Gunung Anak Krakatau Erupsi, 10 Bandara Siap Beroperasi 24 Jam

Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan. Pemerintah menyiapkan 10 bandara beroperasi 24 jam untuk mempercepat pemulihan.

Diterbitkan 07 September 2026, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menyiapkan 10 bandara untuk beroperasi selama 24 jam sebagai langkah mempercepat pemulihan penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bandara tersebut juga disiapkan untuk menampung pengalihan penerbangan dari sejumlah bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik.

“Kami juga menyiapkan 10 bandara yang beroperasi 24 jam, untuk bisa menampung pengalihan penerbangan dan juga mempercepat pemulihan jadwal penerbangan,” kata Dudy dikutip dari Antara, Senin (7/9/2026).

Lima di antaranya adalah Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Adi Soemarmo di Surakarta, dan Yogyakarta International Airport (YIA).

Bandara-bandara tersebut menjadi lokasi alternatif untuk mengantisipasi gangguan operasional pada sejumlah bandara terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dudy melaporkan, berdasarkan pembaruan pada Senin (7/9) pukul 12.10 WIB, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau berada di ketinggian sekitar 15.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot.

Berdasarkan prakiraan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), sebaran abu vulkanik diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar pukul 06.10 WIB pada Selasa (8/9/2026).

 

Uji Abu Vulkanik Sudah Negatif

Pemerintah belum langsung membuka kembali bandara yang terdampak meski hasil pengujian abu vulkanik menunjukkan kondisi tertentu sudah negatif.

Dudy mengatakan pemerintah harus memastikan arah pergerakan abu vulkanik sebelum mengambil keputusan. Perubahan arah angin dapat kembali membawa abu vulkanik ke wilayah bandara dan membahayakan penerbangan.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Kementerian Perhubungan telah melakukan empat kali paper test dan seluruhnya menunjukkan hasil negatif. Namun, operasional bandara tetap tidak langsung dibuka demi memastikan keselamatan penerbangan.

Sementara itu, sejumlah bandara alternatif mulai dimaksimalkan. Bandara Juanda akan meningkatkan kapasitas penerbangan Singapore Airlines dengan mengganti pesawat Boeing 737-800 menjadi Airbus A350.

“Ini dilakukan agar bisa mengangkut penumpang yang ada di Singapura dalam jumlah yang besar begitu juga penumpang yang dari Indonesia atau dari Surabaya atau dari Jakarta yang akan berangkat ke Singapura atau negara lain,” kata Dudy.

Pemerintah juga menambah penerbangan domestik dari Denpasar, Batam, Makassar, dan Pekanbaru. Bandara Ahmad Yani juga disiapkan melayani rute Makassar, Denpasar, Labuan Bajo, dan Lombok.

 

Penerbangan Internasional

Untuk penerbangan internasional, Saudi Airlines akan mengoperasikan penerbangan melalui Yogyakarta International Airport. Sementara itu, Bandara Kertajati telah melayani penerbangan internasional Garuda Indonesia dari dan menuju Jeddah, Madinah, serta Amsterdam.

Lion Air juga dijadwalkan mengoperasikan penerbangan dari Kertajati menuju Jeddah.

Pemerintah memastikan penumpang yang penerbangannya dibatalkan tetap memperoleh hak sesuai ketentuan, termasuk pengembalian dana atau refund penuh 100 persen.

Selain itu, warga negara asing yang mengalami kelebihan masa izin tinggal akibat pembatalan penerbangan mendapat relaksasi izin keimigrasian.

“Yang paling penting adalah kami bekerjasama dengan pihak imigrasi, kita memberikan relaksasi izin terhadap penumpang warga negara asing yang melewati batas izin karena pembatalan penerbangan,” katanya.

Untuk mendukung perpindahan penumpang, InJourney Airports bersama Damri dan PT KAI menyediakan transportasi lanjutan gratis berupa bus dan kereta api menuju maupun dari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Pemerintah terus memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelum memutuskan pembukaan kembali bandara terdampak.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6