8 Tanaman Hias yang Sebaiknya Tidak Ditaruh di Kamar Tidur

Tanaman hias yang sebaiknya tidak ditaruh di kamar tidur ternyata bisa ganggu kualitas tidur. Simak 8 jenisnya dan alasannya di sini.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kamar tidur menjadi ruang utama untuk beristirahat setelah beraktivitas seharian. Banyak orang menambahkan tanaman hias di sudut kamar agar suasana terasa lebih asri dan segar. Namun, tidak semua jenis tanaman cocok diletakkan di dalam kamar tidur karena karakteristik alami dan kebutuhan tumbuh mereka yang berbeda-beda.

Banyak mitos menyebutkan bahwa tanaman berbahaya karena "mencuri oksigen" di malam hari. Padahal, efek biologis pelepasan karbon dioksida dari tanaman sangatlah kecil. Kendala sebenarnya justru terletak pada keberadaan spora jamur dari tanah lembap, aroma bunga yang terlalu kuat, getah yang mengiritasi, hingga risiko keselamatan fisik di ruang yang gelap.

Delapan jenis tanaman hias yang sebaiknya tidak ditaruh di kamar tidur berikut ini perlu diketahui sebelum diletakkan di dekat tempat tidur. Mengetahui sifat asli setiap tanaman membantu menentukan posisi yang tepat, sehingga kualitas tidur tetap terjaga dan tanaman dapat tumbuh optimal.

1. Kaktus

Kaktus memiliki duri tajam yang menyelimuti seluruh permukaannya. Memosisikan kaktus di dekat tempat tidur berisiko tinggi melukai kulit saat Anda bergerak dalam kondisi kamar yang gelap di malam hari. Risiko tergores atau tertusuk duri ini meningkat terutama jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

Selain faktor keamanan fisik, kaktus merupakan tanaman gurun yang membutuhkan paparan sinar matahari langsung dalam jumlah banyak. Lingkungan kamar tidur yang cenderung redup membuat kaktus mengalami etiolasi, yaitu kondisi batang tumbuh memanjang secara abnormal, lemas, dan rentan membusuk.

Kaktus lebih cocok diletakkan di area seperti ambang jendela luar, teras, atau meja kerja yang terpapar cahaya terang. Penempatan tersebut memberikan akses sinar matahari yang cukup bagi kaktus tanpa menimbulkan risiko cedera saat Anda bergerak di malam hari.

2. Bonsai

Bonsai memerlukan perawatan intensif berupa penyiraman rutin dan pemangkasan akar untuk menjaga ukurannya. Proses ini membutuhkan media tanam organik yang dijaga kelembapannya secara konsisten. Bila ditempatkan di ruang tertutup dengan sirkulasi udara minim seperti kamar tidur, tanah lembap tersebut menjadi media ideal bagi pertumbuhan jamur.

Jamur pada media tanam bonsai akan melepaskan spora mikroskopis ke udara ruangan. Spora yang terhirup secara terus-menerus sepanjang malam dapat memicu reaksi alergi, bersin, hingga memperburuk gangguan pernapasan bagi penderita asma atau alergi debu.

Bonsai sebaiknya diletakkan di teras, balkon, atau area outdoor dengan sirkulasi udara bebas. Posisi tersebut tidak hanya menjaga kesehatan saluran pernapasan Anda, tetapi juga memberi aliran udara segar dan cahaya yang sangat dibutuhkan bonsai untuk bertahan hidup.

3. Lidah Mertua

Lidah Mertua sering dihindari di dalam kamar tidur berdasarkan prinsip dasar Feng Shui. Daunnya yang berbentuk lurus, kaku, dan tajam menyerupai pedang dianggap memancarkan energi Sha Chi (energi tajam atau negatif). Dalam konteks ruang istirahat, bentuk tanaman yang terlalu "agresif" ini dipercaya dapat merusak ketenangan dan keharmonisan energi di sekitar tempat tidur.

Menurut praktisi Feng Shui, kamar tidur membutuhkan dominasi energi Yin yang lembut, tenang, dan pasif untuk mendukung tidur nyenyak. Kehadiran tanaman berpucuk tajam dan mengarah tegak lurus ke atas seperti Lidah Mertua menciptakan elemen energi yang terlalu keras dan dinamis, yang dikhawatirkan dapat memicu ketegangan, kecemasan, atau konflik antarpenghuni kamar.

Jika Anda menyukai keindahan dan keunggulan pemurni udara dari Lidah Mertua, Feng Shui menyarankan untuk menempatkannya di area lain seperti ruang tamu, lorong masuk, atau sudut teras. Di area tersebut, daunnya yang menyerupai pedang justru dipercaya berfungsi positif sebagai perlindungan alami rumah dari energi negatif luar.

4. Peace Lily

Peace Lily dikenal anggun dengan bunga putihnya, tetapi bunganya menghasilkan serbuk sari (pollen) dan aroma khas. Di dalam kamar tidur yang tertutup semalaman tanpa pertukaran udara lancar, konsentrasi serbuk sari ini dapat terhirup terus-menerus dan memicu reaksi sensitivitas bagi penderita alergi pernapasan.

Paparan aroma dan serbuk sari di ruangan tertutup berpotensi memicu pusing, bersin, atau sakit kepala ringan saat bangun tidur. Kondisi ini terjadi karena sirkulasi udara kamar tidak berganti secara maksimal selama jendela dan pintu tertutup sepanjang malam.

Peace Lily juga tergolong tanaman yang beracun bagi hewan peliharaan karena mengandung kristal kalsium oksalat tidak larut. Mengunyah daun atau bunganya dapat menyebabkan iritasi mulut yang parah, pembengkakan lidah, dan muntah pada kucing maupun anjing.

5. Karet Kebo

Karet kebo (Ficus elastica) mengeluarkan getah putih pekat seperti susu saat batang atau daunnya terluka. Getah ini mengandung latex alami yang dapat memicu iritasi kulit atau dermatitis kontak pada orang dengan kulit sensitif jika tersentuh secara tidak sengaja saat merawatnya.

Secara fisik, karet kebo adalah tanaman yang memiliki struktur daun lebar dan berpotensi tumbuh menjadi pohon yang sangat besar. Memaksakan tanaman berukuran dominan ini di dalam kamar berukuran sedang dapat membuat ruangan terasa makin sempit dan menumpuk debu pada permukaan daunnya yang luas.

Karet kebo lebih cocok diletakkan di sudut ruang keluarga atau lorong rumah yang memiliki langit-langit tinggi dan ruang lebih lega. Posisi tersebut memberikan ruang tumbuh yang memadai bagi tanaman tanpa membuat kamar tidur terasa sesak secara visual.

6. Calathea

Calathea merupakan tanaman yang sangat menyukai kelembapan udara (humidity) tinggi dan stabil agar daun cantiknya tidak menggulung. Di sisi lain, kamar tidur modern kerap menggunakan pendingin udara (AC) yang membuat kelembapan udara ruangan menurun drastis dan menjadi sangat kering.

Lingkungan kamar tidur yang kering akibat AC justru akan merusak estetika Calathea itu sendiri. Tepi daunnya akan cepat berubah warna menjadi cokelat, mengering, dan akhirnya gugur karena tanaman mengalami stres akibat kekurangan kelembapan udara.

Calathea lebih baik diletakkan di ruangan dengan pencahayaan tidak langsung yang terang dan kelembapan alami yang baik, seperti area dekat dapur atau ruang keluarga. Penempatan ini menjaga kecantikan daun Calathea tanpa perlu membuat Anda repot menyemprotkan air berkali-kali di dalam kamar.

7. Tanaman Pakis

Tanaman pakis (ferns) tumbuh sangat subur di lingkungan alami yang lembap dengan aliran udara segar yang terus berganti. Kamar tidur yang cenderung tertutup pada malam hari tidak menyediakan sirkulasi udara dinamis yang dibutuhkan oleh sebagian besar spesies pakis.

Kurangnya aliran udara di kamar tidur membuat daun-daun kecil pakis mudah mengering, rontok, dan mengotori area sekitar pot atau karpet. Rontokan daun kering ini dapat menumpuk debu dan kotoran jika tidak rutin dibersihkan setiap hari.

Tanaman pakis lebih sesuai diletakkan di area seperti kamar mandi yang memiliki ventilasi/jendela, teras belakang, atau area semi-outdoor. Lingkungan tersebut mendukung pertumbuhan pakis secara alami tanpa membuat kamar tidur Anda menjadi kotor oleh rontokan daun.

8. Gardenia

Gardenia atau kaca piring dikenal memiliki bunga putih dengan aroma wangi yang sangat pekat dan semerbak. Walaupun aromanya menyenangkan di area terbuka, aroma floral yang sangat kuat ini dapat menjadi penumpukan wewangian yang menyengat jika terkurung di dalam ruangan tertutup.

Menghirup aroma bunga yang terlalu pekat sepanjang malam di dalam kamar tidur dapat memicu rasa mual, pusing, atau serangan migrain, terutama bagi penderita hyperosmia (sensitivitas berlebih terhadap bau). Kualitas tidur yang diharapkan tenang justru berpotensi terganggu akibat stimulasi aroma tersebut.

Menempatkan gardenia di teras depan, balkon, atau taman rumah adalah keputusan yang jauh lebih baik. Posisi di luar ruangan memberikan akses cahaya matahari langsung yang dibutuhkan gardenia, sekaligus membiarkan aromanya menyebar secara alami di udara terbuka.

Pertanyaan Seputar Tanaman Hias di Kamar Tidur

Apakah semua tanaman hias berbahaya jika ditaruh di kamar tidur?

Tidak. Sebagian besar tanaman hias aman ditaruh di dalam kamar. Jenis tanaman seperti Aloe Vera, Pothos (Sirih Gading), dan Sansevieria justru sangat adaptif dan aman menghiasi sudut kamar tidur selama dirawat dengan bersih.

Mengapa tanaman tertentu tidak disarankan ditaruh di kamar tidur?

Alasan utamanya bukan karena perebutan oksigen, melainkan karena potensi spora jamur dari tanah lembap, aroma bunga yang terlalu pekat pemicu pusing, getah yang mengiritasi, risiko tertusuk duri, atau karena tanaman itu sendiri akan rusak akibat udara kering dari AC.

Apakah Peace Lily dan Karet Kebo aman untuk rumah dengan hewan peliharaan?

Kedua tanaman tersebut mengandung zat yang dapat memicu iritasi jika tertelan atau tergores. Jika Anda memiliki kucing atau anjing yang aktif mengunyah tanaman, sebaiknya letakkan tanaman ini di area tinggi yang tidak dapat dijangkau oleh mereka.

Apakah aman menaruh tanaman di kamar tidur yang menggunakan AC sepanjang malam?

Aman untuk Anda, tetapi belum tentu baik bagi tanamannya. Udara dari AC cenderung sangat kering. Tanaman tropis yang membutuhkan kelembapan tinggi (seperti Calathea atau Pakis) akan cepat mengering dan menguning daunnya jika terus-menerus terkena embusan angin AC.

Tanaman apa saja yang paling direkomendasikan dan mudah dirawat untuk ditaruh di dalam kamar tidur?

Tanaman yang tahan pencahayaan rendah (low to medium light) seperti Sirih Gading (Pothos), Lili Paris (Spider Plant), dan ZZ Plant (Pohon Dolar) tergolong sangat ideal. Tanaman-tanaman ini adaptif di dalam ruangan, tidak beraroma menyengat, serta tidak membutuhkan paparan sinar matahari langsung untuk bertahan hidup.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6