Liputan6.com, Jakarta Cara membuat hidroponik pada dasarnya cukup sederhana, yaitu menyiapkan wadah, media tanam, bibit, dan larutan nutrisi yang dilarutkan dalam air. Tanaman lalu tumbuh tanpa tanah karena akarnya mendapat makanan langsung dari larutan tersebut.
Pemula bisa memulai cara membuat hidroponik dari botol bekas, toples, atau pipa paralon. Hal terpenting adalah menjaga akar tetap mendapat air, nutrisi, dan oksigen secara seimbang.
Dilansir dari Oklahoma State University Extension, hidroponik punya beberapa keunggulan, di antaranya kontrol yang lebih lengkap atas kandungan nutrisi, pH, dan lingkungan tumbuh , serta berkurangnya serangga, jamur, dan bakteri yang berasal dari tanah . Selain itu, tidak diperlukan penyiangan gulma maupun pengolahan lahan.
Advertisement
1. Cara Membuat Hidroponik Sistem Kratky dari Toples atau Botol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549768/original/080620400_1775629705-Tanaman_Buah_Hidroponik_di_Wadah_Toples_Kaca__Gemini_AI_.jpg)
Bagi pemula, sistem Kratky sering disebut sebagai titik awal paling mudah dalam cara membuat hidroponik karena tidak butuh pompa ataupun listrik.
Metode Kratky merupakan bentuk hidroponik pasif untuk menanam selada, sayuran hijau, dan herba di dalam wadah berisi larutan nutrisi tanpa pompa, sumbu, maupun listrik.
Mengutip Ambitious Harvest, metode ini dikembangkan oleh Dr. B.A. Kratky dari University of Hawaii. Dengan metode ini, seluruh larutan nutrisi ditambahkan sebelum tanam, lalu permukaannya turun saat tanaman minum sehingga terbentuk celah udara yang menjaga akar bagian atas tetap mendapat oksigen.
Dr. B.A. Kratky dari University of Hawaii, dikutip dari Ambitious Harvest, menyatakan, "Permukaan larutan tidak boleh dinaikkan karena merendam akar oksigen akan menyebabkan tanaman tenggelam."
Dia juga menyebut metode ini sebagai "teknik yang unik dan andal untuk menanam kultivar selada daun, semi-krop, dan romaine kecil.
- Siapkan wadah yang tidak tembus cahaya: Gunakan toples, botol bekas, atau ember yang gelap, atau bungkus wadah dengan plastik hitam atau kertas tebal. Wadah buram diperlukan karena cahaya yang mengenai air nutrisi memicu pertumbuhan lumut.
- Buat lubang di tutup wadah: Lubangi tutup wadah sesuai ukuran netpot atau gelas plastik yang bagian bawahnya sudah dilubangi kecil-kecil memakai solder.
- Semai benih terlebih dahulu: Semai benih di rockwool atau spons yang dibasahi. Sebelum dipindahkan, pastikan bibit sudah memiliki dua sampai tiga daun sejati.
- Isi wadah dengan larutan nutrisi: Campur nutrisi hidroponik (misalnya AB mix) sesuai petunjuk kemasan, lalu tuang ke wadah. Pada awal tanam, atur agar permukaan air menyentuh bagian bawah pot.
- Pasang bibit dan biarkan celah udara terbentuk: Masukkan bibit ke netpot, lalu letakkan di lubang tutup. Jangan menambah air sampai penuh di kemudian hari, karena permukaan yang menurun itulah yang menciptakan celah udara yang dibutuhkan akar.
- Pantau dan tunggu panen: Periksa permukaan air secara berkala, sebab toples kecil bisa kehabisan air jauh lebih cepat dari perkiraan. Satu bonggol selada biasanya siap panen dalam kurang lebih empat sampai enam minggu.
Advertisement
2. Cara Membuat Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325982/original/069858200_1786948336-Model_hidroponik_wick_system_sederhana_dari_barang_bekas_model_menggunakan_wadah_bekas_makanan.jpg)
Sistem sumbu memakai kain flanel sebagai "jembatan" yang mengalirkan larutan nutrisi ke media tanam, jadi cocok untuk siapa pun yang ingin mencoba cara membuat hidroponik tanpa listrik. Sebagaimana disampaikan Oklahoma State University Extension, sistem pasif seperti ini menggunakan sumbu dan media tanam dengan daya kapiler tinggi sehingga air bisa tertarik ke akar tanaman. Lembaga tersebut juga menyebut sistem sumbu sebagai jenis hidroponik yang paling sederhana.
Bahan yang dibutuhkan antara lain botol plastik bekas, kain flanel, media tanam, bibit, dan nutrisi hidroponik. Panduan lengkap memanfaatkan barang bekas bisa dilihat pada ulasan memulai hidroponik tanpa alat mahal.
- Potong botol menjadi dua bagian: Potong botol plastik kira-kira sepertiga dari bagian atas. Bagian bawah berfungsi sebagai penampung nutrisi, sedangkan bagian atas dibalik menjadi pot.
- Pasang sumbu kain flanel: Lubangi tutup botol, lalu masukkan potongan kain flanel. Ujung sumbu harus menyentuh larutan di bawah dan media tanam di atas. Biarkan beberapa sentimeter sumbu berada di dalam zona akar agar kelembapan menyebar lebih merata.
- Isi pot dengan media tanam: Gunakan media yang mudah menyimpan air tetapi tetap berongga, seperti perlit, vermikulit, cocopeat, atau campurannya. Sekam bakar dan hidroton juga sering dipakai di Indonesia.
- Tanam bibit hasil semai: Pindahkan bibit ke media dengan hati-hati, lalu letakkan dekat sumbu supaya akar cepat mendapat nutrisi.
- Tuang larutan nutrisi ke penampung: Isi botol bagian bawah dengan larutan nutrisi, lalu pasang kembali potongan atas yang berisi tanaman. Air biasa saja tidak cukup, karena tanpa nutrisi tanaman akan kelaparan dalam hitungan hari.
- Ganti larutan secara berkala: Setiap 2 sampai 3 minggu, buang isi penampung, bilas, lalu isi ulang dengan larutan baru. Bila perlu menambah larutan di antara jadwal penggantian, gunakan air biasa yang pH-nya sudah seimbang, bukan nutrisi pekat, agar kadar garam tidak cepat naik.
Â
3. Cara Membuat Hidroponik NFT dengan Pipa Paralon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361452/original/018213900_1790733587-2801e740-4bb0-45a0-92c2-9ead36b22892.jpg)
Untuk skala lebih besar, sistem NFT (Nutrient Film Technique) dengan paralon menjadi pilihan populer. Pada cara membuat hidroponik model ini, lapisan tipis nutrisi terus dialirkan pompa melewati akar tanaman. Sistem ini memang butuh lebih banyak alat, tetapi bisa menampung puluhan tanaman sekaligus.
- Siapkan alat dan bahan: Kumpulkan paralon 3 inci, penutup dan penyambung paralon, lem paralon, gergaji, bor dengan mata pelubang seukuran netpot atau gelas plastik, selang, pompa akuarium, ember penampung, media tanam, dan bibit.
- Potong dan lubangi paralon: Potong paralon sesuai luas ruang yang tersedia, lalu buat lubang tanam dengan jarak sekitar 15-20 cm agar daun tidak saling berhimpitan. Setelah itu, haluskan tepi lubang dengan amplas karena serpihan tajam bisa merobek akar saat tanaman diangkat.
- Tutup ujung dan rangkai jalur air: Pasang penutup di salah satu ujung dan sambungan di ujung lainnya agar air mengalir dari satu pipa ke pipa berikutnya. Untuk percobaan pertama, cukup gunakan dua jalur paralon.
- Atur kemiringan rangka: Buat sedikit kemiringan, karena yang dibutuhkan adalah lapisan tipis larutan nutrisi, bukan arus deras.
- Pasang pompa dan selang: Letakkan pompa di dalam ember penampung, lalu sambungkan selang ke ujung pipa teratas. Buat pula saluran kembali dari ujung pipa bawah ke ember. Aliran balik harus lancar, sebab jika tersumbat larutan bisa meluap.
- Masukkan netpot berisi bibit: Tempatkan netpot atau gelas plastik berisi spons dan bibit di setiap lubang. Sisakan satu lubang kosong untuk menuang nutrisi, lalu nyalakan pompa dan periksa apakah aliran sudah merata.Â
Variasi lain dari model ini adalah menara vertikal dari pipa PVC dan botol bekas. Beberapa contoh penerapannya bisa dilihat pada ulasan metode hidroponik sederhana untuk kebun rumah.
Advertisement
Tips Merawat Hidroponik dan Tanaman yang Cocok untuk Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551892/original/073260300_1775788763-2.jpg)
Instalasi yang sudah jadi tetap perlu dirawat dengan konsisten agar panen berhasil. Merujuk University of Missouri Extension, pH air memengaruhi kelarutan dan ketersediaan nutrisi; jika pH di luar rentang optimal, tanaman bisa gagal menyerap semua nutrisi atau malah keracunan karena nutrisi terlalu tersedia. Lembaga yang sama menyebut pH optimal bagi sebagian besar tanaman hidroponik berada di kisaran 5,5 sampai 6,5.
- Mulai dari sayuran daun:Â Mulailah dengan selada daun, arugula, pakcoy, ketumbar, atau kemangi, dan hindari tanaman berbuah besar seperti tomat, mentimun, dan cabai pada percobaan pertama karena butuh lebih banyak air, cahaya kuat, dan pemupukan lebih sering. Kangkung dan sawi hijau juga mudah ditanam di iklim Indonesia.
- Kenali alasan selada jadi favorit: Selada toleran terhadap rentang pH yang lebih lebar (6,0-7,0), bekerja pada EC rendah sehingga kesalahan tidak terlalu berdampak, dan bisa dipanen 30-45 hari sejak benih.
- Penuhi kebutuhan cahaya: Sebagaimana dikutip dari University of Illinois Extension, untuk tanaman di dalam ruangan sebaiknya pasang lampu tambahan 1-2 inci dari tanaman dan nyalakan 14 sampai 16 jam per hari. Di luar ruangan, pilih lokasi yang terkena sinar matahari cukup tetapi terlindung dari hujan deras
- Jadwalkan penggantian larutan: Panduan yang sama menyarankan mengganti larutan nutrisi dan membersihkan wadah setiap dua minggu, serta mengukur pH dan EC setiap minggu untuk memastikan kadar nutrisi berada di rentang yang tepat.
- Waspadai perubahan EC: Saat tanaman menyerap nutrisi, EC larutan turun; sebaliknya saat air menguap, EC naik. Karena itu, jangan menganggap larutan selalu stabil hanya karena tanaman terlihat sehat.
- Pastikan akar mendapat oksigen: Pada sistem rendam dengan aerator, tanpa suplai udara akar tidak akan mendapat cukup oksigen untuk tumbuh saat terendam air. Sebagian praktisi juga menjalankan aerator 24 jam sebelum dipakai agar klorin dari air keran menguap.
- Jaga suhu tetap sejuk: Sayuran daun umumnya menyukai suhu sejuk. Jika larutan terlalu panas, selada bisa terasa pahit atau berbunga, yaitu mengeluarkan tangkai bunga dan berhenti menghasilkan daun yang lembut. Letakkan penampung di tempat teduh.
Mengacu pada riset Barbosa dan rekan (2015), selada hidroponik menggunakan sekitar 13 kali lebih sedikit air dan menghasilkan panen 11 kali lebih tinggi per luas lahan dibanding selada di lahan terbuka, tetapi memakai sekitar 82 kali lebih banyak energi per kg.
Angka energi tersebut umumnya berlaku untuk sistem dalam ruangan yang memakai lampu dan pompa, sehingga sistem pasif di bawah sinar matahari jauh lebih hemat.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hidroponik
Q: Apakah hidroponik bisa memakai air biasa tanpa nutrisi?
A: Tidak bisa. Pada hidroponik, air hanya berfungsi sebagai pembawa, sedangkan unsur hara yang biasanya ada di tanah harus diberikan lewat nutrisi khusus seperti AB mix. Tanpa nutrisi, bibit akan menguning dan pertumbuhannya berhenti dalam waktu singkat.
Q: Sistem hidroponik apa yang paling mudah untuk pemula?
A: Sistem Kratky dan sistem sumbu paling mudah karena tidak memerlukan pompa maupun listrik. Keduanya bisa dibuat dari botol atau toples bekas. Setelah terbiasa mengatur nutrisi dan pH, pemula dapat beralih ke sistem NFT dengan paralon.
Q: Berapa lama tanaman hidroponik bisa dipanen?
A: Waktu panen bergantung pada jenis tanaman. Sayuran daun seperti selada, pakcoy, dan kangkung umumnya bisa dipanen sekitar satu bulan setelah pindah tanam. Tanaman buah seperti tomat dan cabai membutuhkan waktu jauh lebih lama.
Singkatnya, cara membuat hidroponik dapat dipahami sebagai proses menyiapkan wadah, media tanam, bibit, dan larutan nutrisi agar tanaman tumbuh tanpa tanah. Pemula bisa mulai dari sistem Kratky atau sumbu yang murah dan tanpa listrik, lalu naik ke NFT paralon. Kunci keberhasilannya ada pada pH yang terjaga, nutrisi yang cukup, oksigen untuk akar, dan cahaya yang memadai.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377110/original/052815800_1792405850-01M59SBSRCGBTV6MS09SFANKGK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376349/original/050854000_1792332974-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376523/original/064096000_1792379029-email-attachment_2026_10_19_ariefhakim-at-klyid_cak-imin-soroti-pemberdayaan-sektor-peternakan-jelang-dua-tahun-prabowo-gibran_1000478246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375293/original/007678000_1792138140-Gemini_Generated_Image_nmtzv5nmtzv5nmtz.jpg)