Cara Jadi Cuek yang Sehat agar Hidup Lebih Tenang dan Tidak Mudah Baper

Cara jadi cuek yang sehat bukan berarti jadi dingin, melainkan memilih apa yang layak dipikirkan. Simak langkahnya agar hidup tenang dan tak mudah baper.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara jadi cuek pada dasarnya adalah seni memilih hal yang benar-benar layak kamu pikirkan. Sikap ini bukan soal menjadi dingin, melainkan cara melindungi ketenangan batin.

Intinya, kamu berhenti membiarkan setiap omongan orang masuk ke hati. Dengan begitu, fokus dan energimu bisa diarahkan pada hal yang lebih bermakna.

Perlu dipahami, cara jadi cuek yang sehat justru bertumpu pada penerimaan diri dan rasa percaya diri, bukan pada sikap membenci orang lain. Konsep Highly Sensitive Person dari psikolog Elaine N. Aron pun menegaskan sebagian orang memang berkarakter lebih peka, sehingga wajar bila lebih mudah terbawa perasaan, berikut ulasan Liputan6.com.

Cara Jadi Cuek dengan Memperkuat Penerimaan Diri

Langkah paling awal dalam cara jadi cuek adalah berdamai dengan diri sendiri. Ketika kamu sudah nyaman dengan siapa dirimu, penilaian orang lain otomatis kehilangan kuasa untuk mengguncang hatimu.

Para terapis menilai penerimaan diri bukan sikap sekali jadi, melainkan latihan berkelanjutan untuk melawan pikiran negatif yang membisikkan bahwa kamu tidak cukup baik. Salah satu praktik self love yang sehat justru menetapkan batasan agar kamu punya ruang untuk tumbuh.

  1. Mulai dari Mencintai Diri Sendiri: Belajar mencintai diri sendiri berarti menerima kelebihan sekaligus kekurangan tanpa syarat. Semakin utuh kamu menghargai diri, semakin mudah bersikap cuek pada komentar yang tidak penting.

  2. Geser Sumber Validasi ke Dalam: Berhentilah mengejar pengakuan dari luar dan mulai validasi diri berdasarkan nilai, tujuan, serta pencapaianmu sendiri. Banyak orang menggantungkan kebahagiaan pada validasi dari orang lain, padahal harga diri yang dibangun dari dalam jauh lebih kokoh.

  3. Terima Ketidaksempurnaan: Akui bahwa kesalahan dan kekurangan adalah bagian sah dari pengalaman manusia. Menghargai diri sendiri apa adanya membuatmu tidak lagi sibuk menutupi hal yang kamu anggap kurang.

  4. Rawat Tubuh dan Kesejahteraanmu: Makan sehat, cukup tidur, dan bergerak aktif membuat pikiran lebih tenang dan stabil. Merawat diri adalah salah satu cara membahagiakan diri sendiri tanpa perlu bergantung pada penilaian orang.

  5. Ciptakan Selera dan Gaya Sendiri: Nyamanlah dengan pilihan pribadimu tanpa harus meniru gaya orang lain. Steve Jobs, dikutip dari Calmer You, menyatakan, "Waktumu terbatas, jadi jangan sia-siakan untuk menjalani hidup orang lain."

Cara Jadi Cuek Menghadapi Omongan dan Penilaian Orang Lain

Bagian tersulit dari cara jadi cuek biasanya muncul saat berhadapan dengan komentar miring. Kuncinya ada pada kemampuan menyaring mana suara yang layak didengar dan mana yang cukup dibiarkan lewat.

Menurut para psikolog, langkah awal melepaskan diri dari kebutuhan akan persetujuan adalah mengakui bahwa kita tidak punya kendali atas isi kepala orang lain. Sikap seperti ini mirip mantra bodo amat sama omongan orang yang bijak, yaitu tetap sadar diri tanpa membiarkan sindiran menyetir suasana hati.

  1. Sadari Kamu Tak Mengendalikan Pikiran Orang: Setiap orang memandang dunia lewat lensa, bias, dan pengalamannya sendiri. Berusaha mengatur bagaimana mereka menilaimu hanya akan membuatmu lelah tanpa hasil.

  2. Fokus pada Penilaian Orang yang Tepat: Merujuk pemikiran Fredric Neuman yang ditulis di Psychology Today, jika skenario terburuk dari penilaian seseorang benar-benar merusak kebahagiaanmu, barulah ia layak disebut orang penting; jika tidak, buat apa dipikirkan. 

  3. Lepaskan Kebutuhan akan Pengakuan: Selama kamu bergantung pada tepuk tangan orang lain, kamu akan selalu merasa terikat. Lao Tzu, dikutip dari Goalcast, menyatakan, "Pedulikan pengakuan orang lain, maka kamu akan selamanya menjadi tawanan mereka."

  4. Saring Kritik yang Membangun: Bersikap cuek bukan menutup telinga dari masukan yang benar. Ambil kritik yang memperbaiki dirimu, lalu perlakukan sisanya sebagai angin lalu dan latih sikap bersikap bodo amat pada hal yang tidak esensial.

  5. Ingat, Kamu Bukan Pusat Perhatian: Orang jauh lebih sibuk memikirkan dirinya sendiri daripada mengurusi hidupmu. Menyadari hal ini membuat kamu tidak lagi mudah baper pada tatapan atau bisik-bisik yang belum tentu tertuju padamu.

Cara Jadi Cuek lewat Pengelolaan Emosi dan Fokus Diri

Selain soal pola pikir, cara jadi cuek juga menuntut kemampuan menenangkan diri dan mengarahkan fokus. Sebab, kekhawatiran yang menumpuk adalah bahan bakar utama sikap mudah tersinggung.

Berdasarkan riset yang dikutip Forbes, sekitar 73 persen orang berusia 25 hingga 35 tahun tergolong pemikir berlebihan kronis, bersama 52 persen orang berusia 45 hingga 55 tahun. Karena itu, belajar mengatasi overthinking menjadi bagian penting dari cara jadi cuek yang sehat.

  1. Berhenti Mengkhawatirkan Hal di Luar Kendali: Sadari bahwa sebesar apa pun kekhawatiranmu, hal yang tak bisa diubah tetap tidak akan berubah. Fokuskan tenaga pada situasi yang benar-benar bisa kamu pengaruhi dan lepaskan sisanya.

  2. Kenali dan Alihkan Pikiran Berlebih: Sebagaimana dilaporkan Mindbodygreen, langkah pertama menghentikan kebiasaan berpikir berlebihan adalah menyadari bahwa kamu sedang melakukannya. Setelah sadar, alihkan perhatian ke aktivitas yang menyenangkan untuk berhenti overthinking.

  3. Fokus pada Tujuan dan Nilai yang Penting: Punya arah hidup yang jelas membuatmu tidak sempat menghiraukan komentar sepele. Mark Manson, dikutip dari Everyday Power, menyatakan, "Segala hal yang kita pikirkan dan rasakan tentang suatu situasi pada akhirnya bergantung pada seberapa berharga kita menilainya."

  4. Bangun Rasa Percaya Diri: Kepercayaan diri yang kuat perlahan membuatmu tidak gampang tersinggung. Terus asah keterampilan dan hargai kemajuanmu sebagai cara membangun rasa percaya diri, sehingga hidup terasa lebih berani dan penuh ekspresi.

  5. Tampilkan Ketenangan lewat Bahasa Tubuh: Postur tegak, kontak mata secukupnya, dan napas teratur membuatmu terlihat serta merasa lebih tenang. Latihan bahasa tubuh yang percaya diri ini menegaskan bahwa kamu nyaman dengan diri sendiri di situasi apa pun.

Jika kamu merasa sering kelelahan secara emosional, mengenali sensitivitas emosional diri sendiri adalah titik awal yang baik. Dari sana, kamu bisa melatih jeda sebelum bereaksi sehingga tidak setiap rangsangan langsung dijawab dengan perasaan.

Batas Sehat Sikap Cuek yang Perlu Kamu Pahami

Bersikap cuek yang sehat berbeda tipis dengan menjadi acuh yang menyakiti. Kaplan, dikutip dari Greatist, menyatakan, "Bagi kebanyakan dari kita, tidak realistis untuk tidak pernah peduli pada pendapat orang lain."

Karena itu, cuek sebaiknya diarahkan pada hal negatif, bukan pada manusianya. Menjaga hubungan baik tetap penting, dan salah satu caranya adalah menetapkan batasan yang sehat, seperti diulas dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat.

  • Cuek bukan berarti kasar: Bersikap masa bodoh tidak sama dengan boleh semena-mena. Cuek yang berlebihan hingga melukai orang lain justru menghilangkan rasa hormat.

  • Jaga sikap dan kesopanan: Sapaan singkat, senyum tipis, atau ucapan terima kasih tetap membuat orang merasa dihargai meski kamu tidak banyak bicara.

  • Tunjukkan empati di saat yang tepat: Kamu tidak harus selalu ikut campur, tetapi hadir mendengarkan saat seseorang kesulitan menunjukkan kamu tetap manusia yang peduli.

  • Selektif memilih lingkungan, bukan menutup diri: Kelilingi dirimu dengan orang yang menerimamu apa adanya, dan kurangi porsi orang yang hanya menguras energi.

  • Lakukan secara natural: Jangan berpura-pura cuek atau memaksakan citra dingin. Sikap yang dibuat-buat justru terasa canggung dan melelahkan.

  • Terima kritik yang benar-benar membangun: Bedakan masukan yang menumbuhkan dari komentar yang sekadar menjatuhkan, lalu simpan yang pertama dan lepaskan yang kedua.

  • Sadari kamu tak harus berhenti peduli sepenuhnya: Tujuannya bukan menjadi tanpa perasaan, melainkan menjaga agar opini orang tidak lagi mengendalikan mood dan keputusanmu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sikap Cuek

Apakah bersikap cuek itu baik untuk kesehatan mental?

Bisa, selama dilakukan secukupnya. Sikap cuek yang sehat membantu mengurangi beban pikiran, stres, dan kecemasan berlebih karena kamu berhenti menanggapi setiap hal sepele secara serius. Kuncinya adalah menyeimbangkan antara melindungi ketenangan diri dan tetap peduli pada hal yang benar-benar penting.

Apakah menjadi cuek berarti tidak peduli pada orang lain?

Tidak. Cuek yang dimaksud adalah tidak membebani pikiran dengan omongan atau penilaian yang tidak penting, bukan mengabaikan sesama atau melanggar norma. Kamu tetap bisa bersikap sopan, berempati, dan menjaga hubungan baik sambil tidak menjadikan pendapat orang sebagai penentu harga dirimu.

Bagaimana cara jadi cuek tanpa menyakiti perasaan orang lain?

Terapkan cuek pada hal negatif, bukan pada orangnya. Tetap jaga tutur kata, dengarkan saat memang dibutuhkan, dan tunjukkan empati di momen yang tepat. Dengan begitu, kamu terlihat santai dan tidak mudah baper, tetapi tetap dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan untuk diajak berteman.

Pada akhirnya, cara jadi cuek yang sehat adalah soal memilih dengan sadar mana yang layak menguras hati dan mana yang cukup dilepas. Latih pelan-pelan, mulai dari menerima diri, menyaring omongan, hingga menenangkan pikiran, sampai kamu terbiasa hidup lebih ringan dan tetap menjadi orang baik.