Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan apakah terong menyebabkan asam urat sering terlontar dari mereka yang rutin berjuang melawan nyeri sendi. Sayuran ungu ini kerap dituding sebagai pemicu karena masuk kelompok tanaman nightshade.
Namun, secara medis terong tergolong sayuran rendah purin dan bersifat basa. Artinya, terong tidak terbukti menjadi penyebab langsung melonjaknya kadar asam urat dalam darah yang memicu gejala nyeri sendi.
Dilansir dari Medical News Today, terong justru masuk daftar sayuran yang dianjurkan dalam pola makan penderita gout bersama brokoli, tomat, dan jamur. Jadi, keyakinan bahwa terong menyebabkan asam urat lebih banyak bersandar pada mitos ketimbang bukti ilmiah yang kuat.
Advertisement
Apakah Terong Menyebabkan Asam Urat? Mengenal Purin dan Kaitannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303681/original/014732700_1784686182-ilustrasi_goreng_terong.jpg)
Asam urat adalah senyawa alami yang terbentuk saat tubuh memecah zat bernama purin. Dalam kondisi normal, senyawa ini larut dalam darah lalu dibuang melalui urine. Masalah muncul ketika produksinya berlebihan atau ginjal gagal membuangnya secara optimal, sehingga kadarnya melonjak (hiperurisemia) dan membentuk kristal tajam di persendian. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, sejumlah faktor meningkatkan risiko kondisi ini, mulai dari riwayat keluarga, obesitas, hingga konsumsi alkohol berlebih.
Purin sendiri banyak tersembunyi dalam beragam makanan. Kelompok tertinggi ditempati jeroan, daging merah, serta makanan laut tertentu, yang wajib masuk daftar makanan penyebab asam urat. Terong berada di sisi berlawanan, tergolong sayuran rendah purin bersama wortel, mentimun, dan kentang, seperti tercantum pada daftar sayuran tinggi purin yang perlu diperhatikan penderita.
Lantas, apakah terong menyebabkan asam urat? Jawabannya cenderung tidak. Sebagaimana dikutip dari Healthfully, terong tergolong rendah purin sehingga menjadi tambahan yang aman dalam menu ramah gout, dan mengonsumsinya tidak akan menyebabkan atau memperburuk serangan. Kandungan purinnya hanya berkisar 21 mg per 100 gram, jauh di bawah ambang batas makanan pemicu asam urat.
Anggapan negatif terhadap terong justru berlawanan dengan temuan riset. Mengacu pada pedoman American College of Rheumatology, sayuran tinggi purin sekalipun tidak dibatasi bagi penderita gout, berbeda dengan purin dari sumber hewani. Bahkan penelitian menunjukkan sayuran tinggi purin cenderung bersifat protektif terhadap gout, sementara daging merah dan seafood justru menaikkan risikonya. Dengan demikian, kekhawatiran bahwa terong menyebabkan asam urat tidak sejalan dengan bukti ilmiah terkini.
Advertisement
Kandungan Purin dan Nutrisi dalam Terong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5105169/original/028935500_1737526755-engin-akyurt-d6I1ZNZJcNo-unsplash.jpg)
Terong menyimpan profil gizi yang menjadikannya sahabat, bukan musuh, bagi penderita asam urat. Melansir catatan gizi dari Medical News Today, terong merupakan sumber serat, kalium, serta vitamin B1, B6, dan K yang baik. Berikut kandungan penting yang membuat terong layak dipertimbangkan.
- Rendah purin. Kandungan purin terong hanya sekitar 21 mg per 100 gram, tergolong rendah dan tidak signifikan memicu produksi asam urat berlebih dalam tubuh.
- Kaya serat. Sekitar 3 gram serat pada 82 gram terong membantu memperlancar pencernaan sekaligus menjaga rasa kenyang lebih lama, sehingga mendukung pengendalian berat badan.
- Tinggi antioksidan. Terong mengandung senyawa fenolik, antosianin (nasunin), dan asam klorogenat yang berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Sumber vitamin dan mineral. Di dalamnya terdapat mangan, folat, kalium, vitamin K, dan vitamin C, ditambah sedikit magnesium serta tembaga yang menunjang kesehatan tulang dan sendi.
- Rendah kalori. Hanya sekitar 20 kalori per 82 gram, menjadikan terong pilihan ideal bagi penderita asam urat yang perlu membatasi asupan kalori.
- Bersifat basa. Terong memiliki sifat alkali yang berlawanan dengan asam, sehingga dipercaya membantu menetralkan kadar asam dalam tubuh.
Terong Termasuk Sayuran Nightshade, Benarkah Berbahaya?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/932258/original/020539200_1437378723-buah-2.jpg)
Terong tergabung dalam famili Solanaceae atau kelompok tanaman nightshade bersama tomat, kentang, dan paprika. Tanaman dalam keluarga ini secara alami mengandung glikoalkaloid seperti solanin, senyawa yang menjadi mekanisme pertahanan alami terhadap serangga. Kadar solanin pada sayuran nightshade yang layak konsumsi sebenarnya sangat kecil dan tidak berbahaya bagi manusia.
Sebagian orang meyakini solanin memicu peradangan sendi, namun klaim ini belum didukung bukti kuat. Dr. Calabrese, dikutip dari Cleveland Clinic, mengatakan, "Sangat kecil kemungkinan menghindari sedikit solanin dalam sayuran nightshade akan meredakan nyeri atau peradangan artritis Anda.
Perdebatan seputar nightshade sudah berlangsung puluhan tahun, tetapi bukti ilmiah di kedua sisi masih minim.  Karena itu, menyingkirkan terong tanpa alasan medis yang jelas berarti membuang begitu saja nutrisi berharga, sama halnya dengan salah kaprah soal apakah kangkung menyebabkan asam urat.
Meski begitu, respons tiap tubuh bisa berbeda. Keith Ayoob, ahli gizi dan nutrisi, dikutip dari National Geographic, menyatakan, "Ini sangat individual, sebagian orang bisa menoleransi tomat tetapi tidak dengan terong." Jika Anda sensitif terhadap salah satu sayuran pemicu asam urat, memperhatikan reaksi tubuh setelah makan menjadi langkah bijak.
Advertisement
Manfaat Terong bagi Penderita Asam Urat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299931/original/029688100_1784279781-Untitled6.jpg)
Alih-alih menjadi pantangan, terong menawarkan sederet manfaat kesehatan yang mendukung penderita asam urat. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi terong secara rutin dapat menekan risiko berbagai penyakit kronis. Berikut manfaat utama terong untuk kesehatan yang sayang dilewatkan.
- Melawan radikal bebas. Kandungan antioksidan pada terong membantu melindungi sel dari kerusakan sekaligus meredam peradangan yang kerap menyertai serangan asam urat.
- Menurunkan kolesterol. Serat dan asam klorogenat dalam terong dipercaya menekan kolesterol jahat, seperti diulas pada pembahasan manfaat terong turunkan kolesterol.
- Menjaga kesehatan jantung. Kombinasi serat, kalium, vitamin C, dan antioksidan mendukung fungsi jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
- Mengontrol gula darah. Serat tinggi memperlambat penyerapan gula sehingga membantu menjaga kadar glukosa tetap stabil, seperti terlihat dari manfaat terong ungu.
- Membantu menjaga berat badan. Rendah kalori dan kaya serat, terong cocok bagi penderita asam urat yang perlu mengendalikan berat badan demi meringankan beban sendi.
- Menetralkan asam. Sifat basa terong dipercaya membantu menyeimbangkan kadar asam dalam darah, mendukung upaya menjaga kadar asam urat tetap terkendali.
Cara Aman Mengolah dan Mengonsumsi Terong untuk Penderita Asam Urat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572844/original/036257300_1777872789-unnamed__14_.jpg)
Kunci utama bukan pada terong itu sendiri, melainkan cara pengolahannya. Terong yang digoreng banyak minyak atau dimasak bersantan justru menambah lemak jenuh yang dapat memicu peradangan. Julia Zumpano, ahli diet terdaftar, dikutip dari Cleveland Clinic, menyarankan, "Jika Anda melihat gejala peradangan meningkat, hentikan konsumsinya selama beberapa minggu untuk memastikan apakah itu pemicunya."
- Pilih metode sehat. Rebus, kukus, atau panggang terong tanpa banyak minyak agar nutrisinya terjaga, seperti pada beragam olahan terong tanpa minyak.
- Batasi porsi. Konsumsi dalam jumlah wajar, sekitar setengah cangkir per hari, untuk menghindari penumpukan purin dari sumber lain secara berlebihan.
- Kombinasikan dengan sayuran rendah purin. Padukan terong dengan wortel, mentimun, atau labu agar menu tetap bervariasi dan bergizi seimbang, misalnya lewat resep terong sambal rebus.
- Cukupi asupan air putih. Minum cukup air membantu ginjal mengencerkan dan membuang asam urat melalui urine, salah satu cara menurunkan asam urat yang paling mendasar.
- Lakukan uji toleransi. Jika ragu, hentikan konsumsi terong beberapa minggu lalu masukkan kembali secara perlahan sambil mengamati reaksi tubuh.
- Konsultasi dengan dokter. Bila nyeri sendi tetap muncul, konsultasikan pola makan Anda, terutama bila mengalami ciri asam urat di tangan.
Selain mengatur cara memasak terong, perhatikan pula keseluruhan pola makan. Hindari pantangan asam urat seperti jeroan dan alkohol, batasi buah tinggi gula tertentu, dan kenali seluruh daftar pantangan makanan asam urat. Terapkan pula cara mengobati asam urat secara alami dan pahami langkah meredakan asam urat ketika gejala menyerang.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Terong dan Asam Urat
Apakah penderita asam urat boleh makan terong?
Boleh. Terong tergolong sayuran rendah purin dan bersifat basa, sehingga aman dikonsumsi penderita asam urat dalam porsi wajar, asalkan tidak diolah dengan banyak minyak atau santan yang justru dapat memicu peradangan.
Berapa kandungan purin dalam terong?
Terong mengandung purin sangat rendah, hanya sekitar 21 mg per 100 gram. Angka ini jauh di bawah jeroan, daging merah, atau makanan laut yang menjadi pemicu utama naiknya kadar asam urat dalam darah.
Bagaimana cara mengolah terong yang aman untuk asam urat?
Olah terong dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa banyak minyak. Hindari menggoreng dalam minyak berlimpah atau memasak dengan santan karena tambahan lemak jenuh dapat memperburuk peradangan sendi.
Pada akhirnya, tudingan bahwa terong menyebabkan asam urat lebih layak disebut mitos daripada fakta medis. Sayuran ungu ini rendah purin, bersifat basa, dan sarat antioksidan yang justru mendukung pengelolaan asam urat, selama diolah secara sehat dan dikonsumsi dalam porsi wajar. Bagi penderita asam urat, memperhatikan cara memasak, mencukupi kebutuhan air, dan menjaga pola makan menyeluruh jauh lebih menentukan ketimbang sekadar menjauhi terong. Jika keluhan berulang, memeriksakan diri dan mengenali ciri asam urat tinggi tetap menjadi langkah paling bijak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401749/original/084305000_1762228197-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-04T104806.640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306299/original/013680100_1784873619-Screenshot_2026-07-24_113426.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515491/original/005117600_1772177639-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-27T142917.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3466992/original/057073800_1622170222-mockup-graphics-Ox_u9F-UqPI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4813155/original/075801700_1714054518-top-view-trash-cooking-concept__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4844429/original/040483400_1716824032-wesual-click-LymX5D2sSWM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304921/original/095989700_1784776874-8FF3ZK2DhHopcWxzEHBADdyjwzhd4hZvhfksMhrE.jpg)