Liputan6.com, Jakarta - Keinginan menekan tombol checkout sering kali muncul bukan karena kebutuhan, melainkan suasana hati. Kebiasaan itulah yang kini akrab disebut Vibe Spending dan, jika dibiarkan, dapat membuat pengeluaran harian pelan-pelan membengkak.
Dilansir dari Simply Psychology, emotional spending adalah perilaku membeli yang lebih didorong kondisi emosional daripada kebutuhan atau rencana. Pemicunya beragam: stres, bosan, kesepian, hingga dorongan memberi self-reward setelah melewati sesuatu yang melelahkan. Belanja memang bisa memberi rasa senang atau lega, namun efeknya kerap singkat.
Dalam praktik sehari-hari, pola ini terasa dekat: setelah menerima kabar baik, muncul dorongan membeli pakaian baru; saat bad mood, aplikasi belanja jadi pelarian; ketika bosan, scrolling marketplace berubah menjadi pengisi waktu. Keputusan kecil pun menumpuk—satu kopi viral, satu produk skincare, atau satu outfit—dan totalnya bisa melampaui perkiraan.
Advertisement
Mengapa Mood Mendorong Kita Lebih Mudah Berbelanja
Vibe spending jarang hadir tanpa latar. Salah satu pendorongnya adalah hasrat memberi hadiah pada diri sendiri: setelah menyelesaikan pekerjaan, meraih capaian kecil, atau menutup minggu yang berat, membeli sesuatu terasa seperti bentuk apresiasi.
Tidak ada yang salah dengan self-reward. Yang menjadi perhatian adalah saat setiap emosi langsung diikuti aktivitas berbelanja. Lama-kelamaan, otak bisa terbiasa mengaitkan rasa senang atau lega dengan tindakan membeli.
Kebosanan juga kerap memicu belanja spontan. Awalnya hanya melihat-lihat, tetapi banjir promo, rekomendasi, dan tampilan produk yang menarik dengan cepat menumbuhkan keinginan membeli. Barang yang tak ada dalam daftar kebutuhan pun tiba-tiba masuk keranjang.
Begitu pula ketika stres atau hari terasa kurang menyenangkan. Belanja menjadi cara cepat mengalihkan perhatian. Ada rasa puas saat menemukan barang menarik, apalagi jika proses checkout begitu mudah. Namun sensasi itu bisa meredup ketika melihat saldo atau tagihan kemudian hari.
Inilah yang membuat vibe spending kerap tak disadari. Alasannya terdengar sederhana seperti “lagi diskon” atau “sekali-sekali”. Jika terus berulang, kebiasaan ini berpotensi mengerek pengeluaran tanpa terasa.
Sebelum menuntaskan pembelian, sempatkan bertanya pada diri sendiri: apakah barang ini benar dibutuhkan, atau hanya cara singkat memperbaiki suasana hati?
Advertisement
Cara Menghindari Vibe Spending agar Keuangan Tetap Aman
Langkah pertama adalah mengenali pola pribadi. Perhatikan momen ketika dorongan belanja paling sering muncul—usai hari yang melelahkan, saat bosan di rumah, atau setelah menerima kabar baik. Memetakan pemicu membantu membedakan mana kebutuhan, mana sekadar reaksi emosional.
Berikan jeda sebelum membeli barang yang tidak mendesak. Tidak perlu aturan kaku; menunggu beberapa jam atau hingga esok hari sudah cukup. Bila setelah jeda barang itu masih terasa dibutuhkan, barulah pertimbangkan untuk melanjutkan pembelian.
Buat daftar kebutuhan sebelum membuka aplikasi belanja. Cara sederhana ini menuntun aktivitas shopping tetap terarah dan menekan peluang memasukkan barang acak ke keranjang.
Cari bentuk self-reward yang tidak selalu melibatkan uang: menonton film favorit, berjalan santai, mendengarkan musik, bertemu teman, atau mengambil waktu istirahat bisa menjadi alternatif yang menenangkan.
Yang terpenting, tidak semua keinginan harus segera dipenuhi. Belanja tetap bisa menjadi aktivitas menyenangkan selama dilakukan dengan sadar dan selaras dengan kemampuan.
Mood boleh naik, tetapi jangan sampai pengeluaran ikut naik tanpa kendali.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339925/original/070710100_1788435101-HOAX__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9262464/original/038832300_1783158897-1001427620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341205/original/017178400_1788589519-positive-woman-celebrating-shopping-bags.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335002/original/013855900_1787908254-01M13M2XBS82B85GNPNE81Z6HD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335016/original/008836400_1787908280-01M13P53GSS9HX3TQ38QGMKW8Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335006/original/021532800_1787908258-01M13MCPFQGK4RZYX4GVX4QY0Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337240/original/061475700_1788238244-rvC1pB8hEZ0ZAoR4FX5CdqYGaMyqHztVSgHjEpt3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2782380/original/038807200_1555574638-clothong-for-short-women-midi-dress.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324078/original/088188000_1786689095-8SBT2HP96K5raI7PqlrtJUwH9bpmLMNhknmb7D7i.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341719/original/016287200_1788678212-pexels-karola-g-6632164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326514/original/052268100_1787026283-RMhjGvmMjrM0CusQ3SfSb4ri8qlZZdqSXMguK6Lz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341601/original/020480400_1788665891-7b57422c-0965-45ce-b537-90b121a8c35c.jpg)