6 Cara Mengusir Kutu Kebul pada Tanaman Tomat dengan Bahan Dapur

Cara mengusir kutu kebul pada tanaman tomat dengan bahan dapur memakai sabun, bawang putih, dan cabai agar tanaman tetap sehat dan produktif.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengusir kutu kebul pada tanaman tomat dengan bahan dapur dapat dilakukan memakai sabun cair, bawang putih, dan cabai. Kutu kebul sering menempel di bawah daun tomat, mengisap cairan tanaman, lalu membuat daun menguning dan pertumbuhan melambat.

Hama ini aktif pada siang hari dan mudah menyebar saat tanaman terganggu. Serangan berat dapat menyebabkan daun keriting, tanaman kerdil, serta menurunkan hasil panen tomat. Pengendalian awal penting agar populasi kutu kebul tidak meningkat cepat ya.

Pestisida alami dari bahan dapur lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan bahan kimia berlebihan. Penyemprotan rutin pada bagian bawah daun membantu mengurangi kutu kebul dan menjaga tanaman tomat sehat subur serta mampu berproduksi lebih optimal. Simak cara mengusir kutu kebul pada tanaman tomat dengan bahan dapur, oleh Liputan6.com, Selasa (28/7/2026).

1. Larutan Sabun Cuci Piring

Larutan sabun cuci piring dapat digunakan untuk mengusir kutu kebul pada tanaman tomat karena mampu merusak lapisan pelindung tubuh hama sehingga hama cepat melemah dan mati. Caranya, campurkan 1 sendok makan sabun cuci piring cair ke dalam sekitar 900 ml air, lalu masukkan ke botol semprot dan kocok perlahan hingga tercampur rata.

Gunakan sabun yang lembut dan tidak mengandung pemutih atau bahan antibakteri agar lebih aman bagi tanaman. Semprotkan larutan terutama pada bagian bawah daun tomat karena kutu kebul biasanya berkumpul di area tersebut.

Lakukan penyemprotan pada sore hari agar daun tidak mudah terbakar sinar matahari. Ulangi setiap 5–7 hari sampai populasi kutu kebul berkurang dan tanaman kembali sehat.

2. Campuran Sabun dan Minyak Sayur

Campuran sabun dan minyak sayur bekerja dengan cara melapisi tubuh kutu kebul sehingga pernapasan hama terganggu dan perkembangannya terhambat. Siapkan 1 liter air, tambahkan ½ sendok makan minyak sayur, lalu masukkan ½–¾ sendok makan sabun cair lembut atau sampo bayi nonpewangi.

Kocok perlahan hingga campuran menyatu sebelum digunakan. Semprotkan secara merata pada daun tomat, terutama bagian bawah daun dan pucuk muda yang sering menjadi tempat hama berkembang. Hindari penyemprotan saat cuaca sangat panas karena minyak dapat meningkatkan risiko daun terbakar.

Gunakan pada pagi atau sore hari, kemudian ulangi setiap 5–7 hari. Cara ini cukup efektif untuk serangan ringan hingga sedang dan dapat dipadukan dengan sanitasi tanaman agar hasil pengendalian lebih maksimal.

3. Larutan Bawang Putih

Bawang putih mengandung senyawa allicin yang memiliki sifat insektisida alami dan efektif membantu mengusir kutu kebul pada tanaman tomat. Untuk membuatnya, haluskan 4–5 siung bawang putih, campurkan dengan 1 liter air, lalu diamkan beberapa jam agar senyawa aktifnya larut. Setelah itu saring larutan dan masukkan ke botol semprot.

Semprotkan pada daun yang terserang, terutama bagian bawah daun dan area pucuk muda. Gunakan pada pagi atau sore hari agar larutan bekerja lebih lama dan tidak cepat menguap. Ulangi penyemprotan seminggu sekali pada musim hujan atau dua minggu sekali saat cuaca kering.

Hindari menyemprot seluruh kebun bila hanya beberapa tanaman yang terserang agar serangga bermanfaat di sekitar tanaman tetap aman dan tidak terganggu.

4. Pestisida Bawang Merah, Bawang Putih, dan Kunyit

Campuran bawang merah, bawang putih, dan kunyit merupakan pestisida nabati yang lebih kuat untuk mengatasi serangan kutu kebul yang cukup banyak pada tanaman tomat. Haluskan 3 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, dan sekitar 1–2 ons kunyit, lalu campurkan dengan 500 ml air. Tuang ke wadah berisi tambahan 500 ml air, aduk rata, kemudian saring dan diamkan minimal 24 jam agar senyawa aktifnya lebih optimal.

Masukkan larutan ke botol semprot dan aplikasikan pada bagian atas serta bawah daun tomat. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari dan diulang setiap 7 hari sampai hama berkurang. Kunyit membantu menekan pertumbuhan mikroba, sedangkan bawang merah dan bawang putih memberikan efek pengusir dan penghambat perkembangan hama.

5. Pestisida Cabai Rawit

Cabai rawit mengandung capsaicin yang bersifat mengiritasi dan efektif mengusir kutu kebul serta hama bertubuh lunak lainnya pada tanaman tomat. Cincang 5–6 cabai rawit segar, rendam dalam ½ cangkir minyak sayur selama 3–4 hari, lalu saring minyaknya. Campurkan minyak cabai dengan 3,5 liter air dan 4 sendok makan sabun cair, kemudian kocok hingga merata.

Semprotkan pada daun tomat yang terserang dan tanah di sekitar pangkal tanaman. Aplikasi paling baik dilakukan pada pagi atau malam hari agar larutan tidak cepat menguap. Gunakan sarung tangan saat membuat dan menyemprot larutan agar kulit tidak terasa panas. Ulangi setiap 5–7 hari sampai populasi kutu kebul menurun dan pertumbuhan tanaman tomat kembali normal serta lebih sehat.

6. Ekstrak Kulit Bawang Putih

Kulit bawang putih yang biasanya dibuang ternyata dapat dimanfaatkan sebagai pengusir kutu kebul pada tanaman tomat karena masih mengandung senyawa aktif yang bersifat pestisida alami. Kumpulkan kulit bawang putih secukupnya, lalu rendam atau blender dengan air hingga diperoleh ekstrak.

Untuk penggunaan sederhana, campurkan sekitar 7 bagian ekstrak dengan 3 bagian air, kemudian saring agar tidak menyumbat nozzle semprotan. Semprotkan larutan pada daun tomat yang terserang, terutama bagian bawah daun tempat kutu kebul sering bersembunyi.

Lakukan penyemprotan pada sore hari dan ulangi setiap beberapa hari sesuai tingkat serangan hama. Cara ini cocok bagi yang ingin memanfaatkan limbah dapur menjadi pestisida ramah lingkungan sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia pada tanaman tomat di rumah.

Pertanyaan Seputar Mengusir Kutu Kebul pada Tanaman Tomat

Apa saja tanda-tanda serangan kutu kebul pada tanaman tomat?

Serangan kutu kebul dapat menyebabkan daun tanaman menguning, keriting, pertumbuhan terhambat, dan tanaman menjadi kerdil. Hama ini juga dapat menyebarkan virus kuning atau gemini yang menyebabkan penularan penyakit pada tanaman.

Bahan dapur apa yang paling efektif untuk mengusir kutu kebul?

Sabun cair, bawang putih, bawang merah, kunyit, dan cabai rawit cukup efektif sebagai pestisida alami.

Kapan waktu terbaik untuk menyemprotkan pestisida alami pada tanaman tomat?

Sebaiknya semprotkan larutan pestisida alami pada sore hari saat suhu cenderung dingin, atau pada pagi/malam hari untuk menghindari terik matahari. Ini membantu mencegah daun terbakar dan meningkatkan efektivitas.

Apakah pestisida alami aman untuk tanaman tomat?

Umumnya lebih aman dan ramah lingkungan jika digunakan dengan dosis yang tepat dan tidak berlebihan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6