Liputan6.com, Jakarta - Handuk menjadi perlengkapan mandi sehari-hari sehingga kebersihannya perlu mendapat perhatian. Bau apek sering muncul akibat kelembapan, sisa sabun, atau proses pengeringan kurang maksimal. Itulah alasan banyak orang mencari tips mencuci handuk agar tidak bau supaya kain tetap bersih, nyaman dipakai dan terasa segar setiap saat.
Mencuci handuk tidak cukup hanya memakai deterjen lalu membilasnya hingga bersih. Cara pengeringan, frekuensi pencucian, hingga penyimpanan ikut memengaruhi kondisi kain setelah digunakan berulang kali. Beragam tips mencuci handuk agar tidak bau dapat diterapkan secara sederhana di rumah, tanpa memerlukan perlengkapan khusus.
Handuk bersih bukan hanya membuat aktivitas mandi terasa lebih nyaman, tetapi juga membantu menjaga kebersihan tubuh dari kuman maupun jamur. Perawatan rutin mampu mempertahankan kelembutan serat kain, agar tetap menyerap air secara optimal. Penerapan tips mencuci handuk agar tidak bau juga membantu memperpanjang usia pakai handuk.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (27/7/2026).
1. Jangan Biarkan Handuk Tetap Basah Terlalu Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308597/original/094967000_1785148801-Screenshot_2026-07-27_173711.jpg)
Salah satu penyebab utama munculnya bau tidak sedap pada handuk adalah kebiasaan membiarkannya tetap basah setelah digunakan. Kondisi lembap menjadi lingkungan yang sangat ideal bagi pertumbuhan bakteri, jamur, dan mikroorganisme lain yang dapat berkembang biak dengan cepat pada serat kain. Apabila kebiasaan ini terus dilakukan, handuk akan lebih mudah mengeluarkan aroma apek meskipun terlihat bersih dari luar.
Setelah selesai digunakan, segera bentangkan handuk lalu jemur hingga benar-benar kering. Hindari menggantung handuk dalam keadaan terlipat, menumpuknya bersama handuk lain, atau membiarkannya berada terlalu lama di kamar mandi yang memiliki kelembapan tinggi. Proses pengeringan yang sempurna akan membantu menjaga kebersihan handuk sekaligus mencegah timbulnya bau tidak sedap.
2. Cuci Handuk Secara Rutin
Meskipun digunakan setelah tubuh bersih, handuk tetap menyerap air, minyak alami kulit, sisa sabun, sel-sel kulit mati, hingga berbagai kotoran yang tidak terlihat oleh mata. Apabila handuk digunakan berulang kali tanpa dicuci, berbagai kotoran tersebut akan menumpuk pada serat kain sehingga memicu munculnya bau, menurunkan daya serap, bahkan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
Idealnya, handuk mandi dicuci setelah digunakan sekitar tiga hingga lima kali, meskipun frekuensi tersebut dapat disesuaikan dengan intensitas pemakaian dan kondisi lingkungan. Mencuci handuk secara rutin membantu menjaga kebersihan serat kain, mempertahankan kelembutan, serta membuat handuk tetap nyaman digunakan setiap hari.
3. Gunakan Deterjen Secukupnya
Masih banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak deterjen yang digunakan, hasil cucian akan semakin bersih. Padahal, penggunaan deterjen secara berlebihan justru dapat meninggalkan residu pada serat kain. Sisa deterjen tersebut akan menumpuk dari waktu ke waktu sehingga membuat handuk terasa lebih kasar, mengurangi kemampuan menyerap air, dan memunculkan aroma kurang sedap setelah digunakan.
Gunakan deterjen sesuai takaran yang dianjurkan berdasarkan jumlah handuk dan kapasitas mesin cuci. Takaran yang tepat mampu membersihkan kotoran secara optimal tanpa meninggalkan residu berlebihan sehingga handuk tetap bersih, lembut, dan nyaman dipakai.
Advertisement
4. Tambahkan Cuka Putih Saat Mencuci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308598/original/096685300_1785148801-Screenshot_2026-07-27_173616.jpg)
Cuka putih merupakan salah satu bahan alami yang cukup efektif membantu menghilangkan bau apek pada handuk. Kandungan asam alaminya mampu meluruhkan sisa deterjen yang menempel di serat kain sekaligus membantu mengurangi bau tidak sedap yang sulit dihilangkan melalui pencucian biasa.
Tambahkan cuka putih secukupnya pada tahap pembilasan sesuai petunjuk penggunaan mesin cuci atau kebutuhan pencucian. Penggunaan dalam jumlah yang tepat dapat membantu menjaga kelembutan handuk tanpa merusak serat kain sehingga hasil cucian terasa lebih segar.
5. Hindari Penggunaan Pelembut Pakaian Berlebihan
Pelembut pakaian memang dapat memberikan sensasi kain yang lebih halus dan harum setelah dicuci. Akan tetapi, penggunaan dalam jumlah berlebihan dapat membentuk lapisan tipis pada permukaan serat handuk. Lapisan tersebut membuat kemampuan handuk dalam menyerap air berkurang sehingga fungsinya menjadi kurang maksimal.
Selain itu, residu pelembut yang terus menumpuk juga berpotensi memerangkap kelembapan sehingga bau lebih mudah muncul. Oleh sebab itu, gunakan pelembut secukupnya atau hanya sesekali apabila memang diperlukan agar kualitas handuk tetap terjaga.
6. Gunakan Air Hangat Jika Memungkinkan
Air hangat dapat membantu melarutkan minyak tubuh, sisa sabun, keringat, serta berbagai kotoran yang menempel lebih efektif dibandingkan air dingin pada jenis kain tertentu. Suhu hangat juga membantu proses pencucian menjadi lebih optimal sehingga handuk terasa lebih bersih setelah selesai dicuci.
Meskipun demikian, selalu perhatikan petunjuk perawatan pada label handuk sebelum menggunakan air hangat. Dengan mengikuti rekomendasi suhu pencucian, kualitas serat kain tetap terjaga sehingga handuk dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama.
7. Pisahkan Handuk dari Pakaian Lain
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5118982/original/026329100_1738561994-Depositphotos_80939654_L.jpg)
Mencuci handuk bersama pakaian sehari-hari dapat menyebabkan perpindahan kotoran, serat kain, maupun bakteri dari satu jenis cucian ke jenis lainnya. Selain itu, karakteristik handuk yang lebih tebal membuat proses pencuciannya berbeda dibandingkan pakaian biasa sehingga hasilnya sering kali kurang maksimal apabila dicampur dalam satu mesin cuci.
Sebaiknya cuci handuk secara terpisah agar proses pencucian berlangsung lebih efektif. Cara ini membantu menjaga kebersihan handuk, mengurangi risiko kontaminasi silang, serta mempertahankan kualitas serat kain agar tetap lembut dan memiliki daya serap yang baik.
8. Pastikan Handuk Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan
Setelah selesai dicuci, jemur handuk di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik serta mendapatkan sinar matahari hingga benar-benar kering. Pengeringan yang sempurna merupakan langkah penting untuk mencegah kelembapan tertinggal di dalam serat kain.
Jangan langsung melipat atau menyimpan handuk apabila masih terasa sedikit lembap. Kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri sehingga aroma apek akan muncul meskipun handuk baru saja dicuci.
9. Bersihkan Mesin Cuci Secara Berkala
Mesin cuci yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat menumpuknya sisa deterjen, kotoran, jamur, dan bakteri. Apabila kondisi ini dibiarkan, kotoran tersebut dapat menempel kembali pada handuk selama proses pencucian sehingga hasil cucian menjadi kurang bersih dan lebih mudah menimbulkan bau tidak sedap.
Lakukan pembersihan tabung mesin cuci secara berkala sesuai petunjuk dari produsen. Mesin cuci yang bersih akan membantu menjaga kualitas hasil pencucian sekaligus mengurangi risiko bau apek pada handuk.
Â
Pertanyaan Seputar Tips Mencuci Handuk agar Tidak Bau
Mengapa handuk bisa bau meski terlihat bersih?
Bau pada handuk biasanya muncul akibat kelembapan, sisa deterjen, minyak tubuh, sel kulit mati, atau pertumbuhan bakteri dan jamur di serat kain.
Seberapa sering handuk sebaiknya dicuci?
Handuk mandi umumnya disarankan dicuci setelah digunakan sekitar tiga hingga lima kali, tergantung frekuensi pemakaian dan kondisi lingkungan.
Apakah handuk harus dijemur setelah setiap kali digunakan?
Ya. Menjemur handuk hingga kering setelah dipakai membantu mencegah kelembapan yang dapat memicu bau tidak sedap.
Apakah penggunaan deterjen terlalu banyak dapat menyebabkan handuk bau?
Bisa. Sisa deterjen yang tertinggal di serat kain dapat menjadi penyebab munculnya bau apek dan mengurangi daya serap handuk.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308503/original/024029000_1785145244-prasetyo_hadi__pensiunan_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308596/original/093111100_1785148801-Screenshot_2026-07-27_173939.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497837/original/055147400_1770690890-Gemini_Generated_Image_f4kirzf4kirzf4ki.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308634/original/042301100_1785153418-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308456/original/095800200_1785142996-watermarked_img_12474312944234890604.jpg)