Cara Mengatur Penyimpanan di Dapur Sempit agar Rapi dan Lega

Cara mengatur penyimpanan di dapur sempit: sortir barang, manfaatkan dinding, atur laci dan sudut mati, plus tips dari organizer profesional.

Diterbitkan 05 November 2026, 07:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara mengatur penyimpanan di dapur sempit dimulai dengan mengurangi barang, lalu memakai ruang vertikal sebanyak mungkin. Setelah itu, setiap barang perlu punya "rumah" tetap yang sesuai dengan seberapa sering Anda memakainya.

Anda tidak harus renovasi besar karena rak dinding, pembatas laci, dan wadah seragam sudah bisa membuat perbedaan besar. Kunci dari cara mengatur penyimpanan di dapur sempit adalah mengikuti alur kerja memasak, bukan sekadar menumpuk barang supaya terlihat rapi.

Dasar penataan dapur yang banyak dipakai sampai sekarang adalah konsep segitiga kerja dapur (kitchen working triangle). Konsep ini digagas oleh ahli ergonomi Amerika Serikat, Lillian Moller Gilbreth, pada 1920-an dan menghubungkan tiga titik utama: kompor, bak cuci, dan tempat penyimpanan bahan makanan seperti kulkas. Idealnya, total panjang ketiga sisi segitiga ini tidak lebih dari 7,9 meter.

1. Sortir, Ukur, dan Petakan Zona Dapur Terlebih Dahulu

Langkah pertama dalam memahami cara mengatur penyimpanan di dapur sempit adalah mengenali barang yang dimiliki dan mengukur ruang yang tersedia. Banyak orang langsung membeli rak tambahan, padahal masalah utamanya justru jumlah barang yang terlalu banyak. Jika tahap ini dilewati, rak baru pun berisiko kembali penuh dalam beberapa minggu.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum mulai menata dapur:

1. Keluarkan semua isi lemari dan laci

Keluarkan seluruh barang dari laci dan kabinet, kemudian kelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu barang yang tetap disimpan di dapur, dipindahkan ke tempat lain, dibuang, dan disumbangkan. Setelah itu, pilih barang yang benar-benar perlu disimpan di tempat mudah dijangkau.

Langkah ini membantu proses decluttering secara menyeluruh sebelum menata ulang ruang penyimpanan.

2. Singkirkan alat yang jarang digunakan

Periksa kembali peralatan dapur yang selama ini memenuhi laci. Misalnya, alat pengupas biji ceri atau pengiris alpukat yang hanya digunakan sesekali bisa disingkirkan jika fungsinya dapat digantikan pisau biasa.

Mengutip Public Storage, organizer Friel menyarankan untuk mengurangi peralatan khusus yang jarang digunakan agar ruang penyimpanan lebih lega.

3. Ukur laci dan area penyimpanan

Sebelum membeli organizer atau wadah tambahan, ukur terlebih dahulu seluruh laci dan area penyimpanan yang tersedia. Menurut organizer yang dikutip Public Storage, langkah ini penting agar perlengkapan yang dibeli sesuai dengan ukuran ruang.

Dengan begitu, Anda bisa menghindari pembelian organizer yang terlalu besar atau justru tidak sesuai kebutuhan.

4. Perhitungkan ukuran alat elektronik sebelum membeli

Consumer Reports menyarankan agar pembeli memperhitungkan luas alas alat dapur kecil sekaligus mengukur area penyimpanannya sebelum berbelanja.

Hal ini penting untuk peralatan seperti air fryer, rice cooker, dan blender yang membutuhkan ruang cukup besar, terutama jika harus diletakkan di atas meja dapur.

5. Pilih peralatan multifungsi

Peralatan yang bisa digunakan untuk beberapa keperluan dapat membantu menghemat ruang. Darla DeMorrow, organizer profesional bersertifikat sekaligus pemilik HeartWork Organizing, dikutip AOL mencontohkan bahwa loyang berkualitas dengan bagian tepi dapat digunakan untuk memanggang kue maupun berbagai keperluan lainnya.

Sebaliknya, peralatan yang hanya memiliki satu fungsi cenderung membuat tempat penyimpanan lebih cepat penuh.

6. Petakan segitiga kerja di dapur

Perhatikan alur aktivitas saat memasak agar setiap peralatan bisa disimpan sesuai kebutuhan. Pada dapur satu baris, urutan area yang umum digunakan adalah kompor, area persiapan makanan, sink, lalu kulkas.

Simpan peralatan yang sering digunakan di dekat area aktivitasnya. Misalnya, spatula dan wajan diletakkan dekat kompor, sedangkan pisau serta talenan disimpan di sekitar area persiapan makanan. Dengan begitu, Anda tidak perlu bolak-balik mencari perlengkapan saat memasak.

2. Maksimalkan Dinding dan Ruang Vertikal

Saat lantai dan meja dapur mulai penuh, area vertikal bisa menjadi solusi untuk menambah ruang penyimpanan tanpa membuat ruangan terasa semakin sesak. Salah satu cara mengatur penyimpanan di dapur sempit yang bisa memberikan hasil cukup signifikan adalah memanfaatkan dinding, area di atas meja, hingga bagian belakang pintu.

Mengutip Redfin, Dannickova Gomez, pendiri The Practical Edit, menyebutkan bahwa dinding dapat dimanfaatkan sebagai area penyimpanan vertikal di dapur kecil. Salah satu caranya adalah memasang rak melayang untuk menyimpan berbagai perlengkapan sekaligus mempercantik tampilan ruangan.

Berikut beberapa ide yang bisa diterapkan:

1. Pasang rak terbuka di atas meja dapur

Rak terbuka dengan desain dangkal bisa digunakan untuk menyimpan toples bumbu, gelas, dan piring yang sering dipakai. Pilih ukuran rak yang tidak terlalu menonjol agar tidak mengganggu ruang gerak, terutama saat memasak.

2. Gunakan rel gantung dengan kait

Mengutip Reader's Digest, organizer Hord menyarankan penggunaan rel dapur yang dilengkapi kait untuk menggantung berbagai peralatan masak. Sebaiknya, pasang rel di dekat area kerja atau kompor agar perlengkapan mudah dijangkau.

Spatula, sendok sayur, dan lap dapur bisa digantung di sana sehingga tidak memenuhi laci.

3. Pasang strip magnet untuk pisau

Strip magnet yang ditempelkan di dinding dapat menjadi alternatif penyimpanan pisau dan gunting. Selain menghemat ruang meja karena tidak membutuhkan blok pisau, perlengkapan tersebut juga lebih mudah diambil saat diperlukan.

Pastikan strip magnet terpasang kuat dan berada di tempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak.

4. Manfaatkan pegboard

Pegboard atau papan berlubang memungkinkan Anda mengatur posisi kait sesuai kebutuhan. Perlengkapan seperti wajan kecil, gunting, hingga keranjang bumbu bisa digantung pada papan tersebut.

Keunggulannya, susunan kait dapat diubah sewaktu-waktu sehingga lebih fleksibel mengikuti kebutuhan penyimpanan.

5. Gunakan bagian belakang pintu

Bagian belakang pintu lemari maupun pintu pantry dapat dimanfaatkan dengan memasang rak tipis atau gantungan tambahan. Area ini cocok untuk menyimpan perlengkapan ringan seperti spons dan lap dapur.

Jika ingin menyimpan botol cairan pembersih, pilih rak yang kokoh dan pastikan ukurannya sesuai dengan ruang pintu.

6. Perpanjang kabinet hingga plafon

Jika sedang merencanakan renovasi dapur, pertimbangkan membuat kabinet yang menjulang hingga mendekati plafon. Tina Delia dari Delia Designs menyarankan cara ini untuk menambah kapasitas penyimpanan, terutama bagi barang yang jarang digunakan.

Bagian kabinet paling atas bisa dimanfaatkan untuk menyimpan stok bahan makanan yang tahan lama atau perlengkapan pesta. Sementara itu, barang yang digunakan setiap hari sebaiknya tetap diletakkan di bagian yang mudah dijangkau.

3. Atur Isi Kabinet, Laci, dan Sudut Mati

Bagian dalam lemari sering kali menjadi tempat menumpuknya berbagai barang hingga sulit ditemukan saat dibutuhkan. Karena itu, cara mengatur penyimpanan di dapur sempit tidak cukup hanya dengan memanfaatkan dinding, tetapi juga perlu mengoptimalkan setiap sudut kabinet, laci, dan area tersembunyi lainnya.

Mengutip Livingetc, Angelia York, seorang organizer profesional, menyarankan agar penyimpanan dapur diatur berdasarkan aktivitas. Misalnya, perlengkapan kopi diletakkan bersama, bahan kue disimpan dalam satu kabinet, dan alat persiapan makanan ditempatkan dekat talenan. Penataan seperti ini dapat memperlancar aktivitas memasak sekaligus mengurangi kerepotan saat mencari barang.

Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan:

1. Kelompokkan barang berdasarkan aktivitas

Buat beberapa zona penyimpanan sesuai kegiatan di dapur, seperti zona kopi dan teh, zona bumbu, serta zona peralatan memotong. Simpan barang-barang yang sering digunakan bersamaan di tempat yang sama agar lebih mudah ditemukan.

2. Atur barang berdasarkan frekuensi penggunaan

Tidak semua perlengkapan dapur perlu ditempatkan di area yang mudah dijangkau. Tina Delia, direktur desain interior Delia Designs, dikutip dari Yahoo menyarankan agar dapur kecil membedakan barang yang dibutuhkan setiap hari dengan perlengkapan yang hanya sesekali digunakan.

Letakkan piring, gelas, dan alat masak sehari-hari di bagian yang mudah diakses. Sementara itu, peralatan khusus atau stok tambahan bisa disimpan di kabinet bagian atas maupun area yang lebih jarang dijangkau.

3. Pasang pembatas di dalam laci

Laci yang dipenuhi sendok, garpu, pisau kecil, dan perlengkapan lainnya lebih mudah berantakan jika tidak memiliki sekat. Anda bisa menggunakan organizer khusus, kotak bekas, atau wadah plastik untuk memisahkan barang berdasarkan jenisnya.

Dengan pembatas sederhana, setiap perlengkapan memiliki tempat tersendiri sehingga lebih mudah ditemukan dan dikembalikan setelah digunakan.

4. Simpan panci dan wajan dalam posisi berdiri

Gunakan rak khusus panci untuk menyusun wajan, panci, dan tutupnya secara menyamping. Cara ini membuat perlengkapan lebih mudah diambil tanpa harus mengangkat seluruh tumpukan.

Selain menghemat ruang kabinet, penyimpanan vertikal juga membantu menjaga susunan peralatan tetap rapi.

5. Pilih penyimpanan tertutup agar meja tetap lega

Holly A. Kopman, pendiri Holly A Kopman Interior Design, dikutip dari Homes & Gardens menyarankan penggunaan penyimpanan tersembunyi di dapur kecil. Beberapa pilihannya meliputi appliance garage, panel kabinet terintegrasi, laci dalam, dan organizer di bagian interior lemari.

Cara ini membantu menyimpan berbagai perlengkapan tanpa membuat permukaan meja dipenuhi barang. Dapur pun terlihat lebih bersih dan lapang.

6. Manfaatkan sudut dan celah yang jarang digunakan

Pojok kabinet berbentuk L, celah di samping kulkas, hingga area bawah sink bisa dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan tambahan. Anda dapat memasang laci tarik (pull-out drawer) agar barang di bagian dalam lebih mudah dijangkau.

Area di atas kulkas juga bisa digunakan untuk menyimpan kontainer berisi bahan makanan kering atau stok perlengkapan yang tidak terlalu sering dipakai.

7. Gunakan wadah seragam dan transparan

Simpan bahan makanan kering, seperti gula, tepung, pasta, dan kacang-kacangan, dalam wadah transparan dengan ukuran yang seragam. Bentuk wadah yang serupa membuat susunannya lebih rapi dan mudah ditata di dalam kabinet.

Jangan lupa memberikan label pada setiap wadah agar isinya mudah dikenali. Cara ini juga membantu anggota keluarga lain mengembalikan bahan makanan ke tempat semula.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menata Penyimpanan Dapur Sempit

Dapur kecil bisa terasa semakin sesak bukan hanya karena keterbatasan luas ruangan, tetapi juga kebiasaan menyimpan barang yang kurang tepat. Beberapa kesalahan sederhana bahkan bisa membuat dapur kembali berantakan meskipun baru saja selesai ditata.

Selain mengurangi kenyamanan, penataan yang keliru juga dapat memengaruhi keamanan penyimpanan. Pusat Medis Universitas Rochester (URMC) mengingatkan bahwa anak-anak memiliki risiko paling tinggi mengalami keracunan akibat bahan kimia rumah tangga. Karena itu, bahan pembersih harus dijauhkan dari makanan dan disimpan dalam kabinet terkunci jika masih bisa dijangkau anak-anak.

Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari:

1. Membeli organizer sebelum menyortir barang

Membeli banyak wadah atau rak tambahan tidak akan menyelesaikan masalah jika jumlah barang di dapur masih terlalu banyak. Sebaiknya, sortir terlebih dahulu perlengkapan yang benar-benar dibutuhkan, kemudian beli organizer sesuai ukuran dan kebutuhan ruang penyimpanan.

2. Menyimpan bahan pembersih bersama bahan makanan

Kolong sink memang sering dimanfaatkan untuk menyimpan sabun dan cairan pembersih. Namun, pastikan bahan kimia tersebut terpisah dari beras, minyak, bumbu, dan bahan makanan lainnya.

Jangan pernah memindahkan cairan pembersih ke dalam botol bekas minuman karena berisiko tertukar dan tertelan. Jika ada anak-anak di rumah, simpan bahan kimia dalam kabinet yang dilengkapi kunci pengaman.

3. Meletakkan peralatan berat di rak tinggi

Mixer, panci presto, dan peralatan berat lainnya sebaiknya disimpan di kabinet bagian bawah agar lebih mudah diambil. Meletakkannya di rak tinggi berisiko menyebabkan barang terjatuh saat hendak diturunkan.

Gunakan rak atas untuk menyimpan perlengkapan ringan atau barang yang jarang digunakan.

4. Membiarkan meja dapur dipenuhi barang

Meja dapur seharusnya menjadi area untuk menyiapkan bahan dan mengolah makanan, bukan tempat menumpuk berbagai perlengkapan. Sisakan hanya peralatan yang benar-benar digunakan setiap hari, sedangkan barang lainnya bisa disimpan di kabinet atau rak.

5. Menyimpan terlalu banyak barang serupa

Memiliki beberapa barang dengan fungsi yang sama dapat membuat ruang penyimpanan cepat penuh. Misalnya, menyimpan terlalu banyak talenan atau beberapa set mangkuk adonan yang jarang digunakan.

Pilih satu atau dua perlengkapan yang paling sering dipakai dan singkirkan sisanya jika memang tidak diperlukan.

6. Mengabaikan sudut dan kolong dapur

Sudut kabinet, celah di antara perabot, dan area bawah sink sering kali dibiarkan kosong atau justru menjadi tempat penumpukan barang. Padahal, area tersebut bisa dimanfaatkan dengan menambahkan laci tarik maupun keranjang kecil.

Pastikan ukuran penyimpanan tambahan sesuai dengan ruang yang tersedia agar tidak mengganggu akses ke area lainnya.

7. Tidak memiliki rutinitas merapikan dapur

Sistem penyimpanan yang sudah ditata dengan baik bisa kembali berantakan jika barang tidak dikembalikan ke tempat semula. Karena itu, biasakan merapikan dapur setelah selesai memasak atau sebelum beristirahat.

Luangkan sekitar lima menit setiap malam untuk membersihkan meja, mengembalikan perlengkapan ke tempatnya, dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal di area kerja. Kebiasaan sederhana ini membantu dapur tetap rapi dalam jangka panjang.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Penyimpanan di Dapur Sempit

Apa langkah paling awal untuk menata penyimpanan dapur kecil?

Mulailah dengan mengeluarkan dan menyortir semua barang. Setelah tahu mana yang benar-benar dipakai, baru ukur ruang dan tentukan jenis rak atau organizer yang dibutuhkan.

Apakah rak terbuka membuat dapur sempit terlihat berantakan?

Bisa saja, kalau isinya terlalu banyak atau tidak seragam. Gunakan rak terbuka untuk barang yang sering dipakai dan wadah yang senada, lalu simpan sisanya di kabinet tertutup.

Di mana sebaiknya menyimpan sabun dan cairan pembersih di dapur kecil?

Simpan di kabinet terpisah dari bahan makanan, misalnya kolong sink yang diberi keranjang khusus. Jika ada anak kecil di rumah, pasang kunci pengaman pada pintu kabinet tersebut.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6