Liputan6.com, Jakarta - Pare merupakan tanaman merambat yang menyukai cuaca panas dan lembap. Buahnya memang memiliki rasa pahit alami, tetapi tingkat kepahitannya dapat berbeda-beda, bahkan pada buah yang berasal dari tanaman yang sama. Karena itu, kondisi pertumbuhan dan waktu panen perlu diperhatikan jika ingin mendapatkan buah dengan tingkat kepahitan yang lebih ringan.
Menanam pare dalam pot juga bisa dilakukan selama tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup, media tanam yang subur dan tidak tergenang, serta rambatan yang kokoh. Lebih lanjut, berikut cara menanam pare dalam pot agar buahnya tidak pahit berlebihan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (27/9).
1. Pilih Lokasi yang Mendapat Sinar Matahari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359189/original/095845900_1790489500-3da744b9-5d13-45bb-827d-210cef85a525.jpeg)
Pare membutuhkan setidaknya 6 jam sinar matahari setiap hari. Tanaman ini juga menyukai kondisi panas dan lembap sehingga pot sebaiknya ditempatkan di area yang mendapatkan cukup cahaya.
Kondisi panas dan lembap mendukung pertumbuhan pare, dengan suhu sekitar 27 derajat Celsius atau lebih. Karena itu, tanaman dapat ditempatkan di area terbuka yang mendapatkan paparan sinar matahari cukup sepanjang hari.
Di daerah yang sangat panas, sedikit naungan masih memungkinkan selama tanaman tetap memperoleh setidaknya 6 jam sinar matahari. Sulur pare juga dapat diarahkan menuju bagian yang mendapatkan lebih banyak cahaya.
Advertisement
2. Siapkan Media Tanam yang Subur dan Tidak Tergenang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359190/original/099235000_1790489500-661f258a-80ff-4bd8-afc8-a734ddda8cce.jpeg)
Pare membutuhkan tanah yang subur dan memiliki drainase baik dengan pH sekitar 5,5–6,7. Penambahan kompos atau pupuk kandang yang sudah terkomposkan dapat membantu memperkaya media dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Media tanam juga perlu mampu mempertahankan kelembapan tanpa menjadi terlalu basah. Pare membutuhkan cukup nutrisi karena termasuk tanaman merambat yang menghasilkan buah.
Untuk penanaman dalam pot, pastikan media memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang setelah penyiraman. Kondisi media yang terlalu basah sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko masalah pada akar.
3. Gunakan Pot dan Rambatan yang Kokoh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359191/original/003768500_1790489501-50c70ba9-693f-4ce6-8aa5-08eaba4015ce.jpeg)
Pare menghasilkan sulur yang dapat tumbuh sangat panjang. Sulurnya dapat mencapai sekitar 13–16 kaki atau sekitar 4–5 meter sehingga tanaman membutuhkan ruang untuk merambat.
Karena ditanam dalam pot, rambatan sebaiknya disiapkan sejak awal agar sulur dapat tumbuh ke atas. Gunakan rambatan yang kokoh agar mampu menopang tanaman dan buah ketika pertumbuhannya semakin besar.
Rambatan juga membantu buah menggantung sehingga tidak bersentuhan langsung dengan tanah atau media yang lembap. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko buah mengalami pembusukan.
Advertisement
4. Jaga Media Tetap Lembap, tetapi Tidak Becek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359192/original/007519400_1790489501-c312ff6d-b4fe-47ef-b6b9-a4d2bc3d406e.jpeg)
Tanah untuk pare sebaiknya dijaga tetap lembap secara konsisten, tetapi tidak terlalu basah. Tanaman masih dapat mentoleransi beberapa periode kering, sedangkan penyiraman berlebihan dapat meningkatkan risiko busuk akar.
Buah pare berkembang dengan baik ketika kelembapan tanah tetap stabil. Karena itu, penyiraman sebaiknya dilakukan secara teratur dengan menyesuaikan kondisi media.
Pada tanaman dalam pot, perhatikan kondisi media sebelum menyiram kembali. Tujuannya bukan membuat tanah terus-menerus basah, melainkan menjaga kelembapannya tetap cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan pembentukan buah.
5. Berikan Nutrisi untuk Mendukung Pertumbuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359193/original/011135000_1790489501-395fcb4e-4544-49b5-a974-37d373bc5d9e.jpeg)
Pare termasuk tanaman merambat yang membutuhkan banyak nutrisi. Media yang subur dan diberi bahan organik merupakan kondisi yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Kompos dapat dicampurkan ke media sebelum penanaman. Pupuk sayuran dengan pelepasan nutrisi secara bertahap juga dapat digunakan saat penanaman dan selama masa pertumbuhan dengan mengikuti petunjuk pada kemasan.
Pemberian nutrisi ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi buah. Pupuk tertentu tidak dapat dikatakan secara langsung membuat rasa pare menjadi tidak pahit karena tingkat kepahitan dapat berbeda berdasarkan varietas, kondisi pertumbuhan, tingkat kematangan, dan masing-masing buah.
Advertisement
6. Arahkan Sulur pada Rambatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359194/original/014634100_1790489501-3fcd95ef-517f-4881-814b-27679b3c4848.jpeg)
Saat tanaman mulai tumbuh, arahkan sulurnya ke rambatan yang telah disiapkan. Tanaman pare yang masih muda mungkin perlu diarahkan terlebih dahulu sampai sulurnya mulai mencengkeram penyangga. Setelah itu, tanaman dapat terus merambat dengan sendirinya.
Rambatan sebaiknya dibuat kokoh agar mampu menopang tanaman dan buah saat tumbuh semakin besar. Tanaman yang semakin panjang dan mulai menghasilkan buah akan membutuhkan penyangga yang mampu menahan bebannya.
Penggunaan rambatan juga membuat buah pare tumbuh menggantung sehingga bentuknya cenderung lebih panjang dan lurus.
7. Pangkas Jika Pertumbuhan Buah Kurang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359195/original/018308600_1790489501-47bd1c5d-fd3d-43bb-841c-279e644e8395.jpeg)
Pemangkasan bukan keharusan untuk semua tanaman pare. Tanaman tetap dapat menghasilkan buah tanpa pemangkasan. Namun, pemangkasan dapat menjadi pilihan ketika tanaman tidak menghasilkan banyak buah.
Pada tanaman yang menggunakan rambatan, bagian ujung tumbuh dapat dipangkas ketika sulur sudah mencapai bagian atas penyangga, bersama beberapa cabang samping di bagian bawah. Cara ini membuat tanaman membentuk lebih banyak percabangan di dekat bagian atas.
Pemangkasan juga dapat membantu meningkatkan aliran udara di antara daun. Sirkulasi udara yang lebih baik dapat membantu mengurangi risiko embun bulu, terutama ketika tanaman menghadapi kelembapan tinggi dan hujan deras.
Advertisement
8. Perhatikan Tingkat Kematangan Saat Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359196/original/021878000_1790489501-b2187d38-1894-464a-9d43-9dfa32944e25.jpeg)
Bagian ini penting jika tujuan utamanya adalah mendapatkan pare dengan rasa yang tidak terlalu pahit. Tingkat kepahitan pare dapat berbeda menurut tingkat kematangan. Buah yang belum matang umumnya lebih pahit, sedangkan buah yang sedikit lebih matang dapat terasa lebih mudah diterima karena kepahitannya berkurang.
Buah pare biasanya dipanen ketika masih hijau atau mulai menunjukkan sedikit warna kuning. Buah yang sudah sepenuhnya kuning dianggap terlalu matang dan dagingnya dapat menjadi bertekstur seperti spons.
Pare dapat dipanen ketika buahnya terlihat mengilap, terasa padat, dan sudah berbentuk penuh. Jika dibiarkan terlalu matang, buah akan berubah menjadi kuning-oranye dan teksturnya mulai melunak.
9. Panen Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359197/original/025965000_1790489501-6a455ff1-cd90-4e55-8afb-828faab891cb.jpeg)
Setelah buah mulai terbentuk, periksa tanaman secara rutin karena pare dapat berkembang cukup cepat dalam kondisi yang sesuai. Buah dapat dipanen sekitar setiap dua hingga tiga hari ketika tanaman sudah memasuki masa panen.
Dalam kondisi cuaca hangat dan media tanam yang subur, pare dapat menghasilkan buah dalam jumlah banyak. Pemanenan dapat dilakukan secara berkala, bahkan sekitar setiap dua hari.
Jangan menunggu seluruh buah berubah kuning untuk memanennya. Perhatikan warna, ukuran, bentuk, dan teksturnya agar buah dipetik sebelum terlalu matang dan mulai kehilangan tekstur yang diinginkan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Pare dalam Pot agar Buahnya Tidak Pahit Berlebihan
1. Apakah pare bisa ditanam di dalam pot?
Bisa. Pare dapat ditanam dalam pot selama mendapatkan sinar matahari yang cukup, media tanam yang subur dan memiliki drainase baik, serta rambatan yang kokoh untuk menopang sulurnya.
2. Berapa lama pare harus terkena sinar matahari?
Pare membutuhkan setidaknya sekitar 6 jam sinar matahari setiap hari. Pada daerah yang sangat panas, tanaman masih dapat memperoleh sedikit naungan selama tetap mendapatkan paparan cahaya yang cukup.
3. Apakah pupuk tertentu bisa membuat pare tidak terlalu pahit?
Tidak ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa pupuk tertentu dapat menghilangkan atau mengurangi rasa pahit pare. Tingkat kepahitan dapat berbeda berdasarkan varietas, kondisi pertumbuhan, dan tingkat kematangan buah.
4. Kapan waktu yang tepat untuk memanen pare agar tidak terlalu pahit?
Pare dapat dipanen ketika buah masih hijau atau mulai menunjukkan sedikit warna kuning, terlihat mengilap, terasa padat, dan sudah berbentuk penuh. Buah yang sedikit lebih matang dapat memiliki rasa pahit yang lebih ringan.
5. Mengapa pare yang ditanam dalam pot membutuhkan rambatan?
Pare merupakan tanaman merambat dengan sulur yang dapat tumbuh hingga sekitar 4–5 meter. Rambatan membantu menopang sulur dan buah sekaligus membuat buah menggantung sehingga tidak bersentuhan langsung dengan tanah atau media yang lembap.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348140/original/088888500_1789384002-SKW_0794.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359188/original/092212400_1790489500-230b65f1-2f1c-4a3c-9354-f7d483241f94.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359244/original/015093300_1790492914-pexels-rdne-5591791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357148/original/030630300_1790235118-pexels-makafood-82669418-8897410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359212/original/001468700_1790490708-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354885/original/079098700_1790065306-Oqdb3fSj8sP8hfoLdVTIN72qBw1Rz7LewN3ZFm8C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359299/original/040787400_1790495380-477c70f6-88e8-43ec-9732-1fe8defb2baa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359305/original/086952500_1790496060-b631597a-3c87-4e3d-86f2-1b71756177cf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3274937/original/075776800_1603351599-photo-1561399452-bdcd36b25b38__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359206/original/064683500_1790490672-2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3900713/original/096995700_1641904163-pexels-photo-4245887.jpeg)