Liputan6.com, Jakarta - Tanaman terong menjadi salah satu sayuran yang bisa dibudidayakan di pekarangan rumah. Perawatannya relatif mudah dan buahnya bisa dipanen secara berkala. Namun, banyak pemilik yang gagal melanjutkan penanaman karena tumbuhan keburu mati atau gagal tumbuh.
Sebenarnya, tanaman terong yang masih sehat tidak harus langsung dicabut setelah buahnya dipetik. Pemangkasan bagian yang rusak, pemberian pupuk, serta penyiraman yang sesuai bisa membantu tanaman memulihkan kondisinya dan mendukung pembentukan tunas baru. Perawatan juga harus meliputi pemeriksaan hama dan penyakit agar pertumbuhan tanaman berikutnya tidak terganggu.
Lalu, bagaimana cara merawat tanaman terong setelah panen agar kembali berbuah? Berikut langkah-langkahnya, dihadirkan Liputan6, Rabu (14/10).
Advertisement
1. Pangkas Daun dan Cabang yang Rusak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5745518/original/047829400_1778644290-unnamed__15_.jpg)
Setelah panen, periksa kondisi daun, batang, dan cabang tanaman terong. Buang daun yang menguning, cabang kering, serta bagian yang rusak atau terserang penyakit menggunakan gunting pangkas yang bersih. Pemangkasan ini membantu menjaga kebersihan tanaman dan mengurangi bagian yang tidak lagi tumbuh dengan baik.
Meski begitu, hindari memangkas seluruh daun atau memotong terlalu banyak cabang sekaligus. Daun yang sehat masih dibutuhkan tanaman untuk menghasilkan energi melalui fotosintesis. Jika terlalu banyak bagian yang dipotong, tanaman justru membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan pertumbuhannya.
Lakukan pemangkasan sesuai kondisi tanaman dan hindari melukai batang utama. Setelah bagian yang rusak dibuang, amati pertumbuhan tunas baru selama beberapa waktu. Tunas yang berkembang dengan baik bisa menjadi bagian penting dalam mendukung pembentukan bunga dan buah berikutnya.
Advertisement
2. Berikan Pupuk untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi
Tanaman terong membutuhkan unsur hara untuk mempertahankan pertumbuhan setelah buah dipanen. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menambahkan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang ke media tanam. Pupuk organik membantu memperbaiki kondisi tanah sekaligus menyediakan unsur hara bagi tanaman.
Selain pupuk organik, pupuk NPK bisa digunakan sesuai kebutuhan dan dosis yang tertera pada kemasan. Unsur nitrogen berperan dalam pertumbuhan daun dan batang, sedangkan fosfor dan kalium mendukung berbagai proses pertumbuhan, termasuk perkembangan akar dan pembentukan buah. Pemilihan pupuk sebaiknya mempertimbangkan kondisi tanaman dan kesuburan tanah.
Hindari memberikan pupuk secara berlebihan dengan harapan tanaman lebih cepat berbuah. Dosis yang tidak sesuai justru berisiko mengganggu pertumbuhan akar dan menyebabkan penumpukan garam di media tanam. Berikan pupuk secara merata di sekitar tanaman, jangan tepat menempel pada pangkal batang, lalu ikuti petunjuk penggunaan produk.
3. Jaga Kelembapan Tanah dengan Penyiraman yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357977/original/002937900_1790317447-38fc4588-69c3-458d-beeb-ad8f6eb807a7.jpg)
Penyiraman menjadi bagian penting dalam perawatan tanaman terong setelah panen. Air dibutuhkan untuk membantu penyerapan unsur hara dan mendukung pertumbuhan tunas, daun, serta buah baru. Tanah yang terlalu kering dapat menghambat pertumbuhan, sedangkan media tanam yang terus-menerus tergenang berisiko menyebabkan akar membusuk.
Periksa kelembapan tanah sebelum menyiram tanaman. Jika lapisan atas tanah mulai mengering, berikan air secukupnya hingga media tanam lembap. Frekuensi penyiraman bisa berbeda antara tanaman yang ditanam di pot dan di tanah langsung karena ukuran wadah, jenis tanah, serta cuaca memengaruhi kecepatan penguapan air.
Sebaiknya lakukan penyiraman pada pagi hari agar tanaman memiliki cukup air untuk menjalani aktivitas sepanjang hari. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang memadai dan air tidak menggenang di sekitar akar. Dengan kelembapan yang terjaga, tanaman memiliki kondisi yang lebih baik untuk melanjutkan pertumbuhan setelah panen.
Advertisement
4. Pastikan Tanaman Mendapat Sinar Matahari yang Cukup
Terong termasuk tanaman yang membutuhkan banyak cahaya matahari untuk tumbuh dan menghasilkan buah. Oleh karena itu, letakkan tanaman di area terbuka yang memperoleh sinar matahari langsung sekitar enam hingga delapan jam sehari jika memungkinkan. Kekurangan cahaya bisa membuat pertumbuhan tanaman kurang optimal dan menghambat pembentukan bunga.
Jika terong ditanam dalam pot, pindahkan wadah ke lokasi yang lebih terbuka ketika tanaman terlalu lama berada di tempat teduh. Namun, perhatikan pula kondisi media tanam agar tidak cepat mengering akibat paparan matahari dan angin. Penyiraman perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, terutama ketika cuaca panas.
Selain cahaya matahari, perhatikan jarak antartanaman agar sirkulasi udara tetap baik. Tanaman yang terlalu rapat lebih sulit mendapatkan cahaya secara merata dan bisa memiliki lingkungan yang mendukung perkembangan penyakit tertentu. Jika tanaman terlalu rimbun, pangkas bagian yang memang perlu dibuang tanpa menghilangkan terlalu banyak daun sehat.
5. Bersihkan Gulma di Sekitar Tanaman Terong
Gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman terong dapat bersaing dalam memperoleh air, unsur hara, dan ruang tumbuh. Karena itu, bersihkan gulma secara berkala agar kebutuhan tanaman utama tetap terpenuhi. Perawatan ini penting dilakukan, terutama setelah pemupukan, ketika unsur hara tersedia di media tanam.
Cabut gulma secara perlahan supaya akar terong tidak ikut terangkat atau terluka. Jika rumput liar tumbuh dekat pangkal batang, gunakan alat kecil dan hindari menggali tanah terlalu dalam. Akar yang rusak dapat mengganggu penyerapan air dan nutrisi sehingga tanaman membutuhkan waktu untuk pulih.
Untuk tanaman yang dibudidayakan dalam pot, periksa pula kondisi media tanam. Tanah yang terlalu padat dapat menghambat pergerakan air dan udara di sekitar akar. Jika diperlukan, perbaiki kondisi media tanam dengan bahan organik yang sesuai tanpa mengganggu akar secara berlebihan.
Advertisement
6. Periksa Hama dan Penyakit secara Berkala
Tanaman terong yang sudah dipanen tetap berisiko mengalami serangan hama dan penyakit. Periksa permukaan daun, bagian bawah daun, pucuk, batang, serta bunga untuk menemukan tanda seperti daun berlubang, bercak, perubahan warna, atau pembusukan. Pemeriksaan rutin membantu masalah diketahui sebelum kerusakan meluas.
Jika menemukan daun atau cabang yang terserang, buang bagian tersebut apabila masih memungkinkan dan pisahkan sisa tanaman yang sakit dari area budidaya. Bersihkan alat pangkas setelah digunakan, terutama ketika menangani tanaman yang menunjukkan gejala penyakit. Langkah ini membantu mengurangi risiko penyebaran gangguan ke bagian tanaman lain.
Penanganan selanjutnya perlu disesuaikan dengan jenis hama atau penyakit yang ditemukan. Jangan langsung menggunakan pestisida tanpa mengetahui penyebab kerusakan. Jika pestisida diperlukan, pilih produk yang sesuai untuk tanaman terong dan ikuti petunjuk label, termasuk dosis serta waktu aman sebelum buah dipanen.
7. Lakukan Panen Berikutnya pada Waktu yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305330/original/013869500_1784791843-Screenshot_2026-07-23_142757.jpg)
Setelah mendapatkan perawatan yang sesuai, tanaman terong yang masih sehat bisa kembali membentuk bunga dan menghasilkan buah. Namun, waktu munculnya bunga baru bergantung pada varietas, umur tanaman, kondisi cuaca, serta ketersediaan air dan unsur hara. Karena itu, pertumbuhan tanaman perlu diamati secara berkala tanpa memaksakan jadwal panen tertentu.
Ketika buah baru mulai terbentuk, periksa perkembangannya hingga mencapai ukuran dan tingkat kematangan yang sesuai dengan varietas. Terong umumnya dipanen saat buah sudah cukup besar, kulitnya masih tampak segar, dan teksturnya belum terlalu keras. Jangan menunggu terlalu lama karena buah yang terlalu tua bisa mengalami penurunan kualitas.
Gunakan gunting tajam untuk memetik buah agar batang dan cabang tidak patah. Lakukan panen secara hati-hati dan periksa kembali kondisi tanaman setelahnya. Selama batang, akar, dan tunas masih sehat, perawatan bisa dilanjutkan untuk mendukung produksi buah berikutnya. Namun, tanaman yang sudah tua atau mengalami kerusakan berat mungkin tidak lagi menghasilkan buah sebanyak sebelumnya.
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Perawatan Tanaman Terong setelah Panen
1. Apakah tanaman terong bisa berbuah kembali setelah panen?
Ya, tanaman terong bisa berbuah kembali jika masih sehat dan mendapatkan perawatan yang sesuai. Ketersediaan air, unsur hara, sinar matahari, serta pengendalian hama dan penyakit berpengaruh terhadap produktivitasnya.
2. Kapan tanaman terong perlu dipupuk setelah panen?
Pemupukan bisa dilakukan setelah panen dengan mempertimbangkan kondisi tanaman, kesuburan tanah, dan jenis pupuk yang digunakan. Gunakan pupuk sesuai dosis pada kemasan dan hindari pemberian berlebihan.
3. Apakah daun terong perlu dipangkas setelah panen?
Daun yang menguning, kering, rusak, atau terserang penyakit bisa dipangkas. Daun yang masih sehat sebaiknya dipertahankan karena berperan dalam fotosintesis dan mendukung pertumbuhan tanaman.
4. Berapa kali tanaman terong perlu disiram dalam sehari?
Tidak ada jumlah penyiraman yang berlaku untuk semua tanaman terong. Frekuensinya bergantung pada kelembapan tanah, cuaca, ukuran pot, dan kondisi media tanam. Siram ketika tanah mulai mengering dan hindari genangan air.
5. Mengapa tanaman terong tidak berbuah lagi setelah panen?
Tanaman terong bisa berhenti menghasilkan buah karena kekurangan unsur hara, penyiraman yang tidak sesuai, kurangnya sinar matahari, serangan hama dan penyakit, atau umur tanaman yang sudah tua. Periksa kondisi tanaman untuk menentukan penanganan yang tepat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541033/original/082609300_1774846921-jusuf_kalla_-_iran_klaim_kunjungan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261147/original/005507100_1781685752-BNPB_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373173/original/043570100_1791954492-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-14T120512.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452250/original/077159100_1766392048-Ilustrasi_Tanaman_Terong_Ungu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355819/original/083048100_1790142801-pexels-gozde-z-2157159545-38481578.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5452250/original/077159100_1766392048-Ilustrasi_Tanaman_Terong_Ungu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333648/original/016362000_1787800623-5cb6eb32-f973-4bf0-868f-7260e547f012.jpg)