Begini Dampak Erupsi Anak Krakatau di Bandara Ahmad Yani

Belasan penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang dibatalkan.

Diterbitkan 07 September 2026, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mengalami penyesuaian, menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 10.00 WIB, sebanyak 11 penerbangan tercatat dibatalkan atau canceled.

Dari jumlah tersebut, enam merupakan penerbangan keberangkatan (departure) dan lima lainnya penerbangan kedatangan (arrival). Selain pembatalan, terdapat dua penerbangan yang mengalami keterlambatan, masing-masing satu penerbangan keberangkatan dan satu penerbangan kedatangan.

Kondisi ini membuat operasional penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, harus disesuaikan dengan perkembangan aktivitas vulkanik. Potensi sebaran abu vulkanik dan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang terus dipantau. Sebab dapat memengaruhi keselamatan serta kelancaran penerbangan.

Di tengah penyesuaian operasional tersebut, aktivitas pelayanan di bandara tetap berjalan dengan pemantauan kondisi secara berkala. Informasi mengenai perubahan jadwal penerbangan, juga terus dikoordinasikan antara pengelola bandara, maskapai, ground handling, BMKG dan AirNav Indonesia.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto mengatakan, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama dalam menghadapi dampak aktivitas vulkanik.

"Bandara Semarang terus memantau perkembangan aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau. Selain itu, aktif melakukan koordinasi dengan BMKG serta AirNav Indonesia. Langkah itu untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," tutur Sulistyo.

Adapaun enam penerbangan keberangkatan dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang tercatat dibatalkan adalah Batik Air ID 7369 tujuan Cengkareng yang dijadwalkan berangkat pukul 07.00 WIB, menjadi salah satu penerbangan yang terdampak. Pesawat tersebut tercatat membawa 153 penumpang.

Berikutnya, penerbangan Susi Air SI 570 tujuan Pulau Karimunjawa Jepara yang dijadwalkan berangkat pukul 07.30 WIB juga dibatalkan. Penerbangan tersebut membawa enam penumpang.

Langkah pembatalan juga terjadi pada Garuda Indonesia GA 231 tujuan Cengkareng, yang dijadwalkan berangkat pukul 07.05 WIB dengan 159 penumpang. Garuda Indonesia GA 235 tujuan Cengkareng, yang semula dijadwalkan berangkat pukul 09.30 WIB dengan 169 penumpang, turut dibatalkan.

Sementara itu, Citilink QG 794 tujuan Banjarmasin yang dijadwalkan berangkat pukul 11.15 WIB dengan 149 penumpang dinyatakan canceled. Citilink QG 791 tujuan Cengkareng yang dijadwalkan berangkat pukul 13.30 WIB dengan 180 penumpang juga masuk dalam daftar penerbangan yang dibatalkan.

Adapun lima penerbangan menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang yang dibatalkan adalah Batik Air ID 6338 dari Cengkareng yang dijadwalkan tiba pukul 07.45 WIB dengan 64 penumpang, menjadi salah satu penerbangan yang terdampak.

Penerbangan Susi Air SI 571 dari Karimunjawa yang dijadwalkan tiba pukul 11.50 WIB dengan enam penumpang juga dibatalkan.

Selanjutnya, Garuda Indonesia GA 232 dari Cengkareng yang dijadwalkan tiba pukul 08.45 WIB dengan 130 penumpang turut masuk dalam daftar penerbangan yang dibatalkan.

Pembatalan juga diberlakukan terhadap Citilink QG 795 dari Banjarmasin yang dijadwalkan tiba pukul 10.45 WIB dengan 109 penumpang.

Satu penerbangan lainnya, Citilink QG 790 dari Cengkareng, yang dijadwalkan tiba pukul 12.35 WIB dengan 90 penumpang, juga mengalami pembatalan.

Selain pembatalan, penyesuaian operasional penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang juga dilakukan melalui perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan.

Nam Air IN 196 tujuan Pangkalanbun yang semula dijadwalkan berangkat pukul 08.45 WIB, mengalami perubahan estimasi waktu keberangkatan menjadi pukul 13.05 WIB. Penerbangan tersebut tercatat membawa 80 penumpang.

Keterlambatan juga terjadi pada Nam Air IN 195 dari Pangkalanbun. Pesawat yang semula dijadwalkan tiba pukul 08.15 WIB mengalami perubahan estimasi waktu kedatangan menjadi pukul 12.15 WIB dengan jumlah penumpang sebanyak 69 orang.

Perubahan jadwal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi operasional dan faktor keselamatan penerbangan.

Menurut Sulistyo, pihak Bandara Ahmad Yani Semarang terus melakukan koordinasi untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi yang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan.

“Koordinasi dilakukan secara berkala untuk memperoleh informasi terkini terkait kondisi cuaca, potensi sebaran abu vulkanik, serta dampaknya terhadap operasional dan keselamatan penerbangan,” terang Sulistyo.

Pemantauan juga dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan penerbangan. Pengelola bandara berkoordinasi dengan maskapai dan ground handling, untuk menyesuaikan operasional berdasarkan perkembangan kondisi terbaru.

“Sebagai pengelola bandara, kami aktif berkoordinasi dengan para stakeholder termasuk pihak maskapai dan ground handling terkait operasional penerbangan,” tutur Sulistyo.

Langkah antisipasi juga disiapkan bagi penumpang yang terdampak perubahan jadwal perjalanan. Bandara bekerja sama dengan penyedia transportasi darat untuk menyediakan pilihan transportasi alternatif apabila diperlukan.

“Bandara juga telah bekerja sama dengan penyedia land transportation bandara yang menyediakan opsi transportasi darat sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.

Dengan kondisi operasional yang masih dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik, para pengguna jasa penerbangan diimbau mengecek ulang status penerbangan. Caranya melalui kanal resmi maskapai, sebelum berangkat menuju bandara.

Pengecekan tersebut penting dilakukan, agar penumpang mendapatkan informasi terbaru. Yakni mengenai jadwal keberangkatan maupun kedatangan, termasuk kemungkinan perubahan atau pembatalan penerbangan.

Keselamatan penerbangan dan optimalisasi layanan, kata Sulistyo, merupakan prioritas utama pihak Bandara Semarang. Pihaknya juga terus memantau situasi dan berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan operasional penerbangan berjalan aman sesuai dengan kondisi terkini.

Informasi terkait layanan kebandarudaraan juga dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports 172.

Dalam kesempatan itu, Pengelola Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penyesuaian operasional dan perubahan jadwal penerbangan tersebut.

Penyesuaian ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dengan mengutamakan keselamatan penerbangan di tengah perkembangan aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.