Liputan6.com, Jakarta - Lorong rumah sering dianggap hanya sebagai area penghubung antarruang, padahal tampilannya sangat memengaruhi kesan keseluruhan hunian. Sayangnya, beberapa kesalahan interior yang membuat lorong rumah terasa sesak justru sering terjadi tanpa disadari, mulai dari pemilihan warna, pencahayaan, ukuran furnitur, hingga penataan dekorasi.
Karena ukurannya cenderung lebih sempit dibandingkan ruang keluarga atau kamar tidur, lorong membutuhkan pendekatan interior yang sedikit berbeda. Dekorasi yang terlihat proporsional di ruang besar belum tentu cocok ditempatkan di koridor sempit. Terlalu banyak elemen justru dapat menghambat pergerakan sekaligus membuat lorong terasa semakin panjang dan tertutup.
Namun, lorong bukan berarti harus dibiarkan kosong agar terlihat lega. Dengan komposisi yang tepat, area ini dapat menjadi bagian rumah yang menarik, hangat, sekaligus tetap nyaman dilalui. Kuncinya adalah memahami kesalahan yang membuat proporsinya terasa semakin sempit dan menggantinya dengan pilihan yang lebih ringan. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (8/9/2026).
Advertisement
1. Memenuhi Lorong dengan Furnitur Berukuran Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298707/original/094599300_1784180158-8e359900-a67e-476b-ac23-904b5bd7af98.jpeg)
Salah satu kesalahan paling mudah terlihat adalah menempatkan terlalu banyak furnitur di area yang sebenarnya memiliki ruang gerak terbatas. Lemari sepatu berukuran besar, kabinet tertutup, bangku lebar, atau konsol dengan kedalaman cukup besar dapat memakan sebagian besar lantai lorong.
Menurut The Spruce, furnitur berwarna gelap dan berukuran berat dapat membuat lorong sempit terasa semakin sesak karena tidak hanya mengambil ruang lantai, tetapi juga menyerap kesan terang dari area tersebut. Kondisi ini semakin terasa pada rumah dengan lorong yang minim jendela.
Bukan berarti furnitur sama sekali tidak boleh digunakan. Justru, lorong dapat menjadi tempat penyimpanan yang praktis. Pilihlah furnitur yang ramping, berkaki ringan, atau menempel pada dinding. Rak melayang, misalnya, dapat menyediakan ruang untuk meletakkan benda tanpa membuat lantai terasa penuh.
Untuk area dekat pintu masuk, lemari sepatu dengan pintu tertutup juga lebih rapi dibandingkan rak terbuka yang memperlihatkan banyak pasang sepatu. Real Simple menyoroti bahwa penyimpanan sepatu terbuka dapat membuat area masuk tampak berantakan, sedangkan kabinet membantu menyembunyikan benda-benda kecil dari pandangan.
2. Mengandalkan Satu Lampu di Tengah Lorong
Pencahayaan memiliki pengaruh besar terhadap cara mata membaca dimensi sebuah ruangan. Lorong yang hanya diterangi satu lampu plafon atau deretan lampu sorot lurus dapat terlihat lebih panjang, sempit, dan datar.
The Spruce menjelaskan bahwa deretan lampu yang mengarahkan pandangan sepanjang koridor justru dapat menegaskan bentuk lorong yang panjang dan tipis. Sementara itu, Good Housekeeping menyarankan penggunaan pencahayaan berlapis agar lorong memiliki kedalaman dan terasa lebih hangat.
Solusinya tidak harus mahal. Selain lampu utama di plafon, tambahkan lampu dinding, picture light untuk menerangi karya seni, atau LED strip pada area tertentu. Cahaya yang tersebar membuat dinding tidak terlihat seperti dua bidang kosong yang saling menghimpit.
Jika lorong memiliki cermin, arahkan pencahayaan agar sebagian cahaya dapat dipantulkan. Permukaan reflektif dapat membantu menyebarkan cahaya dan menciptakan ilusi ruang yang lebih terbuka.
Advertisement
3. Membiarkan Dinding Sepenuhnya Kosong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289103/original/094959400_1783392465-7683db0c-519d-4257-8c7e-34332a8427b3.jpeg)
Sekilas, dinding kosong mungkin dianggap sebagai pilihan paling aman untuk lorong sempit. Tidak adanya dekorasi memang menghindarkan ruangan dari kesan berantakan, tetapi terlalu kosong juga dapat menghasilkan efek sebaliknya.
Menurut The Spruce, dinding yang sepenuhnya polos membuat mata tidak memiliki titik pemberhentian visual. Akibatnya, lorong dapat terasa seperti terowongan panjang yang monoton. Real Simple juga menyebutkan bahwa dinding tanpa tekstur atau elemen arsitektural dapat membuat lorong tampak datar dan belum selesai ditata.
Karena itu, berikan sedikit variasi pada bidang dinding. Anda bisa memasang satu karya seni berukuran proporsional, beberapa bingkai dengan komposisi teratur, panel dinding, lis dekoratif, atau cermin.
Kuncinya bukan memenuhi seluruh dinding, melainkan menciptakan ritme. Sebuah karya seni besar yang ditempatkan dengan tepat terkadang justru lebih efektif daripada banyak bingkai kecil yang tersebar tanpa pola.
4. Memilih Warna Cat Berdasarkan Anggapan bahwa Putih Selalu Membuat Ruang Lebih Luas
Putih memang sering digunakan untuk menciptakan kesan terang dan bersih. Namun, menganggap semua lorong sempit harus dicat putih merupakan salah satu pilihan yang belum tentu berhasil.
The Spruce mencatat bahwa putih tidak otomatis membuat lorong terasa luas, terutama jika ruangan kekurangan cahaya alami. Dalam kondisi pencahayaan buruk, putih dapat terlihat dingin, datar, bahkan terasa seperti ruang kosong yang terlalu kontras.
Real Simple menawarkan pendekatan berbeda dengan menggunakan warna yang lebih kaya untuk lorong yang minim cahaya. Warna seperti biru tua, hijau hangat, atau charcoal dapat memberikan kedalaman apabila dipadukan dengan pencahayaan dan elemen dekorasi yang tepat.
Artinya, persoalannya bukan sekadar memilih warna terang atau gelap. Perhatikan pula temperatur warna, intensitas cahaya, warna lantai, pintu, dan plafon. Lorong dengan cahaya alami yang baik mungkin cocok menggunakan warna lembut dan terang, sedangkan lorong yang gelap dapat memperoleh karakter lebih kuat melalui warna yang hangat dan pencahayaan berlapis.
5. Menggunakan Karpet atau Runner yang Terlalu Gelap dan Tidak Proporsional
Karpet lorong atau runner dapat menjadi elemen dekoratif yang memperkuat karakter rumah. Namun, pemilihan warna dan ukurannya harus diperhatikan karena lantai merupakan bidang visual yang langsung terlihat sepanjang koridor.
Menurut The Spruce, runner berwarna sangat gelap dapat membuat lorong terasa lebih pendek dan tertutup. Warna gelap menyerap cahaya dan dapat menciptakan efek seperti lorong berbentuk terowongan.
Di sisi lain, Good Housekeeping menekankan pentingnya ukuran karpet. Runner yang terlalu kecil dapat terlihat tidak proporsional dan justru membuat komposisi lantai terasa terputus-putus. Salah satu panduan yang disebutkan adalah menyisakan ruang lantai di sisi karpet agar batas antara runner dan dinding tetap terlihat.
Pilih karpet dengan ukuran yang sesuai panjang dan lebar lorong. Motif bergaris memanjang dapat membantu mengarahkan pandangan, sedangkan motif yang terlalu ramai sebaiknya digunakan secara hati-hati. Untuk rumah kecil, runner dengan pola sederhana dan warna yang menyatu dengan lantai sering kali memberikan hasil lebih ringan.
6. Menggantung Cermin dan Karya Seni dengan Skala yang Salah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287343/original/076926700_1783217792-7.jpg)
Cermin merupakan salah satu trik populer untuk membuat lorong terlihat lebih luas. Namun, cermin tidak akan otomatis menghasilkan efek tersebut apabila ukurannya terlalu kecil atau ditempatkan terlalu tinggi.
Good Housekeeping mengingatkan bahwa karya seni dan cermin yang terlalu kecil, terlalu tinggi, atau tidak proporsional terhadap dinding dapat membuat lorong terasa canggung. Sebaliknya, satu karya berukuran lebih besar atau susunan galeri yang kohesif dapat menciptakan titik fokus sekaligus membuat dinding terasa lebih terencana.
Cermin sebaiknya ditempatkan pada posisi yang mudah terlihat dan mampu menangkap pantulan cahaya. Hindari menempatkannya berhadapan dengan area yang justru memperlihatkan tumpukan barang, karena pantulan tersebut dapat membuat lorong terlihat semakin penuh.
Untuk karya seni, sesuaikan ukurannya dengan bidang dinding. Beberapa bingkai kecil dapat digunakan jika disusun sebagai satu komposisi, tetapi jangan menyebarkannya terlalu jauh. Jarak yang tidak teratur dapat membuat dekorasi terlihat seperti kumpulan benda terpisah.
Cara Membuat Lorong Terasa Lebih Lapang Tanpa Renovasi Besar
Setelah mengetahui berbagai kesalahan interior yang membuat lorong rumah terasa sesak, perbaikannya sebenarnya tidak selalu membutuhkan renovasi. Mulailah dengan mengurangi benda yang tidak diperlukan. Perhatikan juga apakah ada furnitur yang mengganggu jalur berjalan.
Selanjutnya, perbaiki pencahayaan. Ganti satu sumber cahaya dengan kombinasi lampu plafon dan lampu dinding jika memungkinkan. Gunakan cermin untuk membantu memantulkan cahaya, tetapi tetap pastikan pantulannya tidak memperlihatkan area yang berantakan.
Dinding juga tidak perlu dibiarkan sepenuhnya kosong. Tambahkan satu elemen dekoratif yang kuat, seperti karya seni berukuran besar, cermin, atau panel dinding sederhana. Jika membutuhkan penyimpanan, manfaatkan area vertikal melalui rak melayang atau kait dinding.
Terakhir, perhatikan kesinambungan visual. Warna dinding, lantai, pintu, karpet, pencahayaan, dan dekorasi sebaiknya tidak saling berebut perhatian. Lorong yang sempit justru akan terlihat lebih lapang ketika setiap elemen memiliki fungsi dan ditempatkan dengan pertimbangan skala.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Menata Lorong Rumah
1. Apakah lorong sempit sebaiknya dicat putih?
Tidak selalu. Putih dapat membantu memantulkan cahaya, tetapi pada lorong yang minim pencahayaan hasilnya bisa terasa dingin atau datar. Warna hangat atau warna yang lebih kaya juga dapat digunakan selama pencahayaannya memadai.
2. Apakah lorong rumah harus dibiarkan tanpa furnitur?
Tidak. Furnitur tetap bisa digunakan selama ukurannya sesuai. Pilih konsol ramping, rak melayang, kabinet tipis, atau penyimpanan vertikal agar jalur berjalan tetap lega.
3. Apakah cermin bisa membuat lorong terlihat lebih luas?
Bisa. Cermin dapat memantulkan cahaya dan menciptakan kesan visual yang lebih terbuka. Namun, ukurannya dan posisi pemasangannya harus proporsional dengan dinding.
4. Karpet seperti apa yang cocok untuk lorong sempit?
Runner dengan ukuran yang sesuai panjang dan lebar lorong merupakan pilihan yang praktis. Pilih warna dan motif yang tidak terlalu berat secara visual. Pola memanjang juga dapat membantu mengarahkan pandangan sepanjang koridor.
5. Bagaimana menata lorong agar tidak terlihat membosankan?
Gunakan satu atau dua titik fokus seperti karya seni, cermin, panel dinding, atau pencahayaan dekoratif. Lorong tidak perlu dipenuhi aksesori. Yang terpenting adalah menciptakan komposisi yang teratur, proporsional, dan tetap menyediakan ruang gerak.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/850960/original/018479100_1428984571-KAA3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5181963/original/041597900_1744014438-erupsi_gunung_gede.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936199/original/062014300_1725430509-Kepiting1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5375608/original/005217800_1759973203-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342819/original/047148000_1788832565-51fb5b97-a5b6-4a14-8f06-32b0603e11db.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262616/original/092614000_1781840063-ChatGPT_Image_Jun_19__2026__10_33_37_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878087/original/027138900_1719566267-IMG_2916.jpeg)