Liputan6.com, Kota Panama - Insinyur perkapalan Ilya Espino de Marotta mulai menjabat sebagai administrator Terusan Panama pada Senin (7/9/2026). Ia menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi dalam pengelolaan jalur pelayaran penting tersebut, di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi terusan.
Espino sebelumnya menjabat sebagai wakil administrator. Salah satu pengalaman pentingnya adalah memimpin proyek perluasan Terusan Panama bernilai miliaran dolar AS pada dekade lalu.
Sejak Amerika Serikat (AS) menyerahkan pengelolaan Terusan Panama kepada Panama pada akhir 1999, baru tiga warga Panama lainnya yang pernah menduduki jabatan tersebut.
Advertisement
Penunjukan Espino sebagai pemimpin tertinggi terusan juga dipandang sebagai simbol kemampuan perempuan untuk menduduki posisi eksekutif di industri maritim. Terusan Panama merupakan salah satu penggerak utama perekonomian negara itu dan menjadi jalur bagi hampir 3 persen perdagangan dunia melalui laut.
Menjelang mulai menjabat, Espino mengatakan kepada Associated Press bahwa salah satu prioritasnya adalah melanjutkan proyek pembangunan waduk di Sungai Indio. Sungai tersebut berada di wilayah yang menjadi sumber pasokan air bagi Terusan Panama.
Proyek senilai US$ 1,5 miliar itu bertujuan menjamin pasokan air minum bagi separuh dari sekitar 4 juta penduduk Panama sekaligus memenuhi kebutuhan air untuk pengoperasian terusan pada masa mendatang. Terusan Panama sendiri dibuka oleh AS pada 1914.
Dewan Direksi Terusan Panama sebelumnya telah menunjuk Espino untuk memimpin proyek tersebut. Pembangunannya juga mencakup relokasi warga dan penanganan berbagai persoalan lingkungan.
Waduk Sungai Indio merupakan proyek terbesar sejak perluasan Terusan Panama yang mulai beroperasi pada Juni 2016. Proyek perluasan tersebut menelan biaya lebih dari US$ 5,25 miliar. Waduk itu diperkirakan selesai pada akhir 2031 atau pada 2032.
Bagi Espino, proyek tersebut penting untuk menjamin ketersediaan air pada masa mendatang tanpa membuat perusahaan pelayaran meragukan keandalan Terusan Panama.
Menurut dia, para pengguna terusan bisa mengalihkan pengiriman barang ke jalur lain jika menilai pengelola Terusan Panama tidak memiliki solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah pasokan air.
Proyek waduk tersebut telah memicu protes dari sejumlah masyarakat setempat. Namun, keberadaannya menjadi semakin penting karena Terusan Panama kembali menghadapi periode minim hujan akibat fenomena El Nino.
Minimnya hujan baru-baru ini membuat otoritas terusan membatasi jumlah kapal yang dapat melintas setiap hari antara Samudra Atlantik dan Pasifik.
Ketegangan dengan AS di Bawah Trump
Saat menjabat sebagai pejabat nomor dua di bawah administrator Ricaurte Vasquez, yang kini meninggalkan jabatannya, Espino juga menghadapi ketegangan yang muncul akibat berbagai pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai Terusan Panama.
Trump menyampaikan keluhan dan peringatan mengenai terusan tersebut, baik sebelum maupun setelah mulai menjabat sebagai presiden.
Trump bahkan mengancam akan mengambil kembali kendali atas Terusan Panama. Ia menuding adanya pengaruh China terhadap jalur tersebut dan mengklaim perusahaan pelayaran AS diperlakukan secara tidak adil.
Pengadilan Panama kemudian menyatakan hak pengelolaan pelabuhan di kedua ujung Terusan Panama yang dipegang konsorsium Hong Kong bertentangan dengan konstitusi.
Putusan itu muncul setelah diumumkan rencana pengambilalihan kedua pelabuhan tersebut, bersama sejumlah pelabuhan lainnya, oleh sebuah dana investasi asal AS. Namun, rencana transaksi itu kemudian terhenti.
Espino mengatakan kepada Associated Press bahwa selama tujuh tahun memimpin Terusan Panama, tanggung jawabnya adalah memastikan terusan tetap beroperasi secara efisien, netral, dan transparan.
Sementara itu, urusan diplomatik, kata dia, merupakan tanggung jawab negara Panama.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343408/original/074217800_1788856336-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569342/original/032630100_1777438850-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290338/original/083924200_1783473452-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299293/original/022291200_1784207987-Untitled.jpg)