Andovi da Lopez Mendadak Tak Bisa Bohong di Film Bapak Paling Jujur, Gara-Gara Kutukan Nenek

Dalam teaser trailer film Bapak Paling Jujur, sejumlah situasi kocak akibat kutukan tersebut mulai diperlihatkan.

Diterbitkan 07 September 2026, 23:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Film "Bapak Paling Jujur" menampilkan politisi yang tak bisa bohong akibat kutukan.
  • Andovi da Lopez memerankan Jonas, calon gubernur yang hidupnya kacau karena kejujuran.
  • Komedi satir adaptasi Korea ini tayang 15 Oktober 2026, disutradarai Fajar Nugros.

Liputan6.com, Jakarta - Bayangkan seorang calon gubernur yang dikenal pintar dalam menjaga citra, tiba-tiba tidak bisa berbohong. Situasi itulah yang dialami Andovi da Lopez saat memerankan Jonas Prakoso dalam film komedi satir terbaru Cahaya Pictures, berjudul Bapak Paling Jujur.

Cahaya Pictures baru saja merilis teaser trailer resmi film yang disutradarai Fajar Nugros tersebut. Mengusung premis yang unik dan absurd, Bapak Paling Jujur mengikuti kehidupan seorang politisi yang harus menghadapi kekacauan setelah kehilangan kemampuan untuk menyembunyikan kebenaran.

Andovi da Lopez memerankan Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang selama ini sangat piawai membangun citra di hadapan publik. Namun, kehidupannya berubah total setelah Jonas terkena kutukan dari sang nenek.

Kutukan tersebut membuat Jonas tidak lagi bisa berbohong dalam kondisi apa pun. Setiap pertanyaan yang diberikan kepadanya harus dijawab dengan kejujuran, termasuk ketika ia sedang berhadapan dengan masyarakat dan menjalani kampanye sebagai calon gubernur.

Kondisi itu tentu menjadi mimpi buruk bagi Jonas. Di tengah persaingan politik yang menuntutnya mampu memberikan jawaban terbaik kepada calon pemilih, ia justru tidak bisa lagi menyembunyikan apa pun.

Alih-alih menjadi keuntungan, kejujuran Jonas malah berubah menjadi sumber masalah baru. Pernyataan-pernyataan yang keluar dari mulutnya tanpa filter perlahan mengacaukan strategi kampanye yang selama ini sudah disusun.

Kekacauan bahkan ikut terbawa ke kehidupan rumah tangganya. Vanny, istri Jonas yang diperankan Claresta Taufan, harus menghadapi sisi lain sang suami setelah Jonas tidak lagi mampu menyaring perkataannya.

 

Kalau Pemimpin Selalu Jujur...

Dalam teaser trailer yang dirilis, sejumlah situasi kocak akibat kutukan tersebut mulai diperlihatkan. Penonton juga diajak melihat bagaimana Jonas berusaha menjalani kehidupannya ketika kejujuran justru menjadi masalah terbesar yang harus ia hadapi.

Produser Bapak Paling Jujur, Aoura Lovenson Chandra, mengatakan teaser yang dirilis baru memperlihatkan sebagian kecil dari kekacauan yang akan dialami Jonas.

“Teaser ini baru awalnya. Yang menarik justru apa yang terjadi setelah Jonas nggak bisa bohong lagi. Kalau seorang calon pemimpin benar-benar harus ngomong jujur setiap saat, kira-kira hidupnya bakal lebih baik atau malah makin kacau?” ujar Aoura Lovenson Chandra.

Komedi Satir yang Ringan

Fajar Nugros mengemas film ini sebagai komedi satir yang tetap ringan dan menghibur. Meski mengangkat situasi yang terkesan tidak masuk akal, ia ingin cerita Jonas terasa dekat dengan kehidupan penonton.

“Situasi Jonas memang absurd, tapi justru itu yang membuatnya menarik. Kami nggak ingin menggurui atau menghakimi siapa pun. Kami ingin penonton melihat situasi yang konyol, tertawa, lalu mungkin sadar bahwa apa yang mereka tertawakan sebenarnya dekat dengan kehidupan mereka sendiri,” ujar Fajar Nugros.

 

Adaptasi film Korea Selatan

Bapak Paling Jujur merupakan adaptasi film Korea Selatan berjudul Honest Candidate. Film ini menjadi produksi ketiga Cahaya Pictures setelah "Satu Imam Dua Makmum" dan "Pesugihan Sate Gagak".

Selain Andovi da Lopez dan Claresta Taufan, film ini turut dibintangi Soleh Solihun, Benedictus Siregar, serta aktor senior Indy Barends. Film Bapak Paling Jujur dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Idgitaf Siapkan Gebrakan di Pementasan Berusaha di Bawah Hujan, Ingin Menembus Limitasi Diri

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan