3 Cara Hemat Basmi Kutu Kebul Tanpa Merusak Tanaman di Pekarangan Rumah

Cara hemat basmi kutu kebul tanpa merusak tanaman sebenarnya bisa menggunakan bahan dapur.

Diterbitkan 05 November 2026, 19:10 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman kesayangan mulai dipenuhi serangga kecil berwarna putih? Bisa jadi itu kutu kebul. Meski ukurannya kecil, hama ini bisa mengisap cairan daun dan menghambat pertumbuhan tanaman. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengetahui cara hemat basmi kutu kebul tanpa merusak tanaman.

Cara hemat basmi kutu kebul tanpa merusak tanaman sebenarnya bisa dimulai dari bahan dapur seperti sabun cuci piring, bawang putih dan cabai. Kuncinya ada pada penyemprotan yang menyasar bagian bawah daun dan dilakukan rutin.

Kutu kebul sering bersembunyi di balik daun dan berkembang biak cukup cepat. Jika tidak segera ditangani, serangannya bisa menyebar ke tanaman lain.  Lantas, bagaimana langkah tepat mengusir kutu kebul agar tanaman tetap sehat? Simak cara hemat basmi kutu kebul tanpa merusak tanaman berikut yang Liputan6.com rangkum pada Kamis (5/11/2026).

1. Semprotan Air dan Larutan Sabun dari Dapur

Langkah paling ekonomis selalu dimulai dari bahan yang sudah ada di rumah. Banyak pehobi tanaman memilih air dan sabun lembut sebagai pertolongan pertama, karena cara hemat basmi kutu kebul tanpa merusak tanaman ini nyaris tanpa biaya. Ide serupa juga dibahas dalam ulasan tentang mengusir kutu kebul dengan bahan dapur.

  • Goyangkan tanaman dengan pelan. Jika ada serangga putih kecil yang beterbangan, besar kemungkinan itu kutu kebul. Balik daunnya untuk melihat telur dan nimfa yang menempel.
  • Dilansir dari Almanac, langkah pertama yang dianjurkan adalah menyemprot kutu kebul memakai selang atau botol semprot. Gunakan tekanan rendah sampai sedang agar daun muda tidak sobek.
  • Campurkan beberapa tetes sabun cuci piring yang lembut ke dalam air. Sabun membantu melarutkan lapisan lilin pelindung di tubuh kutu sehingga serangga ini mengering.
  • Semprotkan larutan sampai benar-benar membasahi permukaan bawah daun, karena di sanalah kutu kebul berkumpul dan bertelur.
  • Lakukan penyemprotan lanjutan dua sampai tiga kali sesuai kebutuhan, sampai jumlah kutu berkurang.

Penyemprotan harus mengenai kutunya langsung agar efektif. M. L. Flint, entomolog emeritus Departemen Entomologi UC Davis, dikutip dari Almanac menyatakan,

"Sebagian besar produk yang kurang beracun seperti sabun insektisida, minyak mimba, atau minyak berbasis petroleum hanya mengendalikan kutu kebul yang terkena semprotan secara langsung."

2. Racik Pestisida Nabati dari Bawang, Kunyit dan Mimba

Kalau semprotan sabun belum cukup, racikan pestisida nabati bisa jadi andalan berikutnya. Bahannya mudah didapat di pasar, sehingga cara hemat basmi kutu kebul tanpa merusak tanaman tetap bisa dilakukan dengan modal kecil. Bahkan sisa dapur pun bisa dimanfaatkan, seperti mengolah kulit bawang putih jadi pestisida alami.

  • Siapkan 3 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, 1-2 ons kunyit, dan 1 liter air. Bawang putih mengandung allicin, sedangkan kunyit mengandung kurkumin yang bersifat insektisida alami.
  • Blender atau tumbuk semua bahan dengan 0,5 liter air. Masukkan ke wadah berisi 0,5 liter air sisanya, aduk rata, lalu saring.
  • Fermentasikan larutan minimal 24 jam sebelum dipakai agar kandungan aktifnya keluar maksimal.
  • Gunakan takaran 100 ml larutan untuk 10 liter air. Semprotkan merata pada pagi atau sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas, lalu ulangi setiap 3-4 hari.
  • Sebelum menyemprot seluruh tanaman, coba dulu di sebagian kecil daun untuk memastikan tidak ada reaksi negatif.

Bagi yang punya minyak mimba atau neem oil, panduan dari Garden and Thrive menyarankan mencampur 1-2 sendok makan minyak mimba perasan dingin dengan satu sendok teh sabun lembut dan satu quart air, lalu menyemprotkannya ke permukaan atas dan bawah daun setiap 5-7 hari. Satu catatan penting, minyak mimba sebaiknya tidak dipakai pada tanaman yang terkena sinar matahari langsung karena minyak bisa memerangkap panas .

3. Pasang Perangkap Kuning dan Mulsa Reflektif Buatan Sendiri

Metode fisik ini disukai karena tidak menyentuh daun sama sekali. Perangkap kuning dan mulsa mengilap termasuk cara hemat basmi kutu kebul tanpa merusak tanaman yang sekaligus membantu memantau seberapa banyak kutu di kebun.

  • Oleskan campuran petroleum jelly dan sabun cuci piring dengan perbandingan sama pada papan atau karton berwarna kuning cerah. Bagi kutu kebul, warna kuning terlihat seperti tunas daun baru, jadi mereka akan hinggap lalu terjebak.
  • Kutu kebul tidak terbang terlalu jauh sehingga dibutuhkan banyak perangkap, bisa sampai satu perangkap untuk setiap dua tanaman besar. Hadapkan sisi lengket ke arah tanaman, tetapi jauhkan dari sinar matahari langsung.
  • Setelah permukaan perangkap tertutup kutu, ganti dengan perangkap baru agar daya tangkapnya tetap optimal.
  • Untuk tanaman yang masih muda, gunakan mulsa plastik perak atau kertas berlapis metalik. Alternatifnya, plastik mulsa bening bisa disemprot cat perak.
  • Untuk serangan yang cukup parah, penyedot debu genggam bisa membantu. Langkah ini perlu diulang selama beberapa hari untuk mulai mengendalikan serangan .

Rahasia Kebun Sehat agar Kutu Kebul Tak Datang Lagi

Membasmi kutu kebul bukan berarti masalah selesai begitu saja. Hal penting lainnya adalah menjaga kebun agar tidak mudah diserang hama kembali. Salah satu caranya adalah menerapkan gaya berkebun slow living, yakni merawat tanaman secara perlahan, rutin, dan lebih alami. Kebun berisi beragam tanaman dan bunga ternyata juga lebih mendukung keseimbangan ekosistem.

Menurut Mother Earth News, kebun organik yang memiliki banyak jenis tanaman dan bunga dapat menarik predator alami kutu kebul, seperti larva lacewing, kumbang kepik dan kepik predator. Anda bisa mulai menanam marigold, lavender, atau mint di sekitar tanaman utama. Selain mempercantik kebun, tanaman tersebut dapat mendukung kehadiran serangga bermanfaat.

Selain itu, siram tanaman secukupnya agar media tanam tidak terlalu lembap. Hindari pemberian pupuk nitrogen secara berlebihan, sebab pertumbuhan tunas muda yang terlalu lunak dapat menarik perhatian kutu kebul. Jangan lupa membersihkan gulma dan sisa tanaman mati. Periksa pula tanaman seperti terong dan mentimun secara rutin agar tidak menjadi sumber penyebaran hama ke tanaman lain.

Satu hal lagi, jangan langsung meletakkan tanaman baru di dekat koleksi lama sebelum memeriksa kondisi daunnya. Kutu kebul bisa terbawa dari tanaman yang baru dibeli dan menyebar ke pot lain. Perhatikan juga keberadaan semut di sekitar tanaman. Semut tertarik pada embun madu hasil aktivitas kutu kebul dan bisa melindungi hama tersebut dari predator alami.

 

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kutu Kebul

Apa tanda tanaman diserang kutu kebul?

Daun biasanya menguning, keriting, terasa lengket, dan pertumbuhan tanaman melambat. Saat tanaman digoyang, serangga putih kecil akan beterbangan dari balik daun.

Seberapa sering pestisida nabati perlu disemprotkan?

Umumnya setiap 3-7 hari tergantung jenis racikannya. Lanjutkan sampai populasi kutu benar-benar berkurang, lalu semprot sesekali sebagai pencegahan.

Apakah sabun cuci piring aman untuk semua tanaman?

Sebagian besar tanaman aman jika larutannya encer, tetapi ada tanaman yang sensitif. Uji dulu pada satu daun, tunggu sehari, dan semprot saat pagi atau sore agar daun tidak terbakar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6