Liputan6.com, Jakarta - Cabai membutuhkan ketersediaan air dan unsur hara yang cukup agar pertumbuhan daun, batang, akar, serta buah tetap berjalan dengan baik. Cangkang telur dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah karena sebagian besar penyusunnya berupa kalsium karbonat (CaCO₃), yang dapat menambah kalsium sekaligus membantu menaikkan pH tanah yang terlalu asam.
Namun, pupuk cangkang telur tidak bisa dianggap sebagai obat langsung untuk cabai yang layu. Kelengkungan daun atau tanaman yang layu juga dapat berkaitan dengan kekurangan air dan gangguan penyerapan air, sehingga penggunaan cangkang telur sebaiknya menjadi bagian dari perawatan tanah dan tanaman secara keseluruhan.
Lebih lanjut, berikut cara membuat pupuk cangkang telur untuk cabai agar tidak mudah layu, dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber pada Minggu (27/9).
Advertisement
Â
Â
Â
Â
Â
1. Siapkan Cangkang Telur yang Bersih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359336/original/014397200_1790499009-fb4c120c-8851-4b82-80c9-7df52f058edc.jpeg)
Kumpulkan cangkang telur secukupnya, lalu bersihkan sisa putih dan kuning telur yang masih menempel. Pembersihan penting dilakukan sebelum cangkang dikeringkan dan dihaluskan karena proses pengolahan cangkang menjadi bahan berbasis kalsium memang melibatkan tahap pencucian dan pengeringan.
Setelah bersih, tiriskan cangkang hingga tidak lagi basah. Cangkang kemudian dapat dikeringkan sampai benar-benar kering agar lebih mudah dihancurkan menjadi bubuk dan tidak menyimpan kelembapan berlebih saat disimpan.
Tidak perlu membakar cangkang telur untuk membuat pupuk sederhana di rumah. Cangkang telur yang dicuci, dikeringkan, kemudian dihancurkan sudah dapat digunakan sebagai sumber kalsium karbonat, sedangkan proses pemanasan tinggi merupakan metode pengolahan khusus yang tidak diperlukan untuk penggunaan sederhana di media tanam.
Advertisement
2. Haluskan Cangkang Menjadi Bubuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359337/original/018082700_1790499010-da51ee6f-7a7e-4e71-b903-d1b278e9749a.jpeg)
Cangkang yang sudah kering dapat dihancurkan menggunakan blender kering, ulekan, atau alat penggiling hingga menjadi bubuk. Semakin halus ukurannya, semakin luas permukaan bahan yang bersentuhan dengan tanah sehingga proses pelarutan dan reaksinya dengan tanah dapat berlangsung lebih baik dibandingkan cangkang dalam potongan besar.
Bubuk cangkang telur kemudian dapat disaring untuk memisahkan bagian yang masih kasar. Cara ini menghasilkan bahan yang lebih seragam sehingga lebih mudah dicampurkan secara merata ke media tanam.
Tidak perlu membuat larutan cangkang telur dengan cara merendamnya sebentar lalu langsung menyiramkan airnya ke cabai. Cangkang telur pada dasarnya merupakan bahan yang relatif sukar larut, sehingga bentuk bubuk yang dicampurkan ke tanah lebih sesuai untuk memanfaatkan kandungan kalsium karbonatnya secara bertahap.
3. Campurkan Bubuk Cangkang ke Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359338/original/029368100_1790499011-b836b23d-30b8-45a6-b207-bc2825450e57.jpeg)
Bubuk cangkang telur dapat dicampurkan ke media tanam cabai sebagai sumber kalsium sekaligus bahan pembenah tanah. Kandungan kalsium karbonat pada cangkang dapat membantu menaikkan pH tanah, terutama ketika media tanam terlalu asam.
Untuk cabai, jangan langsung menganggap semakin banyak bubuk cangkang akan semakin baik. Pemberian dalam jumlah berlebihan dapat menaikkan pH terlalu tinggi dan justru memengaruhi ketersediaan unsur hara tertentu; pada percobaan cabai di tanah sulfat masam, dosis cangkang yang lebih tinggi tidak otomatis memberikan hasil lebih baik.
Dosis juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi media tanam, terutama pH dan kandungan kalsiumnya. Jika tersedia, pemeriksaan pH atau uji tanah lebih dapat diandalkan daripada menentukan jumlah pupuk hanya berdasarkan banyaknya cangkang yang tersedia.
Advertisement
4. Berikan di Sekitar Perakaran, Bukan Menumpuk di Batang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359339/original/042171400_1790499012-bb6e82a3-90ec-4fc2-8f1c-dd800e69bb43.jpeg)
Pada cabai yang sudah ditanam, bubuk cangkang dapat ditebarkan tipis pada permukaan media di sekitar zona perakaran kemudian dicampurkan secara ringan ke lapisan atas tanah. Hindari menumpuk bubuk dalam jumlah banyak tepat di pangkal batang karena tujuan utamanya adalah menyediakan bahan pembenah pada media dan area akar.
Kalsium dari tanah perlu tersedia dalam larutan tanah agar dapat diserap oleh akar. Setelah diserap, kalsium bergerak terutama melalui xilem bersama aliran air, sehingga ketersediaan air yang konsisten tetap menjadi bagian penting dalam pemanfaatan kalsium oleh tanaman.
Karena itu, pemberian bubuk cangkang telur tidak menggantikan penyiraman yang tepat. Jika cabai layu karena media terlalu kering atau pasokan air tidak konsisten, masalah tersebut tetap perlu diperbaiki karena kekurangan air dapat mengurangi penyerapan dan transportasi kalsium dalam tanaman.
5. Jangan Mengandalkan Cangkang Telur untuk Mengatasi Semua Penyebab Cabai Layu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359340/original/044181200_1790499013-dda67c7e-7bf0-4fa0-aa8c-8b24126b8ae5.jpeg)
Cangkang telur lebih tepat diposisikan sebagai sumber kalsium dan pembenah tanah, bukan pupuk lengkap yang menyediakan seluruh kebutuhan nutrisi cabai. Kandungan utamanya adalah kalsium karbonat, sehingga kebutuhan nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan unsur lainnya tetap perlu diperhatikan melalui pengelolaan nutrisi yang sesuai.
Cabai yang layu juga perlu diperiksa kondisi medianya. Kekurangan air dapat menghambat penyerapan kalsium, sementara kondisi akar yang terganggu, penyakit, atau masalah lingkungan juga dapat menyebabkan tanaman mengalami kelayuan sehingga tidak cukup ditangani hanya dengan menambahkan cangkang telur.
Jadi, cara yang lebih tepat adalah membuat bubuk cangkang telur dari cangkang yang bersih dan kering, menghaluskannya, lalu menggunakannya secara terukur pada media tanam. Perawatan tersebut perlu dibarengi penyiraman yang konsisten dan kondisi perakaran yang sehat agar cabai dapat menyerap air serta unsur hara dengan baik.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Pupuk Cangkang Telur untuk Cabai agar Tidak Mudah Layu
1. Apakah cangkang telur bisa digunakan sebagai pupuk untuk tanaman cabai?
Bisa. Cangkang telur dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium karena sebagian besar penyusunnya berupa kalsium karbonat. Namun, cangkang telur bukan pupuk lengkap sehingga kebutuhan unsur hara lainnya tetap perlu dipenuhi.
2. Bagaimana cara membuat pupuk cangkang telur untuk cabai?
Cuci cangkang telur hingga bersih, kemudian keringkan sampai benar-benar tidak lembap. Setelah itu, haluskan menjadi bubuk dan campurkan secara merata ke media tanam atau gunakan di sekitar area perakaran cabai.
3. Apakah cangkang telur dapat membuat cabai yang layu kembali segar?
Tidak selalu. Cangkang telur bukan obat langsung untuk tanaman layu karena kelayuan dapat disebabkan oleh kekurangan air, gangguan akar, penyakit, atau kondisi lingkungan lainnya.
4. Apakah cangkang telur perlu dibakar sebelum digunakan untuk cabai?
Tidak perlu untuk penggunaan sederhana di rumah. Cangkang telur yang sudah dicuci, dikeringkan, dan dihaluskan dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan yang mengandung kalsium karbonat.
5. Apakah semakin banyak bubuk cangkang telur semakin baik untuk cabai?
Tidak. Penggunaan berlebihan dapat meningkatkan pH media terlalu tinggi dan memengaruhi ketersediaan beberapa unsur hara. Jumlah yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi media tanam, terutama pH dan kandungan kalsiumnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500555/original/021609900_1770870044-cangkang_telur_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355567/original/047597300_1790136180-a2e014db-061b-4ae0-abed-fa00d3df2a7c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359275/original/011126000_1790495015-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)