Anak Krakatau Bikin Porsi MBG Dikurangi

Sejumlah SPPG di Depok mengurangi porsi MBG.

Diterbitkan 07 September 2026, 09:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Depok menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh untuk murid jenjang PAUD hingga SMP, pascadampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Tidak hanya itu, sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi turut mengurangi porsi Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu SPPG di Depok Yayasan Sinergi Helmi Rahayu.

Ketua Yayasan Sinergi Helmi Rahayu, Ade Helmi membenarkan adanya pengurangi porsi masakan menu MBG, usai diberlakukannya pembelajaran jarak jauh. Pihaknya telah mendapatkan informasi adanya pembelajaran jarak jauh untuk siswa selama dua hari ke depan.

"Iya kami mendapatkan informasi adanya siswa melakukan pembelajaran online selama dua hari dampak dari abu vulkanik anak gunung Krakatau," ujar Helmi, Minggu (7/9/2026).

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh membuat dapur SPPG mengurangi porsi masakan sehingga tidak menyediakan menu MBG untuk siswa sekolah. Namun dapur SPPG tetap menyediakan masakan untuk kelompok prioritas seperti ibu hamil, menyusui dan balita non PAUD.

"Kalau untuk ibu hamil, menyusui, dan balita non PAUD tetap kami sediakan sesuai porsi pada data kami," pungkas Helmi.

Terpisah, Wali Kota Depok, Supian Suri menjelaskan, pembelajaran jarak jauh mulai dilaksanakan mulai 7 September sampai 8 September 2026. Nantinya, Pemerintah Kota Depok akan melakukan evaluasi kembali melihat perkembangan dampak abu vulkanik di wilayah Depok.

"Nanti kita akan evaluasi apakah bisa melaksanakan seperti hari sebelumnya atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh setelah dua hari kemudian," jelas Supian.

Pemerintah Kota Depok memberlakukan pembelajaran jarak jauh untuk menjaga kesehatan siswa dan tetap mengikuti pelajaran secara online. Nantinya pembelajaran jarak jauh mendapatkan pendampingan orang tua, memberikan pengawasan terhadap siswa.

"Siswa tetap belajar dan mendapatkan pendampingan dari orang tua," terang Supian.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Depok tetap memberlakukan ASN tetap bekerja dan menggunakan masker dalam berkegiatan di luar kantor. Adapun untuk apel pagi tetap dilakukan dan dilaksanakan di dalam ruangan.

"Jaga kesehatan untuk kita semua dengan sehat dapat memberikan manfaat, kita berdoa kondisi ini cepat berlalu dan kita bisa beraktivitas seperti biasa," ucap Supian.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono sudah menyiapkan surat edaran terkait pembelajaran jarak jauh untuk siswa. Sistem pembelajaran jarak jauh dilakukan untuk menghindari anak dari paparan abu vulkanik anak gunung Krakatau.

"Ya, intinya sih ini kondisinya ringan ya sebetulnya. Kalau area Depok masih ringan lah debunya. Jadi hanya memang harus membatasi aktivitas di luar ruangan," ungkap Wahid.

Wahid meminta siswa tetap berada di dalam rumah dan apabila keluar rumah dapat menggunakan masker. Dinas Pendidikan Kota Depok meminta orang tua untuk memberikan pengawasan terhadap anak mejalani pembelajaran jarak jauh selama dua hari ke depan.

"Pelaksanaannya selama dua hari ke depan untuk PAUD sampai SMP, untuk tingkat SMA nanti edarannya dari Dinas Provinsi ya," tutur Wahid.

Â