Liputan6.com, Jakarta - Area cuci dan jemur merupakan salah satu bagian rumah yang sering lembap karena terus-menerus terkena air, sisa deterjen, serta pakaian basah. Jika tidak dirawat dengan baik, kondisi tersebut dapat memicu munculnya bau tak sedap yang menyebar hingga ke ruangan lain.
Bau tidak sedap di area cuci dan jemur bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga menjadi tanda adanya penumpukan kotoran, jamur, atau bakteri. Dengan perawatan yang tepat dan dilakukan secara rutin, area ini dapat tetap bersih, segar, sekaligus mendukung pakaian cepat kering tanpa meninggalkan aroma apek.
Lebih lanjut, berikut cara menghilangkan bau tak sedap di area cuci dan jemur, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (27/7).
Advertisement
1. Bersihkan Saluran Pembuangan Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308528/original/037009800_1785146325-6dc59da1-d177-4758-9c66-7afe33f33c39.jpeg)
Saluran pembuangan menjadi salah satu sumber utama bau tak sedap di area cuci dan jemur. Sisa sabun, pelembut pakaian, rambut, serat kain, serta kotoran yang menumpuk lama-kelamaan akan membusuk dan menghasilkan aroma tidak sedap.
Bersihkan saluran minimal seminggu sekali menggunakan air panas, sikat, atau cairan pembersih yang aman untuk pipa. Jika terdapat saringan, angkat lalu bersihkan seluruh kotoran yang menempel sebelum dipasang kembali.
Cara ini efektif karena sumber bau berasal dari material organik yang terjebak di dalam saluran. Ketika endapan tersebut dihilangkan, pertumbuhan bakteri penyebab bau pun berkurang sehingga udara di area cuci menjadi lebih segar.
Advertisement
2. Pastikan Sirkulasi Udara Berjalan dengan Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308529/original/040255000_1785146325-b3273bdf-a604-4019-a7da-95da502639d8.jpeg)
Area cuci dan jemur sebaiknya memiliki ventilasi yang memadai agar udara lembap dapat keluar dengan cepat. Ruangan yang tertutup akan membuat kelembapan bertahan lebih lama sehingga memicu bau apek.
Bukalah jendela, ventilasi, atau pintu area cuci pada siang hari agar udara terus berganti. Jika memungkinkan, tambahkan exhaust fan atau kipas angin untuk membantu mempercepat pertukaran udara.
Alasan cara ini efektif adalah karena jamur dan bakteri lebih mudah berkembang di lingkungan yang lembap dan minim sirkulasi. Saat udara terus bergerak, kelembapan menurun sehingga mikroorganisme penyebab bau menjadi lebih sulit berkembang.
3. Jangan Membiarkan Pakaian Basah Menumpuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308530/original/043697500_1785146325-7b300b11-1f19-4597-ba7c-dc149d61a11d.jpeg)
Pakaian yang selesai dicuci sebaiknya segera dijemur dan tidak dibiarkan terlalu lama di dalam mesin cuci maupun keranjang. Kain yang basah dalam waktu lama akan mulai mengeluarkan aroma apek.
Biasakan memindahkan cucian ke tempat jemur segera setelah proses pencucian selesai. Apabila belum sempat menjemur, keluarkan pakaian dari mesin cuci agar mendapatkan sirkulasi udara sementara.
Cara ini masuk akal karena kelembapan pada serat kain menjadi media ideal bagi bakteri dan jamur. Semakin lama pakaian tetap basah, semakin besar kemungkinan muncul bau yang kemudian menyebar ke area sekitar.
Advertisement
4. Rutin Membersihkan Mesin Cuci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308531/original/048256600_1785146325-f1f40e55-a3e2-4b29-bd27-250c67c8a6ef.jpeg)
Mesin cuci juga dapat menjadi penyebab bau apabila bagian tabung, laci deterjen, dan karet pintunya jarang dibersihkan. Sisa deterjen, lendir, dan jamur dapat menumpuk tanpa disadari.
Lakukan pembersihan mesin cuci sesuai petunjuk pabrik, termasuk membersihkan filter dan menjalankan siklus pembersihan tabung secara berkala. Setelah digunakan, biarkan pintu mesin sedikit terbuka agar bagian dalam cepat kering.
Langkah ini membantu mengurangi pertumbuhan jamur yang biasanya muncul pada area yang selalu lembap. Mesin cuci yang bersih juga membuat pakaian tidak menyerap kembali bau tidak sedap selama proses pencucian.
5. Bersihkan Lantai dan Dinding dari Sisa Sabun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308532/original/052744700_1785146325-9f6d1c26-0bdb-4525-bfb7-d15cb3b7b566.jpeg)
Percikan air sabun sering kali meninggalkan lapisan tipis pada lantai maupun dinding area cuci. Jika dibiarkan, lapisan tersebut dapat menangkap debu dan menjadi tempat tumbuh jamur.
Sikat lantai, nat keramik, serta bagian bawah bak cuci secara rutin menggunakan pembersih yang sesuai. Jangan lupa membilas hingga bersih agar tidak ada residu yang tertinggal.
Cara ini efektif karena jamur dan lumut lebih mudah tumbuh pada permukaan yang lembap serta dipenuhi sisa bahan organik. Membersihkan permukaan secara rutin membantu menghilangkan sumber bau sekaligus menjaga area tetap higienis.
Advertisement
6. Gunakan Rak atau Keranjang yang Mudah Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308533/original/056539900_1785146325-4a42bc96-8538-45f2-b5b4-ac5b2e4d7306.jpeg)
Keranjang cucian berbahan kain atau anyaman yang selalu lembap dapat menyerap air dan menimbulkan aroma kurang sedap. Kondisi tersebut juga membuat bakteri berkembang lebih cepat.
Pilih rak maupun keranjang berbahan plastik, logam antikarat, atau material yang mudah dibersihkan dan cepat kering. Pastikan bagian bawah keranjang tidak menyentuh genangan air agar tetap bersih.
Alasan cara ini berhasil adalah karena material yang cepat kering tidak mempertahankan kelembapan dalam waktu lama. Dengan demikian, peluang munculnya jamur dan bau menjadi lebih kecil.
7. Jemur Keset, Lap, dan Kain Pel Secara Terpisah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308534/original/060304500_1785146325-340f6d10-a765-4326-9d85-c0eb4582f0d2.jpeg)
Keset, lap, dan kain pel sering menyerap banyak air serta kotoran setelah digunakan. Jika hanya digantung di sudut area cuci tanpa benar-benar kering, benda-benda tersebut dapat menjadi sumber bau.
Setelah dicuci, jemur seluruh perlengkapan kebersihan di tempat yang mendapatkan sinar matahari dan aliran udara cukup. Hindari menumpuknya dalam keadaan masih lembap.
Cara ini masuk akal karena kain yang menyimpan air dan sisa kotoran menjadi tempat berkembangnya bakteri. Mengeringkannya secara sempurna membantu mencegah bau sekaligus memperpanjang usia pakainya.
Advertisement
8. Manfaatkan Penyerap Bau Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308535/original/064145400_1785146325-f7039986-31ed-4325-a2cf-5d18020a2a92.jpeg)
Selain menjaga kebersihan, Anda dapat menempatkan bahan penyerap bau alami di area cuci dan jemur. Cara ini membantu menjaga udara tetap segar tanpa mengandalkan pewangi berlebihan.
Gunakan arang aktif, baking soda, atau wadah kecil berisi kopi bubuk di sudut ruangan yang tidak mudah terkena air. Ganti bahan penyerap tersebut secara berkala agar tetap bekerja optimal.
Metode ini efektif karena beberapa bahan alami mampu menyerap molekul penyebab bau di udara, bukan sekadar menutupinya dengan aroma lain. Hasilnya, area cuci dan jemur terasa lebih segar jika dipadukan dengan kebiasaan menjaga kebersihan secara rutin.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Area Cuci dan Jemur
1. Apa penyebab utama bau tak sedap di area cuci dan jemur?
Penyebab utamanya adalah kelembapan yang tinggi, saluran pembuangan yang kotor, sisa deterjen yang menumpuk, pakaian basah yang dibiarkan terlalu lama, serta pertumbuhan jamur dan bakteri pada permukaan yang jarang dibersihkan.
2. Seberapa sering area cuci dan jemur perlu dibersihkan?
Idealnya, lantai dan bak cuci dibersihkan setiap beberapa hari sekali, sedangkan saluran pembuangan dan mesin cuci dibersihkan secara menyeluruh setidaknya satu kali dalam seminggu atau mengikuti rekomendasi produsen mesin cuci.
3. Apakah pewangi ruangan dapat menghilangkan bau tak sedap secara permanen?
Tidak. Pewangi ruangan hanya menyamarkan aroma untuk sementara waktu. Agar bau benar-benar hilang, sumber penyebabnya seperti saluran yang kotor, jamur, atau pakaian lembap harus dibersihkan terlebih dahulu.
4. Mengapa pakaian yang terlalu lama berada di mesin cuci bisa menimbulkan bau?
Pakaian yang dibiarkan dalam kondisi basah menciptakan lingkungan yang lembap sehingga bakteri dan jamur lebih mudah berkembang. Akibatnya, pakaian mengeluarkan aroma apek yang juga dapat menyebar ke area cuci dan jemur.
5. Apakah bahan alami seperti baking soda dan arang aktif efektif menyerap bau?
Ya, baking soda dan arang aktif dapat membantu menyerap molekul penyebab bau di udara. Namun, hasilnya akan lebih optimal jika digunakan bersamaan dengan rutinitas membersihkan area cuci, memperbaiki sirkulasi udara, dan menjaga area tetap kering.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308316/original/080408800_1785136454-cek_fakta_-_penggerak_HAM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299565/original/093541200_1784264989-cek_fakta_magang_nasional_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308041/original/019912700_1785126774-cek_fakta_-_magang_kemenimipas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308527/original/033040300_1785146325-502e7255-f793-4540-9fe8-89b04c9bb129.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308567/original/007938300_1785147874-Screenshot_2026-07-27_172116.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308554/original/019962600_1785147003-2e7e6d9a-3a6f-4664-b0c3-7aa8907a6cc9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308368/original/048087900_1785139020-0f7e66f5-a62a-4502-9e0d-2f24cabfe9a7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288316/original/095948700_1783311928-SLIK_OJK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305214/original/011859500_1784787651-kSUuqK4y77L9rM9laadgIzmbpbIstWc3TwoZOJjH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308424/original/031349600_1785141331-Gemini_Generated_Image_smrm49smrm49smrm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478378/original/090879800_1768899431-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308373/original/013138900_1785139295-Ide_Desain_Kamar_dengan_Rak_Buku_yang_Sesuai_dengan_Kepribadianmu_yang_Bikin_Semangat_Meraih_Cita-Cita.jpg)