Erupsi Anak Krakatau, Belasan Penerbangan Jakarta-Manado Dibatalkan

Penumpang terdampak langsung diarahkan oleh petugas untuk melakukan penjadwalan ulang maupun pengembalian dana tiket.

Diterbitkan 07 September 2026, 10:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas transportasi udara rute Jakarta (CGK)–Manado (MDC) dan sebaliknya. Sebanyak 12 penerbangan dari dan menuju Bandara Sam Ratulangi, Manado, terpaksa dibatalkan demi menjaga keselamatan penerbangan pada Minggu.

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, mengonfirmasi bahwa sebagian besar jadwal penerbangan untuk rute tersebut tidak dapat beroperasi secara normal akibat letusan.

“Hari Minggu, hampir semua penerbangan dari Jakarta Manado maupun sebaliknya dibatalkan karena letusan Gunung Anak Krakatau,” ujar Radityo Ari Purwoko di Manado, Minggu (6/9/2026).

Pada Minggu pagi, maskapai penerbangan Citilink QG300 dari Jakarta yang membawa 145 penumpang menjadi satu-satunya kedatangan yang berhasil mendarat pada pukul 05.16 WITA. Setelahnya, enam jadwal kedatangan dari Jakarta resmi dibatalkan, yakni Batik Air ID6274 dengan 90 penumpang, Garuda Indonesia GA606 dengan 95 penumpang, Batik Air ID6742 dengan 104 penumpang, Garuda Indonesia GA600 dengan 130 penumpang, Batik Air ID6280 dengan 136 penumpang, serta Garuda Indonesia GA602 yang membawa 140 penumpang.

Dampak pembatalan serupa juga terjadi pada rute keberangkatan dari Manado menuju Jakarta. Enam penerbangan yang batal terbang di antaranya Citilink QG301 dengan 175 penumpang, Batik Air ID6271 dengan 136 penumpang, Garuda Indonesia GA607 dengan 115 penumpang, Batik Air ID6743 dengan 118 penumpang, Garuda Indonesia GA601 dengan 145 penumpang, hingga Batik Air ID6281 yang mengangkut 92 penumpang.

Meskipun terjadi pembatalan belasan penerbangan, situasi di kawasan terminal Bandara Sam Ratulangi dipastikan tetap kondusif.

Penumpang terdampak langsung diarahkan oleh petugas untuk melakukan penjadwalan ulang maupun pengembalian dana tiket sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai, sehingga antrean di terminal dapat terurai dengan cepat.

"Untuk kondisi terminal saat ini kondusif. Penumpang melakukan reschedule maupun refund sesuai kebijakan maskapai," kata Radityo.

Pihak Angkasa Pura Indonesia menyatakan terus menjaga perkembangan operasional penerbangan dan berkoordinasi erat dengan pihak terkait serta maskapai penerbangan. Pengguna jasa penerbangan diimbau untuk aktif memasukan informasi terbaru mengenai status penerbangan, jadwal, hingga mekanisme layanan tiket secara berkala langsung dari pihak maskapai.