Cara Menanam Kacang Lupin, Sumber Pangan Biji-Bijian Sekaligus Tanaman Hias

Kenali cara menanam kacang lupin, mulai dari memilih benih, menyiapkan media, hingga merawat tanaman dan memanen bijinya.

Diterbitkan 04 November 2026, 20:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kacang lupin atau lupin (Lupinus) dikenal sebagai tanaman berbunga dengan bentuk tandan yang menjulang dan warna yang beragam. Bunganya dapat berwarna putih, merah muda, ungu, biru, hingga kuning sehingga menarik dijadikan penghias taman maupun halaman rumah.

Namun, lupin tidak hanya menarik dari segi penampilan. Beberapa jenisnya juga dimanfaatkan sebagai sumber pangan karena bijinya mengandung protein dan serat. Tanaman dari keluarga Fabaceae ini bahkan mampu bersimbiosis dengan bakteri tertentu pada akarnya untuk membantu mengikat nitrogen dari udara.

Meski begitu, menanam kacang lupin membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pemilihan varietas dan kondisi lingkungan. Tanaman ini lebih menyukai suhu yang relatif sejuk sehingga tidak semua wilayah cocok untuk membudidayakannya. Berikut panduan menanam kacang lupin sekaligus hal penting yang perlu diketahui sebelum memanfaatkan bijinya.

Mengenal Kacang Lupin dan Manfaatnya

Lupin merupakan kelompok tanaman dari genus Lupinus yang termasuk keluarga kacang-kacangan atau Fabaceae. Tanaman ini memiliki bunga berbentuk tandan dengan susunan bunga kecil yang tumbuh rapat pada satu tangkai.

Menurut Royal Horticultural Society (RHS), lupin dapat tumbuh di tempat yang mendapat sinar matahari cukup dan memiliki tanah dengan drainase baik. Sejumlah varietasnya juga dikenal memiliki bunga berwarna-warni dan cocok ditanam sebagai tanaman hias.

Selain sebagai tanaman taman, beberapa spesies lupin dibudidayakan untuk diambil bijinya. Salah satunya adalah lupin putih (Lupinus albus). Biji lupin mengandung protein dan serat dalam jumlah cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi bahan pangan alternatif.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecules pada 2022 membahas kandungan nutrisi biji lupin putih, termasuk protein dan serat. Meski demikian, pemanfaatannya sebagai makanan harus memperhatikan kandungan alkaloid yang secara alami terdapat pada biji lupin.

Cara Menanam Kacang Lupin di Rumah

Menanam lupin dapat dilakukan menggunakan biji. Sebelum mulai, pastikan benih berasal dari varietas yang sesuai dengan tujuan penanaman. Varietas untuk tanaman hias belum tentu aman dikonsumsi, sedangkan varietas pangan perlu dipilih berdasarkan karakter dan kandungan alkaloidnya.

1. Pilih Benih Lupin yang Sesuai

Langkah pertama adalah menentukan jenis lupin yang ingin ditanam. Jika tujuannya mempercantik taman, pilih varietas hias yang memiliki warna bunga sesuai selera. Beberapa jenis lupin memiliki bentuk tanaman lebih pendek sehingga cocok ditanam di pot.

Jika ingin membudidayakannya sebagai sumber pangan, pilih benih dari varietas pangan yang telah dipastikan memiliki kandungan alkaloid rendah. Agriculture Victoria menjelaskan bahwa lupin berdaun lebar (Lupinus albus) lebih banyak dimanfaatkan untuk konsumsi manusia, sedangkan lupin berdaun sempit (Lupinus angustifolius) juga banyak digunakan untuk pakan ternak.

Informasi tersebut dapat dibaca melalui panduan Growing Lupin in Victoria.

2. Siapkan Media Tanam yang Gembur

Lupin membutuhkan media tanam yang tidak mudah menahan air. Tanah yang terlalu basah dapat mengganggu pertumbuhan akar dan meningkatkan risiko pembusukan.

Gunakan campuran tanah gembur dengan bahan organik matang dan material yang membantu memperbaiki drainase. Pastikan pot memiliki lubang di bagian bawah agar kelebihan air dapat mengalir keluar.

RHS menyarankan penanaman lupin pada tanah yang memiliki drainase baik. Tanaman ini juga dapat tumbuh di tanah netral hingga sedikit asam, bergantung pada varietasnya.

3. Rendam dan Siapkan Benih Sesuai Petunjuk

Periksa petunjuk pada kemasan benih sebelum melakukan penyemaian. Perlakuan awal seperti perendaman tidak selalu diperlukan untuk setiap jenis lupin. Karena itu, jangan menerapkan satu metode untuk semua varietas.

Gunakan benih yang sehat dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Jika benih memiliki kulit yang sangat keras, ikuti rekomendasi pemasok benih mengenai perlakuan sebelum tanam.

4. Tanam Benih pada Kedalaman yang Tepat

Buat lubang tanam pada media yang telah disiapkan, kemudian masukkan benih dan tutup kembali dengan tanah. Panduan teknis Procrop Lupin Growth & Development dari New South Wales Department of Primary Industries menjelaskan bahwa kedalaman tanam sekitar 2–4 cm dapat digunakan untuk membantu pembentukan tanaman.

Setelah benih ditanam, siram media secara perlahan hingga lembap. Hindari menyiram terlalu banyak karena kondisi media yang terus-menerus basah tidak baik bagi pertumbuhan lupin.

5. Letakkan di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari

Lupin membutuhkan cahaya matahari untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan bunga. Pilih lokasi yang mendapat sinar matahari cukup, tetapi perhatikan kondisi suhu di sekitar tanaman.

Tanaman ini lebih sesuai dengan lingkungan bersuhu relatif sejuk. Agriculture Victoria menyebutkan bahwa suhu tinggi yang berlangsung selama beberapa hari, terutama di atas 30 derajat Celsius, dapat menyebabkan bunga lupin rontok.

Karena itu, penanaman di dataran rendah Indonesia yang panas dan lembap bisa menjadi tantangan. Jika ingin mencoba menanamnya, pertimbangkan lokasi dataran tinggi atau gunakan pot agar tanaman lebih mudah dipindahkan ke tempat yang sesuai.

6. Siram Secara Teratur dan Hindari Genangan

Selama masa awal pertumbuhan, jaga media tanam agar tetap lembap. Frekuensi penyiraman dapat disesuaikan dengan cuaca, kondisi media, dan ukuran pot.

Periksa kelembapan tanah sebelum menyiram kembali. Jika bagian atas media masih terasa basah, tunda penyiraman. Cara ini membantu mencegah kelebihan air yang dapat mengganggu kesehatan akar.

7. Berikan Pupuk Secukupnya

Lupin termasuk keluarga kacang-kacangan yang dapat membentuk hubungan simbiosis dengan bakteri Rhizobium pada bintil akarnya. Bakteri tersebut membantu proses pengikatan nitrogen dari udara.

Namun, kemampuan tersebut bergantung pada keberadaan bakteri yang sesuai dan kondisi tanah. Karena itu, jangan berasumsi bahwa semua tanaman lupin otomatis mendapatkan nitrogen dalam jumlah cukup tanpa memperhatikan kondisi media tanam.

Gunakan pupuk secara bijak dan hindari pemberian nitrogen berlebihan. Terlalu banyak pupuk dapat mendorong pertumbuhan daun, tetapi belum tentu mendukung pembungaan secara optimal.

Tips Merawat Tanaman Lupin agar Tumbuh Subur

Perawatan yang tepat membantu lupin tumbuh lebih sehat dan menghasilkan bunga yang menarik. Beberapa hal berikut dapat diperhatikan selama masa pertumbuhan.

  • Perhatikan suhu lingkungan: Usahakan tanaman tidak terus-menerus terpapar suhu panas ekstrem.
  • Jaga drainase: Pastikan air tidak menggenang di sekitar akar.
  • Buang bunga yang layu: Pangkas tangkai bunga yang sudah selesai mekar untuk menjaga penampilan tanaman.
  • Periksa kondisi daun: Amati perubahan warna, bercak, atau tanda serangan hama secara berkala.
  • Gunakan penyangga bila diperlukan: Varietas dengan tangkai bunga tinggi mungkin membutuhkan penyangga agar tidak mudah rebah.

Cara Memanen Biji Kacang Lupin

Jika menanam varietas lupin yang memang dibudidayakan untuk menghasilkan biji, proses panen dilakukan ketika polong telah matang. Salah satu tandanya adalah polong berubah menjadi kecokelatan dan biji di dalamnya telah berkembang.

Dalam panduan budidayanya, Agriculture Victoria menjelaskan bahwa polong lupin dipanen ketika sudah matang dan berwarna cokelat. Waktu panen yang tepat membantu memperoleh biji yang telah berkembang dengan baik.

Namun, biji yang sudah matang tidak otomatis aman untuk dikonsumsi. Pastikan varietas yang ditanam memang termasuk jenis pangan dengan kandungan alkaloid rendah dan telah melalui pengolahan yang sesuai.

Hal Penting Sebelum Mengonsumsi Biji Lupin

Bagian ini perlu diperhatikan karena biji lupin secara alami mengandung senyawa alkaloid kuinolizidin. Pada varietas pahit, kandungan senyawa tersebut dapat tinggi dan berisiko menyebabkan keracunan jika dikonsumsi.

German Federal Institute for Risk Assessment (BfR) menjelaskan bahwa biji lupin dengan kandungan alkaloid tinggi dapat menimbulkan risiko kesehatan. Varietas manis yang memiliki kandungan alkaloid rendah lebih sesuai untuk pemanfaatan pangan, tetapi tetap harus berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

Penelitian dalam jurnal Food Chemistry pada 2023 juga membahas perubahan kandungan alkaloid selama pengolahan lupin. Proses pengolahan tertentu dapat mengurangi kadarnya, tetapi tingkat pengurangan bergantung pada metode yang digunakan.

Oleh sebab itu, jangan mengonsumsi biji dari tanaman lupin hias atau biji yang jenisnya tidak diketahui. Jangan pula menganggap perebusan biasa sudah cukup untuk menghilangkan seluruh kandungan alkaloid. Selain itu, lupin dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang, termasuk kemungkinan reaksi silang dengan alergi kacang tanah.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Kacang Lupin

1. Apakah kacang lupin bisa ditanam di Indonesia?

Lupin dapat dicoba ditanam di Indonesia, tetapi kondisi suhu menjadi salah satu tantangan. Tanaman ini lebih menyukai lingkungan relatif sejuk sehingga dataran tinggi berpotensi lebih sesuai dibandingkan dataran rendah yang panas.

2. Apakah semua jenis lupin bisa dimakan?

Tidak. Tidak semua jenis lupin aman dikonsumsi. Biji dari varietas pahit dapat mengandung alkaloid dalam jumlah tinggi. Untuk pangan, gunakan varietas yang memang dikembangkan sebagai bahan makanan dan memiliki kandungan alkaloid rendah.

3. Apakah lupin cocok ditanam di dalam pot?

Ya. Beberapa varietas lupin, terutama yang berukuran pendek, dapat ditanam di pot. Gunakan wadah dengan drainase baik dan sesuaikan ukuran pot dengan pertumbuhan akar tanaman.

4. Berapa kedalaman untuk menanam benih lupin?

Kedalaman sekitar 2–4 cm dapat menjadi acuan awal untuk penyemaian benih lupin. Namun, tetap perhatikan petunjuk dari pemasok benih karena kebutuhan setiap varietas dapat berbeda.

5. Apakah lupin membutuhkan banyak air?

Lupin membutuhkan air untuk mendukung pertumbuhan, terutama saat baru ditanam. Namun, tanaman ini tidak menyukai media yang terus-menerus basah atau tergenang. Siram sesuai kelembapan tanah dan kondisi cuaca.

6. Apakah tanaman lupin beracun?

Beberapa jenis lupin mengandung alkaloid alami yang dapat berbahaya jika tertelan. Karena itu, jangan mengonsumsi biji dari tanaman hias atau varietas yang belum dipastikan aman untuk pangan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6