Cara Memanfaatkan Lahan Bawah Kandang Ayam, Optimalkan Sudut Peternakan

Cara memanfaatkan lahan bawah kandang ayam dapat mengubah limbah menjadi pakan, pupuk, hingga hasil pertanian.

Diterbitkan 08 September 2026, 09:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara memanfaatkan lahan bawah kandang ayam dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan kreatif agar area yang sebelumnya terbengkalai menjadi lebih produktif. Penataan yang tepat juga membantu peternak memanfaatkan ruang secara maksimal sekaligus mendukung kegiatan usaha.

Salah satu cara memanfaatkan lahan bawah kandang ayam ialah mengolah kotoran ternak menjadi sumber daya yang berguna, misalnya untuk pupuk atau bahan pendukung pertanian. Metode tersebut dapat membantu mengurangi limbah sekaligus menekan pengeluaran operasional.

Selain itu, cara memanfaatkan lahan bawah kandang ayam dapat dikembangkan melalui sistem pertanian terpadu atau kegiatan lain yang menghasilkan nilai tambah. Jika dikelola dengan baik, pemanfaatan ruang ini berpotensi mengurangi bau, menghemat biaya, serta membuat lingkungan peternakan lebih efisien dan berkelanjutan.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara memanfaatkan lahan bawah kandang ayam, Selasa (8/9/2026).

1. Budidaya Maggot BSF

Lahan bawah kandang ayam dapat dimanfaatkan sebagai area budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Larva ini mampu menguraikan berbagai bahan organik sehingga dapat membantu mengurangi limbah dari kegiatan peternakan.

Agar lebih aman dan terkontrol, media budidaya sebaiknya disiapkan dengan bahan organik yang sesuai, bukan sekadar membiarkan maggot berkembang langsung pada kotoran ayam. Maggot yang telah dipanen kemudian dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan tambahan karena memiliki kandungan protein dan lemak yang cukup tinggi.

2. Membuat Area Pengomposan Kotoran Ayam

Ruang kosong di bawah kandang bisa dijadikan tempat pengolahan kotoran ayam menjadi kompos. Kotoran dapat dicampurkan dengan sekam, jerami, daun kering, atau serbuk gergaji untuk membantu menyeimbangkan bahan selama proses penguraian.

Tumpukan kemudian perlu dikelola dengan baik agar tidak terlalu basah dan memiliki sirkulasi udara yang cukup. Setelah matang, kompos dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman sehingga limbah peternakan memiliki nilai guna tambahan.

3. Menyiapkan Pupuk Organik Padat

Kotoran ayam juga dapat diolah menjadi pupuk organik padat untuk kebutuhan kebun maupun peternakan sendiri. Area bawah kandang yang teduh dapat digunakan sebagai tempat penampungan sementara bahan sebelum melalui proses pengolahan dan pematangan.

Setelah kondisinya stabil, pupuk dapat dimasukkan ke dalam karung atau wadah yang sesuai agar lebih mudah disimpan dan digunakan. Jika produksinya cukup banyak, hasil olahan tersebut bahkan berpotensi menjadi produk tambahan yang dapat dijual.

4. Budidaya Cacing Tanah

Bagian bawah kandang yang teduh dapat dimanfaatkan untuk budidaya cacing tanah apabila kelembapan dan kebersihannya dapat dikontrol dengan baik. Kotoran ayam tidak boleh diberikan dalam kondisi segar karena kandungan amonia dan nutrisinya dapat terlalu tinggi bagi cacing.

Sebaiknya bahan difermentasi atau dicampurkan dengan material organik lain terlebih dahulu hingga kondisinya lebih sesuai. Cacing yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan umpan, pakan tertentu, atau dikembangkan sebagai usaha tambahan.

5. Menyimpan Peralatan Peternakan

Apabila bagian bawah kandang memiliki lantai yang cukup kering dan terlindung dari kotoran, area tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan perlengkapan peternakan. Rak sederhana bisa digunakan untuk menata ember, sekop, keranjang, sapu, atau peralatan kebersihan lainnya.

Barang sebaiknya diletakkan tidak langsung di atas tanah agar terhindar dari kelembapan dan lebih mudah dibersihkan. Penataan seperti ini membuat ruang kerja lebih rapi sekaligus membantu menghemat tempat.

6. Membuat Tempat Pengolahan Limbah Organik

Area kosong di bawah kandang dapat digunakan sebagai tempat mengumpulkan dan memilah limbah organik sebelum diproses. Sisa sayuran, daun kering, sekam, dan kotoran ayam dapat dipisahkan sesuai jenis serta tujuan pengolahannya.

Bahan-bahan tersebut kemudian dapat diarahkan untuk pembuatan kompos atau media pengolahan organik lainnya. Dengan sistem pemilahan yang teratur, limbah tidak mudah menumpuk dan area peternakan pun menjadi lebih bersih.

7. Menanam Tanaman Pakan di Sekitar Kandang

Jika tersedia lahan terbuka di sisi atau sekitar kandang, area tersebut dapat digunakan untuk menanam tanaman yang berpotensi menjadi pakan tambahan ayam. Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain kelor, turi, lamtoro, murbei, dan gamal.

Daun yang dipanen perlu diberikan dalam jumlah yang sesuai dan tidak menggantikan pakan utama secara sembarangan. Selain menyediakan sumber hijauan tambahan, tanaman tersebut juga dapat membantu membuat lingkungan sekitar kandang lebih teduh.

8. Membuat Kebun Sayur dengan Pupuk Olahan

Lahan di sekitar kandang bisa diubah menjadi kebun sayur sederhana untuk menghasilkan bahan pangan sekaligus memanfaatkan pupuk dari peternakan. Sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, dan selada dapat ditanam sesuai kondisi lahan.

Kotoran ayam yang sudah matang melalui proses pengomposan dapat digunakan sebagai sumber bahan organik untuk membantu memperbaiki kesuburan tanah. Hindari penggunaan kotoran segar secara langsung karena kandungan amonia dan nitrogen yang tinggi berisiko mengganggu tanaman.

9. Mengembangkan Sistem Pertanian Terpadu

Pemanfaatan lahan bawah kandang dapat dikembangkan lebih jauh melalui sistem pertanian terpadu yang menggabungkan beberapa kegiatan, seperti peternakan ayam, pengolahan kompos, budidaya maggot, tanaman, dan perikanan. Limbah dari satu kegiatan dapat diolah terlebih dahulu untuk menjadi sumber daya bagi kegiatan lainnya.

Dengan pola tersebut, lahan yang terbatas tetap dapat menghasilkan beberapa jenis produk sekaligus. Penerapannya dapat dilakukan secara bertahap sesuai luas lahan, modal, dan kemampuan peternak dalam mengelola setiap komponen.

Tips Memanfaatkan Lahan Bawah Kandang Ayam

1. Pastikan Area Tidak Terlalu Lembap

Pilih pemanfaatan yang sesuai dengan kondisi lahan. Pastikan area memiliki drainase dan sirkulasi udara yang baik agar tidak menjadi tempat berkumpulnya air, terutama jika berada tepat di bawah kandang.

2. Pisahkan Kotoran dari Area yang Digunakan

Jika lahan dimanfaatkan untuk penyimpanan, budidaya, atau aktivitas lain, buat pembatas antara kotoran ayam dan area tersebut. Langkah ini membantu menjaga kebersihan serta mengurangi risiko kontaminasi.

3. Jangan Gunakan Kotoran Ayam Segar

Kotoran ayam sebaiknya tidak langsung digunakan sebagai pupuk atau media budidaya. Olah terlebih dahulu melalui proses pengomposan atau fermentasi agar kandungan amonia berkurang dan bahan menjadi lebih aman digunakan.

4. Gunakan Wadah atau Rak yang Mudah Dibersihkan

Untuk menyimpan peralatan atau bahan tertentu, gunakan rak, kotak, maupun wadah yang tidak mudah rusak akibat kelembapan. Pilih perlengkapan yang mudah dipindahkan dan dibersihkan sehingga perawatan area menjadi lebih praktis.

5. Sesuaikan dengan Luas dan Kondisi Lahan

Tidak semua bagian bawah kandang cocok untuk setiap kegiatan. Perhatikan luas area, ketinggian kandang, pencahayaan, kelembapan, serta akses keluar-masuk sebelum menentukan fungsi yang paling sesuai.

6. Utamakan Kebersihan dan Kesehatan Ayam

Pemanfaatan lahan jangan sampai mengganggu kandang maupun membuat lingkungan ternak menjadi lebih kotor. Bersihkan area secara berkala, kelola limbah dengan benar, dan hindari penggunaan bahan yang dapat menghasilkan gas atau bau berbahaya bagi ayam.

Pertanyaan Seputar Cara Memanfaatkan Lahan Bawah Kandang Ayam

Apa saja manfaat utama memanfaatkan lahan di bawah kandang ayam?

Manfaat utamanya meliputi pengurangan limbah kotoran ayam, produksi pakan berprotein tinggi, penghematan biaya pakan, pengurangan bau, peningkatan pendapatan, serta kontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui sistem pertanian terpadu.

Bagaimana maggot Black Soldier Fly (BSF) membantu dalam pemanfaatan lahan bawah kandang ayam?

Maggot BSF memakan kotoran ayam, secara efektif mengurangi bau dan populasi lalat. Maggot ini kaya protein (25-41%) dan dapat digunakan sebagai pakan alami untuk ayam, menghemat 30-40 persen biaya pakan pabrik.

Tanaman apa saja yang efektif untuk mengurangi bau di sekitar kandang ayam?

Beberapa tanaman yang efektif untuk mengurangi bau di sekitar kandang ayam antara lain serai, lavender, adas, dan daun mint. Tanaman ini memiliki aroma kuat atau kemampuan menyerap kelembapan dan memperbaiki kualitas udara.

Apa itu sistem pertanian terpadu AMIS?

Sistem pertanian terpadu AMIS adalah konsep yang mengintegrasikan budidaya Ayam, Maggot, Ikan, dan Sayur dalam satu siklus. Tujuannya adalah mencapai efisiensi maksimal, mengurangi limbah hingga nol (zero waste), dan meningkatkan pendapatan melalui ekosistem yang saling mendukung.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6