Richard Lee Ungkap Kejanggalan White Tomato dalam Persidangan, Sebut Barang Bukti Palsu

Richard Lee kembali menghadiri sidang lanjutkan kasusnya dengan Doktif. Ia pertanyakan soal keaslian produk.

Diterbitkan 31 Oktober 2026, 13:07 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Richard Lee tegaskan produk White Tomato yang diuji adalah palsu, bukan dari perusahaannya.
  • Pembelian produk oleh Doktif tidak melalui distributor resmi, melainkan dari toko lain.
  • Ditemukan kejanggalan jumlah stok dan penjualan, mengindikasikan adanya produk palsu.

Liputan6.com, Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Tangerang kembali menggelar sidang lanjutan kasus yang melibatkan dokter kecantikan Richard Lee pada Kamis (29/10/2026). Dalam persidangan kali ini, Richard mengungkap sejumlah hal yang menurutnya janggal terkait produk White Tomato yang dijadikan barang bukti setelah sebelumnya diuji laboratorium oleh Dokter Detektif (Doktif).

Richard menyampaikan bahwa produk White Tomato yang diperiksa dalam perkara tersebut bukan berasal dari perusahaannya. Keyakinan itu semakin kuat setelah ia membandingkan keterangan yang muncul di persidangan dengan catatan transaksi dari toko tempat produk tersebut dibeli.

"Yang bisa saya sampaikan di sini adalah dari awal saya bilang itu bukan produk saya. Tapi setelah persidangan berbulan bulan, saya bisa pastikan bahwa itu produk adalah palsu. Saya sekali lagi bilang, produk tersebut adalah produk palsu," kata Richard Lee di PN Tangerang, Kamis (29/10/2026).

Tidak Lewat Distributor Resmi?

Ia kemudian menjelaskan bahwa pembelian White Tomato oleh Doktif tidak dilakukan melalui distributor resmi miliknya. Richard menyebut ada dua toko yang menjadi sumber pembelian produk tersebut, yakni Graba Shop dan Rachel Shop.

"Karena satu, Doktif tidak beli dari tempat saya, beli dari tempat orang lain, Graba Shop dan Rachel Shop. Saya enggak tahu itu punya siapa, saya enggak tahu itu punya siapa," jelasnya.

Bukan Cuma Pertanyakan Asal Produk

Selain mempertanyakan asal produk, Richard juga menemukan ketidaksesuaian dalam keterangan mengenai persediaan White Tomato di Graba Shop. Ia mengacu pada jumlah barang yang dibeli toko tersebut, produk yang telah terjual, serta sisa stok yang kemudian dihadirkan sebagai barang bukti di persidangan.

"Yang lebih anehnya lagi, Graba Shop didatangin nih, Grabah Shop, beli 13 boks. Terjual 10,5, 2,5 ada di hakim, terus ada dimakan. Lah berarti nambah dong, beranak ini berarti boksnya, WT-nya," ucap Richard.

Terlihat dari Catatan Transaksi

Menurut Richard, persoalan jumlah produk juga terlihat dari catatan transaksi di Shopee. Ia menyebut Graba Shop tercatat menjual 21 produk, sementara jumlah pembelian awal yang diketahui hanya sebanyak 13 boks.

"Terus, terjual di Shopee 21. Beli 13 boks, terjual di Shopee tadi 21. Artinya ada 8 produk palsu," bebernya.

Pertanyakan Keaslian Produk

Perbedaan angka tersebut membuat Richard menduga terdapat delapan produk yang tidak berasal dari stok awal pembelian Graba Shop. Ia pun mempertanyakan asal-usul serta keaslian White Tomato yang dibeli Doktif dan produk yang kini menjadi barang bukti dalam perkara tersebut.

"Delapannya produk apa nih? Produk palsu dong. Berarti yang dibeli Doktif ataupun juga barang bukti yang ada di sini palsu," tandasnya.

Perkara ini bermula dari konten Doktif yang mempublikasikan hasil pengujian laboratorium terhadap produk kecantikan milik Richard Lee. Melalui konten tersebut, Doktif mengemukakan sejumlah dugaan mengenai kandungan bahan, proses produksi, hingga praktik pengemasan ulang produk.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Ketemu Dita Meychan, Pinkan Mambo: Aku Ratu 1

Fikri Alfi Rosyadi, Rahmi SafitriTim Redaksi
Copy Link
Batalkan