Polda Jatim Turun Tangan Atasi Kemacetan Horor di Ketapang

Puluhan personel dikerahkan untuk mengatasi kemacetan.

Diterbitkan 07 September 2026, 09:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kemacetan horor yang menyandera jalur logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, akhirnya memicu intervensi skala besar dari Kepolisian Daerah Jawa Timur. Guna mengurai antrean kendaraan yang sempat memanjang hingga belasan kilometer selama sepekan terakhir, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim menerjunkan puluhan personel BKO ke titik krusial.

​Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Rahmat Hidayat, mengonfirmasi bahwa 60 personel berbekal 30 armada roda dua telah dikerahkan untuk membackup Polresta Banyuwangi secara penuh selama 24 jam non-stop.

​"Fokus utama kami adalah mencegah aksi nekat 'ngeblong' atau penyerobotan lajur. Tindakan spekulatif seperti itu hanya akan mengunci arus dan memperparah kemacetan," tegas Rahmat, Senin (7/9/2026).

​Dinamika kemacetan di jalur utama penyeberangan Jawa–Bali ini bergerak sangat dinamis. Meski sempat menyusut ke angka 1,7 kilometer pada Minggu (6/9/2026) pagi setelah memuncak hingga 8 kilometer pada Sabtu (5/9l2026) malam, ekor antrean kembali memanjang hingga 5 kilometer pada Minggu (6/9/2026) siang.

​Penumpukan volume kendaraan ini dipicu oleh akumulasi dua faktor mendasar. Di antaranya terjadi peningkatan lalu lintas truk barang hingga 16 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya. selain itu, adanya proyek peningkatan kapasitas dermaga hingga beban 50 ton di lintas Ketapang–Gilimanuk.

"Renovasi infrastruktur vital ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi lonjakan arus Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," tambahnya

​Guna mengakselerasi urai kemacetan, koordinasi lintas instansi bersama Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry langsung menerapkan langkah taktis. Sebanyak 24 kapal berkapasitas besar dikerahkan secara optimal, di mana enam kapal di antaranya dioperasikan dengan pola khusus Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) demi memangkas waktu sandar (dwelling time).

​Sementara di sisi darat, pengerahan tim patroli gabungan dibagi ke dalam empat sif kerja untuk menjamin pengamanan arus lalu lintas nonstop.

"Petugas juga difokuskan untuk mengawal prioritas kendaraan darurat, seperti ambulans," paparnya

​Masyarakat dan pengemudi diimbau untuk tetap berada dalam barisan antrean dan tidak memicu penguncian jalan. "Bagi pengguna jalan yang memiliki kondisi darurat, petugas mengimbau untuk segera melapor kepada personel polisi terdekat di lapangan," pungkasnya.