Liputan6.com, Jakarta - Hari fisioterapi sedunia diperingati setiap tanggal 8 September sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang peran fisioterapi dalam menjaga kesehatan, mendukung mobilitas, dan membantu proses pemulihan.
Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengapresiasi kontribusi fisioterapis dalam membantu masyarakat mempertahankan kemampuan fisik dan menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri. Melalui hari fisioterapi sedunia, masyarakat dapat mengenal manfaat fisioterapi dengan lebih luas.
Selain memberikan edukasi, hari fisioterapi sedunia turut menyoroti pentingnya rehabilitasi, pencegahan cedera, serta pemulihan setelah mengalami sakit atau gangguan fisik.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang hari fisioterapi sedunia, Senin (7/9/2026).
Sejarah Hari Fisioterapi Sedunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4705737/original/093735100_1704337920-close-up-doctor-holding-leg.jpg)
Melansir dari laman World Physiotherapy dan Physiopedia, Hari Fisioterapi Sedunia atau World PT Day diperingati setiap 8 September. Peringatan ini menjadi momentum bagi komunitas fisioterapi di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kontribusi profesi fisioterapi dalam menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan bergerak, serta membantu seseorang tetap mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Penetapan 8 September sebagai Hari Fisioterapi Sedunia dilakukan pada 1996 oleh World Confederation of Physical Therapy (WCPT), organisasi yang kini dikenal sebagai World Physiotherapy. Pemilihan tanggal tersebut berkaitan dengan sejarah organisasi karena World Physiotherapy didirikan pada 8 September 1951. Sejak saat itu, tanggal tersebut menjadi kesempatan bagi komunitas fisioterapi global untuk memperkuat persatuan sekaligus memperkenalkan peran profesi fisioterapi kepada masyarakat.
Peringatan ini tidak hanya ditujukan untuk mengapresiasi pekerjaan fisioterapis, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai manfaat fisioterapi. Berbagai organisasi anggota World Physiotherapy di sejumlah negara menyelenggarakan kegiatan, edukasi, dan kampanye yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta isu kesehatan yang sedang menjadi perhatian.
Setiap tahunnya, World Physiotherapy juga menetapkan tema tertentu sebagai fokus kampanye. Tema tersebut digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan pembuat kebijakan mengenai peran fisioterapi dalam berbagai kondisi kesehatan. Dengan demikian, Hari Fisioterapi Sedunia berkembang menjadi momentum global untuk memperkenalkan profesi fisioterapi sekaligus menegaskan kontribusinya dalam pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi berbagai masalah kesehatan.
Advertisement
Indikasi Utama Kapan Harus Menemui Fisioterapis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223107/original/068303600_1747481239-yury-kirillov-pbUWW-CBoqY-unsplash.jpg)
Melansir dari laman Pace Hospital, fisioterapi dapat menjadi pilihan ketika gangguan fisik mulai memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak atau menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Kondisi seperti cedera, penyakit, maupun gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh yang membutuhkan penanganan fisioterapis. Keluhan yang berkaitan dengan mobilitas, kekuatan otot, keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, hingga kontrol postur dapat menjadi alasan untuk berkonsultasi.
Fisioterapis dapat membantu menilai kondisi fisik dan menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan individu. Penanganannya dapat mencakup latihan terapeutik yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, memperbaiki keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan fleksibilitas, serta mengembalikan kemampuan bergerak. Pendekatan tersebut dapat membantu seseorang memulihkan fungsi tubuh dan kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya terganggu.
Konsultasi juga dapat dipertimbangkan ketika seseorang mengalami nyeri, kekakuan, pembengkakan, atau keterbatasan gerak akibat gangguan sendi, termasuk arthritis. Setelah melakukan penilaian, fisioterapis dapat memberikan panduan latihan dan aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi pasien untuk membantu mengelola gejala serta mempertahankan fungsi sendi.
Dengan demikian, fisioterapis tidak hanya berperan ketika gangguan fisik sudah terjadi, tetapi juga dapat membantu mempertahankan kemampuan tubuh dan mencegah penurunan fungsi. Jika keluhan seperti nyeri, keterbatasan gerak, gangguan keseimbangan, atau penurunan kemampuan fisik mulai menghambat aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan fisioterapis dapat menjadi langkah yang tepat.
Ragam Kondisi Medis yang Memerlukan Fisioterapi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4928792/original/000757800_1724724827-Ilustrasi_cedera_otot_saat_berolahraga.jpg)
Fisioterapi dapat membantu menangani berbagai kondisi medis, baik yang bersifat akut maupun kronis. Pada gangguan sistem otot dan rangka (muskuloskeletal), fisioterapi dapat digunakan untuk membantu mengatasi nyeri punggung, nyeri leher dan bahu, frozen shoulder, radang sendi (arthritis), cedera olahraga, patah tulang, keseleo, carpal tunnel syndrome, hingga tendinitis.
Pada gangguan sistem saraf, seperti stroke, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, dan cerebral palsy, fisioterapi berperan dalam membantu meningkatkan kembali fungsi tubuh, kekuatan, keseimbangan, serta kemampuan bergerak.
Sementara itu, penderita gangguan pernapasan, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), fibrosis kistik, maupun pasien yang menjalani rehabilitasi setelah COVID-19, juga dapat memperoleh manfaat dari fisioterapi sesuai kebutuhan masing-masing.
Fisioterapi juga dapat menjadi bagian dari rehabilitasi setelah operasi untuk membantu mengembalikan fungsi dan kemampuan fisik secara bertahap. Pada kondisi kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner atau setelah serangan jantung, fisioterapi dapat mendukung proses pemulihan dan membantu pasien kembali melakukan aktivitas dengan aman.
Selain itu, gangguan postur, seperti skoliosis dan kifosis, serta masalah keseimbangan dan koordinasi juga dapat ditangani melalui program fisioterapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Hari Fisioterapi Sedunia
Kapan Hari Fisioterapi Sedunia diperingati?
Hari Fisioterapi Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 8 September.
Apa tujuan Hari Fisioterapi Sedunia?
Tujuan utamanya adalah mengakui kontribusi fisioterapis terhadap kesehatan masyarakat, mendukung individu dengan keterbatasan fisik, serta menyebarkan informasi tentang pencegahan cedera, pemulihan, dan peningkatan kemampuan fungsional tubuh.
Kapan saya harus menemui fisioterapis?
Anda disarankan menemui fisioterapis jika mengalami nyeri yang berkelanjutan (lebih dari beberapa hari hingga berbulan-bulan), keterbatasan gerak, cedera berulang, pemulihan lambat setelah cedera, kesulitan dalam aktivitas sehari-hari, atau gangguan keseimbangan dan koordinasi.
Kondisi medis apa saja yang dapat ditangani oleh fisioterapi?
Fisioterapi dapat menangani berbagai kondisi seperti gangguan sistem otot dan rangka (nyeri punggung, radang sendi), gangguan sistem saraf (stroke, Parkinson), gangguan pernapasan (asma, PPOK), penyakit kardiovaskular, rehabilitasi pasca operasi, serta masalah postur tubuh.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936199/original/062014300_1725430509-Kepiting1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862795/original/084121900_1718280170-Gunung_anak_krakatau_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342121/original/053138400_1788753122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-07T104558.832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4071264/original/018394000_1656900427-patient-doing-physical-rehabilitation-helped-by-therapists.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5223107/original/068303600_1747481239-yury-kirillov-pbUWW-CBoqY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342516/original/097943400_1788772982-Dinding_Dekat_Lantai_Sering_Terlihat_Lebih_Kotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2123765/original/025524800_1524724486-20180426-Anies-Baswedan-Pimpin-Upacara-HUT-Satpol-PP-ARYA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342574/original/051237800_1788776540-blaz-photo-zMRLZh40kms-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342528/original/037216600_1788773055-7.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342479/original/086934000_1788771658-f7ce55b7-8607-4146-95ec-30c554e1d430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7351256/original/073011500_1780132889-Jenis_Tanaman_Hias_Mini_untuk_Meja_Tamu_Model_Peperomia_Mini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342415/original/037630000_1788769335-8c9ad0c2-b276-4f4e-a2b1-ebea25f9304b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3155176/original/099741700_1592382008-Giorgio_Trovato.jpg)