Liputan6.com, Jakarta - Setelah 72 jam, akhirnya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan, hasil paper test abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta, menunjukkan hasil negatif, Senin (7/9/2026).
Namun, bukan berarti NOTAM penutupan operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dibuka.
"Mengacu pada VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre), tadi dan itulah mengapa sampai dengan saat ini Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lainnya masih diperpanjang sedikit untuk penutupan atau pengalihannya," kata AHY.
Advertisement
Dia membuka data, berdasarkan hasil pemantauan dari VAAC, erupsi dari Gunung Anak Krakatau telah berada pada ketinggian 50.000 feet yang arahnya semakin menjauh menuju Samudra Hindia. Namun, sebaran abu vulkaniknya masih berada di ketinggian 15.000 feet dari permukaan laut yang masih menyentuh wilayah Lampung dan Banten, termasuk Jabodetabek.
"Tapi ini terus bergeser dengan kecepatan 10 knot menuju ke barat daya, artinya ke wilayah Samudera Hindia juga," katanya.
Untuk itu, demi keamanan dari penumpang maupun kru pesawat, pembukaan operasional bandara yang terdampak abu vulkanik tak bisa terburu-buru. Banyak hal yang dipersiapkan agar penerbangan pertama pascapenutupan akibat abu vulkanik ini berangsur aman.
"Bapak Presiden tentunya memberikan direktif-direktif yang memastikan agar sekali lagi keselamatan nomor satu. Terkait dengan keselamatan tadi, walaupun mungkin paper test-nya sudah semakin negatif kecuali Radin Inten masih harus kita kawal," katanya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudi Purwagandhi mengungkapkan, merujuk kepada VAAC Darwin, di mana beberapa wilayah di Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Selatan itu masih terdampak. Makanya, pihaknya bersikap lebih konservatif karena khususnya berkaitan dengan keselamatan.
"Kita rencananya akan memperpanjang sampai 12.00 atau pukul 24.00. Itu untuk juga memberikan waktu ya kepada pihak bandara untuk membersihkan runway, kemudian juga taxiway dan apron,"katanya.
Juga memberikan kesempatan kepada para operator, airlines, untuk menyiapkan pesawatnya, karena harus membersihkan dari debu-debu yang ada.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936199/original/062014300_1725430509-Kepiting1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862795/original/084121900_1718280170-Gunung_anak_krakatau_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342121/original/053138400_1788753122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-07T104558.832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342641/original/014261400_1788781203-20260907_162501.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335992/original/014194400_1788083673-Oscar_Bruzon.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342649/original/078096600_1788782719-IMG-20260907-WA0106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342647/original/034101000_1788782291-20260907_154310.jpg)