Liputan6.com, Jakarta Sebutir biji mangga yang biasanya berakhir di tempat sampah ternyata menyimpan potensi menjadi pohon rindang yang berbuah manis. Modalnya sederhana, yakni buah matang, media tanam gembur, sinar matahari, dan kesabaran.
Cara menanam pohon mangga pada dasarnya menempuh tiga jalur utama, yaitu dari bibit di lahan, di dalam pot, dan langsung dari biji. Ketiga metode ini sama-sama menuntut lubang tanam gembur, drainase baik, serta lokasi yang menerima matahari penuh.
Pohon mangga (Mangifera indica) merupakan tanaman tropis yang menyukai panas dan tumbuh menjulang. Tanaman ini termasuk pohon hijau abadi berukuran besar dengan bunga putih, diikuti buah lonjong yang berubah dari hijau menjadi oranye kemerahan saat matang, serta berakar dalam dengan batang lebar yang bisa mencapai lebih dari 15 meter. Karena itu, memahami cara menanam pohon mangga sejak awal menjadi kunci keberhasilan panen di kemudian hari.
Advertisement
Cara Menanam Pohon Mangga dari Bibit di Lahan Terbuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7326949/original/026795800_1780111919-mangga_kerdil.jpeg)
Menanam di lahan terbuka cocok bagi pemilik pekarangan luas karena pohon mangga bisa tumbuh besar dan berumur panjang. Sebelum menerapkan cara menanam pohon mangga di lahan, penanam perlu memastikan lokasi, kualitas tanah, dan jarak antarpohon sudah sesuai.
Lokasi menjadi penentu pertama. Maureen, seorang hortikulturis, dikutip dari Homes & Gardens menyatakan,
"Pohon tropis ini menyukai sinar matahari penuh, jadi tanamlah di tempat yang menyerap setidaknya 6-8 jam sinar matahari langsung setiap hari."
Selain cahaya, kondisi tanah harus diperhatikan. Pohon mangga menyukai tanah lempung yang berdrainase baik dengan pH sedikit asam hingga netral, sekitar 6,0 hingga 7,5. Antarpohon juga sebaiknya diberi jarak sekitar 10-15 kaki agar memiliki ruang tumbuh yang memadai.          Â
| Faktor | Rekomendasi |
|---|---|
| Sinar matahari | Minimal 6-8 jam sinar langsung per hari |
| Jenis tanah | Gembur, subur, dan berdrainase baik |
| pH tanah | Sekitar 6,0-7,5 (agak asam hingga netral) |
| Jarak antarpohon | Sekitar 3-4,5 meter (10-15 kaki) |
| Suhu perkecambahan | Sekitar 21-24 derajat Celsius |
Â
Langkah penanaman diawali dengan membersihkan gulma, lalu menggali lubang tanam. Lubang sebaiknya digali lebih lebar dan lebih dalam daripada bola akar bibit. Kesuburan tanah dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang yang sudah matang.
Setelah itu, bibit dikeluarkan hati-hati dari polybag agar akar tidak rusak, kemudian diletakkan tegak di tengah lubang. Bibit ditempatkan pada ketinggian yang sama seperti saat masih di wadah sebelumnya, lalu lubang ditimbun dan dipadatkan perlahan, dan ajir bambu dipasang untuk melindungi batang muda dari angin kencang.
Pemilihan varietas yang sesuai iklim dan ruang juga tidak kalah penting. Merujuk data National Mango Board, sebagian besar mangga yang dibudidayakan di Amerika merupakan varietas Tommy Atkins atau Palmer, sementara di Indonesia dikenal varietas mangga kerdil yang cocok untuk lahan sempit.
Advertisement
Cara Menanam Pohon Mangga di Dalam Pot (Tabulampot)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672436/original/070365600_1778480808-Pohon_Mangga_Chokanan_di_Pot.jpg)
Cara menanam pohon mangga di dalam pot atau tabulampot menjadi solusi bagi pemilik lahan sempit. Metode ini memungkinkan pohon tetap produktif meski ditempatkan di teras, halaman kecil, maupun rooftop, terutama jika memakai bibit mangga berpostur pendek.
Pot berdiameter minimal 40-80 cm dengan lubang drainase yang cukup menjadi wadah ideal. Media tanam disusun dari campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, pasir, dan sekam agar gembur serta tidak menahan air berlebih. Prinsip ini serupa dengan panduan menanam mangga dengan tabulampot yang menekankan drainase dan media subur.
Setelah bibit ditanam, lapisan mulsa organik ditebar di sekitar pangkal namun tetap berjarak beberapa sentimeter dari batang untuk menjaga kelembapan tanah, menekan gulma, dan menambah unsur hara. Pot sebaiknya diletakkan di titik yang paling banyak menerima sinar matahari agar pertumbuhan optimal.
Cara Menanam Pohon Mangga dari Biji
Menanam langsung dari biji adalah cara menanam pohon mangga paling ekonomis, meski butuh waktu lebih lama hingga berbuah. Keberhasilannya sangat bergantung pada pemilihan biji dan proses perkecambahan yang benar.Â
Memilih dan Menyiapkan Biji
Biji harus diambil dari buah yang benar-benar matang karena daya tumbuhnya cepat menurun. Nick Snakenberg, kurator Koleksi Tropis di Denver Botanic Gardens, dikutip dari AOL menyatakan,
"Tidak setiap buah mengandung biji yang layak tanam. Jika bijinya mengerut atau lembek, sebaiknya coba lagi dengan buah baru."
Cangkang biji sebaiknya dibuka agar embrio di dalamnya lebih cepat berkecambah, yaitu dengan menggunting tepi cangkang yang tipis lalu mengeluarkan biji secara hati-hati. Sebagaimana diungkapkan Naples Botanical Garden,
ada dua tipe biji mangga, yaitu monoembrionik dan poliembrionik, biji monoembrionik hanya menghasilkan satu tanaman yang tidak serupa induknya, sedangkan biji poliembrionik memuat banyak embrio yang hampir semuanya merupakan klon dari pohon induk.
Menyemai dan Memindahkan Bibit
Salah satu metode praktis adalah membungkus biji dengan tisu dapur yang dilembapkan (basah merata tetapi tidak terlalu basah), lalu menyimpannya di dalam kantong plastik di tempat yang hangat hingga muncul tunas.
Setelah berkecambah,biji dipindahkan ke media tanam dengan hati-hati agar daun muda yang baru tumbuh tidak ikut tertimbun. Perlu diingat bahwa hasil dari biji tidak secepat metode lain.
Pohon mangga yang ditanam dari biji dapat memerlukan 5-8 tahun atau lebih untuk berbuah, sedangkan pohon hasil sambungan umumnya lebih cepat, yakni berbuah dalam 3-5 tahun. Perbedaan waktu inilah yang membuat banyak penanam memilih bibit hasil perbanyakan vegetatif.
Advertisement
Teknik Perbanyakan Lain: Okulasi dan Cangkok
Selain dari biji, pohon mangga bisa diperbanyak secara vegetatif melalui okulasi dan cangkok. Kedua teknik ini populer karena mempersingkat masa tunggu berbuah dan mewariskan sifat unggul induk.
Okulasi dan Sambung PucukÂ
Okulasi menempelkan mata tunas dari pohon berkualitas ke batang bawah yang kuat, sementara sambung pucuk menyatukan pucuk unggul dengan batang bawah.
Bibit mangga hasil okulasi atau sambung pucuk umumnya lebih cepat berbuah dibandingkan tanaman dari biji karena batang atasnya berasal dari pohon induk yang sudah matang secara fisiologis.
Pendekatan ini banyak diterapkan pada penanaman mangga kerdil yang direkomendasikan para ahli.
Cangkok
Cangkok dilakukan dengan menyayat kulit batang berdiameter sekitar 2,5 cm pada pohon berumur minimal satu tahun, lalu membungkus sayatan dengan media lembap hingga tumbuh akar baru. Panduan cara mencangkok pohon mangga menekankan pemilihan induk yang produktif dan bebas hama agar hasilnya optimal.Â
Baca juga: mencangkok mangga agar cepat berakar
Perawatan Pohon Mangga agar Cepat Berbuah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571266/original/017140200_1777613708-mangga.jpg)
Setelah bibit tertanam, perawatan rutin menentukan seberapa cepat pohon berbuah. Inti dari cara menanam pohon mangga yang berhasil terletak pada keseimbangan penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama. Dr. Jonathan Crane, pakar buah tropis, dikutip dari Tree Care Zone menyatakan,
"Pohon mangga membalas kesabaran dan ketelitian dengan produktivitas yang tak tertandingi."
| Aspek Perawatan | Tindakan yang Dianjurkan |
|---|---|
| Penyiraman | Siram rutin saat muda; setelah mapan, siram dalam tetapi jarang |
| Pemupukan | NPK seimbang untuk pohon muda; pupuk tinggi kalium saat fase berbuah |
| Pemangkasan | Lakukan setelah panen; hindari saat berbunga |
| Pengendalian hama | Waspadai wereng, lalat buah, dan kutu putih; gunakan minyak nimba |
Dilansir dari Gardening Know How, pohon mangga sebaiknya disiram dalam-dalam hingga membasahi akar tunggang, dibiarkan permukaan tanahnya mengering sebelum disiram lagi, dan pengairan dihentikan sekitar dua bulan menjelang pembungaan lalu dilanjutkan kembali setelah buah mulai terbentuk.
Sebaliknya, penyiraman berlebihan justru menjadi penyebab kematian pohon mangga yang paling umum karena memicu pembusukan akar.
Untuk pemupukan, pohon muda dapat diberi NPK seimbang seperti 10-10-10, sedangkan saat memasuki fase berbuah sebaiknya beralih ke pupuk tinggi kalium untuk mendorong pembungaan.
Mengacu pada panduan UF/IFAS University of Florida, pemupukan pascapanen sebaiknya tinggi kalium dan rendah nitrogen untuk memperkuat akar serta mendukung pembungaan tahun berikutnya.
Pohon yang justru rimbun daun tetapi minim buah dapat dipacu dengan mengurangi pupuk nitrogen. Pemangkasan menjaga tajuk tetap terbuka sehingga cahaya dan udara masuk. Berdasarkan riset University of California Agriculture and Natural Resources, pemangkasan yang tepat dapat meningkatkan hasil buah hingga 20 persen dengan memperbaiki paparan cahaya ke cabang bagian dalam.
Waktu terbaik memangkas adalah setelah panen, dan pemangkasan sebaiknya dihindari saat pohon sedang berbunga karena dapat membuang calon cabang penghasil buah. Penerapan teknik pemangkasan yang konsisten juga membantu menjaga ukuran pohon tetap terkendali.Â
Aspek terakhir adalah pengendalian hama dan penyakit. Jenis hama yang umum menyerang mangga meliputi wereng mangga, lalat buah, dan kutu putih, yang dapat dikendalikan secara organik menggunakan semprotan minyak nimba (neem oil). Pada musim berbunga, penanam juga perlu mewaspadai penyakit antraknosa dan embun tepung, terutama di iklim lembap. Dengan perawatan konsisten, impian memanen mangga manis di pekarangan sempit pun lebih mudah terwujud.
Singkatnya, cara menanam pohon mangga dapat dipahami sebagai rangkaian proses memilih metode yang sesuai lahan, menyiapkan media tanam gembur dan berdrainase baik, lalu merawatnya secara konsisten. Baik ditanam dari bibit, pot, maupun biji, kombinasi sinar matahari cukup, penyiraman tepat, pemupukan seimbang, dan pemangkasan rutin menjadi penentu utama agar pohon tumbuh subur dan cepat berbuah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9262464/original/038832300_1783158897-1001427620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335023/original/008394700_1787908287-01M13P8GTM147MEQWKGV2B8GS7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335002/original/013855900_1787908254-01M13M2XBS82B85GNPNE81Z6HD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335016/original/008836400_1787908280-01M13P53GSS9HX3TQ38QGMKW8Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335006/original/021532800_1787908258-01M13MCPFQGK4RZYX4GVX4QY0Y.jpg)