Cara Memisahkan Ayam Kampung yang Mengeram agar Cepat Bertelur Lagi, Praktis dan Aman

Peternak dapat memutus naluri mengeram ayam kampung agar cepat bertelur lagi. Strateginya meliputi pemisahan sarang, penyesuaian lingkungan, dan nutrisi.

Diterbitkan 08 September 2026, 18:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara memisahkan ayam kampung yang mengeram agar cepat bertelur lagi perlu dilakukan dengan tepat karena sifat mengeram merupakan bagian alami dari siklus reproduksi ayam. Ketika naluri ini muncul, induk biasanya lebih banyak duduk di sarang dan berhenti bertelur untuk sementara waktu.

Bagi pemelihara ayam kampung yang mengandalkan telur untuk konsumsi maupun dijual, masa mengeram yang terlalu panjang tentu dapat mengurangi produktivitas. Ayam yang sebelumnya rutin menghasilkan telur bisa berhenti selama berminggu-minggu, kemudian masih membutuhkan waktu untuk kembali ke kondisi produksi.

Karena itu, pemisahan induk yang sedang mengeram perlu dibarengi dengan pengelolaan kandang, pakan, air minum, dan kondisi tubuh yang baik. Tujuannya bukan sekadar membuat ayam meninggalkan sarang, tetapi membantu mengembalikan rutinitas makan, bergerak, dan bertelur secara bertahap.

Mengapa Ayam Kampung Suka Mengeram?

Mengeram merupakan perilaku alami induk ayam ketika naluri untuk menetaskan dan membesarkan anak muncul. Ayam yang sedang mengeram biasanya akan terus berada di sarang, terutama ketika masih terdapat telur atau lingkungan sarang membuatnya merasa nyaman untuk menetaskan telur.

Menurut Utah State University Extension, ayam broody atau ayam yang sedang mengeram biasanya berhenti bertelur, menetap di kotak sarang dalam waktu lama, dan dapat menjadi lebih teritorial. Kondisi tersebut membuatnya berbeda dari ayam betina yang sedang aktif berproduksi.

Pada ayam kampung, perilaku ini memang merupakan bagian dari siklus reproduksi alami. BBPP Kupang menjelaskan bahwa dalam sistem pemeliharaan bebas, siklus reproduksi ayam kampung dapat berlangsung panjang karena mencakup masa bertelur, mengeram, mengasuh anak, dan masa istirahat. Dalam materi tersebut, masa mengeram disebut berlangsung sekitar 21 hari.

Dengan kata lain, ayam kampung yang mengeram bukan berarti sedang sakit. Namun, jika tujuan pemeliharaan adalah meningkatkan produksi telur, naluri mengeram perlu dikelola supaya masa tidak bertelur tidak terlalu panjang.

Kenali Tanda Ayam Kampung Mulai Mengeram

Sebelum melakukan pemisahan, amati terlebih dahulu perilakunya. Ayam yang mulai mengeram biasanya duduk lebih lama di sarang dan enggan meninggalkan tempat tersebut meskipun tidak sedang makan.

Ayam juga dapat menunjukkan perilaku lebih defensif. Ketika didekati, bulu dapat mengembang dan ayam berusaha mematuk tangan atau benda yang mendekatinya. Utah State University Extension juga menyebut sifat teritorial sebagai salah satu tanda khas ayam broody.

Pada pemeliharaan ayam kampung, perubahan perilaku tersebut sering kali lebih mudah terlihat karena ayam menggunakan sarang sederhana. Peternak dapat memperhatikan apakah ayam tetap kembali ke sarang setelah dikeluarkan, apakah aktivitas makannya berkurang, serta apakah produksi telurnya berhenti.

Semakin cepat tanda tersebut dikenali, semakin mudah peternak mengatur masa mengeram sebelum ayam terlalu lama kehilangan kondisi produksi.

Cara Memisahkan Ayam Kampung yang Mengeram agar Cepat Bertelur Lagi

1. Keluarkan ayam dari sarang secara perlahan

Langkah pertama adalah memindahkan induk dari sarang. Lakukan dengan tenang agar ayam tidak mengalami stres atau cedera.

Pegang tubuh ayam dengan hati-hati dan hindari menarik sayap atau kaki. Jika ayam agresif, gunakan gerakan perlahan sambil menopang bagian tubuhnya. Setelah dikeluarkan, jangan langsung dikembalikan ke sarang yang sama.

Tujuan pemisahan ini adalah memutus kebiasaan ayam untuk terus menetap di tempat mengeram. Utah State University Extension juga menyarankan pengelolaan sarang yang baik karena sarang yang mudah diakses membuat pemilik lebih mudah mengenali dan memisahkan ayam yang sedang mengeram.

2. Sediakan kandang terpisah untuk sementara

Setelah dikeluarkan dari sarang, ayam sebaiknya ditempatkan di kandang terpisah. Kandang tidak harus besar, tetapi harus cukup untuk membuat ayam dapat berdiri, berjalan, makan, dan minum dengan nyaman.

Hindari menyediakan sarang yang terlalu nyaman selama masa pemutusan perilaku mengeram. Jika ayam terus menemukan tempat gelap, empuk, dan tersembunyi untuk duduk, naluri mengeram dapat kembali muncul.

Namun, kandang pemisahan tetap harus terlindung dari hujan, panas berlebihan, predator, dan gangguan ayam lain.

3. Pastikan ayam tetap mendapatkan pakan dan air

Ayam yang sedang mengeram dapat menghabiskan waktu lama di sarang sehingga aktivitas makan dan minumnya berubah. Karena itu, setelah dipisahkan, letakkan tempat pakan dan air di lokasi yang mudah dijangkau.

Pakan harus berkualitas dan sesuai untuk ayam dewasa yang sedang dipersiapkan kembali memasuki fase produksi. Jangan mengandalkan sisa makanan rumah tangga sebagai satu-satunya sumber nutrisi.

Utah State University menekankan pentingnya pakan seimbang untuk mendukung kematangan dan produksi telur. Sementara itu, BBPP Kupang juga menekankan bahwa ketika ayam kampung memasuki masa bertelur, kebutuhan pakan perlu diperhatikan karena fase produksi membutuhkan dukungan nutrisi yang memadai.

Air bersih juga harus tersedia setiap saat. Jangan sampai proses pemisahan justru membuat ayam kekurangan air atau mengalami stres karena kondisi kandang yang terlalu panas.

4. Kurangi kesempatan ayam kembali ke sarang

Memisahkan ayam saja belum tentu cukup jika lingkungan kandang masih memungkinkan ayam kembali ke tempat favoritnya.

Periksa sarang dan kumpulkan telur secara rutin. Sarang yang penuh telur dapat mempertahankan rangsangan untuk mengeram. Utah State University Extension menyarankan pengumpulan telur dan pengelolaan kotak sarang yang baik, sekaligus menyebut bahwa ayam broody sebaiknya segera dipisahkan dari kelompok utama pada sistem pemeliharaan tertentu.

Untuk ayam kampung yang dipelihara secara semi-intensif, peternak juga dapat mengatur akses ayam ke sarang setelah periode bertelur selesai. Prinsipnya adalah membuat ayam kembali memiliki rutinitas normal, bukan terus-menerus kembali ke tempat mengeram.

5. Berikan kesempatan ayam bergerak

Setelah dipisahkan, biarkan ayam bergerak secara normal di area yang aman. Aktivitas berjalan membantu ayam kembali menjalani rutinitas harian seperti mencari makan, minum, dan berinteraksi dengan lingkungan.

Jangan menempatkan ayam dalam ruang yang terlalu sempit atau panas. Kandang yang buruk justru dapat meningkatkan stres dan menghambat pemulihan kondisi tubuh.

Kondisi lingkungan juga penting karena ayam yang mengalami tekanan panas dapat meningkatkan konsumsi air dan mengalami perubahan performa. University of Minnesota Extension menekankan pentingnya ketersediaan air, ventilasi, dan pengelolaan suhu untuk mengurangi dampak heat stress pada unggas.

6. Memandikan ayam bukan satu-satunya cara

Dalam materi BBPP Kupang, salah satu cara tradisional yang disebut untuk mengurangi naluri mengeram adalah memandikan ayam secara rutin selama beberapa hari, kemudian mengeringkannya di bawah sinar matahari. Materi tersebut menyebut cara ini ditujukan untuk membantu menurunkan suhu tubuh ayam yang dianggap meningkat ketika mengeram. Namun, cara ini sebaiknya tidak dilakukan secara kasar atau dalam kondisi cuaca yang terlalu dingin. Ayam tidak perlu direndam lama, apalagi jika sedang sakit, lemah, atau menunjukkan tanda stres.

Untuk pendekatan yang lebih aman, prioritas utama sebaiknya tetap pada pemisahan dari sarang, penyediaan kandang yang nyaman, pakan berkualitas, air bersih, dan pengelolaan lingkungan. Memandikan ayam dapat dipandang sebagai praktik tradisional yang tercantum dalam sumber lokal tersebut, bukan sebagai jaminan bahwa ayam pasti segera bertelur.

7. Dekatkan kembali dengan kelompok ayam secara bertahap

Setelah perilaku mengeram mulai berkurang, ayam dapat diperkenalkan kembali ke lingkungan kelompok. Amati apakah ayam sudah lebih aktif, tidak terus mencari sarang, dan kembali menjalani aktivitas normal.

Materi BBPP Kupang menyebutkan bahwa pendekatan dengan pejantan dapat digunakan untuk merangsang aktivitas reproduksi. Namun, penting diluruskan bahwa ayam betina tidak membutuhkan pejantan untuk menghasilkan telur. Utah State University Extension menjelaskan bahwa keberadaan pejantan bukan faktor yang diperlukan agar ayam betina menghasilkan telur; pejantan diperlukan jika telur tersebut ingin dibuahi untuk penetasan. Jadi, jangan menganggap ayam pasti akan kembali bertelur hanya karena ditempatkan bersama pejantan.

Pakan Setelah Ayam Berhenti Mengeram

Setelah masa mengeram berhasil diputus, perhatian berikutnya adalah kondisi tubuh ayam. Ayam yang terlalu kurus atau mengalami penurunan kondisi tubuh tidak seharusnya dipaksa segera menghasilkan telur.

Berikan pakan yang seimbang dan mudah dijangkau. Air minum bersih harus tersedia sepanjang waktu. Jika ayam sudah kembali aktif, nafsu makan normal, dan kondisi tubuh terlihat baik, proses kembali bertelur dapat berlangsung secara bertahap.

Produksi telur juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti umur, genetik, kesehatan, nutrisi, dan pencahayaan. Utah State University Extension mencatat bahwa panjang hari berperan dalam mempertahankan produksi telur pada ayam petelur.

Karena itu, jangan kecewa apabila ayam tidak langsung bertelur sehari setelah dipisahkan.

Jangan Memaksa Ayam Bertelur Terus-Menerus

Ada perbedaan antara mengurangi masa mengeram dan memaksa ayam bertelur tanpa memperhatikan kesehatannya.

BBPP Kupang menjelaskan beberapa sistem pengaturan reproduksi ayam kampung, mulai dari sistem bebas hingga intensif. Dalam sistem intensif, masa mengeram dan mengasuh anak dapat dihilangkan dengan penetasan menggunakan alat sehingga siklus produksi menjadi lebih pendek. Namun, sumber tersebut juga mengingatkan bahwa kemampuan bertelur ayam kampung tetap terbatas dan pemaksaan produksi secara terus-menerus dapat mengganggu kesehatan induk.

Karena itu, target yang lebih masuk akal adalah memperpendek masa tidak produktif secara wajar, bukan membuat ayam terus bertelur tanpa masa pemulihan.

Berapa Lama Ayam Kampung Bisa Bertelur Lagi?

Tidak ada waktu yang sama untuk semua ayam. Setelah naluri mengeram berkurang, ayam masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi reproduksinya.

BBPP Kupang memberikan contoh bahwa pada sistem semi-intensif, siklus reproduksi ayam kampung dapat dipersingkat dengan mengatur masa mengasuh anak dan masa istirahat. Materi tersebut mencantumkan siklus sekitar 65 hari, terdiri atas masa bertelur, mengeram, mengasuh anak, dan istirahat.

Artinya, pemisahan ayam yang mengeram bukan berarti ayam otomatis bertelur kembali dalam hitungan satu atau dua hari. Hasilnya sangat bergantung pada kondisi induk dan sistem pemeliharaan.

Jika setelah beberapa waktu ayam tetap tidak bertelur, terlihat sangat kurus, lesu, diare, mengalami kerontokan tidak wajar, atau menunjukkan tanda penyakit lainnya, sebaiknya jangan terus dipaksa keluar dari masa mengeram. Periksa kondisi kesehatan ayam dan konsultasikan dengan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan setempat.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Dalam menerapkan cara memisahkan ayam kampung yang mengeram agar cepat bertelur lagi, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Pertama, jangan melempar atau mengejar ayam secara kasar. Kedua, jangan mengurung ayam di tempat yang panas dan minim ventilasi. Ketiga, jangan mengurangi air minum dengan tujuan membuat ayam berhenti mengeram. Keempat, jangan memberikan obat atau hormon sembarangan untuk memaksa produksi telur.

Selain itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa ayam sakit hanya karena berhenti bertelur. Naluri mengeram memang dapat menyebabkan penghentian produksi sementara.

Yang lebih penting adalah mengamati perubahan perilaku, kondisi tubuh, nafsu makan, kotoran, dan aktivitas ayam secara keseluruhan.

Tanya Jawab Seputar Ayam Kampung

1. Berapa lama ayam kampung biasanya mengeram?

Masa mengeram ayam kampung umumnya sekitar tiga minggu dalam siklus reproduksi alami. BBPP Kupang mencantumkan sekitar 21 hari sebagai masa mengeram sebelum dilanjutkan ke fase berikutnya.

2. Apakah ayam kampung harus dimandikan agar berhenti mengeram?

Tidak harus. Materi BBPP Kupang memang menyebut praktik memandikan ayam selama beberapa hari sebagai salah satu cara tradisional untuk membantu mengurangi perilaku mengeram. Namun, pengelolaan sarang, pemisahan sementara, pakan, air, dan kondisi lingkungan juga merupakan bagian penting dari perawatan.

3. Apakah ayam kampung membutuhkan pejantan agar bisa bertelur lagi?

Tidak. Ayam betina dapat menghasilkan telur tanpa pejantan. Pejantan dibutuhkan jika telur tersebut ingin dibuahi untuk ditetaskan.

4. Mengapa ayam kampung sudah dipisahkan tetapi belum bertelur?

Pemisahan tidak menjamin ayam langsung bertelur. Produksi dapat dipengaruhi kondisi tubuh, nutrisi, umur, kesehatan, pencahayaan, dan faktor reproduksi lainnya. Berikan waktu bagi ayam untuk kembali ke kondisi normal.

5. Kapan ayam yang mengeram perlu diperiksa kesehatannya?

Jika ayam tidak hanya berhenti bertelur tetapi juga terlihat sangat lemah, tidak mau makan atau minum, mengalami penurunan berat badan yang mencolok, diare berkepanjangan, gangguan pernapasan, atau gejala penyakit lain, pemeriksaan kesehatan lebih penting daripada terus berusaha menghentikan perilaku mengeram.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6