Liputan6.com, Jakarta Terong menjadi salah satu sayuran yang paling mudah dibudidayakan di kebun rumah. Memahami cara merawat tanaman terong sejak dini akan membuat tanaman tumbuh sehat dan berbuah maksimal.
Perawatannya sebenarnya sederhana dan bisa dilakukan pemula sekalipun. Cara merawat tanaman terong yang tepat meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, pemasangan ajir, hingga pengendalian hama.
Terong menyukai cuaca hangat dan sinar matahari penuh sepanjang hari. Mengacu pada Utah State University Extension, terong tumbuh optimal di lokasi cerah dengan musim tanam panjang, tanah subur, serta drainase yang baik.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (27/9/2026).
Menyiapkan Lokasi, Media Tanam, dan Suhu Ideal untuk Terong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357977/original/002937900_1790317447-38fc4588-69c3-458d-beeb-ad8f6eb807a7.jpg)
Langkah pertama dalam cara merawat tanaman terong dimulai dari menyiapkan lingkungan tumbuh yang sesuai. Terong menyukai kehangatan, cahaya matahari, dan tanah subur agar akarnya berkembang optimal.
-
Pilih lokasi bermatahari penuh: Tempatkan terong di area yang menerima sinar matahari langsung minimal 6-8 jam sehari agar pertumbuhan daun dan pembuahan berjalan maksimal.
-
Siapkan tanah gembur dan subur: Campurkan kompos atau pupuk organik ke dalam tanah dengan pH ideal berkisar 5,8-6,5 dan drainase yang baik untuk mencegah genangan air.
-
Jaga suhu tumbuh tetap hangat: Dilansir dari UC IPM, suhu ideal siang hari berkisar 80-90 derajat Fahrenheit (sekitar 27-32 derajat Celsius), sedangkan suhu malam sebaiknya tidak turun di bawah 60 derajat Fahrenheit karena dapat menghambat pembentukan buah.
-
Atur jarak tanam: Merujuk Bonnie Plants, terong tumbuh tinggi dan bercabang sehingga perlu jarak tanam sekitar 24-36 inci atau 60-90 cm antartanaman agar tidak berebut cahaya dan nutrisi.
-
Beri kehangatan saat penyemaian: Semai benih di media hangat dan tempat yang cukup cahaya sebelum bibit dipindah ke lahan atau pot berukuran besar.
Secara umum, terong sebaiknya tidak ditanam terlalu dini karena tanaman muda rentan mati bila terkena suhu terlalu dingin dan tumbuh lambat di kondisi sejuk. Pemilihan bibit unggul juga menentukan hasil akhir, seperti diulas dalam panduan ciri-ciri dan cara merawat terong.
Advertisement
Cara Merawat Tanaman Terong Lewat Penyiraman, Pemupukan, dan Mulsa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357982/original/026132500_1790317447-6a4a1042-e0eb-453d-907f-dc2b7f405d5b.jpg)
Inti dari cara merawat tanaman terong terletak pada pengelolaan air dan nutrisi yang konsisten. Kekurangan air atau pupuk membuat buah kecil, terasa pahit, dan mudah rontok sebelum matang.
-
Siram secara dalam dan teratur: Mengutip Food Gardening Network, terong membutuhkan setidaknya 1 inci air per minggu dan lebih menyukai penyiraman dalam sekali waktu daripada sering tetapi sedikit, sebab penyiraman dangkal membuat akar tumbuh pendek.
-
Jaga kelembapan tanah tetap stabil: Pertahankan tanah lembap tetapi tidak becek, di mana penyiraman yang tidak teratur dapat menyebabkan bentuk buah tidak beraturan dan tekstur menjadi keras.
-
Berikan pupuk seimbang: Gunakan pupuk berimbang seperti 10-10-10 saat awal tanam, lalu beralih ke pupuk tinggi fosfor dan kalium ketika tanaman mulai berbunga untuk mendukung pembuahan.
-
Hindari kelebihan nitrogen: Nitrogen berlebih memicu daun tumbuh terlalu rimbun, tetapi justru menunda pembungaan dan pematangan buah.
-
Tambahkan mulsa: Berikan lapisan mulsa organik seperti jerami atau daun kering di sekitar pangkal tanaman untuk menjaga kelembapan sekaligus menekan gulma.
Para ahli menyebutkan buah terong terdiri dari sekitar 90 persen air, sehingga pasokan kelembapan yang cukup sangat menentukan kualitas dan ukuran buah. Karena itu, penyiraman di pagi hari langsung ke pangkal tanaman lebih dianjurkan agar daun tetap kering dan risiko penyakit jamur berkurang.
Pemangkasan, Ajir, Penyiangan, Pengendalian Hama, dan Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305330/original/013869500_1784791843-Screenshot_2026-07-23_142757.jpg)
Tahap berikutnya dalam cara merawat tanaman terong adalah pembentukan tanaman dan perlindungan dari gangguan hama hingga masa panen. Perawatan ini memastikan energi tanaman terfokus pada produksi buah.
-
Pangkas tunas air (sucker): Sebagaimana dilaporkan Gardening Know How, membuang tunas air saat masih kecil membuat tanaman memusatkan energi pada pembuahan sehingga menghasilkan terong yang lebih besar; sisakan sekitar 2-4 batang utama yang kuat.
-
Buang daun bagian bawah: Pangkas daun terendah yang dekat dengan tanah untuk memperbaiki sirkulasi udara dan mengurangi risiko penyakit jamur akibat lembap.
-
Pasang ajir atau bambu: Topang tanaman dengan sangkar tomat atau ajir kayu menggunakan tali ikat longgar agar batang tidak roboh saat berbuah dan buah tidak menyentuh tanah.
-
Lakukan penyiangan gulma: Cabut gulma di sekitar tanaman secara berkala karena gulma bersaing menyerap air dan unsur hara yang dibutuhkan terong.
-
Kendalikan hama dan penyakit: Sebagaimana disampaikan Hobby Farms, lindungi tanaman terong muda dari kumbang loncat (flea beetle) menggunakan semprotan berbahan kaolin, neem, atau spinosad.
-
Panen pada waktu yang tepat: Berdasarkan The Old Farmer's Almanac, terong dipetik sekitar 65-80 hari setelah pindah tanam; panen saat kulit mengkilap dan tekanan ibu jari tidak meninggalkan bekas, lalu potong dengan menyisakan sedikit tangkai.
Sebagaimana diungkapkan University of Minnesota Extension, kumbang loncat membuat banyak lubang kecil pada daun terong, sedangkan ulat tanah (cutworm) menggigit batang tepat di garis permukaan tanah. Pemeriksaan rutin pada daun, bunga, dan buah membantu mendeteksi serangan sejak dini sebelum menyebar.
Advertisement
Manfaat Terong dan Ragam Olahan dari Hasil Panen
Terong yang dirawat dengan baik akan memberikan hasil panen melimpah yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain lezat, sayuran ungu ini menyimpan beragam nutrisi penting untuk tubuh.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi terong secara rutin dapat menekan risiko berbagai penyakit kronis berkat kandungan serat, vitamin, dan antioksidannya. Berikut beberapa manfaat utama yang bisa diperoleh dari mengonsumsi terong:
-
Melawan radikal bebas: Terong kaya antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan radikal bebas.
-
Menurunkan kolesterol: Kandungan serat dan asam klorogenat pada terong dipercaya membantu menekan kadar kolesterol jahat.
-
Menjaga kesehatan jantung: Beragam nutrisi di dalamnya menjadikan terong baik untuk menjaga kesehatan jantung.
-
Mendukung kontrol gula darah: Senyawa polifenolnya dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes.
-
Membantu program diet: Rendah kalori dan tinggi serat membuat terong sering dijadikan menu penurun berat badan.
-
Menjaga fungsi otak: Kandungan nasunin pada kulit terong bermanfaat bagi kesehatan otak.
-
Ramah bagi penderita asam urat: Terong tergolong rendah purin sehingga tetap aman dan justru bermanfaat bagi penderita asam urat.
Dari sisi dapur, terong sangat serbaguna. Buah ini bisa diolah menjadi sambal terong balado, terong teriyaki, terong isi tahu dan sayuran, hingga aneka resep terong simpel ala rumahan.
Bagi yang mengutamakan menu sehat, terong bisa diolah tanpa digoreng agar tidak menyerap banyak minyak. Pilihan lain adalah olahan terong tanpa minyak yang cocok untuk penderita kolesterol, atau olahan terong sehat yang tetap lezat tanpa menambah kalori berlebih.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Terong
Berapa kali sebaiknya menyiram tanaman terong?
Terong sebaiknya disiram secara teratur dua kali sehari pada pagi dan sore hari saat cuaca panas, atau sesuaikan agar tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang. Penyiraman yang dalam dan konsisten lebih baik daripada sering namun sedikit karena mendorong akar tumbuh kuat.
Pupuk apa yang cocok agar terong berbuah lebat?
Gunakan pupuk berimbang seperti 10-10-10 di awal pertumbuhan, kemudian beralih ke pupuk yang lebih tinggi kandungan fosfor dan kaliumnya ketika tanaman mulai berbunga. Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang juga baik untuk menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Berapa lama terong bisa dipanen setelah tanam?
Umumnya terong siap dipanen sekitar 60-85 hari setelah pindah tanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhannya. Panen dilakukan saat buah mencapai ukuran ideal, kulitnya mengkilap, dan pemetikan dapat diulang setiap beberapa hari selama tanaman terus berproduksi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452250/original/077159100_1766392048-Ilustrasi_Tanaman_Terong_Ungu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336324/original/066308900_1788154476-0272f324-9d77-4f9b-a2ce-8ca65d4eb05c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336201/original/002136800_1788146395-D.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333943/original/013645600_1787814784-Resep_Terong_Isi_Tahu_dan_Sayuran.jpg)