Liputan6.com, Jakarta - Hujan pertama sering menjadi pertanda munculnya berbagai jenis serangga di sekitar tempat tinggal. Salah satu kemunculan paling mudah dikenali adalah laron, terutama pada malam hari saat lampu rumah mulai menyala. Kondisi ini membuat informasi tentang cara mengatasi laron yang masuk rumah setelah hujan pertama banyak dicari oleh penghuni rumah agar suasana tetap nyaman.
Kemunculan laron dalam jumlah banyak membuat area ruang tamu, kamar, teras, hingga sekitar lampu terlihat penuh serangga bersayap. Sayap laron juga kerap berjatuhan di lantai setelah kawanan tersebut berhenti beterbangan. Situasi semacam ini menjadikan cara mengatasi laron yang masuk rumah setelah hujan pertama penting diketahui, khususnya bagi rumah berada dekat area tanah atau pepohonan.
Tidak perlu langsung panik saat laron mulai beterbangan di dalam rumah. Beberapa tindakan sederhana bisa membantu mengurangi jumlahnya, sekaligus membersihkan sisa sayap setelah aktivitas kawanan berakhir. Pengetahuan tentang cara mengatasi laron yang masuk rumah setelah hujan pertama juga menjadi bagian dari upaya pencegahan, agar gangguan serupa tidak terlalu sering terjadi pada musim hujan berikutnya.
Advertisement
Simak ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (7/9/2026).
1. Matikan Lampu yang Tidak Diperlukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416532/original/007912200_1763453860-unnamed__4_.jpg)
Salah satu cara paling sederhana untuk mengurangi jumlah laron di dalam rumah adalah mematikan lampu yang tidak diperlukan. Laron umumnya tertarik pada sumber cahaya, terutama saat aktif beterbangan pada malam hari. Lampu yang menyala terang dari dalam rumah dapat membuat serangga ini semakin tertarik mendekati bangunan.
Jika laron mulai berdatangan, matikan lampu di ruangan yang dipenuhi serangga. Setelah itu, nyalakan sumber cahaya di luar rumah atau pada area yang lebih jauh dari ruangan utama jika memungkinkan. Cara ini dapat membantu mengalihkan perhatian laron dari bagian dalam rumah menuju area luar.
Tujuannya adalah mengurangi daya tarik cahaya di dalam rumah sehingga jumlah laron yang beterbangan perlahan berkurang. Setelah aktivitas laron mulai mereda, Anda dapat membuka kembali ruangan secara perlahan dan membersihkan area yang dipenuhi laron atau sayapnya.
Advertisement
2. Tutup Pintu dan Jendela
Laron dapat masuk melalui pintu, jendela, ventilasi, atau celah kecil lainnya, terutama ketika bagian tersebut berada dekat sumber cahaya. Ketika kawanan mulai muncul di sekitar rumah, segera tutup akses masuk agar jumlah laron yang masuk ke dalam ruangan tidak semakin banyak.
Periksa juga kondisi kasa pada jendela dan ventilasi. Jika terdapat lubang, sobekan, atau bagian yang longgar, laron akan lebih mudah melewatinya. Kasa yang rusak sebaiknya segera diperbaiki agar tetap berfungsi sebagai penghalang serangga.
Untuk pencegahan jangka panjang, memasang kasa serangga pada jendela dan ventilasi dapat menjadi pilihan praktis. Selain membantu mengurangi laron, kasa juga dapat membatasi masuknya nyamuk, ngengat, dan berbagai serangga kecil lainnya ke dalam rumah.
3. Gunakan Perangkap Cahaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342566/original/020329200_1788775930-Screenshot_2026-09-07_170338.jpg)
Laron memiliki ketertarikan pada cahaya sehingga sifat tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengarahkannya ke area tertentu. Cara ini dapat menjadi alternatif sederhana ketika jumlah laron cukup banyak dan Anda ingin mengurangi keberadaannya di dalam rumah tanpa langsung menggunakan insektisida.
Letakkan sumber cahaya di luar ruangan, kemudian tempatkan wadah berisi air di bawahnya. Laron yang mendekati sumber cahaya dapat jatuh ke dalam wadah tersebut sehingga jumlah serangga di sekitar bagian dalam rumah dapat berkurang.
Sebaiknya perangkap ditempatkan pada lokasi yang cukup jauh dari pintu atau jendela utama. Dengan begitu, cahaya dari perangkap tidak justru menarik lebih banyak laron mendekati akses masuk rumah. Metode ini dapat digunakan sebagai langkah tambahan bersama penutupan pintu, jendela dan pengurangan lampu di dalam ruangan.
Advertisement
4. Gunakan Penyedot Debu untuk Laron yang Sudah Masuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342567/original/024258600_1788775930-dxcdfgvb.jpg)
Jika laron sudah memenuhi lantai atau berkumpul di area tertentu, penyedot debu dapat membantu membersihkannya secara lebih cepat. Alat ini juga berguna untuk mengangkat sayap laron yang biasanya berserakan di sekitar lampu, lantai, meja, atau sudut ruangan.
Arahkan alat pada laron dan sayap yang berserakan secara perlahan agar seluruh sisa serangga dapat terangkat. Setelah selesai digunakan, segera kosongkan wadah atau kantong penyedot debu sesuai petunjuk penggunaan alat.
Cara ini cukup praktis untuk membersihkan ruangan tanpa harus menangkap laron satu per satu. Pastikan penyedot debu dirawat dan dibersihkan setelah digunakan, terutama jika jumlah laron cukup banyak.
5. Bersihkan Sayap Laron yang Berserakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3009091/original/078512600_1577717897-termite-3418630_1920.jpg)
Setelah kawanan laron pergi atau mati, biasanya akan tertinggal banyak sayap di lantai, sekitar lampu, meja, kusen, dan permukaan lainnya. Kondisi tersebut dapat membuat rumah terlihat kotor sehingga perlu segera dibersihkan setelah aktivitas laron selesai.
Gunakan sapu, kain lap, atau penyedot debu untuk membersihkan sisa-sisa tersebut. Untuk permukaan tertentu, Anda dapat menggunakan kain lembap agar sayap berukuran kecil tidak kembali beterbangan saat dibersihkan.
Pastikan area kemudian dibersihkan agar tidak menjadi tempat berkumpulnya debu dan kotoran. Jika menggunakan bahan pembersih, pilih produk sesuai jenis permukaan yang akan dibersihkan agar tidak merusak furnitur, lantai, kaca, atau material lainnya.
Advertisement
6. Kurangi Celah Masuk di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342568/original/029274500_1788775930-dxczcx.jpg)
Pencegahan menjadi langkah penting jika laron sering muncul setiap musim hujan. Setelah menangani laron yang masuk, luangkan waktu untuk memeriksa bagian rumah yang berpotensi menjadi jalur masuk serangga.
Beberapa area yang dapat diperiksa antara lain:
- Celah di sekitar kusen pintu.
- Retakan pada dinding.
- Lubang di sekitar instalasi kabel atau pipa.
- Ventilasi tanpa kasa.
- Celah pada jendela.
- Bagian bawah pintu.
Tutup celah yang tidak diperlukan menggunakan material yang sesuai. Celah di sekitar pintu atau jendela juga dapat diperiksa secara berkala, terutama jika terdapat bagian yang mulai longgar atau rusak.
Langkah ini tidak hanya membantu mengurangi laron, tetapi juga dapat membatasi masuknya berbagai jenis serangga lain. Rumah yang memiliki lebih sedikit celah terbuka juga akan lebih mudah dikendalikan ketika musim serangga mulai tiba.
7. Kurangi Cahaya dari Dalam Rumah pada Malam Hari
Jika mengetahui bahwa kawanan laron mulai muncul di luar rumah, kurangi sumber cahaya yang terlihat dari luar. Cahaya dari ruangan yang langsung terlihat melalui jendela atau pintu kaca dapat menjadi daya tarik bagi laron yang sedang beterbangan di sekitar rumah.
Gunakan tirai atau gorden untuk menghalangi cahaya dari jendela. Anda juga dapat mematikan lampu di ruangan yang tidak digunakan, terutama bagian rumah dekat pintu, jendela, atau area terbuka.
Langkah tersebut dapat membantu mengurangi ketertarikan laron terhadap rumah, terutama ketika jumlahnya sedang banyak. Pengaturan pencahayaan juga dapat dipadukan bersama penutupan jendela dan penggunaan kasa agar perlindungan terhadap serangga menjadi lebih optimal.
Advertisement
8. Perhatikan Jika Laron Muncul Berulang Kali dari Dalam Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342569/original/033916400_1788775930-adxcdx.jpg)
Kemunculan beberapa laron sesekali setelah hujan belum tentu menunjukkan adanya sarang rayap di dalam bangunan. Laron memang dapat muncul dalam jumlah banyak pada kondisi lingkungan tertentu. Akan tetapi, jika laron terus muncul dari titik tertentu atau ditemukan tanda-tanda aktivitas rayap, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Perhatikan adanya:
- Rayap atau serangga bersayap yang muncul dari celah tertentu.
- Serbuk atau material kayu yang tidak biasa.
- Kayu yang terdengar kosong saat diketuk.
- Bagian kayu yang rusak atau rapuh.
- Jalur tanah atau material seperti lumpur pada struktur bangunan.
Jika tanda-tanda tersebut ditemukan, pemeriksaan oleh tenaga pengendali hama dapat membantu mengetahui sumber masalahnya. Pemeriksaan ini penting agar kemungkinan keberadaan koloni rayap dapat diketahui lebih awal sebelum kerusakan pada bagian rumah menjadi semakin luas.
Perlu diingat, membasmi laron yang terlihat belum tentu menyelesaikan masalah jika terdapat aktivitas rayap di sekitar atau di dalam bangunan. Oleh sebab itu, kemunculan laron secara berulang sebaiknya menjadi alasan untuk memeriksa kondisi rumah secara lebih menyeluruh.
Â
Â
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Laron yang Masuk Rumah
1. Mengapa laron sering masuk rumah setelah hujan pertama?
Laron biasanya keluar secara berkelompok pada kondisi lingkungan tertentu, termasuk saat kelembapan meningkat setelah hujan. Sumber cahaya pada rumah juga dapat menarik perhatian laron sehingga serangga tersebut masuk melalui pintu, jendela, ventilasi, atau celah bangunan.
2. Apa cara paling cepat mengatasi laron di dalam rumah?
Matikan lampu di ruangan tempat laron berkumpul, tutup pintu dan jendela, lalu arahkan sumber cahaya ke area luar rumah jika memungkinkan. Setelah aktivitas laron berkurang, bersihkan lantai dari tubuh maupun sayapnya.
3. Apakah mematikan lampu bisa membuat laron pergi?
Mematikan lampu dapat membantu mengurangi daya tarik ruangan bagi laron. Jika memungkinkan, sumber cahaya dapat dipindahkan ke luar rumah agar perhatian serangga beralih dari bagian dalam bangunan.
4. Bagaimana cara mengusir laron tanpa menyemprotkan insektisida?
Anda dapat mengurangi pencahayaan di dalam rumah, menutup akses masuk, lalu menggunakan perangkap cahaya sederhana. Laron yang sudah berjatuhan juga dapat dibersihkan memakai sapu atau penyedot debu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936199/original/062014300_1725430509-Kepiting1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862795/original/084121900_1718280170-Gunung_anak_krakatau_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342121/original/053138400_1788753122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-07T104558.832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342565/original/017818800_1788775930-Screenshot_2026-09-07_170418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516424/original/057989600_1772289796-IMG-20260228-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4071264/original/018394000_1656900427-patient-doing-physical-rehabilitation-helped-by-therapists.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342516/original/097943400_1788772982-Dinding_Dekat_Lantai_Sering_Terlihat_Lebih_Kotor.jpg)