Liputan6.com, Jakarta - Dinding dekat lantai sering terlihat lebih kotor dibandingkan bagian dinding yang lebih tinggi. Kondisi ini kerap muncul meski lantai sudah rutin dibersihkan dan ruangan tidak terlihat berdebu. Noda pada bagian bawah dinding biasanya berasal dari aktivitas yang terjadi di sekitar lantai setiap hari.
Posisi dinding menjadi salah satu penyebabnya karena bagian tersebut berdekatan dengan sumber debu, air, tanah, serta benda yang digunakan untuk membersihkan rumah. Kotoran juga bisa menempel setelah lantai disapu, dipel, atau digunakan untuk berbagai kegiatan.
Memahami penyebab dinding dekat lantai sering terlihat lebih kotor bisa membantu menentukan cara membersihkannya. Berikut hal sepele yang bisa menjadi penyebab dinding dekat lantai menjadi kotor, dihadirkan Liputan6, Senin (7/9).
Advertisement
1. Debu dari Lantai Mudah Menempel ke Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342519/original/043183600_1788773013-Dinding_kotor_dekat_lantai.jpg)
Debu yang berada di lantai bisa berpindah ke bagian bawah dinding saat tersapu atau terkena gerakan orang yang berjalan. Partikel dari lantai juga dapat terbawa angin dan akhirnya menempel pada permukaan dinding, terutama di area yang berdekatan dengan lantai. Kondisi ini membuat garis pada bagian bawah dinding lebih cepat terlihat kotor dibandingkan bagian atas.
Cara mengatasinya bisa dimulai dari membersihkan lantai dengan urutan yang tepat. Sapu atau gunakan alat penyedot debu terlebih dahulu sebelum mengepel agar debu tidak berpindah ke dinding.
Selain itu, bagian bawah dinding bisa dilap secara berkala menggunakan kain yang sesuai dengan jenis cat. Hindari menggosok terlalu keras karena tindakan tersebut bisa membuat permukaan cat berubah atau terkelupas.
Advertisement
2. Cipratan Air Saat Mengepel Bisa Menjadi Noda
Air pel yang mengenai dinding merupakan salah satu penyebab yang sering tidak disadari. Saat kain pel terlalu basah atau gerakan mengepel terlalu dekat dengan dinding, air dapat memercik ke bagian bawah. Air yang membawa debu kemudian meninggalkan bekas setelah mengering.
Masalah tersebut bisa dikurangi dengan memeras kain pel sebelum digunakan. Pastikan kain tidak menetes dan lakukan gerakan dari bagian dalam ruangan menuju area yang dekat dengan dinding.
Jika dinding sudah terkena cipratan, segera lap menggunakan kain yang sedikit lembap. Setelah itu, gunakan kain kering untuk mengangkat sisa air sehingga noda tidak tertinggal pada permukaan.
3. Sapu Sering Mengangkat Kotoran ke Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342517/original/049838600_1788772991-Dinding_Dekat_Lantai_Terlihat_Lebih_Kotor.jpg)
Gerakan sapu dapat membuat debu dan kotoran berpindah dari lantai menuju dinding. Hal ini lebih sering terjadi ketika bagian ujung sapu diarahkan terlalu dekat dengan dinding. Kotoran yang terangkat kemudian menempel pada permukaan bagian bawah.
Membersihkan lantai secara perlahan dapat membantu mengurangi perpindahan kotoran. Arahkan sapu menjauhi dinding dan kumpulkan kotoran menuju satu titik sebelum dibuang.
Bagian dinding yang sudah terkena debu juga sebaiknya tidak langsung digosok dengan kain basah. Bersihkan debunya terlebih dahulu menggunakan kain kering, kemudian lap menggunakan kain yang sedikit lembap agar kotoran tidak berubah menjadi noda.
Advertisement
4. Kaki dan Perabot Bisa Meninggalkan Bekas
Dinding bagian bawah berada dekat dengan berbagai benda yang digunakan setiap hari. Kaki kursi, meja, rak, sandal, atau alat kebersihan bisa sesekali menyentuh permukaan dinding dan meninggalkan bekas. Aktivitas tersebut dapat berlangsung tanpa disadari karena letaknya berada di bawah pandangan.
Jarak antara perabot dan dinding bisa diperiksa secara berkala. Berikan ruang yang cukup agar perabot tidak terus bergesekan dengan permukaan dinding ketika digunakan atau dipindahkan.
Jika terdapat bekas gesekan, bersihkan sesuai petunjuk perawatan cat. Gunakan kain lembut dan hindari bahan pembersih yang belum diketahui cocok untuk permukaan tersebut agar warna cat tidak ikut terangkat.
5. Tanah dari Alas Kaki Mudah Berpindah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342520/original/035991800_1788773021-Dinding_Dekat_Lantai_yang_Terlihat_Lebih_Kotor.jpg)
Tanah dan debu yang menempel pada alas kaki dapat masuk ke rumah dan berada di sekitar lantai. Ketika seseorang berjalan atau membersihkan lantai, kotoran tersebut bisa berpindah ke bagian bawah dinding. Rumah dengan akses langsung dari halaman biasanya lebih sering mengalami kondisi ini.
Meletakkan keset di dekat pintu masuk dapat membantu mengurangi tanah yang terbawa ke dalam rumah. Alas kaki juga sebaiknya dilepas sebelum memasuki area tertentu di dalam rumah.
Lantai dekat pintu perlu dibersihkan secara rutin karena menjadi tempat pertama kotoran dari luar masuk. Dengan mengurangi sumber kotoran di lantai, bagian dinding yang berdekatan juga tidak perlu terlalu sering dibersihkan.
Advertisement
6. Kelembapan Bisa Membuat Dinding Berubah Warna
Dinding yang berdekatan dengan lantai bisa terkena air dari kegiatan membersihkan rumah atau dari lingkungan sekitarnya. Jika bagian tersebut sering lembap, permukaannya dapat mengalami perubahan warna dan menimbulkan bekas yang sulit dihilangkan hanya dengan mengelapnya.
Langkah pertama adalah mencari sumber air yang membuat area tersebut terus basah. Periksa apakah air berasal dari kegiatan mengepel, tumpahan, atau rembesan dari bagian bangunan.
Jika dinding tetap lembap meski sudah dibersihkan dan dikeringkan, masalahnya perlu ditangani dari sumbernya. Mengecat ulang tanpa mengatasi penyebab air masuk hanya akan membuat masalah kembali muncul.
7. Sampah Kecil di Lantai Bisa Menempel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342518/original/031958200_1788773000-Dinding_Dekat_Lantai.jpg)
Serpihan makanan, tanah, rambut, dan kotoran kecil lainnya sering berada di lantai tanpa langsung terlihat. Saat disapu, sebagian kotoran dapat terdorong ke arah dinding dan menempel pada bagian bawahnya.
Kebiasaan membersihkan lantai dengan gerakan yang terarah dapat membantu mencegah hal tersebut. Gunakan pengki untuk mengumpulkan kotoran sehingga tidak terus didorong dari satu sisi ke sisi lain.
Bagian bawah dinding juga perlu diperiksa setelah selesai menyapu. Jika terlihat ada debu atau serpihan yang menempel, bersihkan sebelum mengepel. Langkah sederhana ini membantu menjaga dinding tetap bersih tanpa membutuhkan pembersihan berulang.
Advertisement
8. Cara Membersihkan yang Kurang Tepat Bisa Menambah Noda
Cara membersihkan dinding juga dapat menentukan seberapa cepat bagian bawahnya terlihat kotor. Menggunakan air terlalu banyak, kain yang sudah penuh debu, atau bahan pembersih yang tidak sesuai bisa membuat kotoran justru menyebar ke area lain.
Sebelum membersihkan, perhatikan jenis permukaan dinding dan petunjuk perawatan cat. Gunakan kain bersih, mulai dari bagian yang paling sedikit terkena kotoran, kemudian lanjutkan ke bagian yang lebih kotor.
Setelah dilap, jangan biarkan permukaan tetap basah. Gunakan kain kering jika diperlukan dan pastikan ruangan memiliki aliran udara yang cukup. Kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi bekas air dan penumpukan kotoran pada bagian bawah dinding.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kenapa Dinding Dekat Lantai Sering Terlihat Lebih Kotor
Kenapa bagian bawah dinding cepat kotor?
Bagian bawah dinding dekat dengan lantai sehingga lebih sering terkena debu, cipratan air, tanah, serta gesekan dari kaki dan perabot.
Bagaimana cara membersihkan dinding yang kotor?
Gunakan kain bersih yang sedikit lembap dan sesuaikan bahan pembersih dengan jenis cat. Hindari menggosok permukaan terlalu keras.
Apakah mengepel bisa membuat dinding kotor?
Bisa. Kain pel yang terlalu basah dapat membuat air dan kotoran memercik ke bagian bawah dinding sehingga meninggalkan bekas.
Mengapa dinding dekat lantai berubah warna?
Perubahan warna bisa terjadi karena debu, noda, air, kelembapan, atau kotoran yang terus menempel pada permukaan dinding.
Bagaimana agar dinding tidak cepat kotor?
Kurangi sumber kotoran dari lantai, gunakan keset di pintu masuk, bersihkan lantai secara teratur, dan segera lap cipratan air pada dinding.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5181963/original/041597900_1744014438-erupsi_gunung_gede.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936199/original/062014300_1725430509-Kepiting1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862795/original/084121900_1718280170-Gunung_anak_krakatau_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342516/original/097943400_1788772982-Dinding_Dekat_Lantai_Sering_Terlihat_Lebih_Kotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340784/original/019482600_1788517147-Model_kamar_mandi_dengan_jendela_tinggi_agar_tetap_mendapat_cahaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338531/original/041924000_1788332784-7ccf3808-cbbe-4cae-a840-8f4ab9041e94.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335880/original/067012100_1788074990-Lubang_Angin_Rumah_Kecil_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335127/original/039334000_1787911904-pexels-curtis-adams-1694007-3935315.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330041/original/093139400_1787309774-Screenshot_2026-08-21_175235.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555096/original/091289500_1776142625-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323725/original/050834800_1786671911-0a73d808-3a3e-4780-8556-759b432ed7b9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321998/original/027055200_1786513689-lantai_rumah_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320844/original/022478700_1786416345-tempat_wudhu_5a.jpeg)