Tampak Cantik, 5 Jenis Tanaman Hias Populer Ini Akarnya Bisa Bikin Keramik Teras dan Saluran Pipa Retak

Jenis tanaman hias populer dengan akar kuat yang perlu diwaspadai karena berpotensi merusak paving, teras, hingga saluran air di sekitar rumah.

Diterbitkan 06 November 2026, 18:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jenis tanaman hias populer kerap dipilih untuk mempercantik halaman rumah karena memiliki bentuk daun dan bunga yang menarik. Meski begitu, pemilihan tanaman perlu mempertimbangkan karakteristik akarnya agar tidak mengganggu area sekitar hunian.

Beberapa jenis tanaman hias populer ternyata memiliki akar yang kuat dan dapat tumbuh menyebar ke berbagai arah. Jika ditanam terlalu dekat dengan teras, jalan setapak, atau saluran air, pertumbuhannya berpotensi mengangkat paving hingga merusak bagian konstruksi.

Sebelum menanamnya, penting untuk mengenali jenis tanaman hias populer yang memiliki sistem perakaran agresif. Dengan memahami karakteristik tersebut, kamu bisa menentukan lokasi penanaman yang tepat sekaligus menjaga keindahan taman tanpa mengabaikan kondisi bangunan.

Berikut Liputan6.com merangkum tentang jenis tanaman hias populer yang akarnya bisa bikin keramik dan saluran pipa retak, Jumat (6/11/2026).

1. Bambu hias

Bambu hias sering digunakan untuk mempercantik taman sekaligus menciptakan pembatas alami. Namun, beberapa jenis bambu memiliki rimpang atau batang bawah tanah yang tumbuh menyebar secara horizontal.

Menurut Royal Horticultural Society (RHS), rimpang bambu dapat merusak permukaan keras seperti paving dan aspal. Bagian tersebut juga bisa memanfaatkan celah atau retakan pada dinding, lantai, dan saluran pembuangan untuk menyebar.

Jenis bambu yang tumbuh menjalar atau running bamboo perlu mendapat perhatian lebih karena penyebaran rimpangnya cenderung agresif. Sebaiknya tanam bambu dalam wadah atau gunakan pembatas akar agar pertumbuhannya lebih terkendali.

2. Beringin (Ficus)

Beringin termasuk tanaman yang memiliki sistem perakaran kuat dan dapat tumbuh besar ketika ditanam langsung di tanah. Beberapa jenis Ficus bahkan memiliki akar udara yang menjuntai dari cabang hingga mencapai permukaan tanah.

Bundaberg Regional Council di Australia memasukkan kelompok tanaman ara atau Ficus ke dalam daftar tanaman yang tidak direkomendasikan untuk ditanam di dekat saluran pembuangan. Akarnya dapat mencari sumber air dan memasuki sambungan atau bagian pipa yang mengalami kerusakan.

Seiring pertumbuhan pohon, ukuran dan jangkauan akarnya juga dapat bertambah. Jika ditanam terlalu dekat dengan bangunan, akar yang membesar berpotensi mengganggu permukaan tanah dan paving. Oleh karena itu, beringin lebih cocok ditempatkan di area terbuka dengan ruang tumbuh yang memadai.

3. Pohon kamper (Cinnamomum camphora)

Kamper Jepang atau Cinnamomum camphora merupakan pohon peneduh dengan tajuk rimbun dan daun beraroma khas. Tanaman ini dapat tumbuh menjadi pohon berukuran besar sehingga membutuhkan ruang yang cukup untuk perkembangan akar dan cabangnya. Keberadaannya juga tercatat di Indonesia sebagai tanaman yang dibudidayakan.

Hunter Water memasukkan Cinnamomum camphora atau camphor laurel ke dalam daftar tanaman yang harus dihindari di dekat saluran pembuangan. Pohon tersebut mendapat kategori risiko kerusakan akar Extreme, yang menunjukkan potensi gangguan tinggi terhadap jaringan pipa bawah tanah.

Akarnya dapat mencari sumber air dan memasuki celah pada sambungan pipa yang mengalami kerusakan. Karena itu, kamper Jepang sebaiknya ditanam jauh dari jaringan saluran bawah tanah maupun konstruksi rumah.

4. Jacaranda

Jacaranda memiliki bunga berwarna ungu kebiruan yang membuatnya menarik sebagai tanaman peneduh sekaligus penghias halaman. Pohon ini dapat tumbuh cukup besar sehingga membutuhkan ruang untuk perkembangan akar dan tajuknya.

Bundaberg Regional Council memasukkan Jacaranda ke dalam daftar pohon yang tidak direkomendasikan untuk ditanam di dekat saluran pembuangan. Akarnya berpotensi mencari sumber air dan memasuki sambungan pipa yang bocor sehingga dapat menyebabkan penyumbatan.

Penanaman jacaranda sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan jarak dari saluran pembuangan, teras, dan konstruksi rumah. Pilih area terbuka agar akar serta tajuknya dapat berkembang tanpa mengganggu fasilitas hunian.

5. Willow

Willow merupakan pohon hias yang dikenal dengan bentuk ranting menjuntai dan tajuknya yang rimbun. Penampilannya memberikan kesan teduh sehingga sering dimanfaatkan sebagai penghias taman dan area terbuka. Meski tidak seumum tanaman hias halaman lainnya di Indonesia, pohon ini cocok untuk taman yang memiliki lahan luas.

Southern Living, dengan mengutip penjelasan seorang ahli kehutanan perkotaan, menyebut willow sebagai salah satu pohon yang akarnya berpotensi mengganggu saluran pipa. Akarnya cenderung mencari air sehingga dapat memasuki pipa yang memiliki retakan atau sambungan longgar.

Bundaberg Regional Council juga memasukkan kelompok Salix atau willow ke dalam daftar tanaman yang tidak direkomendasikan untuk ditanam dekat saluran pembuangan karena bisa merusak. Oleh sebab itu, pohon ini sebaiknya tidak ditanam berdekatan dengan jaringan pipa bawah tanah.

Pertanyaan Seputar Jenis Tanaman Hias Populer

Apa saja jenis tanaman hias populer yang cocok ditanam di halaman rumah?

Beberapa pilihan yang banyak digemari antara lain aglaonema, monstera, bougenville, palem, dan lidah mertua. Pemilihannya dapat disesuaikan dengan luas halaman serta kebutuhan perawatan.

Apakah semua tanaman hias memiliki akar yang merusak bangunan?

Tidak. Sebagian tanaman memiliki akar yang relatif kecil dan tidak agresif, sedangkan jenis tertentu mempunyai akar kuat yang dapat menyebar luas dan mengganggu konstruksi.

Mengapa tanaman hias berakar kuat sebaiknya tidak ditanam dekat rumah?

Akar yang tumbuh terlalu dekat dengan bangunan berpotensi mengangkat paving, merusak jalan setapak, serta masuk ke celah saluran pembuangan atau sambungan pipa.

Bagaimana cara mengetahui tanaman hias memiliki akar invasif?

Perhatikan karakteristik pertumbuhannya, ukuran tanaman saat dewasa, serta pola penyebaran akar. Informasi mengenai kebutuhan ruang dan sistem perakaran juga dapat diperoleh dari sumber budidaya tepercaya.

Bagaimana cara mencegah akar tanaman hias merusak bangunan?

Pilih lokasi tanam dengan jarak aman dari fondasi, teras, dan saluran air. Gunakan pot atau pembatas akar untuk mengendalikan pertumbuhan tanaman tertentu agar tidak menyebar ke area yang tidak diinginkan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6