Liputan6.com, Jakarta - Di tengah dahsyatnya Padang Mahsyar, terdapat Telaga Kautsar, telaga yang airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih harum dari minyak kasturi. Siapa pun yang meminum seteguk darinya tidak akan pernah merasa haus lagi selama-lamanya.
Namun, tidak semua orang berhak mendekati dan meminum air dari telaga mulia ini. Di antara umat Nabi yang sangat merindukan telaga beliau, ada golongan yang diizinkan datang dan diberi minum, ada pula yang diusir dan dijauhkan.
Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi, menjelaskan bahwa Al-Kautsar adalah sebuah sungai di surga yang airnya dialirkan ke Telaga Nabi di Padang Mahsyar.
Advertisement
Pertanyaan kerap muncul di benak setiap muslim adalah, siapa saja yang mendapat minum dari Telaga Kautsar di akhirat? Pertanyaan ini adalah cerminan kerinduan untuk mendapatkan rahmat Allah dan syafaat Rasulullah di hari yang tidak ada pertolongan selain dari-Nya.
Dr. Yusuf al-Wabil dalam kitabnya Yaumul Qiyamah: Tanda-Tanda dan Gambaran Hari Kiamat Berdasarkan Sumber-sumber yang Otentik menjelaskan berbagai peristiwa hari kiamat, termasuk keberadaan Telaga Kautsar sebagai salah satu kenikmatan yang diberikan khusus kepada umat Nabi Muhammad SAW.
Beliau merujuk pada hadis-hadis shahih yang menggambarkan keagungan telaga ini serta golongan-golongan yang berhak meminumnya. Berikut ulasannya.
Golongan yang Berhak Minum dari Telaga Kautsar
1. Muslim yang Senantiasa Menjaga Wudhu
Golongan pertama yang berhak meminum air Telaga Kautsar adalah mereka yang senantiasa menjaga wudhu semasa hidupnya. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya telagaku lebih luas dibanding jarak antara Ailah dengan kota Aden. Telagaku lebih putih dibanding salju. Lebih manis dibanding madu yang dicampur dengan susu. Bejananya lebih banyak dibanding jumlah bintang."
Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah kala itu engkau dapat mengenali kami?" Beliau menjawab, "Ya, kalian memiliki pertanda yang tidak dimiliki oleh siapapun dari umat-umat lain. Kalian datang kepadaku dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kedua kaki kalian bercahaya dari bekas berwudhu." (HR Muslim dalam kitab Ath-Thaharah).
Cahaya yang terpancar dari anggota tubuh yang sering dibasuh saat wudhu inilah yang menjadi tanda pengenal (ghurran muhajjalin) bagi umat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Inilah yang membedakan mereka dari umat-umat sebelumnya dan menjadi sebab mereka diizinkan mendekati Telaga Kautsar.
2. Orang Fakir yang Bersabar
Golongan kedua yang mendapat kehormatan meminum air Telaga Kautsar adalah orang-orang fakir yang senantiasa bersabar dalam menghadapi kefakirannya semasa hidup. Bahkan, merekalah yang pertama kali mendatangi telaga tersebut. Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang pertama kali mendatangi telaga untuk menemuiku adalah orang-orang fakir dari kalangan umatku." (HR Abu Dawud).
Keutamaan ini menunjukkan bahwa kesabaran dalam menghadapi ujian kefakiran dan kemiskinan di dunia akan mendapatkan balasan yang istimewa di akhirat. Mereka yang tidak mengeluh, tidak berkeluh kesah, dan tetap bersyukur atas takdir Allah meskipun dalam keterbatasan, akan menjadi golongan pertama yang dipersilakan mendekati Telaga Kautsar.
3. Muslim yang Lisan dan Perbuatannya Terjaga
Golongan ketiga yang diperbolehkan minum air Telaga Kautsar adalah orang yang lisan dan perbuatannya terjaga semasa hidup. Dalam kitab Mukasyafah al-Qulub al-Muqarrib ila Hadhrah 'Allam al-Ghuyub karya Imam Al-Ghazali, disebutkan bahwa orang yang menjaga lisannya dari perkataan dusta, ghibah, dan perkataan buruk, serta menjaga tangannya dari perbuatan yang merugikan orang lain, termasuk golongan yang berhak mendatangi Telaga Kautsar.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: "Ingatlah, siapa saja yang ingin mendatangiku (di telaga) besok, hendaklah ia menahan lisannya dan tangannya kecuali dari hal-hal yang memang diperbolehkan."
4. Orang yang Memberi Makan Orang Berpuasa
Golongan keempat yang berhak meminum air Telaga Kautsar adalah orang yang memberi makan orang yang berpuasa. Amalan mulia ini menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan semangat berbagi dalam kebaikan.
Memberi makan orang yang berpuasa termasuk amalan yang sangat dicintai Allah dan menjadi salah satu sebab seseorang mendapatkan kemuliaan di hari kiamat, termasuk diizinkan mendekati Telaga Kautsar.
5. Orang yang Beriman dan Mengikuti Syariat Nabi
Golongan yang akan mendatangi telaga tersebut adalah orang yang beriman kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, yang mengikuti syariat Beliau shallallahu'alaihi wasallam. Sebaliknya, orang yang enggan dan sombong, tidak mau mengikuti syariat Beliau akan ditolak dari telaga tersebut.
Ini menegaskan bahwa keimanan yang benar dan ketundukan kepada ajaran Islam merupakan syarat fundamental untuk mendapatkan hak minum dari Telaga Kautsar.
Golongan yang Diusir dan Dijauhkan dari Telaga Kautsar
Untuk memahami secara utuh siapa saja yang mendapat minum dari Telaga Kautsar, penting juga mengetahui golongan yang diusir dan dijauhkan darinya. Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Aisyah RA bersabda:
"Aku lebih dahulu dibanding kalian (sampai) di telaga. Ditunjukkan kepadaku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan minuman untuk mereka dari telaga, mereka dijauhkan dariku. Lantas aku bertanya kepada Tuhanku: ini adalah umatku (mengapa dijauhkan?). Lalu Allah berfirman: 'engkau sebenarnya tidak mengetahui bid'ah yang mereka buat sesudahmu." (HR Muslim).
1. Orang Munafik dan Murtad: Golongan pertama yang diusir dari Telaga Kautsar adalah orang-orang munafik dan murtad.
2. Orang yang Masuk Islam di Zaman Rasulullah lalu Murtad: Golongan kedua yang dijauhkan dari telaga adalah mereka yang masuk Islam di zaman Rasulullah SAW namun murtad sepeninggal beliau.
Mereka berkumpul di telaga layaknya burung-burung puyuh berkumpul. Ketika Nabi memanggil mereka, Allah menegur bahwa mereka adalah orang-orang yang meninggalkan agama mereka setelah beliau wafat.
3. Pelaku Maksiat dan Pendosa Besar: Golongan ketiga yang diusir adalah pelaku maksiat dan pendosa besar. Termasuk di dalamnya adalah pembohong-pembohong semasa di dunia.
4. Orang yang Menyalahi Jemaah Muslim: Orang yang paling keras ditolak mendatangi Telaga Kautsar adalah manusia yang menyalahi jemaah muslim dan berpisah dari jalan mereka, seperti golongan Khawarij dan alirannya, Rafidhah dengan kesesatannya, dan Mu'tazilah dengan berbagai sektenya.
Amalan-Amalan agar Berhak Meminum Telaga Kautsar
Pertama, menjaga dan menyempurnakan wudhu. Setiap kali berwudhu, seorang muslim mendapatkan cahaya yang akan menjadi tanda pengenal di hari kiamat. Amalan ini menjadi ciri khas umat Nabi Muhammad SAW yang membedakan mereka dari umat-umat sebelumnya.
Kedua, bersabar dalam menghadapi kefakiran dan ujian hidup. Tidak mengeluh dan tetap bersyukur atas takdir Allah. Orang fakir yang sabar akan menjadi golongan pertama yang mendatangi telaga Nabi.
Ketiga, menjaga lisan dari perkataan dusta, ghibah, dan perkataan buruk. Menjaga tangan dari perbuatan yang merugikan orang lain.
Keempat, memberi makan orang yang berpuasa. Amalan ini menunjukkan kepedulian terhadap sesama dan semangat berbagi dalam kebaikan.
Kelima, tetap istiqamah dalam keislaman dan menjauhi bid'ah. Tidak keluar dari jemaah muslim dan tidak menyimpang dari ajaran Islam yang benar.
Keenam, memperbanyak membaca Surah Al-Kautsar dan merenungkan maknanya. Surah ini mengingatkan tentang nikmat agung yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya.
Hikmah Mengetahui Siapa Saja yang Mendapat Minum dari Telaga Kautsar
1. Meningkatkan Motivasi untuk Selalu dalam Ketaatan
Mengetahui bahwa ada telaga istimewa yang disediakan bagi orang-orang yang taat akan mendorong seorang muslim untuk senantiasa meningkatkan kualitas ibadah dan menjauhi kemaksiatan. Pengetahuan ini menjadi pendorong untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat.
2. Memperkuat Keimanan kepada Hari Akhir
Pemahaman tentang Telaga Kautsar memperkuat keyakinan terhadap janji Allah dan Rasul-Nya tentang kenikmatan yang menanti di akhirat. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang mewajibkan iman kepada hari akhir sebagai salah satu rukun iman.
3. Menjadi Pengingat agar Menjauhi Bid'ah dan Kemaksiatan
Mengetahui bahwa pelaku bid'ah dan maksiat diusir dari telaga menjadi peringatan untuk selalu berpegang pada ajaran Islam yang murni dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.
4. Mendorong untuk Menjaga Lisan dan Perbuatan
Pengetahuan bahwa orang yang lisannya terjaga berhak mendekati telaga mendorong seorang muslim untuk selalu menjaga perkataan dan perbuatannya dari hal-hal yang tidak diridhai Allah.
5. Memberikan Pengharapan bagi Orang-Orang Lemah
Telaga Kautsar menjadi kabar gembira bagi orang-orang fakir dan lemah yang bersabar, bahwa mereka, bukan para penguasa atau orang kaya, akan menjadi golongan pertama yang mendekati telaga Nabi. Ini menunjukkan keadilan dan rahmat Allah yang meliputi segala sesuatu.
Â
Pertanyaan Seputar Telaga Kautsar
1. Siapa saja yang berhak minum dari Telaga Kautsar?
Golongan yang berhak minum dari Telaga Kautsar adalah: muslim yang senantiasa menjaga wudhu, orang fakir yang bersabar, muslim yang lisan dan perbuatannya terjaga, orang yang memberi makan orang berpuasa, serta orang yang beriman dan mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW.
2. Siapa yang pertama kali mendatangi Telaga Kautsar?
Orang yang pertama kali mendatangi Telaga Kautsar adalah orang-orang fakir dari kalangan umat Nabi Muhammad SAW yang sabar dalam menghadapi kefakirannya. (HR Abu Dawud).
3. Siapa saja yang diusir dari Telaga Kautsar?
Golongan yang diusir dari Telaga Kautsar antara lain: orang munafik dan murtad, orang yang masuk Islam di zaman Rasulullah lalu murtad sepeninggalannya, pelaku maksiat dan pendosa besar, serta orang yang menyalahi jemaah muslim seperti Khawarij, Rafidhah, dan Mu'tazilah.
4. Bagaimana gambaran air Telaga Kautsar?
Air Telaga Kautsar digambarkan lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih harum dari minyak kasturi. Bejana-bejana di tepinya sebanyak bintang-bintang di langit. Siapa pun yang meminumnya tidak akan pernah merasa haus lagi selama-lamanya.
5. Apa dalil tentang Telaga Kautsar dalam al-Qur'an?
Dalil tentang Telaga Kautsar terdapat dalam Surah Al-Kautsar ayat 1: "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) nikmat yang banyak." Para ulama tafsir menjelaskan bahwa "Al-Kautsar" adalah sebuah sungai di surga yang airnya dialiri ke Telaga Nabi di Padang Mahsyar.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936199/original/062014300_1725430509-Kepiting1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4862795/original/084121900_1718280170-Gunung_anak_krakatau_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342121/original/053138400_1788753122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-07T104558.832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535602/original/003835300_1774065308-0L5A1309.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342549/original/096162500_1788774527-1001640816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342489/original/076258200_1788771779-IMG-20260907-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)