Cara Memeram Alpukat agar Cepat Matang Merata dan Tidak Berserat Hitam

Cara memeram alpukat agar cepat matang merata dan tidak berserat hitam, mulai metode beras, tisu, kertas koran, kantong pisang, hingga tusuk gigi.

Diterbitkan 07 September 2026, 08:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara memeram alpukat sebenarnya cukup sederhana. Buah ini bisa dibiarkan matang secara alami pada suhu ruang hingga teksturnya mulai empuk saat ditekan perlahan. Namun, jika ingin prosesnya lebih cepat, alpukat dapat dibungkus dengan kertas atau disimpan bersama pisang dalam kantong tertutup. Cara tersebut membantu alpukat lebih cepat matang dan siap diolah menjadi alpukat kocok yang lembut dan creamy.

Proses pematangan alpukat tidak lepas dari peran gas etilen, yaitu senyawa alami yang dihasilkan buah saat memasuki fase matang. Dengan memerangkap gas tersebut di sekitar alpukat, proses pematangannya dapat berlangsung lebih cepat. Hal ini tentu berguna ketika alpukat yang dibeli masih keras, padahal sudah ingin segera menikmatinya sebagai campuran minuman, salad, atau makanan lain. Apalagi, alpukat dikenal sebagai buah yang kaya lemak sehat.

Dilansir dari Healthline, alpukat termasuk buah klimakterik yang terus mengalami proses pematangan setelah dipanen. Itu sebabnya, alpukat yang masih keras ketika dibeli sebenarnya belum tentu siap langsung dimakan. Buah ini dapat tetap berada di pohon dalam waktu lama tanpa menjadi lunak, kemudian melanjutkan proses pematangannya setelah dipetik. Pada suhu ruang, proses tersebut berlangsung lebih cepat karena alpukat menghasilkan lebih banyak etilen. Lantas, bagaimana cara memeram alpukat agar matang merata tanpa mudah busuk? Berikut ulasan Liputan6.com.

Cara Memeram Alpukat di Dalam Beras atau Tepung

Salah satu cara tradisional yang cukup populer untuk mempercepat kematangan alpukat adalah dengan memeramnya di dalam beras. Cara ini sederhana dan tidak membutuhkan bahan khusus. Alpukat cukup dibenamkan di antara beras mentah, kemudian dibiarkan selama beberapa hari. Beras membantu menciptakan ruang yang lebih tertutup di sekitar buah sehingga gas etilen yang dihasilkan alpukat dapat terkumpul dan mendukung proses pematangan. Jika tidak memiliki beras, tepung juga dapat digunakan sebagai alternatif dengan prinsip yang kurang lebih sama.

Panduan dari Avocados From Mexico menyebutkan bahwa beras mentah dapat menjadi media yang membantu memerangkap gas etilen di sekitar alpukat. Ketika buah tertutup seluruhnya oleh beras, proses pematangan dapat berlangsung dalam beberapa hari. Metode sederhana ini juga kerap disebut dalam berbagai tips agar alpukat cepat matang karena bahan yang dibutuhkan mudah ditemukan di dapur.

  1. Siapkan wadah dan beras: Gunakan wadah yang bersih dan cukup besar untuk menampung alpukat. Isi bagian dasarnya dengan beras putih mentah hingga sekitar setengah wadah.

  2. Benamkan alpukat: Letakkan alpukat yang masih mentah di atas beras, kemudian tambahkan beras hingga seluruh permukaan buah tertutup. Pastikan alpukat benar-benar terbenam agar proses pemeraman berlangsung lebih optimal.

  3. Tutup wadah: Setelah alpukat tertutup beras, tutup wadah dengan rapat. Wadah yang tertutup membantu mempertahankan gas etilen di sekitar buah selama proses pematangan.

  4. Diamkan selama 2-3 hari: Simpan wadah di tempat yang kering dan bersuhu ruang. Mulai periksa alpukat setiap hari agar bisa segera digunakan ketika teksturnya sudah empuk. Untuk mengetahui tanda kematangannya, Anda juga dapat mengikuti periksa kondisi buah dengan menekan permukaannya secara perlahan.

Memeram Alpukat dengan Tisu dan Isolasi

Selain menggunakan beras, alpukat juga bisa diperam dengan cara yang lebih sederhana menggunakan tisu dan isolasi. Teknik ini memanfaatkan bagian bekas tangkai buah yang kemudian ditutup untuk membantu menjaga area tersebut tetap terlindungi selama proses pematangan. Cara ini bisa menjadi pilihan ketika Anda ingin memeram alpukat tanpa harus menyediakan wadah berisi beras atau tepung.

Pada metode ini, bagian bekas tangkai alpukat dibersihkan dan dapat dipotong tipis sebelum ditutup menggunakan tisu serta isolasi. Penutupan tersebut membantu melindungi bagian buah yang terbuka dari paparan udara secara langsung sehingga tidak mudah mengalami perubahan warna. Teknik serupa juga kerap dibahas dalam panduan cara mematangkan alpukat, terutama bagi Anda yang ingin mendapatkan daging buah yang tetap terlihat segar ketika alpukat sudah matang.

  1. Siapkan alat: Sediakan tisu bersih, isolasi bening atau lakban, pisau, dan gunting. Pastikan semua alat dalam kondisi bersih sebelum digunakan.

  2. Cuci dan potong bagian ujung: Cuci alpukat, kemudian keringkan. Potong tipis bagian bekas tangkai di pangkal buah dengan hati-hati. Hindari memotong terlalu dalam agar daging buah tidak banyak terbuka.

  3. Tutup dengan tisu: Lipat tisu secukupnya, lalu tempelkan pada bagian buah yang baru dipotong. Pastikan bagian tersebut tertutup dengan baik.

  4. Rekatkan dengan isolasi: Tutup tisu menggunakan isolasi hingga menempel dengan cukup rapat. Langkah ini bertujuan melindungi bagian yang terbuka dari paparan udara dan menjaga tisu tetap pada tempatnya.

  5. Diamkan selama 3-4 hari: Simpan alpukat pada suhu ruang dan jauhkan dari tempat yang terlalu panas atau terkena sinar matahari langsung. Periksa kondisinya setiap hari dan buka penutup ketika buah mulai terasa empuk.

Cara Memeram Alpukat Pakai Kertas Koran dan Buah Pendamping

Jika ingin alpukat lebih cepat matang, Anda bisa memanfaatkan bantuan buah lain yang sudah matang, seperti pisang atau apel. Metode ini cukup populer karena praktis dan tidak membutuhkan peralatan khusus. Alpukat hanya perlu dibungkus dengan kertas koran atau dimasukkan ke dalam kantong kertas bersama buah pendamping, lalu dibiarkan pada suhu ruang selama beberapa hari.

Alasan cara ini efektif adalah karena pisang dan apel sama-sama menghasilkan gas etilen, yaitu hormon alami yang berperan dalam proses pematangan buah. Ketika disimpan dalam ruang yang relatif tertutup, gas tersebut akan terkumpul di sekitar alpukat dan membantu mempercepat proses pelunakannya. Berdasarkan pengujian yang dilakukan The Kitchn, menyimpan alpukat bersama apel atau pisang di dalam kantong kertas termasuk metode yang paling efektif untuk mempercepat pematangan buah. Merujuk Taste of Home, etilen juga membantu memicu perubahan pati menjadi gula sehingga buah matang lebih cepat. Efek gas etilen inilah yang membuat pisang dan apel sering digunakan untuk membantu mematangkan berbagai buah klimakterik, termasuk alpukat.

  1. Pilih buah pendamping: Siapkan satu buah pisang atau apel yang sudah matang. Buah inilah yang akan menjadi sumber tambahan gas etilen selama proses pemeraman.

  2. Bungkus atau masukkan ke dalam kantong: Bungkus alpukat menggunakan kertas koran yang bersih, atau masukkan alpukat dan buah pendamping ke dalam kantong kertas. Hindari kantong plastik yang terlalu rapat karena dapat menahan kelembapan berlebih.

  3. Tutup secukupnya: Lipat bagian atas kantong kertas agar gas etilen tetap terkumpul di dalamnya. Namun, jangan menutupnya terlalu rapat supaya sirkulasi udara tetap ada.

  4. Simpan pada suhu ruang: Letakkan kantong di tempat yang kering dan sejuk, jauh dari sinar matahari langsung maupun sumber panas lainnya.

  5. Periksa setiap hari: Mulailah mengecek tekstur alpukat setelah satu hari. Pada banyak kasus, buah sudah terasa lebih lunak dalam satu hingga dua hari, meskipun waktu yang dibutuhkan bisa berbeda tergantung tingkat kematangan awal buah.

Memeram Alpukat dengan Tusuk Gigi dan Suhu Ruang

Jika ingin mencoba cara yang sederhana tanpa bahan tambahan, alpukat dapat diperam menggunakan tusuk gigi dan dibiarkan pada suhu ruang. Caranya cukup dengan membuat lubang kecil pada bagian bekas tangkai buah, kemudian menyimpannya di tempat yang sesuai hingga teksturnya melunak. Meski cukup praktis, cara ini tidak selalu menghasilkan tingkat kematangan yang sama pada seluruh bagian daging alpukat, sehingga kondisinya tetap perlu diperiksa secara berkala.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga alpukat tetap berada pada suhu ruang selama proses pematangan. Food Network menjelaskan bahwa menyimpan alpukat yang masih mentah di dalam kulkas dapat memperlambat proses pematangannya. Suhu yang terlalu panas juga sebaiknya dihindari karena dapat membuat kondisi buah cepat menurun. Karena itu, tempat yang teduh dan memiliki suhu ruang lebih cocok daripada area yang terkena sinar matahari langsung.

Christina Ward, direktur brand produk di Westfalia Fruit, juga mengingatkan melalui AOL bahwa kondisi yang terlalu panas dan kering, terutama pada suhu di atas 75 derajat Fahrenheit atau sekitar 24 derajat Celsius, kurang ideal untuk alpukat segar. Jadi, meskipun alpukat membutuhkan suhu ruang untuk matang, bukan berarti buah harus diletakkan di tempat yang panas. Setelah diperam, Anda dapat mengikuti terasa empuk tetapi tidak lembek sebagai salah satu tanda bahwa alpukat sudah siap dikonsumsi.

  1. Bersihkan tusuk gigi: Gunakan tusuk gigi yang bersih sebelum menyentuh atau menusukkannya ke alpukat. Langkah sederhana ini membantu menjaga kebersihan bagian buah yang terbuka.

  2. Tusuk bagian bekas tangkai: Tusukkan tusuk gigi secara perlahan pada bagian bekas tangkai. Buat lubang kecil saja dan hindari menusuk terlalu dalam agar daging buah tidak banyak rusak.

  3. Simpan pada suhu ruang: Letakkan alpukat di tempat yang kering dan teduh, misalnya di atas meja dapur. Hindari menyimpannya di dalam kulkas selama buah masih dalam proses pematangan.

  4. Jauhkan dari sinar matahari langsung: Pilih lokasi yang tidak terkena panas matahari secara langsung. Suhu yang terlalu tinggi justru dapat mempercepat kerusakan buah dari luar sebelum bagian dalamnya matang dengan baik.

  5. Periksa secara berkala: Setelah 2-3 hari, periksa tekstur alpukat dengan menekan permukaannya secara perlahan. Jika sudah terasa empuk tetapi belum terlalu lembek, buah kemungkinan sudah siap dipotong dan disantap.

Tanda Alpukat Matang dan Cara Menyimpannya agar Tetap Segar

Setelah alpukat diperam dengan salah satu cara di atas, tahap berikutnya adalah memastikan buah sudah berada pada tingkat kematangan yang pas. Alpukat yang terlalu cepat dibelah bisa masih keras dan sulit diolah, sedangkan buah yang dibiarkan terlalu lama dapat menjadi lembek, berubah warna, atau bahkan mulai rusak. Karena itu, jangan hanya mengandalkan lama pemeraman. Kondisi fisik buah tetap menjadi penanda yang paling mudah diperiksa.

Menurut FoodCrumbles, alpukat termasuk buah yang proses matangnya berlanjut setelah dipanen dan tingkat kematangannya berkaitan dengan perubahan komposisi di dalam buah. Luyao Ma, asisten profesor di Oregon State University, juga dikutip Food Ingredients First menyebut alpukat sebagai salah satu buah yang banyak terbuang karena terlalu matang. Kebiasaan memeriksa buah setiap hari pun penting, terutama jika alpukat sedang diperam menggunakan metode yang mempercepat pematangan.

Savannah Braden, ilmuwan biologi di perusahaan Apeel, dikutip Forbes menjelaskan bahwa mendapatkan alpukat pada tingkat kematangan yang tepat memang membutuhkan keseimbangan. Setelah teksturnya sesuai, alpukat dapat dipindahkan ke kulkas untuk memperlambat proses pematangan sehingga tidak cepat melewati kondisi terbaiknya.

Berikut beberapa tanda yang bisa digunakan untuk mengetahui kematangan alpukat sekaligus cara menyimpannya:

  • Periksa teksturnya: Tekan permukaan alpukat secara perlahan menggunakan telapak tangan, bukan ujung jari. Buah yang matang biasanya terasa sedikit empuk ketika ditekan, tetapi tidak sampai lembek atau meninggalkan cekungan.

  • Perhatikan warna kulit: Perubahan warna dapat menjadi petunjuk, tetapi tidak bisa dijadikan patokan tunggal karena setiap varietas alpukat memiliki karakter berbeda. Sebagian jenis berubah dari hijau menjadi hijau kehitaman ketika matang, sementara jenis lainnya tetap berwarna hijau. Karena itu, kenali terlebih dahulu ciri-ciri alpukat matang sesuai varietasnya.

  • Cek bagian bekas tangkai: Jika memungkinkan, periksa bagian pangkal tangkai dengan hati-hati. Warna hijau muda di bawah tangkai dapat menjadi tanda buah sudah matang, sedangkan warna cokelat tua biasanya menunjukkan alpukat sudah terlalu matang. Cara ini bisa menjadi pelengkap cara memilih alpukat agar tidak salah menentukan buah yang siap dimakan.

  • Goyangkan perlahan: Pada alpukat yang sudah matang, bijinya terkadang mulai sedikit terlepas dari daging sehingga terdengar bunyi ketika buah digoyangkan. Namun, tanda ini sebaiknya tidak digunakan sendirian. Padukan dengan tekstur dan kondisi kulit untuk menghindari salah pilih buah.

  • Simpan di kulkas setelah matang: Alpukat yang sudah mencapai tingkat kematangan yang diinginkan dapat dipindahkan ke kulkas untuk memperlambat proses selanjutnya. Michigan State University Extension merekomendasikan penyimpanan alpukat matang pada suhu sekitar 4 derajat Celsius. Jangan buru-buru memasukkan alpukat yang masih mentah ke kulkas karena suhu dingin dapat memperlambat pematangannya. Anda juga bisa mengikuti panduan menyimpan alpukat di kulkas agar tidak menghitam.

  • Lindungi daging alpukat yang sudah dipotong: Jika hanya menggunakan sebagian buah, oleskan sedikit perasan jeruk nipis atau lemon pada permukaan daging yang terbuka, lalu bungkus rapat sebelum disimpan di kulkas. Cara ini membantu memperlambat perubahan warna pada bagian yang terkena udara. Langkah tersebut dapat diterapkan ketika menyimpan alpukat yang sudah dibuka.

  • Bekukan dalam bentuk puree: Jika alpukat sudah matang dan belum akan digunakan dalam waktu dekat, salah satu pilihan adalah mengolahnya menjadi puree sebelum dibekukan. Michigan State University Extension menyarankan menambahkan sekitar satu sendok makan air lemon untuk setiap dua buah alpukat agar kualitas puree lebih terjaga setelah dibekukan.

  • Hindari penyimpanan yang terlalu dingin sebelum matang: Alpukat mentah membutuhkan kondisi yang mendukung proses pematangan. Menyimpannya pada suhu yang terlalu rendah dapat mengganggu proses tersebut dan memengaruhi tekstur maupun rasanya. Karena itu, terapkan cara menyimpan alpukat agar tidak pahit supaya buah tetap memiliki tekstur creamy dan rasa yang enak.

Ann Ziata, instruktur kuliner di Institute of Culinary Education, dikutip dari AOL, menjelaskan bahwa alpukat yang sudah lebih matang akan memiliki masa simpan lebih pendek di kulkas. Karena itu, waktu memasukkannya ke dalam kulkas sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kematangan. Jika buah baru sedikit matang ketika disimpan, alpukat dapat bertahan beberapa hari lebih lama dibandingkan buah yang sudah sangat matang.

Bagaimana jika alpukat sudah terlanjur dibelah, tetapi ternyata bagian dalamnya masih keras? Tidak perlu langsung membuangnya. David Obenland, ahli fisiologi tanaman di USDA, dikutip America's Test Kitchen, menjelaskan bahwa proses metabolisme yang berkaitan dengan pematangan masih dapat berlangsung setelah buah dipotong. Satukan kembali kedua belahan alpukat, oleskan sedikit perasan jeruk nipis pada permukaannya, kemudian bungkus rapat dan simpan pada suhu ruang sambil memeriksa kondisinya secara berkala.

Dalam penyimpanan komersial, proses pematangan alpukat bahkan dapat diperlambat menggunakan teknologi tertentu. American Chemical Society pernah membahas penggunaan senyawa seperti 1-methylcyclopropene (1-MCP) dan pelapis berbahan chitosan untuk membantu memperpanjang masa simpan buah. Di rumah, tentu tidak perlu menggunakan perlakuan khusus tersebut. Cukup pastikan alpukat yang sudah matang tidak diletakkan terlalu berdekatan dengan bahan pangan lain yang sensitif terhadap etilen. Anda juga bisa memperhatikan tidak disimpan berdampingan dengan sayuran yang mudah mengalami penurunan kualitas.

Pada akhirnya, keberhasilan memeram alpukat bukan hanya ditentukan oleh seberapa cepat buah menjadi lunak. Yang tidak kalah penting adalah mengetahui kapan harus menghentikan proses pemeraman dan memindahkannya ke tempat penyimpanan yang tepat. Dengan begitu, alpukat bisa langsung dinikmati ketika teksturnya sudah creamy, atau disimpan untuk digunakan kemudian, misalnya sebagai topping roti hingga smoothie.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Memeram Alpukat

Berapa lama waktu memeram alpukat sampai matang?

Umumnya alpukat butuh sekitar 2-5 hari di suhu ruang, tergantung tingkat kematangan awal. Dengan bantuan pisang atau apel di dalam kantong kertas, waktunya bisa dipangkas menjadi 1-2 hari saja. Selalu cek setiap hari agar buah tidak kelewat matang.

Apakah alpukat bisa diperam di dalam kulkas?

Sebaiknya tidak. Suhu dingin memperlambat, bahkan bisa menghentikan, proses pematangan alpukat yang masih mentah. Peram dulu di suhu ruang sampai empuk, baru pindahkan ke kulkas jika ingin memperpanjang kesegarannya, misalnya untuk stok jus alpukat.

Kenapa alpukat sudah diperam tapi tetap keras atau berserat hitam?

Hal ini biasanya terjadi karena buah dipetik terlalu muda, sempat kena suhu terlalu dingin, atau memang sudah cacat di dalam. Pilih buah yang utuh tanpa memar besar sejak awal agar pemeraman berhasil dan teksturnya lembut saat dijadikan aneka olahan alpukat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6