosi yang meledak, dan kamu bisa memperdalamnya lewat berbagai cara meredam amarah.
Baca juga: 5 Cara Mengontrol Emosi Menurut Para Ahli
-
Gunakan Distanced Self-Talk: Saat pikiran ramai, bicaralah pada diri sendiri memakai namamu, seolah sedang menasihati seorang teman.Â
-
Pisahkan Kritik Perilaku dari Kritik Karakter: Latih diri membedakan masukan atas tindakan tertentu dari serangan terhadap nilai dirimu. Kritik "laporanmu kurang rapi" berbeda jauh dari "kamu tidak becus", dan menyadari beda ini membuatmu tidak gampang tersinggung.
-
Latih Mindfulness dan Pernapasan: Fokus pada momen sekarang lewat meditasi singkat membantu pikiran tetap tenang saat ditekan. Latihan berbasis mindfulness terbukti menurunkan gejala kecemasan dan memperbaiki regulasi emosi. Rasakan sendiri manfaat meditasi ini, termasuk lewat meditasi pernapasan yang sederhana.
-
Tuangkan Perasaan lewat Jurnal: Menuliskan apa yang kamu rasakan membantu mengenali pola pemicu baper dan meredakannya. Kebiasaan menulis jurnal juga terbukti bermanfaat untuk mengatasi kecemasan.
-
Cari Teman Cerita yang Tepat: Berbagi dengan orang yang memberi tanggapan jujur namun menenangkan membantumu melihat situasi lebih objektif. Pilih pendengar yang netral, bukan yang justru memperkeruh emosimu.
Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Mudah Baper
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316056/original/098555600_1785911201-58873.jpg)
Memahami akar persoalan memudahkan kita menemukan cara agar tidak mudah baper dengan omongan orang yang paling cocok. Salah satu penyebab utamanya adalah kecenderungan alami otak memberi bobot lebih besar pada hal negatif, sehingga satu komentar tajam mampu menutupi banyak dukungan positif. Ditambah kebiasaan menebak maksud orang lain, pikiran jadi cepat menyimpulkan hal buruk padahal belum tentu benar.
Faktor berikutnya adalah harga diri yang rapuh. Ketika keyakinan pada diri sendiri lemah, komentar orang gampang dijadikan patokan tentang siapa diri kita.Â
Studi menunjukkan pengalaman masa kecil seperti sering dikritik, dibanding-bandingkan, atau kurang dihargai dapat membentuk sensitivitas berlebih di masa dewasa. Menyadari akar ini membuat kita menyikapinya dengan lebih bijak, bukan menyalahkan diri sendiri.
Reaksi baper juga memiliki sisi biologis. Saat merasa terancam secara emosional, otak dapat memicu respons melawan-atau-lari sehingga kita bereaksi impulsif sebelum sempat berpikir jernih. Unsur kejutan turut memperbesar reaksi, sebab kritik yang datang tiba-tiba terasa lebih menyakitkan. Orang dengan kecenderungan perfeksionis lebih rentan menganggap setiap masukan sebagai bukti kegagalan pribadi
Kabar baiknya, kebiasaan mudah tersinggung adalah pola yang dipelajari sehingga bisa diubah dengan latihan dan kesabaran. Mulailah bersikap lembut pada diri sendiri, memaafkan kekurangan, dan memberi ruang untuk bertumbuh.Â
Menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, ditambah rutin mencintai diri sendiri dan meluangkan waktu untuk membahagiakan diri sendiri, membuat ucapan orang lain perlahan kehilangan kuasa untuk menjatuhkanmu.
Baca juga: 11 Cara Praktik Self Love yang Sehat Menurut Para Terapis
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Baper dengan Omongan Orang
Apa penyebab seseorang mudah baper dengan omongan orang?
Penyebabnya beragam, mulai dari rasa percaya diri yang rendah, kebiasaan overthinking, hingga kecenderungan otak memberi perhatian lebih pada hal negatif. Pengalaman masa lalu seperti sering dikritik atau dibanding-bandingkan juga bisa membuat seseorang lebih sensitif terhadap ucapan orang lain.
Apakah sifat mudah baper bisa dihilangkan?
Bisa, karena mudah baper umumnya merupakan pola yang dipelajari, bukan sifat permanen. Dengan latihan mengubah cara pandang, mengelola emosi, dan membangun harga diri, kepekaan berlebihan terhadap komentar orang bisa dikurangi secara bertahap.
Bagaimana cara menyikapi omongan orang yang menyakitkan?
Beri jeda sebelum bereaksi, lalu nilai apakah ucapan itu berisi masukan yang berguna atau sekadar pendapat yang tidak perlu ditelan bulat-bulat. Menerapkan cara agar tidak mudah baper dengan omongan orang seperti berpikir realistis dan fokus pada hal positif akan membantumu tetap tenang tanpa kehilangan jati diri.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315277/original/076754200_1785833101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-04T154035.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316054/original/084805600_1785911201-1635.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501605/original/008168500_1770950226-Candlelight_Dinner_Romantis.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315974/original/005985500_1785906183-Screenshot_2026-08-05_115812.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314339/original/093642700_1785743416-Kabinet_Bergaya_Modern_Farmhouse.jpeg)