Liputan6.com, Jakarta - Mengikuti cara buat kompos di rumah menjadi langkah praktis untuk mengolah sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan rumput. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang membantu menyuburkan tanaman.
Kompos terbentuk melalui proses penguraian bahan organik dengan bantuan mikroorganisme. Sampah yang semula menumpuk dapat berubah menjadi material menyerupai tanah, kaya unsur hara, dan cocok digunakan untuk membantu menjaga kesuburan media tanam.
Selain bermanfaat bagi tanaman, pengomposan juga membantu mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di TPA. Kebiasaan ini menjadi pilihan ramah lingkungan sekaligus cara sederhana memanfaatkan kembali limbah rumah tangga. Berikut ini beberapa cara membuat kompos di rumah, Liputan6.com, Selasa (6/10/2026).
Advertisement
1. Cara Buat Kompos dengan Komposter
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7435689/original/099871300_1780212142-composter_ember_retak.jpeg)
Komposter merupakan metode paling mudah untuk mengolah sampah dapur menjadi kompos. Wadah yang digunakan tidak harus khusus karena ember bekas, tong, atau drum plastik juga bisa dimanfaatkan selama memiliki tutup dan sirkulasi udara yang cukup. Sampah organik perlu diseimbangkan antara bahan hijau yang kaya nitrogen dan bahan cokelat yang kaya karbon. Keduanya membantu proses penguraian berlangsung lebih optimal.
Bahan:
-
1 kg sisa sayuran dan kulit buah
-
2-3 kg daun kering atau bahan cokelat
-
1-2 genggam tanah atau kompos matang
-
500 ml air
-
Aktivator kompos atau EM4 secukupnya
-
Gula merah atau molase secukupnya, jika menggunakan EM4
-
Wadah komposter dengan tutup
Cara membuat:
-
Siapkan wadah. Buat beberapa lubang kecil pada sisi dan bagian bawah wadah untuk membantu sirkulasi udara dan mengeluarkan kelebihan air.
-
Cacah sampah. Potong sisa sayuran, kulit buah, dan daun menjadi bagian kecil agar lebih cepat terurai.
-
Buat lapisan pertama. Masukkan daun kering atau bahan cokelat setebal beberapa sentimeter.
-
Tambahkan bahan hijau. Masukkan sisa sayuran dan kulit buah di atasnya.
-
Tambahkan tanah atau kompos matang. Taburkan tipis sebagai sumber mikroorganisme pengurai.
-
Berikan aktivator. Jika menggunakan EM4, encerkan terlebih dahulu sesuai petunjuk pada kemasan, lalu percikkan secukupnya. Jangan sampai campuran terlalu basah.
-
Ulangi lapisan. Masukkan bahan cokelat dan hijau secara bergantian hingga wadah hampir penuh.
-
Jaga kelembapan. Kompos idealnya terasa lembap seperti spons yang diperas, bukan basah atau mengeluarkan air.
-
Aduk secara berkala. Balik campuran sekitar seminggu sekali agar mendapatkan cukup oksigen.
-
Tunggu hingga matang. Kompos umumnya siap digunakan ketika berwarna cokelat kehitaman, teksturnya remah, dan aromanya menyerupai tanah.
Advertisement
2. Cara Buat Kompos dengan Metode Bokashi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538166/original/059570000_1774504655-Gemini_Generated_Image_1rmrde1rmrde1rmr.jpg)
Bokashi menggunakan proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme. Metode ini cocok untuk rumah yang ingin mengolah sampah dapur dalam wadah tertutup. Hasil fermentasinya biasanya belum langsung menyerupai kompos matang sehingga perlu didiamkan atau dicampurkan ke tanah terlebih dahulu.
Bahan:
- 2-3 kg sampah dapur organik
- 100-200 gram dedak atau bekatul
- Aktivator EM4
- Air secukupnya
- Gula merah atau molase
- Wadah kedap udara dengan tutup
Cara membuat:
- Siapkan larutan aktivator. Campurkan EM4, sedikit gula merah atau molase, dan air. Ikuti takaran EM4 sesuai petunjuk kemasan.
- Cacah sampah organik. Potong sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan menjadi bagian kecil.
- Campurkan dengan dedak. Aduk sampah organik bersama dedak atau bekatul hingga merata.
- Tambahkan larutan EM4. Percikkan sedikit demi sedikit sambil diaduk. Campuran cukup lembap dan tidak boleh terlalu basah.
- Masukkan ke wadah. Padatkan campuran secara perlahan untuk mengurangi udara di dalam wadah.Tutup rapat. Pastikan wadah tertutup dengan baik agar proses fermentasi berlangsung dalam kondisi minim oksigen.
- Fermentasikan. Diamkan sekitar 1-2 minggu dan hindari terlalu sering membuka wadah.
- Gunakan hasil fermentasi. Bokashi yang sudah jadi dapat dicampurkan dengan tanah dan didiamkan beberapa waktu sebelum digunakan sebagai media atau pupuk organik.
3. Cara Buat Kompos dengan Vermikompos
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536399/original/048873900_1774323945-cara_membuat_vermikompos_sendiri_4.jpg)
Vermikompos memanfaatkan cacing untuk menguraikan sampah organik. Selain menghasilkan kascing, metode ini juga cocok untuk mengolah sampah dapur dalam jumlah kecil secara rutin. Wadah sebaiknya diletakkan di tempat teduh karena cacing tidak tahan terhadap panas berlebihan.
Bahan:
- 1 wadah atau kotak vermikompos yang memiliki lubang udara
- Cacing kompos, misalnya Eisenia fetidaSerat kelapa atau cocopeat
- Potongan kardus atau kertas tanpa lapisan plastik
- Sisa sayuran dan kulit buah secukupnya
- Air secukupnya
Cara membuat:
- Siapkan wadah. Gunakan kotak yang memiliki lubang ventilasi dan drainase.
- Buat media cacing. Masukkan cocopeat, kardus atau kertas yang sudah dibasahi hingga lembap.
- Masukkan cacing. Letakkan cacing kompos di atas media dan biarkan beradaptasi.
- Tambahkan makanan. Masukkan sisa sayuran dan kulit buah dalam jumlah sedikit terlebih dahulu.
- Tutup dengan media. Timbun sisa makanan dengan lapisan media agar tidak mengundang lalat.
- Jaga kelembapan. Media harus lembap tetapi tidak tergenang air.
- Tambahkan sampah secara bertahap. Jangan memasukkan terlalu banyak makanan sekaligus.
- Panen kascing. Setelah beberapa minggu, bagian media yang sudah berubah menjadi remah gelap dapat dipisahkan dan dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Advertisement
4. Cara Buat Kompos dengan Metode Takakura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367035/original/056021900_1791285098-7a7ac99e-1b24-4f7f-9af6-935385d322a9.jpg)
Metode Takakura menggunakan keranjang sebagai tempat pengomposan sampah dapur. Sistem ini praktis untuk rumah dengan lahan terbatas. Kunci utamanya adalah menyiapkan media kompos terlebih dahulu sehingga mikroorganisme pengurai dapat langsung bekerja ketika sampah organik ditambahkan.
Bahan:
- 1 keranjang plastik berlubang
- Kardus sebagai pelapis bagian dalam
- Sekitar 5-10 kg sekam atau bahan berpori
- 2-3 kg kompos matang
- Sampah dapur organik secukupnya
- Kain atau penutup berpori
- Air secukupnya
Cara membuat:
- Siapkan keranjang. Lapisi bagian dalam keranjang dengan kardus, tetapi jangan menutup seluruh lubang ventilasi.
- Masukkan media. Campurkan kompos matang dengan sekam hingga merata.
- Atur kelembapan. Percikkan sedikit air jika media terlalu kering.
- Masukkan sampah dapur. Cacah sisa sayuran dan kulit buah, lalu masukkan ke bagian tengah media.
- Tutup dengan media. Aduk perlahan atau tutupi sampah dengan media kompos agar tidak mengundang serangga.
- Tutup keranjang. Gunakan kain atau penutup yang tetap memungkinkan sirkulasi udara.
- Aduk rutin. Aduk campuran setiap beberapa hari untuk menjaga oksigen dan meratakan proses penguraian.
- Tambahkan sampah bertahap. Jangan memasukkan sampah terlalu banyak sekaligus.
- Panen kompos. Setelah bahan berubah menjadi gelap, remah, dan beraroma seperti tanah, kompos dapat dipisahkan dan digunakan untuk tanaman.
5. Cara Buat Kompos dalam Karung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367036/original/061418600_1791285098-Untitled1.jpg)
Membuat kompos menggunakan karung merupakan pilihan sederhana dan murah karena tidak membutuhkan komposter khusus. Metode ini cocok untuk mengolah daun kering, rumput, sisa sayuran, dan sampah organik rumah tangga lainnya. Karung perlu ditempatkan di tempat teduh dan tidak terkena hujan secara langsung.
Bahan:
- 1 karung bekas yang bersih dan kuat
- 2 kg daun kering
- 1 kg sisa sayuran atau kulit buah
- 1 kg rumput atau bahan hijau lainnya
- 1-2 genggam tanah atau kompos matang
- Aktivator kompos atau EM4
- Air secukupnya
Cara membuat:
- Siapkan karung. Gunakan karung yang dapat memberikan sedikit sirkulasi udara. Jika terlalu rapat, buat beberapa lubang kecil.
- Cacah bahan. Potong daun, rumput, dan sisa sayuran menjadi bagian kecil.
- Masukkan bahan kering. Letakkan daun kering sebagai lapisan pertama.
- Tambahkan bahan hijau. Masukkan sisa sayuran dan rumput.
- Tambahkan tanah atau kompos matang. Taburkan secara tipis di antara lapisan.
- Berikan aktivator. Percikkan larutan EM4 yang sudah diencerkan sesuai petunjuk kemasan.
- Ulangi lapisan. Susun bahan secara bergantian sampai karung hampir penuh.
- Periksa kelembapan. Jika terlalu kering, tambahkan sedikit air. Hindari membuat campuran terlalu basah.
- Tutup dan simpan. Letakkan karung di tempat teduh dan terlindung dari hujan.
- Balik atau aduk bahan. Lakukan setiap 1-2 minggu agar penguraian lebih merata.
- Tunggu hingga matang. Kompos siap digunakan ketika warnanya gelap, teksturnya remah, suhu sudah normal, dan tidak lagi berbau menyengat.
Pertanyaan Seputar Cara Buat Kompos di Rumah
Apa saja manfaat utama membuat kompos di rumah?
Membuat kompos di rumah memiliki banyak manfaat, termasuk mengurangi volume sampah organik hingga 60%, memperbaiki struktur dan kualitas tanah, meningkatkan kapasitas penyerapan air, menyediakan hara bagi tanaman, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, serta menekan pertumbuhan penyakit tanaman. Kompos juga lebih ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia.
Bahan apa saja yang sebaiknya dihindari saat membuat kompos?
Beberapa bahan yang sebaiknya dihindari saat membuat kompos adalah daging, tulang, minyak, makanan berminyak, produk susu, kotoran hewan peliharaan (kucing/anjing), dan tanaman yang terkena pestisida. Bahan-bahan ini dapat menimbulkan bau busuk, menarik hewan, atau mengandung zat berbahaya.
Bagaimana cara mengetahui kompos sudah siap digunakan?
Kompos yang sudah matang dan siap digunakan umumnya ditandai dengan warna cokelat kehitaman, tekstur butiran halus, dan bau seperti tanah hutan yang segar, bukan bau busuk. Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan tergantung metode dan bahan yang digunakan.
Apa perbedaan antara 'bahan hijau' dan 'bahan cokelat' dalam pengomposan?
'Bahan hijau' adalah bahan organik yang kaya nitrogen, seperti sisa sayuran, kulit buah, rumput segar, dan sisa makanan. 'Bahan cokelat' adalah bahan organik yang kaya karbon, seperti daun kering, ranting kecil, serbuk gergaji, dan kertas bekas. Keseimbangan rasio kedua jenis bahan ini penting untuk proses pengomposan yang efektif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280875/original/081904900_1752290852-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538165/original/033087200_1774504655-Gemini_Generated_Image_2f43dt2f43dt2f43.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364004/original/023806700_1790928000-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4295781/original/024502500_1674106334-pupuk_organik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538165/original/033087200_1774504655-Gemini_Generated_Image_2f43dt2f43dt2f43.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351999/original/049347500_1789722296-Gemini_Generated_Image_g29vr1g29vr1g29v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329511/original/008261200_1787283669-NeN13NL9t3l3HBuDaeuNXxMj7jl2ldgJbSsSvhNU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329494/original/010394300_1787283643-0Iv4uYpndxRFMmmQewCYDLY9p56KIojaU6fEKy5b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544574/original/076145600_1775108520-unnamed_-_2026-04-02T123305.284.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332648/original/063727200_1787713937-1937efae-8e4b-4911-97f7-ae385eb6bb3b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323427/original/015662600_1786612098-Pengomposan.jpeg)