Liputan6.com, Jakarta - Cara menghilangkan ulat penggulung daun pisang perlu dilakukan sejak gejala awal terlihat agar kerusakan tidak meluas. Hama ini menyerang daun muda dengan menggulungnya sebagai tempat berlindung sekaligus memakan jaringan daun dari bagian dalam.
Serangan ulat dapat mengurangi luas permukaan daun yang berfungsi untuk fotosintesis. Dampaknya, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan produktivitas buah berpotensi menurun jika hama tidak segera dikendalikan dengan langkah yang tepat.
Pengendalian dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari mengambil ulat secara manual, menjaga kebersihan kebun, hingga memanfaatkan pestisida nabati. Jika serangan semakin berat, insektisida dapat digunakan sesuai petunjuk agar hasilnya lebih efektif. Simak ulasan cara menghilangkan ulat penggulung daun pisang, oleh Liputan6.com, Senin (27/7/2026).
Advertisement
1. Kenali Gejala Serangan Ulat Penggulung Daun Pisang
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/3400305/original/031688800_1615613098-WhatsApp_Image_2021-03-13_at_12.13.08.jpeg)
Langkah pertama dalam cara menghilangkan ulat penggulung daun pisang adalah mengenali gejala serangannya. Hama ini biasanya menyerang daun yang masih muda karena teksturnya lebih lunak dan mudah dimakan. Daun akan terlihat menggulung atau terlipat secara tidak normal. Saat gulungan tersebut dibuka, sering ditemukan ulat berwarna hijau hingga kecokelatan yang bersembunyi di dalamnya beserta kotoran kecil berwarna gelap.
Selain itu, permukaan daun akan tampak berlubang atau robek akibat aktivitas makan ulat. Pemeriksaan rutin, terutama setelah musim hujan atau saat tanaman memasuki fase pertumbuhan aktif, dapat membantu mendeteksi serangan lebih awal sehingga pengendalian menjadi lebih mudah.
Advertisement
2. Ambil Ulat dan Pangkas Daun yang Rusak
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/3400306/original/040716700_1615613098-WhatsApp_Image_2021-03-13_at_12.13.28.jpeg)
Jika jumlah ulat masih sedikit, pengendalian secara manual menjadi pilihan yang efektif sekaligus ramah lingkungan. Buka daun yang menggulung secara perlahan, kemudian ambil ulat yang berada di dalamnya menggunakan tangan atau alat bantu seperti pinset. Setelah itu, musnahkan ulat agar tidak kembali berkembang biak di sekitar kebun.
Daun yang mengalami kerusakan cukup parah sebaiknya dipangkas menggunakan gunting yang bersih agar tidak menjadi tempat persembunyian hama. Sisa daun yang telah dipotong jangan dibiarkan menumpuk di sekitar tanaman karena masih berpotensi menjadi tempat berkembangnya ulat maupun hama lainnya. Cara sederhana ini cukup efektif jika dilakukan secara rutin.
3. Jaga Kebersihan Area Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4856251/original/055293100_1717743641-Ilustrasi_pohon_pisang.jpg)
Lingkungan yang bersih dapat membantu mengurangi risiko serangan ulat penggulung daun pisang. Bersihkan gulma, rumput liar, serta daun-daun kering yang menumpuk di sekitar tanaman karena area tersebut sering menjadi tempat persembunyian serangga dan calon hama.
Pastikan pula jarak tanam tidak terlalu rapat agar sirkulasi udara tetap baik dan kelembapan tidak terlalu tinggi. Kondisi kebun yang terlalu lembap dapat mendukung perkembangan berbagai jenis hama maupun penyakit tanaman. Selain itu, lakukan sanitasi kebun secara berkala dengan membuang sisa tanaman yang sudah membusuk sehingga lingkungan tetap bersih dan tanaman pisang dapat tumbuh lebih sehat.
Advertisement
4. Manfaatkan Musuh Alami Ulat
Cara menghilangkan ulat penggulung daun pisang juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami. Di alam, terdapat berbagai organisme yang membantu menekan populasi ulat, seperti laba-laba, burung pemakan serangga, belalang sembah, hingga tawon parasitoid. Kehadiran musuh alami tersebut sebaiknya dijaga dengan mengurangi penggunaan insektisida kimia secara berlebihan.
Penggunaan pestisida yang tidak tepat justru dapat membunuh serangga bermanfaat sehingga keseimbangan ekosistem terganggu. Dengan menjaga keberadaan predator alami, populasi ulat dapat ditekan secara alami dalam jangka panjang. Cara ini juga menjadi bagian dari konsep pengendalian hama terpadu yang lebih ramah lingkungan.
5. Gunakan Pestisida Nabati
Apabila populasi ulat mulai meningkat, Anda dapat memanfaatkan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian. Beberapa bahan alami seperti daun mimba, bawang putih, cabai, atau serai diketahui memiliki aroma dan senyawa yang kurang disukai oleh berbagai jenis hama. Larutan pestisida nabati dapat disemprotkan pada bagian daun, terutama daun muda yang menjadi sasaran utama ulat.
Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari agar cairan tidak cepat menguap akibat panas matahari. Meskipun berasal dari bahan alami, aplikasi tetap perlu dilakukan secara berkala sesuai tingkat serangan agar hasil pengendalian lebih optimal.
Advertisement
6. Gunakan Insektisida Sesuai Anjuran Jika Serangan Berat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2949396/original/018207300_1571981170-banana-981176_960_720.jpg)
Bila serangan ulat penggulung daun sudah meluas dan sulit dikendalikan dengan cara manual maupun pestisida nabati, penggunaan insektisida dapat menjadi pilihan terakhir. Pilih produk yang memang terdaftar untuk pengendalian hama pada tanaman dan selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada label, termasuk dosis, waktu aplikasi, serta penggunaan alat pelindung diri.
Hindari menyemprot secara berlebihan atau terlalu sering karena dapat memicu resistensi hama dan berdampak negatif terhadap serangga yang bermanfaat. Penggunaan insektisida secara bijak akan membantu mengendalikan hama tanpa merusak keseimbangan lingkungan.
Cara Mencegah Ulat Penggulung Daun Pisang Kembali Menyerang
Pencegahan merupakan langkah yang tidak kalah penting dibandingkan pengendalian.
- Gunakan bibit pisang yang sehat dan bebas hama, kemudian lakukan pemupukan sesuai kebutuhan agar tanaman tumbuh kuat.
- Siram tanaman secara teratur, tetapi hindari kondisi lahan yang terlalu lembap.
- Lakukan pemeriksaan daun minimal satu kali dalam seminggu untuk menemukan gejala serangan sejak dini.
- Jika ditemukan daun yang mulai menggulung, segera lakukan penanganan sebelum ulat berkembang menjadi lebih banyak.
- Dengan perawatan yang konsisten, tanaman pisang akan lebih tahan terhadap serangan hama dan mampu menghasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Menghilangkan Ulat Penggulung Daun Pisang
Apa penyebab daun pisang menggulung?
Daun pisang dapat menggulung akibat serangan ulat penggulung daun yang memanfaatkan daun muda sebagai tempat berlindung dan sumber makanan.
Bagaimana cara menghilangkan ulat penggulung daun pisang secara alami?
Anda dapat mengambil ulat secara manual, memangkas daun yang terserang, menjaga kebersihan kebun, serta menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih.
Kapan insektisida perlu digunakan untuk mengatasi ulat penggulung daun pisang?
Insektisida digunakan jika serangan sudah meluas dan tidak dapat dikendalikan dengan cara manual maupun pestisida nabati. Gunakan sesuai petunjuk pada label.
Bagaimana cara mencegah ulat penggulung daun pisang datang kembali?
Lakukan pemeriksaan tanaman secara rutin, bersihkan area kebun, gunakan bibit yang sehat, dan rawat tanaman dengan pemupukan serta penyiraman yang tepat agar lebih tahan terhadap serangan hama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308607/original/081643000_1785149756-6c4d4266-2ac6-4dfc-b88b-7f0172d7e6ce.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474880/original/076218100_1768539866-ulat_di_kebun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7083141/original/042110800_1779863896-sirsak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541352/original/078417600_1774859947-unnamed_-_2026-03-30T153407.369.jpg)