7 Ciri Orang yang Tidak Suka Kejutan Menurut Psikologi, Lebih Nyaman dengan Kepastian

Orang yang tidak suka kejutan memiliki sejumlah kecenderungan psikologis. Kenali 7 cirinya, mulai dari suka rutinitas hingga butuh kepastian.

Diterbitkan 04 November 2026, 20:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ciri orang yang tidak suka kejutan menurut psikologi dapat terlihat dari cara seseorang merespons perubahan mendadak, informasi yang belum jelas, atau rencana yang tiba-tiba berubah. Sikap ini tidak selalu menunjukkan kepribadian yang kaku, melainkan bisa berkaitan dengan kebutuhan akan rasa aman dan kepastian.

Dalam jurnal Individual Differences in Need for Cognitive Closure (1994), Donna M. Webster dan Arie W. Kruglanski menjelaskan bahwa kebutuhan akan kepastian dapat berkaitan dengan kesukaan terhadap keteraturan, prediktabilitas, dan ketidaknyamanan menghadapi situasi yang ambigu. R. Nicholas Carleton melalui jurnal Into the Unknown: A Review and Synthesis of Contemporary Models Involving Uncertainty (2016) juga membahas hubungan ketidakpastian dengan rasa takut dan kecemasan.

American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa perubahan rencana dan masa depan yang tidak jelas dapat memicu stres pada sebagian orang. Berikut ciri orang yang tidak suka kejutan menurut psikologi dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (4/11/2026).

1. Lebih Nyaman dengan Rencana yang Teratur

Orang yang tidak menyukai kejutan biasanya merasa lebih nyaman ketika sudah mengetahui apa yang akan dilakukan. Mereka cenderung menyusun jadwal, menentukan tujuan, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan sebelum menjalankan aktivitas.

Kebiasaan tersebut membuat mereka memiliki gambaran mengenai hal-hal yang akan terjadi. Rencana yang tersusun juga membantu mengurangi perasaan tidak pasti ketika menghadapi suatu kegiatan.

Penelitian Donna M. Webster dan Arie W. Kruglanski dalam Individual Differences in Need for Cognitive Closure (1994) menjelaskan bahwa kebutuhan akan kepastian dapat terlihat melalui keinginan terhadap keteraturan dan hal-hal yang mudah diprediksi.

2. Suka Mengetahui Informasi Sebelum Mengambil Keputusan

Ciri berikutnya adalah senang mengetahui informasi secara lengkap sebelum menyetujui suatu kegiatan. Mereka biasanya ingin memahami waktu, tempat, tujuan, dan orang-orang yang terlibat.

Kebiasaan bertanya bukan berarti selalu bersikap cerewet atau terlalu banyak pertimbangan. Informasi yang jelas dapat membantu mereka mempersiapkan diri dan merasa lebih tenang ketika menghadapi sesuatu.

Dalam jurnal Toward a Definition of Intolerance of Uncertainty (2011), Jane Birrell, Kevin Meares, Andrew Wilkinson, dan Mark Freeston menjelaskan bahwa keinginan memperoleh kepastian dapat terlihat melalui usaha aktif seseorang untuk mencari informasi yang membuat keadaan lebih mudah diprediksi.

3. Mudah Merasa Tidak Nyaman Ketika Rencana Berubah Mendadak

Perubahan jadwal secara tiba-tiba bisa menjadi hal yang cukup mengganggu bagi orang yang menyukai keteraturan. Misalnya, pembatalan perjalanan, perubahan waktu pertemuan, atau ajakan pergi tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Mereka mungkin membutuhkan waktu untuk memahami perubahan tersebut sebelum menentukan tindakan selanjutnya. Situasi yang sebelumnya sudah dipersiapkan dapat membuat mereka merasa harus menyusun ulang banyak hal.

American Psychological Association dalam artikel 10 Tips for Dealing With the Stress of Uncertainty (2026) menjelaskan bahwa gangguan terhadap rencana dan ketidakjelasan masa depan dapat memicu stres serta kecemasan pada sebagian orang.

4. Tidak Nyaman Menghadapi Situasi yang Belum Jelas

Orang yang tidak menyukai kejutan juga cenderung kurang nyaman ketika menghadapi situasi tanpa kepastian. Mereka ingin mengetahui kemungkinan yang akan terjadi daripada harus menunggu hasil tanpa memperoleh gambaran sebelumnya.

Contohnya, mereka bisa merasa gelisah ketika mendapatkan pesan penting tanpa penjelasan lengkap. Kondisi seperti menunggu pengumuman atau menghadapi keputusan yang belum memiliki kepastian juga dapat membuat pikiran terus bekerja.

Webster dan Kruglanski melalui penelitian tahun 1994 menjelaskan bahwa ketidaknyamanan terhadap keadaan ambigu merupakan salah satu aspek kebutuhan akan kepastian. Kecenderungan ini membuat sebagian orang lebih menyukai jawaban yang jelas daripada kemungkinan yang belum terjawab.

5. Cenderung Menghindari Keputusan yang Terlalu Spontan

Tidak semua orang menikmati kegiatan yang dilakukan secara mendadak. Sebagian orang lebih memilih mempertimbangkan suatu ajakan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk ikut.

Misalnya, mereka mungkin menolak ajakan perjalanan mendadak karena belum menyiapkan waktu, perlengkapan, atau kebutuhan lainnya. Keputusan tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa mereka tidak suka bersosialisasi.

Jane Birrell dan rekan-rekannya dalam jurnal Toward a Definition of Intolerance of Uncertainty (2011) menjelaskan bahwa ketidaknyamanan terhadap ketidakpastian dapat muncul dalam bentuk kesulitan berpikir atau bertindak ketika menghadapi situasi yang belum jelas.

6. Sering Memikirkan Kemungkinan Terburuk

Orang yang tidak menyukai kejutan terkadang terbiasa memikirkan berbagai kemungkinan sebelum sesuatu terjadi. Mereka bisa membayangkan hambatan, kegagalan, atau masalah yang mungkin muncul dari sebuah situasi.

Sebagai contoh, ketika mendapat kabar bahwa ada pertemuan penting, mereka mungkin langsung memikirkan isi pembicaraan dan kemungkinan hasil yang kurang menyenangkan. Kebiasaan tersebut dapat membuat mereka sulit menikmati sesuatu yang belum memiliki kepastian.

American Psychological Association menjelaskan bahwa ketika menghadapi ketidakpastian, sebagian orang cenderung membayangkan kemungkinan terburuk dan terus memikirkan hal-hal yang berada di luar kendalinya. Kecenderungan ini dapat membuat tekanan emosional semakin terasa.

7. Lebih Menyukai Rutinitas dan Kebiasaan yang Sudah Dikenal

Rutinitas menjadi salah satu hal yang dapat memberikan rasa nyaman bagi orang yang tidak menyukai kejutan. Mereka biasanya memiliki kebiasaan tertentu dalam mengatur waktu, menyelesaikan pekerjaan, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.

Perubahan kebiasaan yang berlangsung tiba-tiba mungkin membutuhkan penyesuaian lebih besar. Mereka cenderung memilih cara yang sudah dikenal karena bisa memperkirakan langkah dan hasil yang akan diperoleh.

American Psychological Association dalam artikel 10 Tips for Dealing With the Stress of Uncertainty (2026) menyebutkan bahwa rutinitas dapat memberikan struktur yang membantu seseorang menghadapi ketidakpastian. Kebiasaan sederhana seperti menyusun jadwal mingguan juga dapat memberikan perasaan lebih terkendali.

Apakah Tidak Suka Kejutan Termasuk Gangguan Psikologis?

Tidak suka kejutan bukan berarti seseorang mengalami gangguan psikologis. Setiap orang mempunyai tingkat kenyamanan yang berbeda ketika menghadapi perubahan, ketidakpastian, dan situasi yang tidak direncanakan.

Dalam psikologi, terdapat konsep intolerance of uncertainty atau ketidakmampuan menoleransi ketidakpastian. R. Nicholas Carleton dalam jurnal Into the Unknown (2016) menjelaskan bahwa respons terhadap hal yang tidak diketahui berkaitan dengan sejumlah proses emosi dan psikologis, termasuk kecemasan.

Seseorang perlu mempertimbangkan bantuan profesional apabila ketidaknyamanan terhadap perubahan sampai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, atau aktivitas sehari-hari. Kebiasaan menyukai kepastian tetap bisa dikelola dengan belajar menghadapi perubahan secara bertahap dan membangun cara mengatasi stres yang sehat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Orang yang Tidak Suka Kejutan

1. Mengapa ada orang yang tidak suka kejutan?

Sebagian orang membutuhkan kepastian dan persiapan sebelum menghadapi suatu keadaan. Kejutan dapat membuat mereka merasa kehilangan kendali atau harus menyesuaikan rencana secara mendadak.

2. Apakah orang yang tidak suka kejutan termasuk introvert?

Tidak selalu. Kesukaan terhadap kepastian dan sifat introvert merupakan dua hal yang berbeda. Orang ekstrovert juga bisa tidak menyukai kejutan.

3. Apakah tidak suka kejutan berarti seseorang terlalu kaku?

Tidak. Sikap tersebut bisa menunjukkan bahwa seseorang lebih nyaman dengan keteraturan dan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan.

4. Apakah orang yang tidak suka kejutan mudah mengalami kecemasan?

Sebagian orang dengan toleransi rendah terhadap ketidakpastian lebih rentan mengalami kekhawatiran. Namun, tidak semua orang yang tidak menyukai kejutan mengalami kecemasan.

5. Bagaimana cara menghadapi orang yang tidak suka kejutan?

Berikan informasi atau pemberitahuan terlebih dahulu sebelum membuat rencana. Hargai kebutuhan mereka untuk mempersiapkan diri dan jangan memaksakan kejutan yang membuat tidak nyaman.