Liputan6.com, Jakarta Cara membuat green house hidroponik dimulai dengan merakit rangka sederhana dari pipa PVC dan bambu, lalu menutupnya dengan plastik UV dan jaring serangga. Setelah rumah tanamnya berdiri, kamu tinggal memasang sistem hidroponik seperti NFT atau rakit apung di dalamnya.
Hal yang perlu diperhatikan ialah ventilasi, kontrol suhu, dan pemantauan nutrisi secara rutin. Kalau kamu memahami cara membuat green house hidroponik dengan benar, sayuran daun bisa terus dipanen tanpa terganggu hujan deras atau hama.
Dilansir dari Garden Buildings Direct, menanam hidroponik di dalam greenhouse punya beberapa manfaat utama, yaitu menghemat penggunaan air, menghasilkan pertumbuhan lebih banyak di ruang yang lebih sempit, dan memberi panen lebih cepat sepanjang tahun.Â
Advertisement
Berikut cara membuat green house hidroponik, dirangkum Liputan6.com, Sabtu (7/11/2026)
1. Merencanakan Lokasi, Ukuran, dan Bahan Green House
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390618/original/025876200_1793851327-1.jpg)
Langkah pertama dalam pembuatan green house hidroponik adalah membuat perencanaan yang matang. Kalau lokasi dan bahan sudah disiapkan sejak awal, pekerjaan tidak akan terhenti di tengah jalan karena ada material yang kurang.
Merujuk GreenCitizen, kamu sebaiknya memilih lokasi yang banyak terkena sinar matahari. Idealnya minimal enam jam sinar matahari langsung setiap hari, dan kalau cahaya alami terbatas, kamu bisa menambahkan lampu tanam (grow light)
Â
- Pilih titik lokasi: Sebagaimana disampaikan Horti Generation, lokasi green house sebaiknya cukup terkena sinar matahari, dekat dengan sumber listrik dan air, serta terlindung dari angin kencang dan hama
- Tentukan ukuran area: Untuk skala rumahan, area tanam biasanya dibuat selebar sekitar 1 meter, ditambah jalur jalan selebar 50 cm di sisi kiri dan kanan supaya kamu leluasa merawat tanaman.
- Siapkan bahan rangka: Gunakan pipa PVC minimal 1 inci yang tebal (kelas AW), sambungan T dan sambungan elbow (L), serta bilah bambu sebagai pengganti kayu reng. Lebar bilah bambu sekitar 3-5 cm untuk tiang dan 2 cm untuk bagian lengkung.
- Siapkan bahan penutup: Pilih plastik UV khusus tanaman dengan ketebalan minimal 200 mikron. Siapkan juga insect net (jaring serangga) untuk dinding samping agar udara tetap mengalir tetapi hama tertahan.
- Lengkapi alat pendukung: Siapkan gergaji besi, palu, paku, kawat beton untuk mengikat, dan kabel tis.
- Susun anggaran: Berdasarkan rincian dari Blooming Green, struktur greenhouse (rangka, penutup, fondasi) memakan sekitar 30-40% anggaran, sistem hidroponik 25-30%, dan pengendali iklim 15-20%.
Tips: Catat ukuran setiap potongan pipa sebelum membeli bahan supaya sisa material tidak terbuang.
Advertisement
2. Merakit Rangka dan Memasang Penutup Green House
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390619/original/032950100_1793851327-2.jpg)
Rangka adalah bagian terpenting karena menentukan apakah green house kuat menahan angin dan hujan. Pada tahap ini, cara membuat green house hidroponik berfokus pada fondasi yang siku, tiang yang kokoh, dan penutup yang terpasang tegang.
Â
- Siapkan lahan: Mengacu pada panduan The Hydro Lab, langkah awalnya adalah membersihkan vegetasi, meratakan area, memberi lapisan kerikil atau fondasi beton, lalu memasang angkur atau tiang tanam.
- Potong pipa dan buat rangka dasar: Potong pipa PVC dengan gergaji besi sesuai rencana, lalu bentuk fondasi persegi panjang memakai sambungan L dan T. Pastikan setiap sudut benar-benar siku agar bangunan simetris.
- Pasang tiang vertikal: Tancapkan pipa tegak di setiap sudut dan bagian tengah rangka, totalnya sekitar 8 tiang. Perkuat pangkal bawahnya dengan adukan semen supaya tidak mudah bergeser.
- Pasang pipa lengkung dan bambu penguat: Sambungkan pipa lengkung dari sisi kiri ke kanan sebagai atap busur. Tambahkan bilah bambu lengkung di antara pipa dengan jarak sekitar 75 cm, lalu pasang 3 jalur reng bambu di atap: satu di puncak dan dua di sisi kemiringan.
- Kencangkan semua ikatan: Ikat bambu dengan kawat beton secara menyilang ganda. Kalau bambunya kurang panjang, sambung dengan teknik overlap sekitar 25 cm, lalu ikat dengan 4 lilitan kawat.
- Bentangkan plastik UV: Rentangkan plastik secara merata di atas rangka lengkung. Lilitkan ujungnya ke reng bambu yang menempel di tiang, lalu kencangkan dengan kabel tis supaya tidak robek diterpa angin.
- Pasang insect net dan pintu: Paku jaring serangga di dinding samping sampai menyentuh tanah untuk menghalangi belalang atau jangkrik. Buat pintu dari sisa pipa atau bambu, lapisi dengan plastik atau jaring, lalu pasang engsel sederhana.
Rumah tanam yang tertutup rapat juga membantu menjaga kebersihan hasil panen. Presiden Cox Farms, Steve Bradley, menjelaskan kepada GPB bahwa sistem tersebut memungkinkan pihaknya mengendalikan segala sesuatu yang masuk dan keluar, sehingga risiko kontaminasi air permukaan dapat dihindari.
Â
Â
3. Memasang Sistem Hidroponik di Dalam Green House
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390620/original/039812800_1793851327-3.jpg)
Setelah bangunan berdiri, kamu masuk ke tahap inti, yaitu instalasi sistem tanamnya. Dalam praktiknya, bagian ini sering jadi penentu berhasil atau tidaknya cara membuat green house hidroponik, karena aliran air dan nutrisi harus stabil setiap hari. Kalau kamu masih asing dengan istilahnya, kenali dulu jenis-jenis sistem hidroponik yang umum dipakai.
Sebagaimana dilaporkan Hydroponics China, talang NFT dibuat dengan kemiringan landai (1:30 hingga 1:100), lalu pompa celup mengirim larutan nutrisi ke ujung yang lebih tinggi dan gravitasi mengalirkan lapisan tipis setebal 1-3 mm melewati akar. Sistem ini ideal untuk tanaman ringan yang cepat tumbuh dengan akar kecil seperti selada, basil, dan stroberi
- Pilih sistem yang sesuai:Â NFT cocok untuk sayuran daun, DWC cocok untuk tanaman yang suka air, sedangkan Ebb and Flow cocok untuk tanaman campuran.
- Siapkan tandon nutrisi: Sebagai patokan, sediakan sekitar satu galon (kurang lebih 3,8 liter) larutan per tanaman, dan pilih wadah yang tidak beracun serta berwarna gelap untuk mencegah lumut. Letakkan tandon di tempat yang mudah dibersihkan dan diisi ulang.
- Pasang pompa dan selang: Pilih pompa yang cukup kuat,sambungkan dengan selang yang kokoh, periksa kebocoran, dan rapikan jalurnya agar air mengalir lancar tanpa sumbatan.
- Uji coba tanpa tanaman: Mengutip Bloom Cabin, alirkan air biasa ke seluruh sistem yang sudah dirakit, lalu periksa setiap sambungan, tutup, selang, dan nampan. Letakkan juga stopkontak dan colokan lebih tinggi daripada titik yang berpotensi bocor.
- Isi media tanam dan pindahkan bibit: Isi netpot dengan rockwool, perlite, atau sabut kelapa. Pindahkan bibit yang sudah tumbuh, bukan benih, supaya pertumbuhannya lebih cepat.
- Siapkan cadangan daya: Pada sistem NFT,pompa yang mati bisa membunuh tanaman dalam hitungan jam, jadi pasang UPS cadangan dan gunakan talang berdiameter lebih besar.
Â
Advertisement
Tips Mengatur Iklim dan Perawatan Green House Hidroponik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390621/original/047895300_1793851327-4.jpg)
Green house yang sudah jadi tetap perlu dikelola supaya suhunya tidak terlalu panas dan nutrisinya seimbang. Contoh sederhananya, bayangkan plastik UV di siang hari yang terik: tanpa sirkulasi udara, panas akan terperangkap dan tanaman bisa layu.
Sebagaimana diungkapkan University of Georgia Extension, ventilasi menurunkan suhu di dalam greenhouse saat hari cerah dan memasok karbon dioksida yang penting untuk fotosintesis, sekaligus mengganti udara hangat yang lembap dengan udara yang lebih kering.
-
Pastikan ventilasi cukup: Seperti yang diberitakan Sheds Delivered,menurut University of Florida IFAS Extension, laju ventilasi minimum untuk mengendalikan suhu di musim panas adalah satu kali pergantian udara per menit.
-
Jaga suhu udara: Dilansir dari Backyard Discovery, sebagian besar tanaman greenhouse cocok di suhu siang sekitar 18-29 derajat Celsius, sementara tanaman musim dingin seperti selada, bayam, dan kale lebih menyukai kondisi yang lebih sejuk.
-
Dinginkan larutan nutrisi: Sebagaimana dikutip dari Soil Free Harvest, suhu larutan sebaiknya sekitar 18-24 derajat Celsius.
Cara termurah adalah memberi naungan, insulasi, penutup reflektif, dan memindahkan tandon dari sinar matahari langsung.Â
-
Cek pH secara rutin: Uji pH air perlu dilakukan sekitar seminggu sekali dengan rentang ideal 5,5–6,5. Chevy Motswaledi, Extension Educator Ohio State University, dikutip dari WYTV, menyarankan agar pH diperiksa setiap kali selesai menambahkan pupuk untuk memastikan nilainya tidak terlalu tinggi.Â
-
Uji nutrisi sebelum muncul gejala: Menurut A.J. Both dari Rutgers University, masalah nutrisi pada hidroponik dapat dihindari apabila petani rutin melakukan pengujian. Sementara itu, Mattson, sebagaimana dikutip dari Greenhouse Grower, menjelaskan bahwa keterlambatan diagnosis hingga gejala muncul berpotensi menyebabkan penurunan hasil panen.
-
Waspadai kekurangan kalsium:Kondisi tertutup bisa membatasi transpirasi sehingga tanaman kekurangan kalsium, yang pada selada terlihat sebagai jaringan mati di tepi daun muda.Â
-
Tanam secara bergilir:Selada bisa menjadi tanaman tujuh minggu, jadi kalau kamu menyemai satu benih tiap minggu, setelah 7 minggu kamu bisa memanen satu kepala selada setiap minggu.Â
-
Jaga kualitas air: Leigh Bailey, Presiden Salad Days, dikutip dari HortiDaily, menjelaskan bahwa sistem pengolahan air yang digunakan memungkinkan pemantauan pemberian nutrisi secara ketat sekaligus memaksimalkan laju pertumbuhan dan kualitas.
Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Green House Hidroponik
Bahan apa yang paling hemat untuk rangka green house hidroponik?
Untuk skala rumahan, kombinasi pipa PVC minimal 1 inci dan bilah bambu sudah cukup kokoh dan ramah anggaran. Bambu bisa dipakai sebagai reng penguat, jadi kamu tidak perlu membeli kayu atau besi yang lebih mahal.
Apakah green house hidroponik selalu membutuhkan pompa listrik?
Tidak selalu. Sistem NFT memang memakai pompa, tetapi ada juga hidroponik pasif seperti Kratky yang bisa dipasang di dalam green house tanpa listrik.
Tanaman apa yang cocok untuk pemula di green house hidroponik?
Sayuran daun seperti selada, bayam, kangkung, dan sawi, serta herba seperti basil, paling mudah dicoba. Tanaman ini cepat panen, akarnya tidak besar, dan cocok untuk sistem NFT maupun rakit apung.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391176/original/070792400_1793875895-Screenshot_2026-11-05_170652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4586406/original/086311500_1695517878-BNI_naikan_tarif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390617/original/015576300_1793851327-HL1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391954/original/072137000_1793958689-Vertical_500x656_-_Dayatana.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345690/original/067748100_1789050705-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_21.02.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344472/original/056989200_1788947104-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_4.34.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329986/original/052581700_1787307659-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.03.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308204/original/009529000_1785132477-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_12.46.15_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304577/original/005200700_1784721544-WhatsApp_Image_2026-07-22_at_18.12.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291253/original/086637400_1783510555-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_17.07.14.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290264/original/065273200_1783441564-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.36.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290208/original/083376600_1783432448-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_20.29.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290170/original/059488200_1783429797-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_19.50.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9271167/original/049315200_1783170039-WhatsApp_Image_2026-07-04_at_17.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8974535/original/013451500_1782983178-1106e511-c5ef-46a5-8b74-de1fd75e92f8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1588019/original/097014900_1538998899-PG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9392062/original/015622700_1793969928-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_12.54.23_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386365/original/086039300_1793345488-01M65H341D42B2C7QDSRKXSFJR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303029/original/062236000_1784616358-404042e6-155d-443a-9424-f2837a47de62.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385462/original/040497900_1793258483-01M635FR5PFE4G9C74AEY99XCS.jpg)