Liputan6.com, Washington, DC - Militer Amerika Serikat (AS) menyatakan telah menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran pada Selasa (8/9/2026) sebagai balasan atas serangan terbaru terhadap kapal-kapal perangnya. Iran kemudian membalas dengan menyerang sasaran AS di Yordania.
Setelah serangan AS tersebut, menurut laporan media pemerintah Iran, Iran meluncurkan rudal ke arah sasaran-sasaran AS di Yordania. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan belum memiliki informasi yang dapat disampaikan mengenai serangan terhadap pangkalan udara di Yordania itu.
Serangan terbaru tersebut merupakan bagian dari pendekatan Presiden Donald Trump yang menggabungkan tekanan ekonomi dan kekuatan militer dalam upayanya mengakhiri perang.
Advertisement
Pemerintahan Trump pada Selasa menjatuhkan sanksi terhadap lebih banyak pihak di industri penerbangan Iran. Sanksi itu menyasar lebih dari dua lusin maskapai komersial dan swasta, serta sejumlah perusahaan asing penyedia layanan kargo.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya baru AS untuk semakin mengisolasi Iran dari mitra dagangnya yang masih tersisa.
AS dan Iran sama-sama berusaha memperkuat kendali atas Selat Hormuz, jalur yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima minyak dunia.
Kenaikan harga energi menjadi persoalan politik bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu pada November. Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, sempat mencapai 99,46 dolar AS per barel pada Selasa.
Pasukan AS sebelumnya juga menghancurkan tiga kapal tanker minyak Iran pada Sabtu (5/9) setelah Korps Garda Revolusi Iran berupaya menyerang sebuah kapal induk dan kapal perusak AS dengan rudal balistik.
AS saat itu memperingatkan bahwa pihaknya akan, "jika diperlukan, menghancurkan armada kapal tanker minyak Iran yang terbatas dan rentan diserang."
Iran kemudian mengatakan berencana mengumumkan "zona larangan" baru di dekat Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang hendak melintasi kawasan tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan serangan Iran tanpa balasan.
"Iran terus berusaha menyerang kapal-kapal Angkatan Laut AS. Setiap kali mereka melakukan atau mencoba melakukan hal itu, mereka akan kehilangan kapal tanker. Saya kira Anda akan melihat hal itu terjadi lagi hari ini," kata Rubio kepada wartawan pada Selasa.
Pernyataan itu disampaikan saat Rubio berada di Kolombia dan ditanya mengenai serangan terbaru terhadap Iran.
Â
Tanker Iran Jadi Sasaran dalam Eskalasi Baru
Danny Citrinowicz, pakar Iran dari Institute for National Security Studies Israel, memperingatkan bahwa aksi saling serang semacam ini berisiko memicu lebih banyak serangan balasan dan semakin berdampak pada perekonomian global.
"Tidak ada solusi militer untuk persoalan Selat Hormuz," tulisnya di media sosial. "Setiap upaya untuk memaksakan solusi semacam itu hanya akan membawa AS dan Iran semakin dekat pada eskalasi yang semakin sulit dikendalikan."
CENTCOM mengatakan empat kapal tanker Iran yang dihancurkan pada Selasa adalah Kivik, Charminar, Horizon 1, dan Riesco. Keempat kapal tersebut berada di Teluk Oman.
Militer AS juga menghancurkan kapal Derya yang berada di dekat Pulau Kharg di Selat Hormuz. Menurut CENTCOM, awak kelima kapal telah diminta meninggalkan kapal sebelum serangan dilakukan.
Televisi pemerintah Iran turut melaporkan serangan AS tersebut. Menurut laporan itu, pasukan AS menyerang kapal-kapal tanker minyak Iran di dekat pelabuhan Jask di bagian selatan Iran dan di sekitar Pulau Kharg di Teluk Persia. Para awak kapal disebut telah dievakuasi.
Seorang reporter televisi pemerintah Iran di Jask mengatakan sebuah tanker Iran diserang di dekat pantai Yekbeni. Televisi pemerintah kemudian melaporkan bahwa militer AS menyerang tanker kedua di perairan dekat Jask.
Secara terpisah, televisi pemerintah Iran melaporkan tanker Iran lainnya diserang di area tempat kapal berlabuh di Pulau Kharg.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran sebelumnya pada Selasa memperingatkan awak kapal-kapal tanker minyak di dekat pelabuhan Kuwait dan Bahrain agar segera meninggalkan kapal mereka.
Iran mengatakan kapal-kapal tersebut dapat menjadi sasaran serangan balasan atas serangan AS terhadap tanker-tanker Iran. Garda Revolusi menuduh Kuwait dan Bahrain menjadi lokasi penempatan pasukan AS serta membantu serangan tersebut.
Sementara itu, blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah menekan perekonomian negara itu karena membatasi ekspor minyaknya.
Militer AS juga membantu sejumlah kapal melintasi Selat Hormuz melalui jalur di sisi Oman. Teheran menginginkan kapal-kapal yang melintasi selat tersebut menggunakan jalur yang ditentukan Iran.
Sebelum perang, Selat Hormuz dianggap sebagai perairan internasional.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414739/original/008691500_1763347745-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-17T094821.756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343794/original/074099900_1788911121-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343616/original/077424800_1788863120-IMG-20260907-WA0155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343408/original/074217800_1788856336-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569342/original/032630100_1777438850-2.jpg)