Liputan6.com, Jakarta - Mempercantik halaman rumah dengan aneka tanaman berbunga memang menjadi hobi yang menyenangkan. Warna-warni bunga bisa membuat bagian depan rumah terlihat lebih hidup, asri, dan nyaman dipandang. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua jenis bunga cocok ditanam tepat di depan rumah?
Mitos bunga yang tidak boleh ditanam di depan rumah sebenarnya tidak selalu berarti tanaman tersebut benar-benar dilarang. Ada yang dianggap kurang cocok karena alasan keamanan, perawatan, hingga kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Sebelum memilih tanaman untuk mempercantik halaman, ada baiknya mengenal beberapa jenis bunga berikut ini.
1. Bunga Kamboja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2901881/original/076922200_1567599811-flowers-3656372_1920.jpg)
Bunga kamboja memiliki bentuk cantik dengan aroma khas yang cukup menenangkan. Tanaman ini juga tahan terhadap cuaca panas dan tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit.
Namun, di Indonesia bunga kamboja sering dikaitkan dengan area pemakaman karena banyak ditemukan tumbuh di sekitar makam. Hal inilah yang membuat sebagian orang enggan menanamnya di halaman depan rumah.
Selain itu pohon bunga kamboja dapat berkembang menjadi tanaman berkayu berukuran besar dan memiliki sistem perakaran yang perlu diperhitungkan. Karena itu, perhatikan ukuran tanaman dan jarak penanaman dari bangunan, paving, atau saluran air.
Advertisement
2. Mawar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549987/original/065404800_1775634545-unnamed__44_.jpg)
Mawar adalah salah satu bunga favorit karena tampilannya romantis dan tersedia dalam banyak pilihan warna. Sayangnya, beberapa jenis mawar memiliki duri yang cukup tajam.
Menanam mawar tepat di samping pintu masuk bisa menjadi kurang nyaman, terutama jika di rumah terdapat anak-anak. Duri yang tersembunyi di balik daun berpotensi melukai orang yang tidak sengaja menyentuhnya.
Jika tetap ingin menanam mawar, sebaiknya letakkan sedikit menjauh dari jalur keluar masuk rumah. Anda juga bisa memilih varietas mawar yang lebih minim duri.
3. Bougenville
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338508/original/073874100_1788331782-dcf6ca72-0e1e-4343-a0f0-233b58efdfcd.jpg)
Bougenville atau bunga kertas sebenarnya sangat cocok dengan iklim Indonesia. Tanaman ini tahan panas, rajin berbunga, dan memiliki warna yang sangat mencolok.
Namun, bougenville bisa menjadi tanaman yang kurang ideal jika ditanam di depan rumah tanpa perawatan rutin. Cabangnya berduri dan dapat tumbuh sangat rimbun hingga menutupi pagar atau akses masuk.
Tanaman yang terlalu rimbun juga bisa membuat bagian depan rumah terlihat sempit dan kurang rapi. Karena itu, bougenville sebaiknya rutin dipangkas agar bentuknya tetap terkontrol.
Advertisement
4. Bunga dengan Aroma Terlalu Menyengat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751280/original/014468500_1708684056-angelica-2407199_1920.jpg)
Bunga yang harum memang menyenangkan, tetapi aroma yang terlalu kuat justru bisa mengganggu jika sumbernya berada tepat di dekat pintu atau jendela rumah.
Terutama pada malam hari, beberapa tanaman mengeluarkan aroma lebih kuat untuk menarik serangga penyerbuk. Bagi orang yang sensitif terhadap bau, kondisi ini bisa membuat rumah terasa kurang nyaman.
Selain itu, bunga yang kaya nektar juga berpotensi mengundang lebih banyak serangga. Karena itu, perhatikan lokasi penanaman agar keharuman bunga tidak justru mengganggu aktivitas penghuni rumah.
Contoh bunga dengan aroma tajam: Bunga Sedap Malam dan Bunga Tuberose
5. Bunga yang Berpotensi Beracun
Ada beberapa tanaman hias berbunga yang memiliki kandungan racun pada daun, batang, getah, atau bijinya. Tanaman seperti ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama jika di rumah ada anak kecil yang sering bermain di halaman.
Beberapa tanaman berbunga yang perlu diwaspadai antara lain oleander dan kecubung. Meski memiliki bunga indah, bagian tertentu dari tanaman tersebut tidak boleh sembarangan disentuh atau dikonsumsi.
Bukan berarti tanaman ini mutlak tidak boleh dipelihara. Namun, penempatannya sebaiknya jauh dari area bermain anak dan diberi perhatian lebih saat melakukan perawatan.
Contoh bunga yang berpotensi beracun: Oleander, Kecubung, dan Bunga Sapu Jagad
6. Tanaman Berbunga yang Mengundang Terlalu Banyak Serangga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4764690/original/056553200_1709782989-yellow-flower-with-background-yellow-flowers-out-focus.jpg)
Kehadiran kupu-kupu memang bisa membuat taman terlihat semakin indah. Namun, berbeda cerita jika tanaman yang ditanam tepat di depan pintu justru mengundang terlalu banyak lebah, tawon, atau serangga lainnya.
Bunga dengan produksi nektar melimpah dapat menjadi sumber makanan bagi berbagai serangga. Jika jumlahnya terlalu banyak, aktivitas keluar masuk rumah bisa terasa kurang nyaman.
Solusinya bukan harus menyingkirkan tanaman tersebut. Anda bisa menanamnya di bagian taman yang sedikit menjauh dari pintu utama atau area tempat keluarga sering berkumpul.
Contoh: Bunga Matahari, Zinnia, dan Marigold
7. Tanaman yang Cepat Tumbuh Besar dan Menutupi Bagian Depan Rumah
Saat membeli tanaman hias, bentuknya mungkin masih kecil dan terlihat cocok diletakkan di sudut halaman. Namun, beberapa tanaman bisa tumbuh jauh lebih besar dari perkiraan.
Jika dibiarkan, tanaman berbunga yang terlalu tinggi dapat menutupi jendela, menghalangi cahaya matahari, bahkan membuat fasad rumah terlihat tertutup.
Area depan rumah yang terlalu rimbun juga cenderung lembap dan sulit dibersihkan. Karena itu, penting mengetahui ukuran tanaman ketika sudah dewasa sebelum memutuskan lokasi penanamannya.
Contoh: Alamanda, Bougenville, dan Bunga Kembang Sepatu
8. Tanaman dengan Akar yang Terlalu Agresif
Selain memperhatikan bunga dan daun, bagian akar tanaman juga tidak boleh dilupakan. Beberapa tanaman berkayu dapat memiliki sistem akar yang kuat dan menyebar luas.
Jika ditanam terlalu dekat dengan bangunan, akar berpotensi mengganggu paving, saluran air, atau area sekitar fondasi. Risiko ini biasanya muncul setelah tanaman tumbuh besar selama bertahun-tahun.
Untuk halaman depan yang tidak terlalu luas, sebaiknya pilih tanaman berbunga dengan ukuran kecil hingga sedang agar lebih mudah dikendalikan.
Contoh:Â Bunga Kamboja dan Pohon Flamboyan
Advertisement
Tips Memilih Bunga yang Cocok untuk Halaman Depan Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288689/original/011497600_1783330661-hl1.jpg)
Pilih Tanaman Sesuai Luas Halaman
Jika halaman depan rumah tidak terlalu luas, pilih bunga yang pertumbuhannya tidak terlalu melebar. Tanaman seperti bunga kertas, tapak dara, atau zinnia bisa menjadi pilihan karena relatif mudah ditempatkan di area terbatas.
Sementara itu, tanaman yang bisa tumbuh besar sebaiknya diberi ruang yang cukup agar tidak membuat area depan rumah terasa penuh.
Hindari Tanaman Berduri di Jalur Masuk
Bunga mawar dan bougenville memang bisa membuat halaman terlihat semakin cantik. Namun, tanaman berduri sebaiknya tidak diletakkan tepat di samping pintu, jalan setapak, atau tempat yang sering dilewati.
Selain berisiko membuat kulit tergores, duri yang tersembunyi di balik daun juga bisa mengenai anak-anak atau tamu yang sedang berjalan. Jika ingin menanamnya, berikan jarak yang cukup dari jalur masuk rumah.
Perhatikan Ukuran Tanaman Saat Dewasa
Jangan hanya melihat ukuran tanaman ketika baru dibeli. Cari tahu juga seberapa besar tanaman tersebut ketika sudah dewasa.
Tanaman yang awalnya hanya setinggi lutut bisa berubah menjadi semak besar setelah beberapa tahun. Jika ditanam terlalu dekat dengan jendela, pagar, atau teras, pertumbuhannya bisa membuat bagian depan rumah terlihat terlalu rimbun.
Jangan Menanam Tanaman Beracun di Area yang Mudah Dijangkau Anak
Beberapa tanaman berbunga memiliki bagian yang mengandung senyawa beracun. Karena itu, pemilihan lokasi menjadi penting, terutama jika halaman sering digunakan anak-anak untuk bermain.
Tanaman yang perlu diwaspadai sebaiknya tidak diletakkan di tempat yang mudah disentuh atau dipetik. Kenali juga bagian tanaman yang berisiko, seperti getah, daun, bunga, atau bijinya.
Pilih Bunga yang Mudah Dirawat
Bagi pemilik rumah yang tidak punya banyak waktu untuk berkebun, tanaman yang mudah dirawat tentu lebih praktis. Jangan sampai halaman yang awalnya ingin dibuat cantik malah menjadi pekerjaan tambahan setiap hari.
Pilih bunga yang sesuai dengan kemampuan merawatnya. Tanaman yang tahan terhadap cuaca panas dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering bisa menjadi pilihan menarik untuk halaman rumah di Indonesia.
Pertimbangkan Kebutuhan Cahaya dan Air
Setiap tanaman memiliki kebutuhan cahaya dan air yang berbeda. Ada bunga yang bisa tumbuh subur di bawah sinar matahari langsung, tetapi ada pula yang lebih menyukai tempat teduh atau mendapat cahaya matahari tidak langsung.
Sebelum membeli tanaman, perhatikan kondisi halaman terlebih dahulu. Jika bagian depan rumah terkena sinar matahari hampir sepanjang hari, pilih bunga yang menyukai cahaya terang. Sebaliknya, untuk halaman yang lebih teduh, pilih tanaman yang mampu tumbuh dengan paparan cahaya lebih sedikit.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414739/original/008691500_1763347745-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-17T094821.756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291035/original/006212400_1783502441-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343575/original/036796500_1788861378-Ide_kombinasi_tanaman_hias_dan_kolam_ikan_untuk_pekarangan_rumah_yang_sempit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343244/original/057703500_1788849107-b0d4d791-2c87-4df4-a670-631830d1adaf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342847/original/005836900_1788834287-80a6a765-272c-4d31-b1fd-9ca1d7b21fae.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564795/original/058639700_1777000553-unnamed__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342591/original/041310100_1788777632-RSFXDF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7351256/original/073011500_1780132889-Jenis_Tanaman_Hias_Mini_untuk_Meja_Tamu_Model_Peperomia_Mini.jpeg)