Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau hingga Pagi Ini

Dampak sebaran abu Anak Krakatau, sejumlah daerah menerapkan sekolah daring.

Diterbitkan 07 September 2026, 09:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BMKG identifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Anak Krakatau hingga 7 September 2026.
  • Abu menyebar hingga 50.000 kaki, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, dan Samudra Hindia.
  • Dampak abu masih terasa, memicu pembelajaran jarak jauh di beberapa provinsi.

 

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Dikutip dari situs resmi BMKG, hingga pukul 07.00 WIB terindikasi dua klaster sebaran debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VVAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 7 September 2026 pukul O7.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 15.000 ft teramati ke arah tenggara-barat laut, mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Bantenserta perairan sekitarya," dikutip hari ini, Senin (7/9/2026) pukul 09.30 WIB.

"Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 ft teramati ke arah barat daya-barat, mencakupSamudra Hindia di sebelah barat - barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten menjauhi wilayah Indonesia."

Mengacu gambar yang disertakan, wilayah sebaran ditandai dengan garis putus-putus berwarna kuning.

"Sebaran abu vulkanik menampilkan hasil analisis abu vulkanik yang ditunjukkan dengan warna merah ditandai dengan poligon berwarna kuning. Produk ini hanya dibuat sesuai dengan informasi aktivitas gunung berapi dari VAAC Darwin."

Abu Masih Terasa, Sekolah PJJ

Sebaran abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026) dini hari kemarin masih cukup terasa. Di Bogor, debu di lantai rumah masih terasa lebih tebal pagi ini, Senin (7/9/2026).

Mengurangi dampak sebaran abu vulkanik, kegiatan belajar mengajar di sejumlah provinsi juga diberlakukan jarak jauh atau daring. Seperti di Lampung, Jakarta, Banten, Depok juga Bogor. Sejumlah provinsi memutuskan PJJ diberlakukan 2 hari sembari melihat perkembangan sebaran abu vulkanik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6