Liputan6.com, Jakarta - Kandang ayam yang kotor dan lembap bukan hanya membuat lingkungan sekitar terganggu oleh bau, tetapi juga dapat membuat ayam merasa tidak nyaman. Kotoran yang menumpuk, air minum yang tumpah, serta sirkulasi udara yang buruk menjadi beberapa penyebab kandang cepat basah dan berbau.
Padahal, menjaga kandang ayam tetap bersih, kering, dan tidak gampang bau tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dengan beberapa pengaturan sederhana dan rutinitas perawatan yang tepat, kandang ayam di halaman rumah maupun kandang skala kecil bisa tetap lebih nyaman dan mudah dirawat. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (1/9/2026).Â
1. Gunakan Lantai Kandang yang Tidak Menyimpan Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334053/original/056993300_1787818758-fcb255ee-d850-430f-b69a-b1a0c594e09a.jpg)
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi lantai. Hindari lantai yang mudah menahan genangan karena kelembapan dapat membuat kotoran ayam lebih cepat membusuk dan menimbulkan bau.
Jika menggunakan lantai tanah, bagian permukaannya dapat dibuat sedikit lebih tinggi dari area sekitarnya agar air hujan tidak mudah masuk. Untuk kandang permanen, lantai semen juga dapat menjadi pilihan karena lebih mudah dibersihkan.
Pastikan lantai memiliki kemiringan yang cukup agar air hasil pencucian dapat mengalir dan tidak menggenang.
2. Tambahkan Sekam atau Bahan Alas yang Menyerap Kelembapan
Salah satu cara praktis menjaga kandang tetap kering adalah menggunakan alas seperti sekam padi atau bahan organik kering lainnya.
Alas tersebut membantu menyerap sebagian kelembapan dari kotoran ayam. Namun, jangan membiarkannya terlalu lama. Jika sudah basah, menggumpal, atau mulai mengeluarkan bau menyengat, segera angkat dan ganti dengan bahan yang baru.
Kandang dengan alas yang kering biasanya jauh lebih mudah dikontrol baunya dibandingkan kandang yang membiarkan kotoran langsung menumpuk di lantai.
Advertisement
3. Jangan Biarkan Kotoran Ayam Menumpuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335483/original/035537500_1787989872-9926641750754632234.jpeg)
Kotoran merupakan salah satu sumber utama bau di dalam kandang. Karena itu, pembersihan secara rutin menjadi bagian penting dalam cara membuat kandang ayam tetap bersih dan tidak gampang bau.
Untuk kandang kecil, kotoran sebaiknya dikumpulkan secara berkala, terutama pada bagian yang paling sering digunakan ayam untuk beristirahat atau tidur.
Tidak harus menunggu kandang terlihat sangat kotor. Membersihkan sedikit demi sedikit justru dapat membuat pekerjaan lebih ringan dan mencegah bau semakin kuat.
4. Atur Tempat Minum Agar Tidak Mudah Tumpah
Air minum yang sering tumpah bisa membuat lantai kandang lembap sepanjang hari. Kondisi ini kemudian bercampur dengan kotoran dan membuat bau lebih cepat muncul.
Letakkan tempat minum pada posisi yang stabil dan sesuaikan ketinggiannya dengan ukuran ayam. Hindari menaruh wadah langsung di atas alas yang mudah basah.
Jika memungkinkan, gunakan tempat minum yang memiliki desain lebih sulit ditendang atau diinjak ayam. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga area sekitar tempat minum tetap kering.
5. Pastikan Sirkulasi Udara Lancar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334035/original/058039000_1787817978-13613692590557934474.jpeg)
Kandang yang terlalu tertutup cenderung menyimpan kelembapan dan bau. Karena itu, sirkulasi udara perlu menjadi perhatian, terutama jika kandang berada di area yang sempit.
Buat bagian kandang memiliki bukaan yang cukup agar udara dapat keluar-masuk. Namun, pastikan ayam tetap terlindung dari hujan langsung dan angin yang terlalu kencang.
Sirkulasi yang baik membantu mengurangi udara pengap sekaligus mempercepat pengeringan area kandang yang lembap.
6. Pisahkan Area Makan, Minum, dan Istirahat
Penataan kandang juga dapat menentukan seberapa cepat kandang menjadi kotor. Usahakan tempat makan dan minum tidak berada tepat di bawah area ayam biasa tidur.
Area tidur biasanya menjadi tempat kotoran lebih banyak terkumpul. Jika tempat makan berada terlalu dekat, pakan bisa terkena kotoran dan menjadi lebih mudah tercecer.
Dengan membagi area kandang secara sederhana, proses pembersihan juga akan menjadi lebih praktis.
Advertisement
7. Bersihkan Bagian yang Basah Secepatnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479744/original/008591800_1768988075-Panen_Pupuk_yang_Sudah_Matang.jpg)
Tidak semua bagian kandang perlu langsung dibersihkan secara menyeluruh setiap kali ada sedikit kelembapan. Namun, bagian yang basah sebaiknya segera ditangani.
Angkat sekam atau alas yang menggumpal, kemudian tambahkan bahan alas yang kering. Periksa pula area di sekitar tempat minum karena bagian tersebut biasanya menjadi titik yang paling cepat lembap.
Kebiasaan kecil ini dapat mencegah area basah meluas dan berubah menjadi sumber bau.
8. Jangan Lupakan Area Bawah Kandang
Pada kandang panggung, bagian bawah sering luput dari perhatian. Padahal, kotoran yang jatuh dan menumpuk di bawah kandang dapat menjadi sumber bau yang cukup kuat.
Bersihkan kotoran secara berkala dan jangan membiarkannya menumpuk terlalu lama. Jika kotoran ayam ingin dimanfaatkan sebagai pupuk, kumpulkan di tempat khusus yang tidak berdekatan dengan kandang.
Dengan begitu, kandang tetap lebih bersih sementara limbahnya masih bisa dimanfaatkan.
9. Bersihkan Kandang Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335484/original/064970100_1787989872-11928694956823065184.jpeg)
Selain pembersihan harian, kandang tetap membutuhkan pembersihan yang lebih menyeluruh. Bagian lantai, dinding, tempat makan, tempat minum, hingga peralatan di dalam kandang perlu diperiksa.
Gunakan air bersih untuk mencuci bagian yang kotor, kemudian pastikan kandang benar-benar kering sebelum ayam kembali masuk.
Membersihkan kandang ketika cuaca cerah dapat membantu proses pengeringan berlangsung lebih cepat.
10. Hindari Membuat Kandang Terlalu Padat
Jumlah ayam yang terlalu banyak dalam ruang terbatas membuat kotoran lebih cepat menumpuk. Kandang juga menjadi lebih lembap dan membutuhkan pembersihan lebih sering.
Karena itu, sesuaikan jumlah ayam dengan luas kandang. Ruang yang cukup membuat ayam lebih leluasa bergerak dan membantu pengelolaan kebersihan menjadi lebih mudah.
Advertisement
Kandang Bersih Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334059/original/047609100_1787818759-628801e8-a1c1-4e43-9779-05629e103ca7.jpg)
Menjaga kandang ayam tetap bersih, kering, dan tidak gampang bau sebenarnya tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Lantai yang tidak mudah tergenang, alas yang rutin diganti, tempat minum yang tidak gampang tumpah, serta sirkulasi udara yang baik sudah bisa memberikan perubahan besar.
Kuncinya adalah jangan membiarkan kotoran dan kelembapan menumpuk terlalu lama. Perawatan sedikit tetapi rutin justru lebih mudah dilakukan daripada menunggu kandang sangat kotor lalu membersihkannya sekaligus.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Membuat Kandang Ayam Tetap Bersih
Apakah sekam bisa mengurangi bau kandang ayam?
Bisa membantu menyerap kelembapan dan membuat kotoran tidak langsung berada di permukaan lantai. Namun, sekam yang sudah basah dan berbau tetap harus segera diganti.
Seberapa sering kandang ayam harus dibersihkan?
Frekuensinya bergantung pada jumlah ayam dan ukuran kandang. Kotoran yang menumpuk sebaiknya dibersihkan secara rutin, sementara pembersihan menyeluruh dapat dilakukan secara berkala.
Kenapa kandang ayam cepat bau?
Beberapa penyebabnya antara lain kotoran yang menumpuk, alas yang basah, air minum yang sering tumpah, sirkulasi udara buruk, dan kandang yang terlalu padat.
Bagaimana agar tempat minum ayam tidak membuat kandang becek?
Gunakan wadah yang stabil, letakkan pada posisi yang tidak mudah tersenggol ayam, dan atur ketinggiannya sesuai ukuran ayam. Area di sekitarnya juga perlu rutin diperiksa.
Apakah kandang ayam harus terkena sinar matahari?
Kandang sebaiknya mendapatkan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik, tetapi ayam tetap perlu memiliki area teduh untuk berlindung dari panas berlebihan.
Apakah kotoran ayam bisa dimanfaatkan?
Bisa. Kotoran ayam dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk setelah melalui pengelolaan atau proses pengomposan yang tepat. Sebaiknya tidak langsung digunakan dalam jumlah besar pada tanaman karena kotoran segar dapat terlalu kuat bagi tanaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7961905/original/013698500_1780798434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-07T090929.694.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552918/original/093561000_1630045352-cek_fakta_kpk_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334057/original/038105600_1787818759-631943e9-30a4-433e-b269-3a0ae2a6afd5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334053/original/056993300_1787818758-fcb255ee-d850-430f-b69a-b1a0c594e09a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335483/original/035537500_1787989872-9926641750754632234.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334076/original/018558800_1787819646-Gemini_Generated_Image_6dg2lf6dg2lf6dg2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334028/original/094576200_1787817977-wdfdsa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333225/original/077930600_1787737224-4104196214114457629.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332531/original/024083800_1787709994-Gemini_Generated_Image_v5vdzav5vdzav5vd.jpg)