Makna Dharma Wanita, Sejarah, Tugas Pokok, dan Filosofi Logonya dalam Peringatan 5 Agustus

Pahami makna Dharma Wanita, sejarah, tugas pokok, dan filosofi logo dalam peringatan 5 Agustus.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 13:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Dharma Wanita Nasional diperingati setiap tanggal 5 Agustus untuk mengenang berdirinya organisasi Dharma Wanita pada 5 Agustus 1974. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengingat sejarah, nilai pengabdian, serta peran perempuan dalam mendukung pembangunan bangsa melalui keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Perlu dibedakan bahwa Hari Dharma Wanita Nasional (5 Agustus) merupakan peringatan hari berdirinya organisasi, sedangkan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) diperingati setiap 7 Desember, yaitu tanggal pengesahan perubahan organisasi menjadi Dharma Wanita Persatuan pada tahun 1999. Lantas, bagaimana makna Dharma Wanita? Berikut informasi lengkapnya, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (5/8).

Apa Makna Dharma Wanita?

Secara harfiah, kata "dharma" berarti pengabdian, kewajiban, atau tugas mulia, sedangkan "wanita" berarti perempuan. Dengan demikian, makna Dharma Wanita dapat dipahami sebagai pengabdian perempuan dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan organisasi kemasyarakatan yang beranggotakan istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keanggotaannya diatur sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi. Sejak era Reformasi, DWP ditegaskan sebagai organisasi yang netral dari politik, independen, dan demokratis, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan melalui bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.

Sejarah Singkat Dharma Wanita

Dharma Wanita didirikan pada 5 Agustus 1974 oleh Ketua Dewan Pembina KORPRI saat itu, Amir Machmud, atas prakarsa Ibu Tien Soeharto. Pada awal berdirinya, organisasi ini beranggotakan istri Pegawai Republik Indonesia, anggota ABRI yang dikaryakan, dan pegawai BUMN.

Memasuki masa Reformasi pada tahun 1998, organisasi ini mengalami perubahan mendasar agar tidak lagi memiliki muatan politik pemerintah. Perubahan tersebut meliputi penegasan sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang independen, netral, dan demokratis.

Selanjutnya, pada 7 Desember 1999, nama organisasi resmi berubah menjadi Dharma Wanita Persatuan (DWP). Penambahan kata "Persatuan" sekaligus menandai semangat baru organisasi yang lebih mandiri dan berorientasi pada pemberdayaan perempuan.

Makna Hari Dharma Wanita Nasional 5 Agustus

Peringatan Hari Dharma Wanita Nasional memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mengenang tanggal berdirinya organisasi. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam pembangunan nasional, baik melalui keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

Beberapa makna utama Hari Dharma Wanita Nasional antara lain:

  • Menghargai sejarah berdirinya Dharma Wanita sebagai organisasi perempuan nasional.
  • Meneguhkan semangat pengabdian perempuan kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
  • Mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui pendidikan, keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi.
  • Memperkuat rasa persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
  • Menjadi refleksi terhadap kontribusi perempuan dalam mendukung terciptanya keluarga yang berkualitas dan pembangunan nasional.

Tugas Pokok Dharma Wanita Persatuan

Sebagai organisasi kemasyarakatan, Dharma Wanita Persatuan memiliki sejumlah tugas pokok, yaitu:

  • Membina anggota.
  • Memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan.
  • Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anggota.
  • Menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
  • Meningkatkan kepedulian sosial.
  • Melakukan pembinaan mental dan spiritual agar anggota menjadi pribadi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian, dan berbudi pekerti luhur.
  • Mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota.

Makna Logo Dharma Wanita Persatuan

Logo Dharma Wanita Persatuan terdiri atas empat bagian yang masing-masing memiliki makna filosofis mengenai pengabdian, persatuan, kesejahteraan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

1. Lambang Bagian I

Bagian pertama berupa bunga melati putih berkelopak lima dengan latar belakang Sang Saka Merah Putih. Lambang ini menggambarkan kedudukan perempuan sebagai salah satu aset bangsa yang mengabdikan diri kepada bangsa, tanah air, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Warna putih melambangkan kesucian, keluhuran budi, serta persaudaraan dan kekeluargaan di antara sesama perempuan. Sementara itu, putik bunga berwarna kuning yang berjumlah lima melambangkan cita-cita luhur serta semangat pengabdian dan kesetiaan kepada bangsa, tanah air, dan negara, sekaligus menjadi simbol keberlanjutan generasi perempuan penerus dalam pembangunan masyarakat dan manusia Indonesia seutuhnya. Warna kuning sendiri melambangkan cita-cita yang luhur.

2. Lambang Bagian II

Bagian kedua berupa gambar padi yang terdiri atas 15 butir dan kapas yang terdiri atas enam buah. Keduanya melambangkan cita-cita dan tujuan Dharma Wanita Persatuan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang merata berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan.

Selain itu, gambar padi menjadi simbol kegiatan di bidang ekonomi, sedangkan gambar kapas melambangkan kegiatan di bidang sosial budaya.

3. Lambang Bagian III

Bagian ketiga berupa rantai yang terdiri atas 15 mata rantai. Lambang ini mencerminkan rasa persatuan dan persaudaraan yang erat di antara seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan agar dapat saling bekerja sama dan bahu-membahu dalam menjalankan tugas pokok serta fungsi organisasi demi mencapai cita-cita dan tujuan bersama.

4. Lambang Bagian IV

Bagian keempat berupa gambar buku yang melambangkan kegiatan di bidang pendidikan. Simbol ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kualitas anggota melalui pengembangan pengetahuan dan kemampuan yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Makna Dharma Wanita

1. Apa yang dimaksud dengan Dharma Wanita?

Dharma Wanita merupakan organisasi yang mewadahi istri Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Secara makna, "dharma" berarti pengabdian atau kewajiban, sedangkan "wanita" berarti perempuan, sehingga Dharma Wanita mencerminkan semangat pengabdian perempuan kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

2. Kapan Hari Dharma Wanita Nasional diperingati?

Hari Dharma Wanita Nasional diperingati setiap 5 Agustus untuk mengenang berdirinya organisasi Dharma Wanita pada 5 Agustus 1974. Sementara itu, Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan diperingati setiap 7 Desember, bertepatan dengan perubahan nama organisasi menjadi Dharma Wanita Persatuan pada tahun 1999.

3. Apa tujuan dibentuknya Dharma Wanita Persatuan?

Dharma Wanita Persatuan bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya anggota agar tercapai kesejahteraan anggota dan keluarganya. Organisasi ini juga berperan mendukung pembangunan nasional melalui berbagai program di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.

4. Apa saja tugas pokok Dharma Wanita Persatuan?

Tugas pokok Dharma Wanita Persatuan meliputi membina anggota, memperkukuh persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan anggota, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, meningkatkan kepedulian sosial, melakukan pembinaan mental dan spiritual, serta mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota.

5. Apa makna logo Dharma Wanita Persatuan?

Logo Dharma Wanita Persatuan memiliki empat bagian yang masing-masing mengandung filosofi. Bunga melati melambangkan pengabdian perempuan kepada bangsa dan negara, padi dan kapas melambangkan kemakmuran serta kesejahteraan, rantai melambangkan persatuan dan persaudaraan antaranggota, sedangkan buku melambangkan pentingnya pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6