Liputan6.com, Jakarta - Tradisi pemakaman di Amerika Serikat kini mengalami pergeseran yang cukup signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Sebagian besar masyarakat mulai meninggalkan metode konvensional seperti penguburan peti mati dan kremasi yang dinilai meninggalkan jejak karbon tinggi serta menggunakan bahan kimia berbahaya. Sebagai respons atas tren hijau ini, sebuah fasilitas inovatif resmi hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang mendambakan proses akhir ramah lingkungan.
Maryland kini resmi mencatatkan sejarah sebagai tuan rumah fasilitas pengomposan jenazah manusia terbesar di dunia yang berlokasi di Elkridge, Kabupaten Howard. Kehadiran pusat layanan modern seluas 37.000 kaki persegi ini menandai tonggak sejarah penting bagi kawasan Pantai Timur Amerika Serikat. Sebelumnya, warga di wilayah timur harus mengirimkan jenazah sanak saudara mereka jauh ke negara bagian barat seperti Washington atau Nevada jika ingin memilih metode pengomposan.
Dibukanya fasilitas megah ini dimungkinkan berkat pengesahan undang-undang oleh Majelis Umum Maryland yang membuka jalan bagi alternatif pemakaman hijau di wilayah tersebut. Kehadiran fasilitas dari Earth Funeral ini tidak hanya memberikan kemudahan logistik bagi keluarga yang berduka, tetapi juga menawarkan cara alami untuk mengembalikan raga manusia kembali menyatu dengan alam.
Advertisement
Mengenal Lebih Dekat Fasilitas Pengomposan Jenazah di Elkridge, Maryland
Dari luar, bangunan fasilitas Earth Funeral di Elkridge tampak seperti gedung perkantoran biasa. Namun di bagian dalamnya, terdapat 126 bejana berputar perlahan yang menyerupai tabung peluru kendali kapal selam tempat jasad manusia diletakkan untuk melalui proses penguraian alami. Tom Harries selaku salah satu pendiri sekaligus CEO Earth Funeral menjelaskan bahwa praktik pemakaman konvensional membawa dampak kurang baik bagi bumi.
"Praktik pemakaman yang ada saat ini tidak terlalu ramah lingkungan," ujar Tom Harries, salah satu pendiri sekaligus CEO Earth Funeral, sebagaimana dikutip dari WBAL-TV.
Harries menambahkan bahwa penguburan konvensional menggunakan kayu non-degradasi, logam, beton, serta cairan pembalseman beracun yang memakan lahan perkotaan berharga. Di sisi lain, kremasi berbasis bahan bakar fosil secara terang-terangan menghasilkan emisi karbon dioksida dalam jumlah besar. Melalui fasilitas baru ini, kapasitas penanganan jenazah bisa mencapai 2.000 jasad setiap tahunnya.
Â
Advertisement
Proses Ilmiah di Balik Transformasi Jenazah Menjadi Tanah Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323428/original/034211000_1786612098-t.jpeg)
Metode pengomposan jenazah manusia atau yang sering disebut sebagai transformasi tanah berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Jenazah dibungkus menggunakan kain kafan biodegradable lalu dimasukkan ke dalam bejana bersama serpihan kayu organik, mulsa, serta bunga liar. Teknologi canggih dikerahkan untuk mengatur kondisi internal bejana guna mempercepat proses penguraian oleh bakteri dan jamur.
Hasil akhirnya adalah sekitar 300 pon tanah kaya nutrisi yang dikembalikan kepada keluarga atau didonasikan ke berbagai proyek konservasi lahan. Sementara itu, bagian tulang yang tersisa akan dihaluskan dan dicampurkan ke dalam tanah tersebut.
"Ini adalah proses alami yang lembut yang mengembalikan Anda ke alam, dan pada akhirnya itulah alasan orang memilihnya," kata Tom Harries.
Proses alami ini memakan biaya berkisar antara $5.000 hingga $6.000, tergantung pada layanan tambahan yang dipilih oleh keluarga. Bagi banyak orang, biaya tersebut sepadan dengan nilai lingkungan yang didapatkan tanpa harus mencemari air tanah atau menghasilkan emisi beracun.
Dampak Positif dan Pengalaman Emosional Keluarga yang Terlibat
Kehadiran fasilitas pengomposan pertama di wilayah timur ini disambut hangat oleh masyarakat luas serta para pejabat setempat. Jessica Feldmark, salah satu tokoh kunci yang memperjuangkan legalisasi metode ini di Maryland, merasakan betul pentingnya fasilitas terdekat. Sebelumnya, ia harus mengirimkan jenazah ayahnya yang seorang pecinta lingkungan ke negara bagian Washington karena aturan hukum di Maryland belum disahkan saat itu.
"Sisa-sisa jenazahnya kini berada di berbagai lokasi yang menjadi bagian dari program konservasi lahan dan proyek pemulihan lingkungan di wilayah Olympia, Washington—ada beberapa proyek yang berbeda. Jadi, suatu saat nanti, kita mungkin bisa berkunjung ke sana," ungkap Jessica Feldmark, sebagaimana dikutip dari NPR.org.
Kini, dengan beroperasinya fasilitas di Elkridge, keluarga yang ditinggalkan dapat dengan mudah mengunjungi lokasi proyek konservasi tempat tanah leluhur mereka disemayamkan untuk menumbuhkan kehidupan baru. Langkah progresif ini membuktikan bahwa masyarakat Amerika semakin terbuka terhadap inovasi ramah lingkungan dalam menghadapi siklus akhir kehidupan.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Pengomposan Jenazah Manusia Pertama di Maryland
Q: Apa itu pengomposan jenazah manusia dan bagaimana prosesnya?
A: Pengomposan jenazah manusia adalah proses alami mengubah jasad menjadi tanah kaya nutrisi menggunakan bantuan bakteri, jamur, mulsa, dan serpihan kayu di dalam bejana khusus selama kurang lebih satu bulan.
Q: Di mana lokasi fasilitas pengomposan jenazah manusia pertama di wilayah Pantai Timur?
A: Fasilitas tersebut berlokasi di Elkridge, Kabupaten Howard, Maryland, dan dioperasikan oleh Earth Funeral dengan kapasitas tampung hingga 2.000 jenazah per tahun.
Q: Apa saja manfaat utama memilih pengomposan jenazah dibandingkan kremasi atau penguburan biasa?
A: Metode ini tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca dari bahan bakar fosil seperti kremasi, tidak menggunakan bahan kimia pembalseman yang dapat mencemari air tanah, serta menghemat lahan pemakaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322343/original/021494700_1786525018-HOAX__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323427/original/015662600_1786612098-Pengomposan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8407960/original/020894400_1782291107-ChatGPT_Image_24_Jun_2026__15.43.56.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303863/original/007706600_1784696558-ChatGPT_Image_22_Jul_2026__12.02.10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297140/original/058389000_1784081280-Gemini_Generated_Image_n5ab7pn5ab7pn5ab.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522700/original/008763100_1772773535-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3281524/original/092081200_1603957248-Su.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323110/original/075825300_1786601256-camille-bismonte-vUc03gxjEY4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323039/original/001822800_1786597969-shawn-nmpW_WwwVSc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2992830/original/020508800_1576041384-IMG_2172.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4537600/original/041670700_1692018376-Hari-Pramuka-8.jpg)