Cegah Abu Vulkanik, Mesin Pesawat di Bandara Soekarno-Hatta Dipasang Penutup

Penutup tersebut berupa bahan khusus atau engine inlet cover yang berfungsi mencegah partikel abu vulkanik masuk ke dalam mesin.

Diterbitkan 06 September 2026, 12:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pesawat yang terparkir di apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dipasangi penutup mesin untuk mengantisipasi masuknya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).

Pantauan di apron menunjukkan petugas menggunakan tangga lipat untuk memasang penutup pada dua mesin pesawat yang berada di masing-masing sayap.

Penutup tersebut berupa bahan khusus atau engine inlet cover yang berfungsi mencegah partikel abu vulkanik masuk ke dalam mesin.

Sejumlah pesawat milik Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, dan Lion Air Group juga masih terlihat terparkir di apron bandara.

Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat sebanyak 301 penerbangan terdampak akibat gangguan abu vulkanik pada Minggu. Dampak tersebut mencakup pembatalan, keterlambatan, pengalihan pendaratan ke bandara lain, dan gangguan operasional lainnya.

Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan data tersebut dihimpun untuk periode 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 13.30 WIB.

"Jumlah tersebut terdiri dari 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo," katanya.

Penutupan sementara atau aerodrome closed dilakukan sebagai langkah mitigasi dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan.

Manajemen bandara terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dan memantau perkembangan kondisi abu vulkanik untuk memastikan operasional serta pelayanan penumpang tetap berjalan.

 

Aktifkan Service Recovery Action

Untuk menangani penumpang yang terdampak, Bandara Soekarno-Hatta mengaktifkan Service Recovery Action (SRA).

Melalui skema tersebut, bandara menyediakan makanan dan minuman ringan serta menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai.

"Selain itu, beberapa area khusus di terminal juga telah disiapkan bagi penumpang terdampak, seperti employee lounge yang dimanfaatkan sebagai salah satu area istirahat bagi penumpang terdampak, sehingga penumpang memiliki ruang yang lebih nyaman untuk beristirahat," katanya.

Bandara juga membuka posko di Terminal 1B untuk memperkuat koordinasi dan penanganan kondisi operasional di lapangan.

Sementara itu, maskapai penerbangan menyediakan layanan di setiap terminal guna memberikan informasi dan menangani penumpang yang terdampak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6