Cara Mengasah Pisau dengan Benar, Benar-Benar Bikin Tajam

Cara mengasah pisau dengan benar di rumah menggunakan batu asah, batang pengasah, dan alat lainnya.

Diterbitkan 07 September 2026, 10:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengasah pisau dengan benar bisa sangat mungkin dilakukan sendiri, tanpa harus dibawa ke tempat reparasi perkakas. Pisau yang sering digunakan untuk memotong sayur, daging, buah, hingga bumbu memang kerap mengalami tumpul pada bagian tepinya, ketika terlalu sering digunakan.

Pisau yang tidak tajam juga bisa menyulitkan proses memasak karena bahan makanan lebih sulit dipotong sesuai ukuran. Tomat, bawang, daging, dan sayuran justru bisa hancur jika pisau ditekan terlalu kuat. Pemilik pun sebisa mungkin rutin untuk melakukan pengasahan agar pisau bisa tetap dipakai dengan nyaman.

Lalu, bagaimana cara mengasah pisau yang benar, tanpa harus dibawa ke tempat reparasi perkakas? Untuk mengetahuinya, simak informasinya berikut, dihadirkan Liputan6, Senin (7/9).

1. Gunakan Batang Pengasah untuk Menjaga Tepi Pisau

Batang pengasah bisa digunakan ketika pisau mulai terasa kurang nyaman saat dipakai, tetapi belum mengalami kerusakan pada bagian tepinya. Alat ini membantu mengembalikan posisi tepi pisau sehingga proses memotong bisa dilakukan dengan tekanan yang lebih ringan.

Cara menggunakan batang pengasah perlu dilakukan dengan gerakan teratur. Jangan menekan pisau terlalu kuat karena gerakan tersebut justru bisa membuat bagian tepi pisau berubah.

Langkahnya:

  • Pegang batang pengasah dengan satu tangan dan pisau dengan tangan lainnya.
  • Arahkan mata pisau menjauh dari tubuh.
  • Tempelkan sisi pisau pada batang dengan kemiringan sekitar 20 derajat.
  • Tarik pisau dari bagian dekat gagang menuju ujung pisau.
  • Lakukan gerakan yang sama pada sisi lainnya.
  • Ulangi sekitar 5–10 kali pada setiap sisi.
  • Bersihkan pisau setelah selesai.

2. Asah Pisau dengan Batu Asah

Batu asah digunakan ketika pisau sudah kehilangan ketajamannya dan batang pengasah tidak lagi cukup membantu. Permukaan batu akan mengikis bagian tertentu dari mata pisau sehingga terbentuk tepi yang bisa digunakan untuk memotong.

Sebelum digunakan, perhatikan petunjuk pada batu asah karena tidak semua jenis batu membutuhkan perlakuan yang sama. Beberapa jenis perlu direndam dalam air, sedangkan jenis lain cukup dibasahi.

Langkahnya:

  • Rendam batu jika petunjuk penggunaannya meminta demikian.
  • Letakkan batu di atas kain atau handuk agar tidak bergeser.
  • Tempelkan mata pisau pada permukaan batu.
  • Pertahankan kemiringan sekitar 15–20 derajat.
  • Geser pisau dari bagian pangkal menuju ujung.
  • Ulangi gerakan pada sisi lainnya.
  • Lakukan beberapa kali sampai pisau kembali bisa memotong dengan mudah.
  • Bilas dan keringkan pisau setelah selesai.

3. Gunakan Pengasah Tarik untuk Cara yang Lebih Sederhana

Pengasah tarik bisa menjadi pilihan bagi orang yang belum terbiasa menggunakan batu asah. Alat ini memiliki jalur yang sudah dibuat untuk dilewati mata pisau sehingga pengguna tidak perlu mengatur gerakan seperti ketika memakai batu.

Meski lebih sederhana, pisau tetap perlu ditarik dengan tekanan yang tidak berlebihan. Terlalu sering menggunakan alat ini juga bisa mengikis bagian mata pisau lebih banyak daripada yang diperlukan.

Langkahnya:

  • Letakkan pengasah pada meja yang tidak mudah bergeser.
  • Masukkan bagian dekat gagang pisau ke jalur pengasah.
  • Tarik pisau ke arah tubuh dengan satu gerakan.
  • Jangan menggerakkan pisau maju-mundur di dalam jalur.
  • Ulangi sesuai petunjuk alat.
  • Bersihkan pisau setelah proses selesai.

4. Manfaatkan Pengasah Listrik dengan Memperhatikan Petunjuk

Pengasah listrik bekerja dengan bagian berputar yang mengikis mata pisau. Alat ini bisa menghemat waktu karena pengguna cukup melewatkan pisau pada jalur yang tersedia.

Namun, setiap alat memiliki cara penggunaan yang berbeda. Karena itu, jangan langsung menggunakan pengasah listrik tanpa membaca petunjuk. Beberapa pisau juga tidak disarankan diasah menggunakan alat listrik.

Langkahnya:

  • Letakkan alat di permukaan yang tidak mudah bergeser.
  • Pastikan pisau dalam keadaan bersih dan kering.
  • Nyalakan alat sesuai petunjuk.
  • Masukkan pisau ke jalur yang sesuai.
  • Tarik pisau dengan gerakan yang sudah ditentukan.
  • Jangan memberikan tekanan tambahan.
  • Matikan alat sebelum membersihkannya.

5. Pertahankan Sudut Pisau Saat Diasah

Sudut menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam cara mengasah pisau dengan benar. Jika posisi pisau berubah-ubah ketika digosokkan pada alat pengasah, hasil pada bagian tepi pisau juga bisa tidak merata.

Untuk penggunaan di rumah, sudut sekitar 15–20 derajat sering digunakan pada banyak pisau dapur. Namun, tetap periksa petunjuk dari produsen karena setiap pisau bisa memiliki kebutuhan yang berbeda.

Langkahnya:

  • Tempelkan mata pisau pada alat pengasah.
  • Atur kemiringan pisau sebelum mulai bergerak.
  • Gunakan gerakan yang sama dari pangkal sampai ujung.
  • Hindari menekan pisau terlalu kuat.
  • Ulangi jumlah gerakan pada kedua sisi.
  • Periksa hasilnya sebelum melanjutkan pengasahan.

6. Periksa Ketajaman Pisau Setelah Diasah

Setelah mengasah pisau, jangan langsung menggunakannya untuk memasak sebelum memeriksa hasilnya. Pemeriksaan sederhana membantu mengetahui apakah mata pisau sudah bisa digunakan atau masih membutuhkan beberapa gerakan pengasahan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan selembar kertas. Pegang kertas dengan aman, kemudian coba potong menggunakan pisau. Jangan menggunakan jari untuk menguji mata pisau karena bisa menyebabkan luka.

Langkahnya:

  • Siapkan selembar kertas.
  • Pegang kertas pada bagian yang tidak dekat dengan mata pisau.
  • Coba potong kertas secara perlahan.
  • Perhatikan apakah pisau bisa melewati kertas tanpa banyak tekanan.
  • Jika belum, ulangi pengasahan beberapa kali.
  • Bersihkan pisau sebelum digunakan untuk makanan.

7. Rawat Pisau agar Tidak Cepat Tumpul

Mengasah bukan satu-satunya cara menjaga pisau. Kebiasaan setelah memasak juga berpengaruh terhadap kondisi mata pisau. Pisau sebaiknya tidak digunakan untuk memotong bahan yang tidak sesuai dan tidak dipakai sebagai alat untuk membuka kemasan atau mengikis benda lain.

Cara menyimpan pisau juga perlu diperhatikan. Pisau yang dibiarkan bercampur dengan peralatan lain di dalam laci bisa saling berbenturan dan membuat bagian tepinya berubah.

Langkah perawatannya:

  • Cuci pisau setelah digunakan.
  • Keringkan segera setelah dicuci.
  • Gunakan talenan sebagai permukaan untuk memotong.
  • Jangan menggunakan pisau untuk membuka kemasan.
  • Simpan pisau pada tempat yang tidak membuat mata pisau berbenturan.
  • Gunakan batang pengasah secara berkala.
  • Asah kembali ketika pisau mulai sulit digunakan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengasah Pisau dengan Benar

1. Berapa kali pisau harus diasah?

Tidak ada jadwal yang sama untuk semua pisau karena frekuensinya bergantung pada penggunaan dan kondisi mata pisau. Periksa pisau ketika mulai membutuhkan tekanan lebih saat memotong.

2. Apakah pisau bisa diasah tanpa batu asah?

Bisa. Pengasah tarik, batang pengasah, dan pengasah listrik dapat digunakan sesuai kondisi pisau serta petunjuk dari produsennya.

3. Berapa derajat untuk mengasah pisau?

Banyak pisau dapur diasah pada kisaran 15–20 derajat. Namun, sudut yang sesuai tetap perlu mengikuti petunjuk dari produsen pisau.

4. Apakah pisau tumpul lebih berbahaya?

Pisau tumpul bisa membutuhkan tekanan lebih besar ketika digunakan. Tekanan tersebut dapat membuat pisau lebih sulit dikendalikan sehingga pengguna perlu berhati-hati.

5. Bagaimana cara mengetahui pisau sudah tajam?

Pisau bisa diuji dengan memotong selembar kertas secara perlahan. Jika pisau bisa memotong kertas tanpa banyak tekanan, hasil pengasahan sudah cukup untuk penggunaan sehari-hari.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6