Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua sayuran cocok ditempatkan berdekatan di dalam kulkas. Sebagian jenis sayuran melepaskan gas etilen yang mempercepat proses pematangan sekaligus pembusukan sayuran lain di sekitarnya. Kondisi inilah yang membuat daftar sayuran yang sebaiknya tidak disimpan berdampingan di kulkas menjadi informasi penting bagi siapa saja yang ingin bahan pangan tetap segar lebih lama.
Gas etilen dikenal sebagai hormon pematangan alami yang dihasilkan tumbuhan setelah dipanen. Zat ini terus diproduksi secara aktif oleh sejumlah sayuran maupun buah, lalu menyebar ke bahan pangan di sekitarnya melalui udara dalam ruang tertutup seperti laci kulkas. Paparan gas tersebut mempercepat layu, menguning, hingga busuk pada sayuran yang sensitif terhadapnya.
Memahami sayuran yang sebaiknya tidak disimpan berdampingan di kulkas dapat membantu rumah tangga menekan pemborosan bahan makanan setiap bulan. Berikut ini adalah daftar sayuran tersebut yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (14/8/2026).
Advertisement
1. Tomat dan Brokoli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323986/original/023493800_1786686616-ac91b607-189f-4e57-89d0-9e21288213ce.jpg)
Tomat termasuk sayuran yang menghasilkan gas etilen dalam jumlah cukup besar setelah dipetik dari pohonnya. Ketika diletakkan berdekatan dengan brokoli di laci kulkas yang sama, gas tersebut menyebar dan diserap oleh permukaan brokoli secara perlahan namun terus-menerus selama masa penyimpanan berlangsung di ruang pendingin.
Brokoli merupakan sayuran yang cukup sensitif terhadap paparan etilen dari luar. Warna hijau segar pada kuntumnya akan berangsur berubah menjadi kekuningan, sementara teksturnya melunak lebih cepat dibandingkan jika disimpan terpisah dari sumber gas tersebut, sehingga nilai gizinya pun ikut menurun.
Dampak lain yang muncul adalah masa simpan brokoli menjadi jauh lebih pendek dari seharusnya, bahkan sebelum sempat diolah menjadi hidangan. Sebaiknya tomat diletakkan pada wadah tersendiri, sedangkan brokoli disimpan di laci sayur yang jauh dari sumber etilen agar kesegarannya bertahan hingga waktu memasak tiba.
Advertisement
2. Kentang dan Bawang Putih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323987/original/034852300_1786686616-7cf1e282-ba16-4238-83d2-db372e74360a.jpg)
Kentang dan bawang putih kerap diletakkan bersebelahan di dapur maupun kulkas karena keduanya sama-sama tergolong bahan pokok masakan sehari-hari. Padahal, bawang putih melepaskan gas serta uap kelembapan yang dapat memengaruhi kondisi kentang apabila keduanya disimpan berdekatan dalam waktu cukup lama.
Paparan tersebut membuat kentang lebih cepat bertunas dan teksturnya berubah menjadi lembek dari biasanya, bahkan sebelum kemasannya dibuka. Kandungan pati pada kentang juga berpotensi terpengaruh oleh kelembapan yang dilepaskan bawang putih, sehingga rasa dan kekenyalan kentang saat diolah tidak lagi terasa optimal.
Cara terbaik adalah menyimpan kentang di tempat sejuk, kering, dan gelap di luar kulkas, terpisah sama sekali dari bawang putih maupun bawang bombai. Kedua bahan pangan ini akan lebih tahan lama apabila ditempatkan pada wadah dan lokasi dapur yang berlainan setiap hari.
3. Wortel dan Mangga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323988/original/050828300_1786686618-Wortel_dan_Mangga_di_Meja_Kayu.jpg)
Mangga tergolong buah klimakterik yang terus melepaskan gas etilen meski sudah dipetik dari pohonnya sejak beberapa hari sebelumnya. Ketika buah ini diletakkan berdekatan dengan wortel di dalam kulkas, gas yang dihasilkan akan menyebar dan menempel pada permukaan wortel secara bertahap.
Wortel yang terpapar etilen dari mangga cenderung berubah rasa menjadi pahit dan lebih cepat kehilangan kerenyahannya. Perubahan ini terjadi karena senyawa alami dalam wortel bereaksi terhadap gas tersebut, sehingga cita rasa manis dan tekstur renyahnya berangsur menghilang dari hari ke hari.
Wortel sebaiknya disimpan dalam kantong berlubang di laci sayur, terpisah dari buah-buahan penghasil etilen seperti mangga, apel, maupun pisang matang. Pemisahan ini membantu wortel tetap renyah dan mempertahankan rasa manisnya lebih lama saat akan diolah menjadi berbagai masakan rumahan sehari-hari.
Advertisement
4. Alpukat dan Mentimun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323989/original/055846900_1786686618-3ca40a58-f679-4190-a437-408b5e518321.jpg)
Alpukat termasuk buah klimakterik dengan produksi gas etilen yang tergolong tinggi, terutama saat proses pematangannya berlangsung baik di suhu ruang maupun setelah dipindahkan ke dalam kulkas. Sementara itu, mentimun bersifat non klimakterik dan tidak menghasilkan gas serupa dalam jumlah berarti.
Ketika keduanya disimpan berdampingan, gas etilen dari alpukat mempercepat kerusakan pada mentimun yang berada di sekitarnya. Permukaan mentimun dapat memunculkan bintik berair, teksturnya melunak, bahkan berlubang lebih cepat dibandingkan bila disimpan terpisah dari sumber etilen tersebut di dalam laci sayur kulkas.
Sebaiknya alpukat yang belum matang disimpan di suhu ruang lebih dulu, baru dipindahkan ke kulkas setelah matang sempurna dan siap dikonsumsi sepenuhnya. Mentimun perlu ditempatkan pada wadah tersendiri agar tidak ikut terkena dampak gas dari alpukat yang berada di dekatnya.
5. Selada dan Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323990/original/018193600_1786686620-Selada_dan_Pisang_di_Meja_Kayu.jpg)
Pisang dikenal sebagai salah satu buah dengan produksi gas etilen yang tergolong besar dibandingkan jenis buah lain pada umumnya. Gas ini terus dilepaskan bahkan setelah pisang dipetik dari pohonnya, sehingga keberadaannya di dalam kulkas dapat memengaruhi bahan pangan lain di sekitarnya.
Selada yang berdaun tipis sangat rentan terhadap paparan etilen dari pisang maupun buah sejenis lainnya. Daunnya akan lebih cepat layu, kehilangan kerenyahan, dan warnanya berubah kecokelatan pada bagian tepi apabila kedua bahan ini diletakkan berdekatan dalam waktu yang cukup lama.
Selada sebaiknya dibungkus dengan tisu dapur sebelum dimasukkan ke wadah kedap udara, lalu diletakkan jauh dari pisang maupun buah penghasil etilen lainnya. Cara ini membantu selada tetap segar dan renyah hingga beberapa hari ke depan tanpa mudah layu dan menghitam.
Advertisement
6. Bayam dan Pepaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323991/original/024748200_1786686620-9be69578-689b-427a-a550-752fc4bedbd1.jpg)
Pepaya yang mulai matang melepaskan gas etilen dalam jumlah cukup signifikan, terutama saat kulitnya sudah berubah warna menjadi kekuningan. Apabila buah ini diletakkan berdampingan dengan bayam di laci sayur, gas tersebut akan memengaruhi kondisi daun bayam secara perlahan namun pasti.
Bayam termasuk sayuran berdaun hijau yang mudah layu ketika terpapar etilen dari luar. Helai daunnya akan cepat menguning dan lepas dari batang, sementara kandungan nutrisinya juga berisiko berkurang akibat proses penuaan sel yang terus dipercepat oleh gas tersebut secara bertahap.
Penyimpanan yang tepat adalah meletakkan bayam pada wadah terpisah dengan sirkulasi udara cukup, jauh dari pepaya maupun buah matang lain di sekitarnya. Bayam sebaiknya segera diolah dalam beberapa hari ke depan agar kandungan gizinya tetap terjaga dengan optimal setiap saatnya.
7. Kembang Kol dan Apel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323992/original/029267600_1786686620-ea278eb7-df0e-4738-866a-61766a9f531e.jpg)
Apel menjadi salah satu penghasil gas etilen paling tinggi di antara buah-buahan yang biasa disimpan di kulkas rumah tangga. Tingkat produksi gasnya bervariasi tergantung varietas, namun secara umum apel dikenal cukup agresif dalam memengaruhi bahan pangan lain yang berada di sekitarnya.
Kembang kol yang terpapar gas dari apel akan mengalami perubahan warna menjadi kekuningan pada bagian kuntumnya yang biasanya putih bersih. Teksturnya juga melunak lebih cepat, sehingga kesegaran yang biasanya bertahan hingga sepekan dapat berkurang drastis hanya dalam beberapa hari saja.
Agar kembang kol tetap putih bersih dan renyah, sebaiknya sayuran ini dibungkus rapat dalam wadah kedap udara dan ditempatkan terpisah dari apel. Pemisahan ini turut membantu mempertahankan kandungan vitamin di dalam kembang kol lebih lama sebelum diolah menjadi berbagai hidangan.
Advertisement
8. Terung dan Apel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323993/original/008764200_1786686622-Terong_dan_apel_di_meja_kayu.jpg)
Selain memengaruhi kembang kol, gas etilen dari apel juga berdampak pada terung apabila keduanya diletakkan berdekatan di dalam kulkas dalam waktu cukup lama. Kandungan gas yang terus dilepaskan apel dapat menembus permukaan kulit terong yang relatif tipis dan lunak tersebut.
Terung yang terpapar etilen biasanya menunjukkan bintik cokelat pada permukaan kulitnya hanya dalam waktu singkat setelah disimpan berdekatan dengan apel. Daging buahnya juga dapat berubah tekstur menjadi lembek dan berair, sehingga kualitas terong menurun jauh sebelum benar-benar diolah menjadi masakan rumahan.
Terung sebaiknya disimpan pada suhu sejuk di luar kulkas apabila akan segera dimasak, atau dibungkus terpisah di laci sayur bila memang harus didinginkan lebih dulu. Menjauhkannya dari apel dan buah penghasil etilen lain akan memperpanjang masa simpannya secara nyata setiap hari.
Pertanyaan Seputar Sayuran yang Tidak Boleh Disimpan Berdampingan di Kulkas
Apa itu gas etilen pada sayuran dan buah? Gas etilen adalah hormon alami yang dihasilkan tumbuhan untuk memicu proses pematangan. Sejumlah sayuran dan buah terus memproduksi gas ini setelah dipanen, sehingga dapat memengaruhi bahan pangan lain yang disimpan berdekatan di ruang tertutup seperti kulkas rumah tangga.
Sayuran apa saja yang paling sensitif terhadap gas etilen? Brokoli, wortel, mentimun, selada, bayam, kembang kol, dan terong termasuk sayuran yang cukup sensitif terhadap etilen. Sayuran ini cenderung cepat layu, menguning, atau berubah tekstur apabila disimpan berdekatan dengan sumber gas tersebut di kulkas.
Bagaimana cara memisahkan sayuran penghasil etilen dari sayuran sensitif? Sayuran penghasil etilen seperti tomat sebaiknya ditempatkan pada wadah atau laci yang berbeda dari sayuran sensitif. Penggunaan kantong berlubang atau wadah kedap udara juga membantu mengurangi penyebaran gas etilen di dalam kulkas.
Apakah semua buah menghasilkan gas etilen dalam jumlah yang sama? Tidak. Setiap buah memiliki tingkat produksi etilen yang berbeda-beda tergantung jenis dan tingkat kematangannya. Apel, pisang, mangga, dan alpukat dikenal sebagai penghasil etilen yang cukup tinggi dibandingkan buah maupun sayuran lain pada umumnya.
Apa dampak jangka panjang jika sayuran terus terpapar gas etilen? Paparan etilen yang berkepanjangan membuat sayuran kehilangan nutrisi, tekstur, dan cita rasa lebih cepat dari seharusnya. Kondisi ini turut memperpendek masa simpan sayuran, sehingga berpotensi menambah jumlah bahan makanan yang terbuang percuma di rumah tangga.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/856256/original/042112000_1429499998-batik-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542214/original/027883300_1774936645-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8048512/original/040765400_1780894974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-08T120236.131.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842263/original/039942900_1716616217-Gorengan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323985/original/014554900_1786686616-081687d3-3944-4770-813e-a9f3dc65d22b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320152/original/063995100_1786338144-2148660349.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316457/original/048946300_1785928872-cc075959-de5d-45fc-8e85-8f4e8710690e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5459198/original/014118900_1767155704-kebun_daun_bawang_dari_botol_plastik_bekas_6.jpg)