Liputan6.com, Jakarta - Kaca yang tergores tipis sering kali membuat permukaannya terlihat kusam meski sudah dibersihkan berkali-kali. Jika goresannya masih berada di permukaan, cara membersihkan goresan di kaca dengan satu bahan dapur bisa dicoba sebelum membeli cairan pemoles khusus. Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah baking soda, yang teksturnya cukup halus untuk membantu memoles noda atau goresan ringan.
Baking soda sebenarnya bukan cairan pembersih kaca, melainkan bahan berbentuk bubuk yang dapat dibuat menjadi pasta dengan sedikit air. Tekstur pasta tersebut kemudian digosok secara perlahan pada permukaan kaca untuk membantu menghaluskan ketidaksempurnaan yang dangkal.
Namun, penting membedakan antara goresan permukaan dan kerusakan kaca yang lebih dalam. Goresan yang dalam, retakan, pecahan, atau lapisan pelindung yang mulai terkelupas tidak sebaiknya ditangani hanya dengan metode rumahan karena penggosokan berlebihan justru berisiko memperparah kerusakan.
Advertisement
Baking Soda untuk Membantu Mengurangi Goresan Ringan pada Kaca
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3531946/original/007660600_1628148065-flour-powder-wheat-jar.jpg)
Bahan utama yang diperlukan dalam metode ini hanyalah baking soda. Anda memang membutuhkan sedikit air untuk mengubahnya menjadi pasta, tetapi baking soda menjadi bahan dapur yang berperan dalam proses pemolesan.
House Beautiful, dalam ulasannya mengenai cara menghilangkan goresan pada kaca menggunakan bahan yang tersedia di rumah, menyebut baking soda sebagai salah satu pilihan untuk goresan permukaan. Caranya adalah mencampurkan baking soda dan air dengan perbandingan yang sama hingga membentuk pasta kental. Pasta tersebut kemudian diaplikasikan menggunakan kain microfiber dan digosok secara perlahan dengan gerakan melingkar.
Mengapa baking soda bisa digunakan? House Beautiful menjelaskan bahwa baking soda memiliki tekstur yang dapat memberikan efek abrasif ringan. Ketika dibuat menjadi pasta dan digosok secara hati-hati, partikel tersebut dapat membantu memoles ketidaksempurnaan yang sangat dangkal pada permukaan kaca.
Meski demikian, jangan menganggap metode ini dapat membuat semua jenis goresan hilang. Hasilnya sangat bergantung pada kedalaman goresan, jenis kaca, serta kondisi permukaannya. Goresan yang hanya tampak ketika terkena cahaya biasanya lebih mungkin ditangani dengan metode pemolesan ringan dibandingkan goresan yang terasa jelas ketika disentuh.
Advertisement
Cara Membersihkan Goresan di Kaca dengan Satu Bahan Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5041503/original/077492800_1733726253-45532.jpg)
Sebelum mulai, siapkan baking soda, sedikit air, serta kain microfiber yang bersih dan lembut. Meskipun hanya baking soda yang menjadi bahan dapur utama, kain sangat penting karena permukaan kaca membutuhkan alat yang tidak meninggalkan serat atau memberikan gesekan kasar.
1. Bersihkan Kaca Terlebih Dahulu
Jangan langsung menggosok baking soda pada kaca yang masih berdebu. Debu, pasir halus, atau kotoran yang tertinggal dapat ikut bergesekan dengan permukaan kaca dan justru menimbulkan goresan baru.
Bersihkan permukaan kaca terlebih dahulu menggunakan kain microfiber yang sedikit lembap. Pastikan debu, sidik jari, dan kotoran lainnya sudah terangkat. Setelah itu, keringkan dengan kain microfiber bersih.
BHG, melalui artikel tentang teknik membersihkan kaca tanpa belang, merekomendasikan penggunaan dua kain microfiber, yakni satu kain yang sedikit lembap dan satu lagi dalam kondisi kering. Teknik tersebut membantu mengangkat kotoran sekaligus mengurangi sisa kelembapan yang dapat menyebabkan permukaan kaca terlihat belang.
2. Buat Pasta Baking Soda
Masukkan baking soda secukupnya ke dalam wadah kecil. Tambahkan air sedikit demi sedikit dengan jumlah yang kurang lebih sama, kemudian aduk sampai membentuk pasta.
Jangan membuat campuran terlalu encer. Pasta yang terlalu cair akan sulit dikendalikan ketika diaplikasikan pada titik goresan. Sebaliknya, konsistensi yang terlalu kering juga dapat meningkatkan gesekan ketika digosok.
Tujuannya adalah memperoleh pasta yang cukup lembut sehingga bisa diratakan dengan kain microfiber tanpa perlu memberikan tekanan besar pada kaca.
3. Oleskan pada Goresan
Ambil sedikit pasta menggunakan kain microfiber bersih. Tempelkan pada area kaca yang memiliki goresan ringan, kemudian gosok secara perlahan menggunakan gerakan melingkar.
Tidak perlu memberikan tekanan kuat. Justru, menggosok terlalu keras bukanlah cara yang tepat untuk mempercepat proses. Lakukan pemolesan selama beberapa menit dengan tekanan ringan dan periksa permukaannya secara berkala.
House Beautiful merekomendasikan gerakan melingkar ketika pasta baking soda digunakan untuk membantu memoles goresan permukaan. Prinsipnya adalah bekerja secara perlahan sehingga permukaan kaca tidak mendapatkan gesekan berlebihan.
Jika setelah beberapa menit goresan masih terlihat sama, jangan langsung menambah tekanan. Bersihkan sebagian pasta dan periksa kondisi kaca. Bila goresan ternyata cukup dalam, metode rumahan seperti ini mungkin memang tidak akan memberikan hasil yang berarti.
4. Bersihkan Sisa Baking Soda
Setelah selesai memoles, jangan membiarkan pasta baking soda mengering di permukaan kaca. Gunakan kain microfiber lain yang sedikit dibasahi air untuk mengangkat sisa pasta.
Usap secara perlahan sampai tidak ada residu putih yang tertinggal. Setelah itu, gunakan kain microfiber kering untuk mengeringkan permukaan.
Langkah ini penting karena kaca yang sebenarnya sudah bersih bisa terlihat kusam apabila masih terdapat sisa bubuk. Jangan menggunakan kain kasar, spons abrasif, atau benda bertekstur keras untuk membersihkan residu.
5. Poles Hingga Permukaan Kembali Bening
Setelah kaca bersih dari baking soda, lakukan pemolesan akhir menggunakan microfiber kering. Usap dengan tekanan ringan sampai permukaan terlihat bening.
BHG menyarankan teknik dua kain microfiber untuk mendapatkan kaca tanpa belang. Kain lembap digunakan untuk membersihkan, sedangkan kain kering digunakan untuk tahap akhir. Untuk hasil yang lebih mudah diperiksa, BHG juga merekomendasikan pola usapan vertikal dan horizontal ketika membersihkan kaca.
Cara tersebut dapat diterapkan setelah proses pemolesan baking soda selesai. Dengan begitu, sisa air maupun residu yang masih menempel dapat lebih mudah terlihat dan dibersihkan.
Jangan Menggosok Kaca Terlalu Keras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340229/original/083285800_1788496217-2148521019.jpg)
Kesalahan yang paling mudah dilakukan ketika mencoba menghilangkan goresan adalah menganggap semakin kuat menggosok, semakin cepat hasilnya. Padahal, kaca membutuhkan perlakuan yang hati-hati, terutama ketika goresannya berada pada permukaan yang sudah mengalami kerusakan.
Baking soda memang memiliki sifat abrasif ringan, tetapi bukan berarti harus digosok dengan tekanan besar. Tujuan metode ini adalah melakukan pemolesan secara bertahap pada goresan dangkal, bukan mengikis permukaan kaca secara agresif.
Hindari pula menggunakan spons kasar atau alat pembersih yang memiliki permukaan abrasif. BHG mencatat bahwa spons dapat bersifat abrasif dan berisiko menggores permukaan, sementara kain microfiber lebih lembut dan efektif menangkap kotoran.
Untuk kaca yang memiliki lapisan khusus, seperti cermin dengan lapisan reflektif di bagian belakang, kehati-hatian juga semakin diperlukan. Cairan pembersih sebaiknya tidak dibiarkan mengalir hingga ke bagian tepi karena dapat berpotensi merusak lapisan tersebut.
Hindari Cairan Pembersih Berlebihan
Membersihkan kaca setelah proses pemolesan tidak berarti harus membasahinya dengan banyak cairan. BHG menyarankan penggunaan cairan pembersih secukupnya karena terlalu banyak larutan justru dapat meninggalkan kelembapan berlebih dan membuat hasil akhirnya belang.
Jika ingin membersihkan kaca setelah baking soda, gunakan kain yang hanya sedikit lembap. Kemudian segera lanjutkan dengan kain kering.
Southern Living juga menyoroti pentingnya menghindari penggunaan cairan secara berlebihan ketika membersihkan cermin. Dalam artikel tersebut, Southern Living merekomendasikan penggunaan coffee filter sebagai alternatif untuk menghasilkan permukaan bebas serat dan belang. Namun, coffee filter tersebut berfungsi sebagai alat lap, bukan sebagai bahan untuk menghilangkan goresan.
Advertisement
Kapan Goresan Kaca Harus Ditangani Profesional?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452753/original/062240600_1766457614-kacil_terlihat_luas_3.jpg)
Metode baking soda lebih tepat dipandang sebagai solusi rumahan untuk goresan ringan dan dangkal. Jika permukaan kaca memiliki retakan, serpihan, atau goresan yang terasa dalam ketika disentuh, jangan terus-menerus menggosoknya.
House Beautiful juga menegaskan bahwa kerusakan yang terlalu dalam membutuhkan penanganan profesional. Pada beberapa kasus, kaca mungkin memerlukan perbaikan, pelapisan ulang, atau bahkan penggantian, tergantung tingkat kerusakannya.
Hal yang sama berlaku jika kaca memiliki lapisan pelindung atau lapisan khusus yang mulai terangkat. Memaksakan pemolesan dengan bahan rumahan dapat membuat kerusakan semakin terlihat.
Karena itu, sebelum mencoba cara membersihkan goresan di kaca dengan satu bahan dapur, periksa terlebih dahulu kondisi permukaannya. Jika hanya berupa garis tipis atau bekas gesekan ringan, baking soda dapat dicoba dengan tekanan lembut. Namun, bila kerusakannya jelas dan dalam, lebih aman menghentikan percobaan dan meminta penilaian dari tenaga profesional.
Pertanyaan Seputar Membersihkan Kaca
1. Apakah baking soda bisa menghilangkan semua goresan pada kaca?
Tidak. Baking soda lebih cocok dicoba untuk goresan permukaan yang ringan dan dangkal. Goresan yang dalam, retakan, atau kerusakan pada lapisan kaca tidak dapat diatasi hanya dengan baking soda.
2. Apakah baking soda bisa digunakan langsung dalam bentuk bubuk?
Sebaiknya tidak. Baking soda perlu dicampur dengan sedikit air hingga membentuk pasta. Pasta membuat bahan lebih mudah diaplikasikan secara merata dan membantu mengontrol gesekan pada permukaan kaca.
3. Bolehkah menggunakan spons kasar untuk menggosok kaca?
Sebaiknya hindari. Spons atau alat dengan permukaan abrasif dapat menimbulkan goresan tambahan. BHG merekomendasikan kain microfiber karena teksturnya lebih lembut dan efektif mengangkat kotoran.
4. Mengapa kaca tetap belang setelah dibersihkan?
Belang dapat disebabkan oleh terlalu banyak cairan pembersih, sisa mineral dari air, atau kain yang meninggalkan serat. BHG menyarankan penggunaan cairan secukupnya, sementara air suling dapat menjadi pilihan ketika membuat larutan pembersih sendiri untuk mengurangi kemungkinan residu mineral.
5. Apakah goresan kaca yang dalam bisa diperbaiki sendiri?
Sebaiknya tidak dipaksakan. Goresan dalam, retakan, pecahan, atau lapisan pelindung yang terangkat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Jika pemolesan ringan tidak memberikan perubahan, pertimbangkan meminta bantuan profesional daripada terus menggosok permukaan kaca.
Â
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345920/original/003389800_1789099395-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-11T110309.027.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9134026/original/050942300_1783073986-lestikejora_0307-HLL6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3240979/original/034838700_1600333608-cek_fakta_dunkin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308250/original/034767800_1785133582-e4cdbf56-6474-4ae3-a9a7-639fe7157606.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345924/original/045818200_1789099529-Gemini_Generated_Image_k69veuk69veuk69v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345807/original/097144000_1789094325-Kentang_mustofa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467755/original/033887700_1767929593-Menanam_Bawang_Merah_di_Galon_Bekas.jpeg)